ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Erliana Mengagumkan


__ADS_3

Adit pulang bersama Rian,


sedangkan ibu pulang bersama Dani. Namun mereka tidak langsung ke rumah, Dani


membawa ibu untuk memperlihatkan rumah orang tua Erliana. Ibu nya kagum atas


sikap putranya yang semakin dewasa, dia terlihat seperti laki-laki penuh


tanggung jawab.


Pesta ulang tahun Misya tiba


Sebelum pergi ke pesta Dani


membawa kekasihnya ke salon mewah milik salah seorang temannya yaitu “E- SALON”. E-salon milik temannya ini berada didalam hotel bintang 5. Area salon dengan luas 90m2 ini memiliki area prevasi


yang dilengkapi fasilitas washbak yang membuat pelanggan tidak perlu ke luar


ruangan. Seluruh kursi washbak di impor dari luar negeri langsung.  Dilengkapi juga dengan sistem pijat untuk


merileksasikan  tubuh. E-salon juga akan memberikan perawatan menggunakan Brand


Milbon dari luar negeri.


“Ini kan hotel, bukankah kakak


mengajak ku ke salon.” Erliana keheranan kedua tangannya dilipat silang didepan


dada, matanya menatap penuh curiga pada kekasihnya itu.


“Apa yang kau pikirkan? Dasar


mesum.” Dani terkekeh tangan kirinya mengacak-ngacak rambut Erliana.


“Aahh...kakak.” Erliana


“Ha ha ha ha” Tawa Dani puas. “Mulai


sekarang jangan panggil aku kakak.” Pinta Dani


“Lalu apa?” Erliana


“Menurutmu? Bagusnya apa?” Dani


Erliana pura-pura berpikir.


Hmm....


“Iisshh...Kau ini, panggil aku


sayang.” Dani mencubit hidung Erliana. Erliana tersenyum “Rasanya canggung


sekali” Batin Erliana


“Coba” Dani


“Sayang.” Erliana tanpa melihat


kekasihnya


“Lihat aku dan ucapkan.” Dani


“Sayang” Ucapnya lembut, dan


manja menatap sang kekasih disampingnya. Dani membelai rambut gadis cantiknya yang


tersipu malu. Diraih bahu Erliana dan dipeluknya sehingga kepala Erliana


bersender pada bahunya. Berulang-ulang dia mengelus lembut dan mengecupnya.


Seperti sudah suatu kecanduan tersendiri bagi Dani. “I love you”


Sebelumnya Dani sudah memesan


ruangan VVIP untuk Erliana, Erliana sempat menduga kalau salon ini milik


Renata. Karena dia lihat di salah satu cover salon ada gambar Renata cukup


besar, dan terlihat sangat menarik dan cantik. Pemilik E-salon bernama Elisa


teman Dani satu universitas dulu. Kini sudah menunggu dan menyambutnya dengan hangat.


Segeralah Dani memperkenalkan Erliana pada Elisa, Elisa pun mengajak Erliana


masuk untuk segera diberikan perawatan oleh karyawannya yang profesional.


Setelah sekian lama Erliana pun


selesai. Nampaklah kekasih Dani dengan penampilan yang tidak biasa, tentu saja.


Karena Erliana tidak pernah bermake up tebal, dia selalu berpenampilan


sederhana apa adanya. Kekasihnya kini bak putri raja. Erliana terlihat sangat


menawan, dia mengenakan Short Luxury Silver Dress  dengan kulitnya yang putih, dia nampak


sangat bercahaya. Make up nya ntural dengan lipstik matte warna peach dan


tatanan rambut hitam terurai menggelombang.


Dani terperangah tidak menyangka


bahwa yang ada dihadapannya ini adalah gadis cantiknya.


“Benarkah dia calon istri ku,


cantik sekali.” Batin Dani


“Dani bolehkah aku meminta


sesuatu?” Elisa


“Apa katakanlah?” Tanpa melirik


temannya itu karena pandangan Dani sedang fokus melihat Erliana. Elisa meminta


kepada Dani untuk mengambil gambar Erliana, dan gambarnya itu akan dipasang di


salah satu cover salonnya. Tepatnya Elisa ingin mengganti gambar Renata yang


sudah lama belum dia ganti. Sebenarnya Elisa selalu mengganti cover salonnya


itu 3 bulan sekali, karena merasa belum mendapatkan yang menarik perhatiannya


jadi gambar Renata masih terpampang disana. Tanpa ragu Dani pun setuju.


