
Menjalani hidup bersama sang
kekasih, ibu dan juga nenek yang selalu menyayanginya. Erliana sangat behagia
dengan keluarga barunya. Ibu dan nenek tidak pernah mempersulit hidupnya,
mereka selalu mendukungnya. Begitu juga dengan Dani, kini hidupnya terasa lebih
berarti, bangga memiliki seorang istri yang baik dan juga patuh padanya.
Erliana sosok istri yang hidup sederhana dan tidak banyak menuntut juga sangat
perhatian. Dia sama sekali tidak pernah menyangka akan mengalami perjalanan
cinta seperti ini. Padahal dulu dia pernah memimpikan akan hidup bahagia
bersama wanita lain yaitu Renata. Tapi sejak kejadian itu Renata tidak ada
kabar dia menghilang. Namun dengan menghilangnya Renata, kini tidak ada lagi yang mengganggu hidup Erliana.
Pak Didin sudah kembali bekerja
dan Rian kembali ke perusahaan untuk membantu Adit dikantor. Yulia pun tahu
bahwa selama ini Rian hanya menggantikan pekerjaan Pak Didin. Hubungan Rian dan Yulia semakin dekat.Atas
izin Dani, Rian memberitahukan kekasihnya itu bahwa Erliana dan Dani sudah
menikah.Tentu saja Yulia terkejut atas pernyataan tiu dan Yulia pun berjanji
untuk merahasiakan hal ini sampai sekolah berakhir.
“Maaf nona Erliana, sepertinya
saya akan telat menjemput. Ada sedikit masalah dengan mobilnya, saya akan
membawa mobil ini ke bengkel terlebih dahulu.” Pak Didin
“Oh baiklah semoga tidak lama.”
Erliana
“Kenapa?” Yulia
“Pak Didin telat jemput.” Erliana
“Oke kalau begitu aku akan
menemanimu.” Yulia
“Hm...Terimakasih.” Erliana
memeluk Yulia
“Aku juga” Indri ikut memeluk
mereka
Mereka bertiga memutuskan untuk
menunggu ditaman sekolah. Disana mereka duduk dibawah pohon besar yang rindang,
sehingga mereka terlindungi dari paparan teriknya matahari.
“Erliana aku ingin tanya sesuatu
padamu?” Indri (Berbisik)
“Apa?” Erliana
“Erliana, sebenarnya kau ini
telah menikah bukan?” Indri semangat
“Kau juga tahu!” Yulia
Mereka bertiga saling pandang dan
masih saling berbisik.
“Kalian tahu hal ini dari siapa?”
Erliana terkejut dan menunjuk Indri
“Kak Friska keceplosan. He he
he...” Indri terkekeh
“Kau?” Erliana tunjuk Yulia
“Dari kak Rian.”Yulia
“Bagaimana bisa kak Rian cerita
padamu.” Erliana dan Indri saling pandang. Erliana melototi Yulia, sehingga
Yulia akhirnya berkata jujur.
“Sebenarnya aku dan kak Rian sudah
jadian dan kak Rian memberitahukan padaku tentang pernikahan mu dengan kak Dani
atasannya kak Rian. Maaf aku tidak ada maksud menyembunyikan hubungan ku dengan
kak Rian dari kalian tapi aku hanya menungu waktu yang tepat saja untuk
memberitahukan kalian. Lagipula kak rian yang menyuruhku untuk merahasiakan
hubungan kami. He he he...” Yulia
Erliana tepuk jidat
“Lalu kak Rian cerita apa lagi?”
Erliana
“Hm...” Yulia berpikir sejenak
Flashback On
“Benarkah mereka menikah?” Yulia
“Hm...tapi ingat ini rahasia,
kalau sampai bocor entah bagaimana nasib ku dikantor nanti. Berjanjilah...”
Rian
“Kakak tidak perlu khawatir aku
janji aku akan rahasiakan ini.” Yulia menyalami tangan Rian dan Rian
membalasnya dan mengusap lembut ujung kepala Yulia.
