ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Pesta Pernikahan


__ADS_3

Mendengar kalau Erliana hamil ibu


dan nenek senang sekali. Setelah ujian sekolah selesai dan menunggu hasil kelulusan


Erliana tidak banyak melakukan aktifitas seperti biasanya. Akhir-akhir ini dia


lebih suka tidur dan bermalas-malasan. Mandipun enggan. Setiap melihat nasi dia


merasa mual, masa masa ngidam di usia kandungan yang masih  sangat muda, Dani sang suami sedikit kerepotan


untuk menuruti semua keinginan sang istri.


Pada malam hari Erliana


terbangun ingin minum air hangat, tiba-tiba dia menyalakan televisi yang


kebetulan sedang menayangkan menggoreng bakwan. Air liurnya merasa akan menetes


Erliana ingin sekali makan bakwan seperti yang ada di layar televisi itu.


Erliana pun naik untuk meminta pada suaminya.


“Ya ampun sayang mana ada tukang


bakwan di jam segini!(Tengah malam)” Dani yang suaranya sedikit keras, membuat


Erliana terkejut dan menangis. Erliana merasa sangat sakit hati atas sikap


suaminya, tanpa banyak bicara Erliana keluar dari kamarnya sambil menangis.


Melihat istrinya seperti itu Dani merasa bersalah.


“Oh...Ya ampun aku harus


bagaimana?” Dani menyusul Erliana ke luar kamar dan mencarinya.


“Sayang kau diamana?” Teriak Dani  dilantai bawah, karena suara Dani cukup


keras ibu pun terbangun.


“Ada apa?” Ibu


“Erliana menangis.” Dani


“Kalian bertengkar?” Ibu


“Dia minta bakwan,tapi aku tolak.


Mana ada tukang bakwan jam segini?” Dani


Ibu tak segan-segan memukul


pundak putranya dengan cukup keras.


“Aw...sakit bu.” Dani


“Dasar kau ini, istrimu sedang


ngidam. Wajar saja kalau dia minta yang sedikit tidak masuk akal.” Ibu


Ibu dan Dani mencoba untuk


mencari Erliana, dan akhirnya Erliana ditemukan sedang menangis sesegukan didapur.


“Sayang maafkan suamimu ya, kau


ingin bakwan,  Biar ibu buatkan ya.” Ibu


“Tidak, aku sudah tidak ingin


makan bakwan lagi bu.” Erliana


“Sayang maafkan aku, aku


benar-benar minta maaf.” Dani


Erliana tidak mau melihat wajah


suaminya dia lebih memilih memeluk sang ibu.


“Bu boleh aku tidur bersama ibu?”


Erliana


“Baiklah kalau kau tidak ingin


makan bakwan, kita pergi tidur saja.” Ibu


“Sayang lalu aku bagaimana?” Dani


dengan wajah bersalah


Sebenarnya Erliana tidak pernah


berani menunjukan kemarahannya, tapi saat ini dia merasa sangat sakit hati.


Erliana tidak memperdulikan ucapan suaminya dan pergi menuju kamar ibu dan


tidur disana.


Dikantor


“Selamat pagi Tuan.” Adit dengan


gayanya. Tapi Dani menunjukan wajah yang kurang senang.


“Kau kenapa?” Adit


“Erliana marah padaku.” Dani


“Oh kalian bertengkar. Sabar Tuan


bumbu rumah tangga itu.” Adit


“Cih...kau tau dari mana menikah


saja belum.” Dani ketus


Adit duduk menghadap Dani dan


menepuk bahunya.


“Erliana marah padaku karena dia

__ADS_1


ingin makan bakwan.” Dani


“Maksudmu, kau melarang Erliana


makan bakwan. Memang kau ini keterlaluan.” Adit heran


“Dia ingin makan bakwan tengah


malam, kau pikir ada tukang bakwan jualan tengah malam.” Dani menjelasakan.


“Oh tengah malam. Ha ha ha


...sabar namanya juga orang ngidam.” Adit berbisik


Dirumah


Nenek menyarankan pada ibu agar


Dani dan Erliana segera menyelenggarakan pesta pernikahan. Untuk apa ditunda


lebih lama, Erliana telah selesai ujian dan dia kini sedang hamil. Bukankah


aneh kalau menggelar pesta pernikahan sedangkan pengantin wanita nya hamil


besar. Meskipun mereka telah resmi menikah tapi akan berbeda pandangan menurut


orang lain.


Ibu pun setuju atas saran yang


nenek ajukan. Ibu dan nenek serta semua orang yang ada dirumah menyusun


beberapa rencana untuk mempersiapkan pernikahan Dani dan Erliana. Sedangkan


Erliana hanya tidur seharian dikamarnya. Mendapat kabar dari ibu Danipun setuju


dan dia membuat sebagian orang kantor sibuk akan hal itu. Karena rencana itu


begitu mendadak dan harus disegerakan.  Seperti biasa Dani menghubung E-Salon untuk


mempersiapkannya.


“Halo, ada apa kak?” Indri


“Kakak dapat kabar pesta pernikah


Erliana dan Pak Dani akan segera digelar.” Friska


Mendapat kabar tersebut Indri


langsung menghubungi Yulia dan memeberitahukannya.


Karena kondisi Erliana yang seperti


itu, Semua persiapan ini Dani yang putuskan. Seperti pembuatan foto prewed Dani


memilih untuk membuatnya didalam studio saja,  konsepnya istimewa nan mewah.