Dani melingkarkan tangannya


dipinggang Erliana dari belakang, dagunya menempel pada behu kiri Erliana.


Mereka berdua menghadap cermin yang besar.


“Kau cantik sekali.” Dani


“Terima kasih.” Erliana


Dani dan Erliana pamit pada Elisa


dan pergi meninggalkan E-salon menuju pesta ulang tahun Misya. Tepat pukul 8


malam, pesta pun dimulai. Suasana yang sangat mewah dan meriah, tidak disangka


di pesta itu ada Renata, selain Renata disana ada beberapa teman-teman Dani semasa


sekolah dulu, dan juga rekan-rekan bisnisnya. Seperti reuni jadinya. Sebagian


orang disana sudah mengenal kepada Dani, karena Dani adalah orang yang sedang


terkenal di kalangan dunia bisnis saat ini, apalagi semenjak pernikahannya


batal dengan Renata. Status nya sebagai laki-laki jomblo membuat para wanita

__ADS_1


sangat berantusias ingin dekat-dekat dengan Dani. Tapi karena Dani menggandeng gadis


cantik, para wanita disana sedikit penasaran siapa wanita yang digandeng Dani. Diantara


orang-orang disana banyak yang mendo’akan dan mendukung Dani dan Erliana  tapi banyak juga yang tidak suka termasuk


Renata.


Selain acara ulang tahun, Misya


pun memperkenalkan calon suaminya pada seluruh tamu undangan. Dani memberikan


ucapan dan hadiah kepada teman kecilnya yaitu Misya. Tak lupa Dani memperkenalkan


Erliana juga, Misya dan Erliana bersalaman. Mereka saling bercengkrama sangat


akrab, Adit pun datang dan membawa sang kekasih. Dani dan erliana terkejut


siapa yang gandeng oleh Adit saat itu.


“Friska” Dani


“Kak Friska” Erliana


Friska adalah sekretaris Dani di


perusahaan yang merupakan kakak dari teman sekolah nya Erliana yaitu Indri.


Adit memperkenalkan Friska pada Dani dan juga Misya. Adit sengaja


menyembunyikan hal ini dari Dani, karena Adit sudah memutuskan akan melamar


Friska jika Dani sudah menikah. Suasana jadi semakin ramai, melihat mereka


begitu dekat dan akrab Renata naik pitam. Renata pergi dan mengambil segelas


minuman dan meneguk semua isinya. Dia pun merencanakan sesuatu untuk membuat Erliana  malu dihadapan para tamu undangan. Renata


mendekati host disana dan membisikkan sesuatu.


Sesuai rencana Renata, lampu


dimatikan hanya ada satu lampu sorot yang diarahkan pada Erliana. Host itu


memanggil-manggil nama Erlilana agar maju dan tampil bersamanya. Host itu


mengatakan bahwa Erliana akan memberikan suatu penampilan khusus untuk yang


berulang tahun. Tentu saja Erliana dan orang-orang bersamanya kebingungan. Dani


dan Erliana saling menatap, Dani memegang erat tangan gadisnya itu dan


memandangi host itu dengan tajam. Erliana melihat didepan sana ada sebuah


gitar, Erliana memutuskan untuk maju karena dia tidak ingin mempermalukan


kekasihnya yang disegani oleh para tamu undangan disana. Erliana melepaskan


tangan Dani, melangkahkan kaki nya dengan mantap dan penuh percaya diri. Semua


orang bertepuk tangan meriah, para tamu undangan penasaran apa yang akan


ditampilkan Erliana.


Saat Erliana berdiri dibelakang


microphone, Renata berdiri paling depan menatapnya tersenyum licik, Dia melipatkan


tangannya didada terlihat mengejek dan menantang Erliana. “Apa ini ulah mu?


