
Rumah Erliana
"Huh...kemana lagi aku harus mencari kerja. Bagaimanapun aku harus tetap mencari kerja." Batin Erliana. Lama Erliana memutar otaknya dia terus berpikir sambil berbaring dan melihat langit2 atap rumah nya itu.
Krruuukkkk.....Erliana merasa lapar. Dia pergi ke dapur dan dia membuat nasi goreng. Erliana sudah mulai terbiasa dengan situasi seperti ini, dia mulai mandiri sekarang. Beruntung saat ibunya masih hidup, Erliana suka membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Pagi-pagi sekali Dani berangkat ke kantor karena jam 7 nanti dia akan ada meeting dan bertemu dengan klien dari luar kota. Dengan cepat pak Didin membukakan pintu mobil, Dani pun duduk di bangku belakang. Dia mendapati pesan dari Renata.
"Sayang nanti siang boleh aku main ke kantor mu, aku ingin makan siang bersamamu."
"Oke, aku tunggu sayang."
"Oh iya aku akan membawa beberapa foto wedding kita."
"Iya"
"Happy nice day sayang, ketemu nanti. I love you"
"Love you to."
Sekolah Erliana
"Erliana, nanti setelah selesai sekolah kita ke taman bacaan. Biasa aku harus mengembalikan buku." Indri teman sebangku Erliana.
__ADS_1
Dia berpikir sejenak, "tapi aku kan harus segera mencari kerja" batin Erliana. "Yah..melamun bagaimana?" Tanya Indri.
"Iya oke, cantik" Erliana menyetujui
Bruk.....
"Hai kawan-kawan ku yang cantik-cantik, lihat tugas ..."Yulia Erliana dan Indri mereka bertiga bersahabat sejak mereka kelas 10. Selama 3 tahun ini mereka kebetulan selalu satu kelas. "Kebiasaan" Indri menepak keningnya. "Aku benar-benar takluk dengan mata pelajaran yang satu ini. Please.... kawan-kawan." Yulia memohon memasang muka memelas.
"Eh memangnya aku bisa, sama aku juga tidak bisa tapi setidaknya aku punya kamus, terus dikerjakan. Masalah benar atau salah nanti saja yang penting dicoba dulu." Indri
"Ciieehhh....rajin sekali kawanku yang satu ini...mana-mana?" Yulia
"Ampun deh..." Indri
Erliana tertawa melihat kelakuan kedua temanya itu.
"Oke. Ya aku akui itu....hehehe"
Taman bacaan
“Terima kasih ya kak.” Indri sudah mengembalikan novel yang dia pinjam. Yulia asik dengan ponsel nya sedangkan Erliana sibuk melihat kanan kiri.
“Erliana kau ini kenapa? Mencari seseorang? Atau lagi janjian ya...” Goda Yulia
__ADS_1
“Bukan, tapi aku sedang mencari ....”
“Halo...kawan-kawan aku sudah selesai, Yuk....” Ajak Indri
“Kaget...kaget...” Yulia mejerit sampai ponsel nya terjatuh untung saja tidak rusak.
“Sorry-sorry”
“Cari apa tadi kamu Erliana? “
“Sudahlah ayo...?
Sambil berjalan Erliana bercerita kepada kedua temannya, bahwa dia akan mencari kerja paruh waktu. Kebetulan sekali Yulia tadi pagi melihat ada selebaran yang menuliskan ada lowongan kerja di tempat pengisian bahan bakar. Erliana sangat berantusias mendengarnya, buru-buru mereka bertiga menuju lokasi. Dan Erliana pun diterima kerja disana sebagai pegawai paruh waktu. Entah kenapa Bos disana merasa iba dengan keadaan yang diceritakan Erliana. Sehingga Erliana diterima. “Mulai besok kau boleh masuk kerja. Waktunya sepulang sekolah sampai pukul 20.00. Paham”. Arga Sanjaya Bos pemilik dari tempat Erliana bekerja.
“Ingat berhati-hatilah saat bekerja, kau tahu sebenarnya aku tidak boleh menerima pegawai dengan status pelajar sepertimu. Terlalu besar resikonya.” Arga
“Saya mengerti bos, sekali lagi saya ucakpan terima kasih.” Erliana
Erliana pun pamitan kepada bosnya. “Yeah.....” Teriak Erliana kepada kedua temannya. Mereka teriak kegirangan bersama-sama. Diam-diam Arga memperhatikan mereka, kepala Arga menggeleng dan tersenyum. “Dasar bocah” Bisik Arga. “Cantik juga anak itu, semoga dia bisa bekerja dengan baik. Kasihan hidupnya, semoga dengan cara ini anggap saja aku sedang membantu dan meyantuni anak yatim.” Arga
__ADS_1