Sebenarnya Dani berencana ingin


menggelar pesta pernikahan mereka di luar gedung namun karena kondisi Erliana,


Dani berpikir ulang. Dan memutuskan menggelar di hotel saja.


begitu istimewa dan mewah, dengan dekorasi serba putih dan bunga-bunga putih


serta lampu-lampu gantung yang mewah terlihat begitu sangat indah. Disana juga


disediakan Photobooth unik untuk tamu undangan agar bisa berfoto dengan


background yang tertera nama Dani dan Erliana. Ditambah Vanue yang manis dengan


hiasan entri gate dan lampu-lampu thumblr putih. Semua persiapan pun selesai.


Singkat cerita tibalah pesta


pernikahan Dani dan Erliana.


Di Hotel


Erliana sempat muntah-muntah, dia


nampak pucat. Dani begitu sangat khawatir dengan keadaan istrinya itu, namun


Erliana begitu bersemangat dan mencoba untuk bersikap kuat didepan suaminya.


Selain hari yang dia tunggu dia juga tidak ingin mengacaukan pesta pernikahan


ini. Erliana tidak mau ibu, nenek dan Dani kecewa.


Esalon selalu memberikan yang


terbaik untuk pelanggan nya khususnya yang satu ini. Elisa memang sangat


pandai, dia kembali berhasil membuat Dani kagum atas semua pekerjaannya.


Erliana terlihat begitu sangat cantik dengan gaun pengantin warna putih begitu


juga dengan Dani yang nampak sangat keren dan sangat tampan. Sepasang kekasih


ini begitu sangat serasi dan mengundang banyak perhatian, semua tamu begitu


ceria menyambut mereka.


Selain rekan-rekan dan pembisinisnya,


Dani tidak melupakan teman-teman Erliana. Dani mengundang semua teman istrinya


itu. Tentunya hal ini tanpa sepengetahuan Erliana, betapa bahagianya Erliana


mendapati teman-temannya menghadiri pesta pernikahannya.


Disana ada Indri yang datang


bersama ibunya sedangkan Yulia datang bersama Rian. Yulia dan Rian pun menjadi


sorotan sebagian tamu disana. Khususnya teman-teman sekelasnya.


“Selamat ya Erliana.” Indri


“Terima kasih” Erliana.


Mereka saling berpelukan bahagia.

__ADS_1


Pesta pernikahan pun berjalan dengan lancar, awalnya Dani begitu


mengkhawatirkan keadaan Erliana tapi nyatanya Erliana terlihat sangat sehat.


Ibu dan nenek menyambut beberapa tamu undangan dan menyapa saudara saudara


terdekat. Para tetangga pun tak luput menghadiri pesta itu. Sampai selesai


pesta  itu digelar Erliana begitu sangat


ceria.


“Sayang kita pulang.” Rian


Waktu menunjukkan pukul 8 malam,


Rian berpikir untuk membawa kekasihnya ke apartemen miliknya.


“Kak ini dimana?” Yulia


“Ayo masuk ini apartemen ku yang


baru.” Rian


“Oh ya, jadi kakak pindah ke


sini. Wow...rapi sekali, bersih, nyaman dan hm...wangi...” Yulia


“Jangan norak cantik.” Rian


menarik tangan Yulia untuk masuk ke dalam dan merangkulnya dari belakang.


Entah apa yang ada dalam pikiran


Rian saat ini, dia merasa hari ini Yulia begitu sangat cantik dengan gaun hitam


putih yang dia kenakan membuat Rian tak dapat menahan rasanya.


“Kenapa kakak membawaku kesini.”


Yulia


“Bukankah aku pernah berjanji


untuk menunjukan tempat tinggalku yang baru.” Rian


Yulia hanya tersenyum dan


membalas rangkulan kekasaihnya. Rian mengangkat dagu Yulia, mereka kini saling


berhadapan. Pelan namun pasti Rian mengecup kening Yulia dengan lembut. Lalu ke


mata, ke pipi dan bibir juga.


“Kak yang jadi pengantin itu


Erliana dan kak Dani bukan kita.” Yulia menghindar dan menolak Rian


Rian hanya tersenyum dan


membimbing yulia agar duduk di sofa. Rian memeluk Yulia lama. Sengaja dia


mematikan penghangat ruangannya, Yulia sudah merasa kedinginan dan membalas


pelukan Rian lebih erat.


“Kak dingin.” Yulia


“Hm..”Rian tersenyum. Kembali


Rian menarik dagu Yulia dan melakukannya lagi sehingga Yulia terlena dan pasrah


pada kekasihnya. Mereka saling berpelukan sangat erat. Malam ini Rian begitu


agresif, tangannya sudah tak terarah lagi. Dia mulai nakal.


“Kak jangan.” Yulia


“Sayang diam. Bolehlah...?” Rian semakin


berani dan...


“Aw...sakit.” Yulia


“Tahan sebentar sayang...” Rian


Singkat cerita setelah 1 jam


lamanya mereka pun selesai. Yulia begitu takut atas kejadian ini.


“Kau tidak perlu takut sayang,


kau sudah menjadi milikku artinya kau harus menikah dengan ku. Aku janji aku


akan bertanggung jawab” Rian meyakinkan Yulia


“Janji” Yulia


Rian menganggukan kepala. Mereka


saling berpelukan kemudian mereka membersihkan diri dan Rian mengantarkan Yulia


pulang. Sedangkan Dani memutuskan untuk bermalam di hotel saja, karena dia


mengkhawatirkan Erliana.


“Sayang aku sangat bahagia hari


ini.” Dani memeluk istrinya dengan manja


“Aku juga. Terima kasih banyak ya


sayang. Aku tidak menyangka kau akan menghadirkan teman-temanku.” Erliana


Dani mengusap perut Erliana


dengan lembut. Dan mengecupnya


“Nak, baik-baik disana ya. Ayah


dan ibu menanti kehadiranmu.” Dani


Mereka sangat bersyukur sekali.

__ADS_1


__ADS_2