“Kak ceritalah bagaimana
pertemuan antara Erliana dan kak Dani?” Yulia penasaran
“Maaf sayang aku tidak bisa
cerita lebih banyak lagi tentang mereka.” Rian mencubit hidung Yulia
“Ayolah kak...” Rengek Yulia.
__ADS_1
Rian tetap menolaknya. Yulia tidak menyerah dia terus saja mencoba merayu Rian
sambil menggelayut manja pada lengan Rian. Namun Rian tetap enggan untuk
bercerita, sehingga Rian jengah dengan sikap Yulia terhadapnya. Rian mencengkram
kerah baju Yulia dengan kasar dan mengecup bibir mungil Yulia dengan keras.
“Kakak gila....” Yulia mendorong
Rian, dengan cepat Rian kembali meraih kepala Yulia dan mengecup kembali Yulia.
Namun kali ini rian melakukannya dengan lembut. Yulia pun berhenti berontak dan
terlena dibuatnya.
“Kalau kau bersikap seperti ini
lagi aku akan menghukum mu lebih dari ini.” Ancam Rian
Mata Yulia membulat dan
mendekapkan kedua tangannya didepan dada.
“Mau apa kakak, kakak mau
memperkosa ku?” Yulia
“Tergantung sikapmu terhadapku.”
Rian tersenyum puas mengerjai Yulia
Flashback Off
Yulia hanya menggelengkan kepala terhadap
Erliana
“Coba ceritakan bagaimana malam
pertama mu?” Goda Indri
“Husss...tidak kau ini.” Erliana
wajahnya memerah karena malu
“Erliana, kata orang-orang malam
pertama itu sakit. Benarkah?” Tambah Yulia menggodanya dan juga penasaran.
Secara spontan Erliana menganggukan kepalanya.
“Iya, rasanya sakit sekali.”
Erliana polos
“Ha ha ha ha...” Indri dan Yulia
“Jadi kau sudah...???” Goda Indri
“Sssttt...kalian itu.” Erliana
celingukkan sontak Indri dan Yulia membungkam mulut mereka masing-masing.
Sedangkan Erliana menutupi wajahnya dengan tangannya. Lama mereka menunggu
disana sampai akhirnya Pak Didin datang menjemput. Mereka bertiga pun segera
pulang bersama.
“Terimakasih Erliana, pak Didin.”
Yulia sedangkan Indri lebih dulu sampai tadi.
Ujian.” Erliana mengingatkan
Yulia pun melingkarkan jarinya “Oke”
Seperti biasa Erliana pulang
disambut ibu dan nenek, karena mobil bermasalah Erliana hari ini pulang telat.
Malam hari
“Sayang kau sedang apa?” Tanya
Dani mendekap istrinya dari belakang dan sedikit mengerjai nya.
“Aku sedang belajar sayang.”
Erliana kegelian
“Belajar terus.” Dani semakin
liar tangannya
“Besok aku ujian sayang.” Erliana
menahan tangan suaminya yang sudah tak terarah
“Kamu pasti bisa tidak perlu
belajar.” Dani yang kini tangannya sudah mendapatkan tempat favoritnya. Erliana
menyimpan pulpennya dan menahan tangan suaminya kembali.
“Sayang aku mau kamu.” Pinta
Dani. Apa boleh buat Erliana tidak dapat
menolaknya dia melepaskan tangannya agar Dani bebas mengerjainya disana. Dani
pun membalikkan Erliana dan kini mereka berhadapan lalu didudukkanlah Erliana
di atas meja belajarnya kemudian Dani mengerjai istrinya itu.
Disekolah
“Selamat mengerjakan anak-anak
tolong kalian tertib.” Guru Pengawas
“Baik bu.” Murid-murid
Ujian pun dimulai, tapi tiba-tiba
Erliana mencium sesuatu yang membuat dia lapar. Dia terus saja menelan ludahnya
membayangkan makanan itu pasti sedap sekali.
