
Dokter pun menyimpulkan bahwa Dani mengalami trauma. Dan trauma ini
menyebabkan apa yang baru saja dia alami akan hilang. Entah bisa kembali ingat
atau hilang memori tertentu secara permanen. Dokter hanya bisa menyarankan
supaya Dani di terapi. “Semoga dengan cara ini pak Dani dapat sedikit demi sedikit ingatannya akan pulih kembali.Tapi ingat kita tidak boleh memaksakan.” Penjelasan dokter
“Aahh....” Renata menjerit histeris setelah mendengar pejelasan dokter itu.
Adit mencoba menenangkan Renata. Erliana bingung sendiri, “situasi macam apa
ini, lalu aku. Tentu saja aku harus pulang.” Batin Erliana Dokter pun pamit undur disusul dengan Erliana
“Kak cepat sembuh ya, semoga ingatan kakak cepat kembali. (Sambil menatap
Renata penuh iba) Kasihan pacar kakak.(Tersenyum) aku pulang ya, karena ini sudah malam.”
Erliana beranjak pergi tapi Dani menahan tangannya Erliana
“Tunggu bocah cantik, tadi aku kan sudah bilang kau tanggung jawab ku. Kau
tidak aku izinkan pulang sendiri. Paham.”
“Tapi kak”
__ADS_1
“Adit antar Erliana pulang, pastikan kalau kau bertemu dengan ibunya ataukeluarganya, katakan pada mereka tentang kejadian ini agar mereka tidak khawatir.” Perintah Dani
“Sebenarnya siapa anak sekolah ini Dani?” Tanya Renata “Ada hubungan apa
kalian?”Timpahnya lagi
“Maaf kak aku Erliana aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan kakak ini,
aku hanya...” Erliana terhenti.
“Jangan banyak bicara apalagi dengan orang yang tidak kamu kenal bocah cantik.” Tersenyum dan memiringkan kepalanya. Sikap Dani seperti itu membuat Renata semakin tidak terima, dia benci Erliana bagaimana bisa Dani ingat dia sedangkan padanya tidak ingat, dikatai nenek sihir pula. Bukankah selama ini Dani begitu tergila-gila
terhadapnya.
“Kau sudah berani memerintah ku ya, apa kau sudah bosan bekerja dengan ku.
Baiklah kalau kau ingin aku pecat.”
“Bukan begitu Dan, ini calon istri mu. Selama ini kau sangat mencintai nya,
kau sangat tergila-gila pada nya.”
“Kau benar-benar sudah gila ya, hei Dit kau lupa seperti apa kriteria wanita yang aku sukai. Lihat dia ya ampun dempul nya tebal sekali apa dia mau tampil opera srimulat. Aku tidak suka.” Ledek Dani Renata melotot “menyebalkan sekali sih dia” batin Renata
“Cukup Dit, Bawa wanita itu keluar kamar ku, aku ingin istirahat. Jangan lupa kau antarkan Erliana pulang, kalau tidak jangan harap kau bisa menampakkan dirimu dihadapan ku besok.” Ancam Dani
__ADS_1
“Kak”
Dani merebahkan tubuhnya dikasur pasien, dan menyembunyikan semua wajahnya
di dalam selimut.
Semua orang meninggalkan Dani sendiri, Dani pun tertidur. Renata meminta
agar Adit mengantarnya pulang tapi Adit menolaknya karena bagaimana pun ini
perintah Dani. Dia harus mengantarkan Erliana pulang, Adit juga tidak tega pada
Erliana kalau Erliana harus pulang dengan menggunakan kendaraan umum karena ini
sudah malam, bagaimana pun Erliana sudah cukup membantunya hari ini. Padahal
Erliana sudah berusaha menolak tapi Adit memaksa. Sedangkan Adit memanggilkan
Renata taksi.
“Selamat pagi Tuan Dani, bagaimana keadaanmu?” Adit baru tiba di kamar
Dani. Saat itu Dani baru selesai mandi. “Hai kau sudah sehat? Kau ini benar-benar hebat ya. Baguslah kalau kau sudah sembuh.” Terheran adit dengan keadaan Dani yang begitu cepat pulih. Padahal keadaan mobil nya itu lumayan mengerikan.
Dengan berjalan santai Dani mendekati sahabatnya yang baru sampai itu, Dani menatapnya penuh senyuman. Tapi Adit merasa tidak nyaman, Adit menelan air ludah nya "Glek,apa-apaan dia". batin Adit. Sikap sahabatnya membuat badannya merinding. Tiba-tiba tatapan itu berubah menjadi dingin dan menyeramkan.
__ADS_1