Baiklah” Batin Erliana. Sedangkan Dani tidak menyadari perihal Renata. Adit,


Misya dan semuanya menyangka bahwa ini adalah rencana Erliana untuk Misya. Erliana


menarik napasnya panjang. Pertama yang Erliana lakukan adalah memberikan ucapan


ulang tahun kepada Misya. Lalu dia mengambil sebuah gitar akustik APX berwarna


merah, diraihnya pula kursi kayu bar dengan dudukan bulat. Erliana duduk


“Selamat mendengarkan. Ini dia


Fingerstyle guitar “Payung teduh” Akad. Spesial untuk kak Misya. ” Erliana


tersenyum


Semua para tamu tenggelam dalam


alunan musik yang dibawakan Erliana, semua menyimak dengan senang. Diantara


mereka ada yang melambai-lambaikan tangan, menggoyang-goyangkan kepala atau


kaki mereka. Dani sangat terpesona dibuatnya, Adit menyenggol sahabatnya. Jari lentik


Erliana terlihat sangat lihai saat memainkan senar-senar pada gitarnya. Mata Renata


membelalak tak menyangka, Renata gagal. Erliana kala itu seperti selebritis


yang sedang naik daun, semua tamu undangan sangat mengagumi Erliana, dan


bertepuk tangan sangat meriah. Ada yang teriak "keren", ada juga yang besiulan. Seketika


itu Renata pergi dari hadapan Erliana dengan kesal. Dia menghentakan kakinya ke


lantai dan keluar dari pesta.


Saat Erliana menghampiri Dani,


Adit menunjukkan kedua jempolnya dan terus saja memuji-muji Erliana. Begitu


dengan Misya dia memeluk Erliana dengan senang. “Terima kasih” Ucapnya.


“Sayang kau hebat.” Dani mengecup


punggung tangan Erliana dan mengangkatkan tangannya ke hadapan semua tamu


undangan dengan bangga. “Aku bangga padamu” Tambahnya lagi.


Kamar Dani


Bayangan Erliana saat tampil


masih teringat dibenaknya, Dani yang kini bersiap untuk tidur masih belum bisa


memejamkan matanya. Tangannya mellipat dibelakang kepalanya, bibirnya terus


mengembang. Dipeluk erat bantal guling miliknya, lalu dia menggulingkan


badannya ke kiri ke kanan ke kiri lagi dan seterusnya kemudian dia terkekeh. Dani


membayangkan jika bantal gulingnya itu adalah Erliana, secara terus menerus


bantal guling itu dia kecup, kadang dia menindihnya  dan mengelusnya. Batinnya teriak “Erliana...Erliana...I


Love You...”


Sekolah


“Tidak terasa 3 bulan lagi kita


akan lulus.” Ucap indri


“Dan sekarang jam pelajaran kita


bertambah, aahh...” Rengek Yulia


“Isshh...Kau ini” Tangan Indri


menyenggol Yulia


“Erliana jam berapa ini? Kak Rian

__ADS_1


belum jemput?” Yulia celingukan mencari Rian yang dia sukai


“Oh iya kenapa telat, tidak


seperti biasanya.” Erliana


“Erliana, Indri maaf aku pulang


lebih dulu. Aku pasti sudah ditunggu ibuku, karena aku sudah janji akan


mengantarnya belanja. Oh iya sampaikan salam ku pada kak Rian. He he he...”


Yulia


“Baiklah, hati-hati.” Erliana.


“Oh iya jangan lupakan tugasnya,


nanti malam aku nyontek.” Yulia berlari meninggalkan temannya. Erliana menepuk


jidatnya. Mereka pun saling tertawa.


“Erliana kau tidak apa-apa


menunggu disini sendirian? Aku akan mampir dulu  ke taman bacaan.” Indri


“Iya aku tidak apa-apa. Hati-hati


sana.” Erliana


“Kau juga hati-hati.” Indri


melambaikan tangannya dan berlalu . Erliana memutuskan untuk berjalan ke depan


gerbang agar mobil datang Rian tidak perlu repot masuk ke halaman sekolah.


Drrttt...drrttt....drrttt...


