
Mendengar kalau Erliana hamil ibu
dan nenek senang sekali. Setelah ujian sekolah selesai dan menunggu hasil kelulusan
Erliana tidak banyak melakukan aktifitas seperti biasanya. Akhir-akhir ini dia
lebih suka tidur dan bermalas-malasan. Mandipun enggan. Setiap melihat nasi dia
merasa mual, masa masa ngidam di usia kandungan yang masih sangat muda, Dani sang suami sedikit kerepotan
untuk menuruti semua keinginan sang istri.
Pada malam hari Erliana
terbangun ingin minum air hangat, tiba-tiba dia menyalakan televisi yang
kebetulan sedang menayangkan menggoreng bakwan. Air liurnya merasa akan menetes
Erliana ingin sekali makan bakwan seperti yang ada di layar televisi itu.
Erliana pun naik untuk meminta pada suaminya.
“Ya ampun sayang mana ada tukang
bakwan di jam segini!(Tengah malam)” Dani yang suaranya sedikit keras, membuat
Erliana terkejut dan menangis. Erliana merasa sangat sakit hati atas sikap
suaminya, tanpa banyak bicara Erliana keluar dari kamarnya sambil menangis.
Melihat istrinya seperti itu Dani merasa bersalah.
“Oh...Ya ampun aku harus
bagaimana?” Dani menyusul Erliana ke luar kamar dan mencarinya.
“Sayang kau diamana?” Teriak Dani dilantai bawah, karena suara Dani cukup
keras ibu pun terbangun.
“Ada apa?” Ibu
“Erliana menangis.” Dani
“Kalian bertengkar?” Ibu
“Dia minta bakwan,tapi aku tolak.
Mana ada tukang bakwan jam segini?” Dani
Ibu tak segan-segan memukul
pundak putranya dengan cukup keras.
“Aw...sakit bu.” Dani
“Dasar kau ini, istrimu sedang
ngidam. Wajar saja kalau dia minta yang sedikit tidak masuk akal.” Ibu
Ibu dan Dani mencoba untuk
mencari Erliana, dan akhirnya Erliana ditemukan sedang menangis sesegukan didapur.
“Sayang maafkan suamimu ya, kau
ingin bakwan, Biar ibu buatkan ya.” Ibu
“Tidak, aku sudah tidak ingin
makan bakwan lagi bu.” Erliana
“Sayang maafkan aku, aku
benar-benar minta maaf.” Dani
Erliana tidak mau melihat wajah
suaminya dia lebih memilih memeluk sang ibu.
“Bu boleh aku tidur bersama ibu?”
Erliana
“Baiklah kalau kau tidak ingin
makan bakwan, kita pergi tidur saja.” Ibu
“Sayang lalu aku bagaimana?” Dani
dengan wajah bersalah
Sebenarnya Erliana tidak pernah
berani menunjukan kemarahannya, tapi saat ini dia merasa sangat sakit hati.
Erliana tidak memperdulikan ucapan suaminya dan pergi menuju kamar ibu dan
tidur disana.
Dikantor
“Selamat pagi Tuan.” Adit dengan
gayanya. Tapi Dani menunjukan wajah yang kurang senang.
“Kau kenapa?” Adit
“Erliana marah padaku.” Dani
“Oh kalian bertengkar. Sabar Tuan
bumbu rumah tangga itu.” Adit
“Cih...kau tau dari mana menikah
saja belum.” Dani ketus
Adit duduk menghadap Dani dan
menepuk bahunya.
“Erliana marah padaku karena dia
__ADS_1
ingin makan bakwan.” Dani
“Maksudmu, kau melarang Erliana
makan bakwan. Memang kau ini keterlaluan.” Adit heran
“Dia ingin makan bakwan tengah
malam, kau pikir ada tukang bakwan jualan tengah malam.” Dani menjelasakan.
“Oh tengah malam. Ha ha ha
...sabar namanya juga orang ngidam.” Adit berbisik
Dirumah
Nenek menyarankan pada ibu agar
Dani dan Erliana segera menyelenggarakan pesta pernikahan. Untuk apa ditunda
lebih lama, Erliana telah selesai ujian dan dia kini sedang hamil. Bukankah
aneh kalau menggelar pesta pernikahan sedangkan pengantin wanita nya hamil
besar. Meskipun mereka telah resmi menikah tapi akan berbeda pandangan menurut
orang lain.
Ibu pun setuju atas saran yang
nenek ajukan. Ibu dan nenek serta semua orang yang ada dirumah menyusun
beberapa rencana untuk mempersiapkan pernikahan Dani dan Erliana. Sedangkan
Erliana hanya tidur seharian dikamarnya. Mendapat kabar dari ibu Danipun setuju
dan dia membuat sebagian orang kantor sibuk akan hal itu. Karena rencana itu
begitu mendadak dan harus disegerakan. Seperti biasa Dani menghubung E-Salon untuk
mempersiapkannya.
“Halo, ada apa kak?” Indri
“Kakak dapat kabar pesta pernikah
Erliana dan Pak Dani akan segera digelar.” Friska
Mendapat kabar tersebut Indri
langsung menghubungi Yulia dan memeberitahukannya.
Karena kondisi Erliana yang seperti
itu, Semua persiapan ini Dani yang putuskan. Seperti pembuatan foto prewed Dani
memilih untuk membuatnya didalam studio saja, konsepnya istimewa nan mewah.
