
Adit pulang bersama Rian,
sedangkan ibu pulang bersama Dani. Namun mereka tidak langsung ke rumah, Dani
membawa ibu untuk memperlihatkan rumah orang tua Erliana. Ibu nya kagum atas
sikap putranya yang semakin dewasa, dia terlihat seperti laki-laki penuh
tanggung jawab.
Pesta ulang tahun Misya tiba
Sebelum pergi ke pesta Dani
membawa kekasihnya ke salon mewah milik salah seorang temannya yaitu “E- SALON”. E-salon milik temannya ini berada didalam hotel bintang 5. Area salon dengan luas 90m2 ini memiliki area prevasi
yang dilengkapi fasilitas washbak yang membuat pelanggan tidak perlu ke luar
ruangan. Seluruh kursi washbak di impor dari luar negeri langsung. Dilengkapi juga dengan sistem pijat untuk
merileksasikan tubuh. E-salon juga akan memberikan perawatan menggunakan Brand
Milbon dari luar negeri.
“Ini kan hotel, bukankah kakak
mengajak ku ke salon.” Erliana keheranan kedua tangannya dilipat silang didepan
dada, matanya menatap penuh curiga pada kekasihnya itu.
“Apa yang kau pikirkan? Dasar
mesum.” Dani terkekeh tangan kirinya mengacak-ngacak rambut Erliana.
“Aahh...kakak.” Erliana
“Ha ha ha ha” Tawa Dani puas. “Mulai
sekarang jangan panggil aku kakak.” Pinta Dani
“Lalu apa?” Erliana
“Menurutmu? Bagusnya apa?” Dani
Erliana pura-pura berpikir.
Hmm....
“Iisshh...Kau ini, panggil aku
sayang.” Dani mencubit hidung Erliana. Erliana tersenyum “Rasanya canggung
sekali” Batin Erliana
“Coba” Dani
“Sayang.” Erliana tanpa melihat
kekasihnya
“Lihat aku dan ucapkan.” Dani
“Sayang” Ucapnya lembut, dan
manja menatap sang kekasih disampingnya. Dani membelai rambut gadis cantiknya yang
tersipu malu. Diraih bahu Erliana dan dipeluknya sehingga kepala Erliana
bersender pada bahunya. Berulang-ulang dia mengelus lembut dan mengecupnya.
Seperti sudah suatu kecanduan tersendiri bagi Dani. “I love you”
Sebelumnya Dani sudah memesan
ruangan VVIP untuk Erliana, Erliana sempat menduga kalau salon ini milik
Renata. Karena dia lihat di salah satu cover salon ada gambar Renata cukup
besar, dan terlihat sangat menarik dan cantik. Pemilik E-salon bernama Elisa
teman Dani satu universitas dulu. Kini sudah menunggu dan menyambutnya dengan hangat.
Segeralah Dani memperkenalkan Erliana pada Elisa, Elisa pun mengajak Erliana
masuk untuk segera diberikan perawatan oleh karyawannya yang profesional.
Setelah sekian lama Erliana pun
selesai. Nampaklah kekasih Dani dengan penampilan yang tidak biasa, tentu saja.
Karena Erliana tidak pernah bermake up tebal, dia selalu berpenampilan
sederhana apa adanya. Kekasihnya kini bak putri raja. Erliana terlihat sangat
menawan, dia mengenakan Short Luxury Silver Dress dengan kulitnya yang putih, dia nampak
sangat bercahaya. Make up nya ntural dengan lipstik matte warna peach dan
tatanan rambut hitam terurai menggelombang.
Dani terperangah tidak menyangka
bahwa yang ada dihadapannya ini adalah gadis cantiknya.
“Benarkah dia calon istri ku,
cantik sekali.” Batin Dani
“Dani bolehkah aku meminta
sesuatu?” Elisa
“Apa katakanlah?” Tanpa melirik
temannya itu karena pandangan Dani sedang fokus melihat Erliana. Elisa meminta
kepada Dani untuk mengambil gambar Erliana, dan gambarnya itu akan dipasang di
salah satu cover salonnya. Tepatnya Elisa ingin mengganti gambar Renata yang
sudah lama belum dia ganti. Sebenarnya Elisa selalu mengganti cover salonnya
itu 3 bulan sekali, karena merasa belum mendapatkan yang menarik perhatiannya
jadi gambar Renata masih terpampang disana. Tanpa ragu Dani pun setuju.