Dirumah
“Nona Erliana kata nyonya ayo
turun makan dulu.” Teriak Bi Sari
“Tidak bi, aku tidak lapar aku
ngantuk aku ingin tidur.” Erliana
Pak Didin sempat bercerita
sebelum pulang Erliana dan teman-tamannya mampir dulu diwarung seblak. Dan
__ADS_1
Erliana memesan seblak dengan porsi jumbo. Ibu dan nenek tidak mempermasalahkannya,
mungkin mereka pikir Erliana lelah belajar dan dibiarkannya istirahat. Tapi
sampai Dani pulang Erliana masih saja teridur.
“Sayang ayo bangun.” Dani
mengusap pipi istrinya
“Sayang kau sudah pulang, maaf
aku baru bangun.” Erliana segera bangun
Tidak apa-apa, ayo kita makan
kata ibu sejak tadi pulang dari sekolah kau belum makan.” Dani
Mereka pun beranjak menuju dapur,
mereka sudah ditunggu ibu dan nenek. Tapi sepertinya Erliana enggan makan nasi.
Erliana pun meminta bi Sari untuk membuatkannya mie instan rebus 2 bungkus dengan
tambahan sayuran, baso dan sosis berukuran besar. Tidak lupa dengan potongan
rawit, daun bawang dan juga saos pedas.
Lahap sekali Erliana memakannya
“Sayang pelan-pelan nanti
tersedak.” Dani
“Hm...enak mau?” Erliana
menawarkan pada Dani
“Tidak kau saja yang makan itu.”
Dani
Disekolah
Hari kedua, ujian kali ini
Erliana merasa kepalanya sangat pusing. Mungkin efek kemarin dia tidak mau
makan nasi. Ulu hatinya merasa kurang nyaman rasanya mual ingin muntah. Tapi
setelah dia membeli rujak didepan gerbang sekolah 2 porsi dengan pedas yang
banyak, dia merasa lebih baik.
“Erliana kau kesurupan kah?”
Yulia
“Kemarin seblak sekarang rujak.”
Tambahnya lagi
Erliana hanya teersenyum
Dirumah
Tengah malam Erliana merasa sakit
diperutnya mual ingin muntah,lalu dia pergi ke kamar mandi dan memuntahkan
semua isi perutnya. Dani pun ikut terbangun karena mendengar Erliana
muntah-muntah.
“Sayang kau kenapa?” Dani
Erliana merasakan sangat sakit
dikepalanya dan diapun jatuh pingsan. Danipun membawa Erliana kembali ke tempat
tidur dia panik lalu dia panggil sang ibu. Bersama sang ibu dia mencoba
membangunkan Erliana agar sadar. Selama 2 hari ini Erliana memang tidak mau
makan nasi.
“Mungkin istrimu masuk angin, karena
ibu perhatikan dia tidak mau makan nasi.” Ibu
Ibu pun membantu Erliana untuk
membalurkan minyak angin pada tubuh menantunya. Sedangkan bi Sari berinisiatif
untuk membuatkan minuman hangat untuk Erliana.
Disekolah
Hari ini hari terakhir ujian.
Kondisi Erliana sedang kurang sehat. Saat Erliana hendak berdiri dia terjatuh
dan pingsan. Lalu semua teman-teman dikelas panik dan membawanya ke ruang
kesehatan. Saat Erliana tersadar disampingnya sudah ada sang suami.
“Sayang kau sadar?” Dani
tersenyum
“Aku dimana?” Erliana sangat
lemas wajahnya sangat pucat.
“Kita ada di klinik MK.” Dani
“Ada apa senyum-senyum?” Erliana
terheran melihat sikap suaminya, padahal waktu itu Dani sangat panik dan sangat
mengkhawatirkannya.
“Sayang aku bahagia, kata dokter
yang memeriksamu tadi. Didalam perutmu ada janin. Kau hamil.” Dani menunjukkan
foto hasil USG tadi kepada Erliana sang istri tercinta.
“Apa? Benarkah?” Erliana terkejut
entah apa yang dia rasakan saat ini. Antara bahagia dan juga haru. Akhirnya dia
dapat memberikan apa yang keluarganya mau.
“Kita akan jadi ibu dan ayah.”
Erliana meraba perutnya seakan tak percaya
“Benarkah ada calon bayi
diperutku ini.” Batin Erliana
Mereka saling berpelukan senang
__ADS_1