Sebenarnya Dani berencana ingin
menggelar pesta pernikahan mereka di luar gedung namun karena kondisi Erliana,
Dani berpikir ulang. Dan memutuskan menggelar di hotel saja.
begitu istimewa dan mewah, dengan dekorasi serba putih dan bunga-bunga putih
serta lampu-lampu gantung yang mewah terlihat begitu sangat indah. Disana juga
disediakan Photobooth unik untuk tamu undangan agar bisa berfoto dengan
background yang tertera nama Dani dan Erliana. Ditambah Vanue yang manis dengan
hiasan entri gate dan lampu-lampu thumblr putih. Semua persiapan pun selesai.
Singkat cerita tibalah pesta
pernikahan Dani dan Erliana.
Di Hotel
Erliana sempat muntah-muntah, dia
nampak pucat. Dani begitu sangat khawatir dengan keadaan istrinya itu, namun
Erliana begitu bersemangat dan mencoba untuk bersikap kuat didepan suaminya.
Selain hari yang dia tunggu dia juga tidak ingin mengacaukan pesta pernikahan
ini. Erliana tidak mau ibu, nenek dan Dani kecewa.
Esalon selalu memberikan yang
terbaik untuk pelanggan nya khususnya yang satu ini. Elisa memang sangat
pandai, dia kembali berhasil membuat Dani kagum atas semua pekerjaannya.
Erliana terlihat begitu sangat cantik dengan gaun pengantin warna putih begitu
juga dengan Dani yang nampak sangat keren dan sangat tampan. Sepasang kekasih
ini begitu sangat serasi dan mengundang banyak perhatian, semua tamu begitu
ceria menyambut mereka.
Selain rekan-rekan dan pembisinisnya,
Dani tidak melupakan teman-teman Erliana. Dani mengundang semua teman istrinya
itu. Tentunya hal ini tanpa sepengetahuan Erliana, betapa bahagianya Erliana
mendapati teman-temannya menghadiri pesta pernikahannya.
Disana ada Indri yang datang
bersama ibunya sedangkan Yulia datang bersama Rian. Yulia dan Rian pun menjadi
sorotan sebagian tamu disana. Khususnya teman-teman sekelasnya.
“Selamat ya Erliana.” Indri
“Terima kasih” Erliana.
Mereka saling berpelukan bahagia.
__ADS_1
Pesta pernikahan pun berjalan dengan lancar, awalnya Dani begitu
mengkhawatirkan keadaan Erliana tapi nyatanya Erliana terlihat sangat sehat.
Ibu dan nenek menyambut beberapa tamu undangan dan menyapa saudara saudara
terdekat. Para tetangga pun tak luput menghadiri pesta itu. Sampai selesai
pesta itu digelar Erliana begitu sangat
ceria.
“Sayang kita pulang.” Rian
Waktu menunjukkan pukul 8 malam,
Rian berpikir untuk membawa kekasihnya ke apartemen miliknya.
“Kak ini dimana?” Yulia
“Ayo masuk ini apartemen ku yang
baru.” Rian
“Oh ya, jadi kakak pindah ke
sini. Wow...rapi sekali, bersih, nyaman dan hm...wangi...” Yulia
“Jangan norak cantik.” Rian
menarik tangan Yulia untuk masuk ke dalam dan merangkulnya dari belakang.
Entah apa yang ada dalam pikiran
Rian saat ini, dia merasa hari ini Yulia begitu sangat cantik dengan gaun hitam
putih yang dia kenakan membuat Rian tak dapat menahan rasanya.
“Kenapa kakak membawaku kesini.”
Yulia
“Bukankah aku pernah berjanji
untuk menunjukan tempat tinggalku yang baru.” Rian
Yulia hanya tersenyum dan
membalas rangkulan kekasaihnya. Rian mengangkat dagu Yulia, mereka kini saling
berhadapan. Pelan namun pasti Rian mengecup kening Yulia dengan lembut. Lalu ke
mata, ke pipi dan bibir juga.
“Kak yang jadi pengantin itu
Erliana dan kak Dani bukan kita.” Yulia menghindar dan menolak Rian
Rian hanya tersenyum dan
membimbing yulia agar duduk di sofa. Rian memeluk Yulia lama. Sengaja dia
mematikan penghangat ruangannya, Yulia sudah merasa kedinginan dan membalas
pelukan Rian lebih erat.
“Kak dingin.” Yulia
“Hm..”Rian tersenyum. Kembali
Rian menarik dagu Yulia dan melakukannya lagi sehingga Yulia terlena dan pasrah
pada kekasihnya. Mereka saling berpelukan sangat erat. Malam ini Rian begitu
agresif, tangannya sudah tak terarah lagi. Dia mulai nakal.
“Kak jangan.” Yulia
“Sayang diam. Bolehlah...?” Rian semakin
berani dan...
“Aw...sakit.” Yulia
“Tahan sebentar sayang...” Rian
Singkat cerita setelah 1 jam
lamanya mereka pun selesai. Yulia begitu takut atas kejadian ini.
“Kau tidak perlu takut sayang,
kau sudah menjadi milikku artinya kau harus menikah dengan ku. Aku janji aku
akan bertanggung jawab” Rian meyakinkan Yulia
“Janji” Yulia
Rian menganggukan kepala. Mereka
saling berpelukan kemudian mereka membersihkan diri dan Rian mengantarkan Yulia
pulang. Sedangkan Dani memutuskan untuk bermalam di hotel saja, karena dia
mengkhawatirkan Erliana.
“Sayang aku sangat bahagia hari
ini.” Dani memeluk istrinya dengan manja
“Aku juga. Terima kasih banyak ya
sayang. Aku tidak menyangka kau akan menghadirkan teman-temanku.” Erliana
Dani mengusap perut Erliana
dengan lembut. Dan mengecupnya
“Nak, baik-baik disana ya. Ayah
dan ibu menanti kehadiranmu.” Dani
Mereka sangat bersyukur sekali.
__ADS_1