Dani melingkarkan tangannya
dipinggang Erliana dari belakang, dagunya menempel pada behu kiri Erliana.
Mereka berdua menghadap cermin yang besar.
“Kau cantik sekali.” Dani
“Terima kasih.” Erliana
Dani dan Erliana pamit pada Elisa
dan pergi meninggalkan E-salon menuju pesta ulang tahun Misya. Tepat pukul 8
malam, pesta pun dimulai. Suasana yang sangat mewah dan meriah, tidak disangka
di pesta itu ada Renata, selain Renata disana ada beberapa teman-teman Dani semasa
sekolah dulu, dan juga rekan-rekan bisnisnya. Seperti reuni jadinya. Sebagian
orang disana sudah mengenal kepada Dani, karena Dani adalah orang yang sedang
terkenal di kalangan dunia bisnis saat ini, apalagi semenjak pernikahannya
batal dengan Renata. Status nya sebagai laki-laki jomblo membuat para wanita
__ADS_1
sangat berantusias ingin dekat-dekat dengan Dani. Tapi karena Dani menggandeng gadis
cantik, para wanita disana sedikit penasaran siapa wanita yang digandeng Dani. Diantara
orang-orang disana banyak yang mendo’akan dan mendukung Dani dan Erliana tapi banyak juga yang tidak suka termasuk
Renata.
Selain acara ulang tahun, Misya
pun memperkenalkan calon suaminya pada seluruh tamu undangan. Dani memberikan
ucapan dan hadiah kepada teman kecilnya yaitu Misya. Tak lupa Dani memperkenalkan
Erliana juga, Misya dan Erliana bersalaman. Mereka saling bercengkrama sangat
akrab, Adit pun datang dan membawa sang kekasih. Dani dan erliana terkejut
siapa yang gandeng oleh Adit saat itu.
“Friska” Dani
“Kak Friska” Erliana
Friska adalah sekretaris Dani di
perusahaan yang merupakan kakak dari teman sekolah nya Erliana yaitu Indri.
Adit memperkenalkan Friska pada Dani dan juga Misya. Adit sengaja
menyembunyikan hal ini dari Dani, karena Adit sudah memutuskan akan melamar
Friska jika Dani sudah menikah. Suasana jadi semakin ramai, melihat mereka
begitu dekat dan akrab Renata naik pitam. Renata pergi dan mengambil segelas
minuman dan meneguk semua isinya. Dia pun merencanakan sesuatu untuk membuat Erliana malu dihadapan para tamu undangan. Renata
mendekati host disana dan membisikkan sesuatu.
Sesuai rencana Renata, lampu
dimatikan hanya ada satu lampu sorot yang diarahkan pada Erliana. Host itu
memanggil-manggil nama Erlilana agar maju dan tampil bersamanya. Host itu
mengatakan bahwa Erliana akan memberikan suatu penampilan khusus untuk yang
berulang tahun. Tentu saja Erliana dan orang-orang bersamanya kebingungan. Dani
dan Erliana saling menatap, Dani memegang erat tangan gadisnya itu dan
memandangi host itu dengan tajam. Erliana melihat didepan sana ada sebuah
gitar, Erliana memutuskan untuk maju karena dia tidak ingin mempermalukan
kekasihnya yang disegani oleh para tamu undangan disana. Erliana melepaskan
tangan Dani, melangkahkan kaki nya dengan mantap dan penuh percaya diri. Semua
orang bertepuk tangan meriah, para tamu undangan penasaran apa yang akan
ditampilkan Erliana.
Saat Erliana berdiri dibelakang
microphone, Renata berdiri paling depan menatapnya tersenyum licik, Dia melipatkan
tangannya didada terlihat mengejek dan menantang Erliana. “Apa ini ulah mu?
