ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Trauma


__ADS_3

Dokter pun menyimpulkan bahwa Dani mengalami trauma. Dan trauma ini


menyebabkan apa yang baru saja dia alami akan hilang. Entah bisa kembali ingat


atau hilang memori tertentu secara permanen. Dokter hanya bisa menyarankan


supaya Dani di terapi. “Semoga dengan cara ini pak Dani dapat sedikit demi sedikit ingatannya akan pulih kembali.Tapi ingat kita tidak boleh memaksakan.” Penjelasan dokter


“Aahh....” Renata menjerit histeris setelah mendengar pejelasan dokter itu.


Adit mencoba menenangkan Renata. Erliana bingung sendiri, “situasi macam apa


ini, lalu aku. Tentu saja aku harus pulang.” Batin Erliana Dokter pun pamit undur disusul dengan Erliana


“Kak cepat sembuh ya, semoga ingatan kakak cepat kembali. (Sambil menatap


Renata penuh iba) Kasihan pacar kakak.(Tersenyum) aku pulang ya, karena ini sudah malam.”


Erliana beranjak pergi tapi Dani menahan tangannya Erliana


“Tunggu bocah cantik, tadi aku kan sudah bilang kau tanggung jawab ku. Kau


tidak aku izinkan pulang sendiri. Paham.”


“Tapi kak”

__ADS_1


“Adit antar Erliana pulang, pastikan kalau kau bertemu dengan ibunya ataukeluarganya, katakan pada mereka tentang kejadian ini agar mereka tidak khawatir.” Perintah Dani


“Sebenarnya siapa anak sekolah ini Dani?” Tanya Renata “Ada hubungan apa


kalian?”Timpahnya lagi


“Maaf kak aku Erliana aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan kakak ini,


aku hanya...” Erliana terhenti.


“Jangan banyak bicara apalagi dengan orang yang tidak kamu kenal bocah cantik.” Tersenyum dan memiringkan kepalanya. Sikap Dani seperti itu membuat Renata semakin tidak terima, dia benci Erliana bagaimana bisa Dani ingat dia sedangkan padanya tidak ingat,  dikatai nenek sihir pula. Bukankah selama ini Dani begitu tergila-gila


terhadapnya.


“Kau sudah berani memerintah ku ya, apa kau sudah bosan bekerja dengan ku.


Baiklah kalau kau ingin aku pecat.”


“Bukan begitu Dan, ini calon istri mu. Selama ini kau sangat mencintai nya,


kau sangat tergila-gila pada nya.”


“Kau benar-benar sudah gila ya, hei Dit kau lupa seperti apa kriteria wanita yang aku sukai. Lihat dia ya ampun dempul nya tebal sekali apa dia mau tampil opera srimulat. Aku tidak suka.” Ledek Dani Renata melotot “menyebalkan sekali sih dia” batin Renata


“Cukup Dit, Bawa wanita itu keluar kamar ku, aku ingin istirahat. Jangan lupa kau antarkan Erliana pulang, kalau tidak jangan harap kau bisa menampakkan dirimu dihadapan ku besok.” Ancam Dani

__ADS_1


“Kak”


Dani merebahkan tubuhnya dikasur pasien, dan menyembunyikan semua wajahnya


di dalam selimut.


Semua orang meninggalkan Dani sendiri, Dani pun tertidur. Renata meminta


agar Adit mengantarnya pulang tapi Adit menolaknya karena bagaimana pun ini


perintah Dani. Dia harus mengantarkan Erliana pulang, Adit juga tidak tega pada


Erliana kalau Erliana harus pulang dengan menggunakan kendaraan umum karena ini


sudah malam, bagaimana pun Erliana sudah cukup membantunya hari ini. Padahal


Erliana sudah berusaha menolak tapi Adit memaksa. Sedangkan Adit memanggilkan


Renata taksi.


“Selamat pagi Tuan Dani, bagaimana keadaanmu?” Adit baru tiba di kamar


Dani. Saat itu Dani baru selesai mandi. “Hai kau sudah sehat? Kau ini benar-benar hebat ya. Baguslah kalau kau sudah sembuh.” Terheran adit dengan keadaan Dani yang begitu cepat pulih. Padahal keadaan mobil nya itu lumayan mengerikan.


Dengan berjalan santai Dani mendekati sahabatnya yang baru sampai itu, Dani menatapnya penuh senyuman. Tapi Adit merasa tidak nyaman, Adit menelan air ludah nya "Glek,apa-apaan dia". batin Adit. Sikap sahabatnya membuat badannya merinding. Tiba-tiba tatapan itu berubah menjadi dingin dan menyeramkan.

__ADS_1


__ADS_2