“Kak Rian dimana?” Tanya Erliana


yang langsung menghubungi Rian


“Maaf nona saya isi bahan bakar


dulu, sekarang saya sudah dekat, tunggu sebentar lagi saya akan segera tiba.”


Rian


“Baiklah” Erliana


“Menunggu dijemput neng Erliana?” Petugas


keamanan sekolah


“Iya pak” Erliana


“Tunggu saja disitu jangan


kemana-mana, nanti jika jemputan nya sudah tiba dia tidak akan repot mencari neng.”


Petugas keamanan sekolah


“Hm” Erliana


Erliana menoleh ke kiri dan ke


kanan, dia melihat mobil hitam yang selalu mengantarnya kemana saja dia pergi.


“Akhirnya kak Rian datang.”


Erliana.


Saat mobil hitam itu melaju mendekati,  Erliana memperhatikan Rian dari


kaca mobil depan. “Wah kenapa kak Rian menggunakan kacamata hitam dan masker?


Ada apa dengan dia? Apa dia sedang sakit?” Gumam Erliana “Aneh sekali” Batin


Erliana tersenyum mengejek.


Mobil pun berhenti tepat


didepannya. Namun kali ini Rian tidak turun untuk membukakan pintu untuk nya.


“Baiklah tidak apa-apa aku bisa


sendiri.” Erlliana pun membuka pintu tanpa ragu dan dia menaiki mobil itu.


Ketika dia masuk ada seseorang yang merangkulnya, tentunya Erliana terkejut


lalu Erliana menatap orang yang merangkulnya itu tidak dikenal olehnya. Dan


yang lebih mengejutkannya lagi yang duduk dibelakang setir bukanlah Rian, mobil pun


bergerak pergi sejauh mungkin dari tempat itu. Erliana sangat panik dan takut. “Siapa


kalian? Mau apa?” Tanya Erliana. Waktu itu rambut Erliana diikat menguncir


satu, sehingga dengan mudahnya orang yang berada dikursi belakang Erliana


menggunting rambutnya yang hitam lurus.


Cekris...


Sontak Erliana memutarkan


badannya kebelakang, dia melihat seorang wanita tertawa. Wanita itu menunjukan


potongan rambut Erliana ditangan kirinya. Orang yang merangkulnya tadi dengan


cepat melepaskan ikatan rambut Erliana yang tersisa sedikit. Karena ikatan


rambut Erliana terbuat dari karet, rambut Erliana sedikit terjambak. Erliana


meringis kesakitan. Karena sulit dilepaskan kepala Erliana menengadah ke atas


dan tubuhnya ikut jatuh kebelakang, lalu ikatan itu berhasil dilepas dan


dibuang. Erliana merasa kesakitan pada kepala dan punggungnya karena terbentur


sandaran kursi kemudi. Erliana meraba-raba rambutnya yang sudah pendek, dia


menjerit memekik karena kakinya dinijak oleh wanita yang memotong rambut


Erliana kini dia telah berpindah duduk dikursi dimana Erliana duduk tadi.


Mereka berdua mengacak-ngacak rambut dan menjambak pakaian Erliana, sehingga 3


kancing pada kemeja sekolahnya terlepas. Diperlakukan seperti itu Erliana hanya


menangis, karena posisi untuk melawan tidak dia dapatkan, sangat sulit rasanya.


Tersungkur duduk dilantai mobil dengan kaki terinjak.


Mobil itu sudah bergerak lumayan


jauh rupanya,  dilihat sekelilingnya sepi


barulah mobil pun menepi dan berhenti. Diturunkan Erliana secara paksa, dia


diseret keluar tanpa ampun. Hingga Erliana terjatuh dan lututnya terbentur tepat


dipinggiran jalan trotoar, rasanya ngilu dan sangat sakit. Mereka juga


mengeluarkan semua isi dalam tas Erliana sehingga berserakan. Lalu mobil itu


pergi begitu saja meninggalkan Erliana. Dia mencoba merapihkan tasnya dengan


sekuat tenaga. “Aku dimana?” Erliana menangis


Drrttt...drrttt...drrttt...

__ADS_1


“Hallo...Apa erliana diculik!”


Dani panik


__ADS_2