Baiklah” Batin Erliana. Sedangkan Dani tidak menyadari perihal Renata. Adit,
Misya dan semuanya menyangka bahwa ini adalah rencana Erliana untuk Misya. Erliana
menarik napasnya panjang. Pertama yang Erliana lakukan adalah memberikan ucapan
ulang tahun kepada Misya. Lalu dia mengambil sebuah gitar akustik APX berwarna
merah, diraihnya pula kursi kayu bar dengan dudukan bulat. Erliana duduk
“Selamat mendengarkan. Ini dia
Fingerstyle guitar “Payung teduh” Akad. Spesial untuk kak Misya. ” Erliana
tersenyum
Semua para tamu tenggelam dalam
alunan musik yang dibawakan Erliana, semua menyimak dengan senang. Diantara
mereka ada yang melambai-lambaikan tangan, menggoyang-goyangkan kepala atau
kaki mereka. Dani sangat terpesona dibuatnya, Adit menyenggol sahabatnya. Jari lentik
Erliana terlihat sangat lihai saat memainkan senar-senar pada gitarnya. Mata Renata
membelalak tak menyangka, Renata gagal. Erliana kala itu seperti selebritis
yang sedang naik daun, semua tamu undangan sangat mengagumi Erliana, dan
bertepuk tangan sangat meriah. Ada yang teriak "keren", ada juga yang besiulan. Seketika
itu Renata pergi dari hadapan Erliana dengan kesal. Dia menghentakan kakinya ke
lantai dan keluar dari pesta.
Saat Erliana menghampiri Dani,
Adit menunjukkan kedua jempolnya dan terus saja memuji-muji Erliana. Begitu
dengan Misya dia memeluk Erliana dengan senang. “Terima kasih” Ucapnya.
“Sayang kau hebat.” Dani mengecup
punggung tangan Erliana dan mengangkatkan tangannya ke hadapan semua tamu
undangan dengan bangga. “Aku bangga padamu” Tambahnya lagi.
Kamar Dani
Bayangan Erliana saat tampil
masih teringat dibenaknya, Dani yang kini bersiap untuk tidur masih belum bisa
memejamkan matanya. Tangannya mellipat dibelakang kepalanya, bibirnya terus
mengembang. Dipeluk erat bantal guling miliknya, lalu dia menggulingkan
badannya ke kiri ke kanan ke kiri lagi dan seterusnya kemudian dia terkekeh. Dani
membayangkan jika bantal gulingnya itu adalah Erliana, secara terus menerus
bantal guling itu dia kecup, kadang dia menindihnya dan mengelusnya. Batinnya teriak “Erliana...Erliana...I
Love You...”
Sekolah
“Tidak terasa 3 bulan lagi kita
akan lulus.” Ucap indri
“Dan sekarang jam pelajaran kita
bertambah, aahh...” Rengek Yulia
“Isshh...Kau ini” Tangan Indri
menyenggol Yulia
“Erliana jam berapa ini? Kak Rian
__ADS_1
belum jemput?” Yulia celingukan mencari Rian yang dia sukai
“Oh iya kenapa telat, tidak
seperti biasanya.” Erliana
“Erliana, Indri maaf aku pulang
lebih dulu. Aku pasti sudah ditunggu ibuku, karena aku sudah janji akan
mengantarnya belanja. Oh iya sampaikan salam ku pada kak Rian. He he he...”
Yulia
“Baiklah, hati-hati.” Erliana.
“Oh iya jangan lupakan tugasnya,
nanti malam aku nyontek.” Yulia berlari meninggalkan temannya. Erliana menepuk
jidatnya. Mereka pun saling tertawa.
“Erliana kau tidak apa-apa
menunggu disini sendirian? Aku akan mampir dulu ke taman bacaan.” Indri
“Iya aku tidak apa-apa. Hati-hati
sana.” Erliana
“Kau juga hati-hati.” Indri
melambaikan tangannya dan berlalu . Erliana memutuskan untuk berjalan ke depan
gerbang agar mobil datang Rian tidak perlu repot masuk ke halaman sekolah.
Drrttt...drrttt....drrttt...
“Kak Rian dimana?” Tanya Erliana
yang langsung menghubungi Rian
“Maaf nona saya isi bahan bakar
dulu, sekarang saya sudah dekat, tunggu sebentar lagi saya akan segera tiba.”
Rian
“Baiklah” Erliana
“Menunggu dijemput neng Erliana?” Petugas
keamanan sekolah
“Iya pak” Erliana
“Tunggu saja disitu jangan
kemana-mana, nanti jika jemputan nya sudah tiba dia tidak akan repot mencari neng.”
Petugas keamanan sekolah
“Hm” Erliana
Erliana menoleh ke kiri dan ke
kanan, dia melihat mobil hitam yang selalu mengantarnya kemana saja dia pergi.
“Akhirnya kak Rian datang.”
Erliana.
Saat mobil hitam itu melaju mendekati, Erliana memperhatikan Rian dari
kaca mobil depan. “Wah kenapa kak Rian menggunakan kacamata hitam dan masker?
Ada apa dengan dia? Apa dia sedang sakit?” Gumam Erliana “Aneh sekali” Batin
Erliana tersenyum mengejek.
Mobil pun berhenti tepat
didepannya. Namun kali ini Rian tidak turun untuk membukakan pintu untuk nya.
“Baiklah tidak apa-apa aku bisa
sendiri.” Erlliana pun membuka pintu tanpa ragu dan dia menaiki mobil itu.
Ketika dia masuk ada seseorang yang merangkulnya, tentunya Erliana terkejut
lalu Erliana menatap orang yang merangkulnya itu tidak dikenal olehnya. Dan
yang lebih mengejutkannya lagi yang duduk dibelakang setir bukanlah Rian, mobil pun
bergerak pergi sejauh mungkin dari tempat itu. Erliana sangat panik dan takut. “Siapa
kalian? Mau apa?” Tanya Erliana. Waktu itu rambut Erliana diikat menguncir
satu, sehingga dengan mudahnya orang yang berada dikursi belakang Erliana
menggunting rambutnya yang hitam lurus.
Cekris...
Sontak Erliana memutarkan
badannya kebelakang, dia melihat seorang wanita tertawa. Wanita itu menunjukan
potongan rambut Erliana ditangan kirinya. Orang yang merangkulnya tadi dengan
cepat melepaskan ikatan rambut Erliana yang tersisa sedikit. Karena ikatan
rambut Erliana terbuat dari karet, rambut Erliana sedikit terjambak. Erliana
meringis kesakitan. Karena sulit dilepaskan kepala Erliana menengadah ke atas
dan tubuhnya ikut jatuh kebelakang, lalu ikatan itu berhasil dilepas dan
dibuang. Erliana merasa kesakitan pada kepala dan punggungnya karena terbentur
sandaran kursi kemudi. Erliana meraba-raba rambutnya yang sudah pendek, dia
menjerit memekik karena kakinya dinijak oleh wanita yang memotong rambut
Erliana kini dia telah berpindah duduk dikursi dimana Erliana duduk tadi.
Mereka berdua mengacak-ngacak rambut dan menjambak pakaian Erliana, sehingga 3
kancing pada kemeja sekolahnya terlepas. Diperlakukan seperti itu Erliana hanya
menangis, karena posisi untuk melawan tidak dia dapatkan, sangat sulit rasanya.
Tersungkur duduk dilantai mobil dengan kaki terinjak.
Mobil itu sudah bergerak lumayan
jauh rupanya, dilihat sekelilingnya sepi
barulah mobil pun menepi dan berhenti. Diturunkan Erliana secara paksa, dia
diseret keluar tanpa ampun. Hingga Erliana terjatuh dan lututnya terbentur tepat
dipinggiran jalan trotoar, rasanya ngilu dan sangat sakit. Mereka juga
mengeluarkan semua isi dalam tas Erliana sehingga berserakan. Lalu mobil itu
pergi begitu saja meninggalkan Erliana. Dia mencoba merapihkan tasnya dengan
sekuat tenaga. “Aku dimana?” Erliana menangis
Drrttt...drrttt...drrttt...
__ADS_1
“Hallo...Apa erliana diculik!”
Dani panik