ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Positif Hamil


__ADS_3

Menjalani hidup bersama sang


kekasih, ibu dan juga nenek yang selalu menyayanginya. Erliana sangat behagia


dengan keluarga barunya. Ibu dan nenek tidak pernah mempersulit hidupnya,


mereka selalu mendukungnya. Begitu juga dengan Dani, kini hidupnya terasa lebih


berarti, bangga memiliki seorang istri yang baik dan juga patuh padanya.


Erliana sosok istri yang hidup sederhana  dan tidak banyak menuntut juga sangat


perhatian. Dia sama sekali tidak pernah menyangka akan mengalami perjalanan


cinta seperti ini. Padahal dulu dia pernah memimpikan akan hidup bahagia


bersama wanita lain yaitu Renata. Tapi sejak kejadian itu Renata tidak ada


kabar dia menghilang. Namun dengan menghilangnya Renata, kini  tidak ada lagi yang mengganggu hidup Erliana.


Pak Didin sudah kembali bekerja


dan Rian kembali ke perusahaan untuk membantu Adit dikantor. Yulia pun tahu


bahwa selama ini Rian hanya menggantikan pekerjaan Pak Didin.  Hubungan Rian dan Yulia semakin dekat.Atas


izin Dani, Rian memberitahukan kekasihnya itu bahwa Erliana dan Dani sudah


menikah.Tentu saja Yulia terkejut atas pernyataan tiu dan Yulia pun berjanji


untuk merahasiakan hal ini sampai sekolah berakhir.


“Maaf nona Erliana, sepertinya


saya akan telat menjemput. Ada sedikit masalah dengan mobilnya, saya akan


membawa mobil ini ke bengkel terlebih dahulu.” Pak Didin


“Oh baiklah semoga tidak lama.”


Erliana


“Kenapa?” Yulia


“Pak Didin telat jemput.” Erliana


“Oke kalau begitu aku akan


menemanimu.” Yulia


“Hm...Terimakasih.” Erliana


memeluk Yulia


“Aku juga” Indri ikut memeluk


mereka


Mereka bertiga memutuskan untuk


menunggu ditaman sekolah. Disana mereka duduk dibawah pohon besar yang rindang,


sehingga mereka terlindungi dari paparan teriknya matahari.


“Erliana aku ingin tanya sesuatu


padamu?” Indri (Berbisik)


“Apa?” Erliana


“Erliana, sebenarnya kau ini


telah menikah bukan?” Indri semangat


“Kau juga tahu!” Yulia


Mereka bertiga saling pandang dan


masih saling berbisik.


“Kalian tahu hal ini dari siapa?”


Erliana terkejut dan menunjuk Indri


“Kak Friska keceplosan. He he


he...” Indri terkekeh


“Kau?” Erliana tunjuk Yulia


“Dari kak Rian.”Yulia


“Bagaimana bisa kak Rian cerita


padamu.” Erliana dan Indri saling pandang. Erliana melototi Yulia, sehingga


Yulia akhirnya berkata jujur.


“Sebenarnya aku dan kak Rian sudah


jadian dan kak Rian memberitahukan padaku tentang pernikahan mu dengan kak Dani


atasannya kak Rian. Maaf aku tidak ada maksud menyembunyikan hubungan ku dengan


kak Rian dari kalian tapi aku hanya menungu waktu yang tepat saja untuk


memberitahukan kalian. Lagipula kak rian yang menyuruhku untuk merahasiakan


hubungan kami. He he he...” Yulia


Erliana tepuk jidat


“Lalu kak Rian cerita apa lagi?”


Erliana


“Hm...” Yulia berpikir sejenak


Flashback On


“Benarkah mereka menikah?” Yulia


“Hm...tapi ingat ini rahasia,


kalau sampai bocor entah bagaimana nasib ku dikantor nanti. Berjanjilah...”


Rian


“Kakak tidak perlu khawatir aku


janji aku akan rahasiakan ini.” Yulia menyalami tangan Rian dan Rian


membalasnya dan mengusap lembut ujung kepala Yulia.


“Kak ceritalah bagaimana


pertemuan antara Erliana dan kak Dani?” Yulia penasaran


“Maaf sayang aku tidak bisa


cerita lebih banyak lagi tentang mereka.” Rian mencubit hidung Yulia


“Ayolah kak...” Rengek Yulia.

__ADS_1


Rian tetap menolaknya. Yulia tidak menyerah dia terus saja mencoba merayu Rian


sambil menggelayut manja pada lengan Rian. Namun Rian tetap enggan untuk


bercerita, sehingga Rian jengah dengan sikap Yulia terhadapnya. Rian mencengkram


kerah baju Yulia dengan kasar dan mengecup bibir mungil Yulia dengan keras.


“Kakak gila....” Yulia mendorong


Rian, dengan cepat Rian kembali meraih kepala Yulia dan mengecup kembali Yulia.


Namun kali ini rian melakukannya dengan lembut. Yulia pun berhenti berontak dan


terlena dibuatnya.


“Kalau kau bersikap seperti ini


lagi aku akan menghukum mu lebih dari ini.” Ancam Rian


Mata Yulia membulat dan


mendekapkan kedua tangannya didepan dada.


“Mau apa kakak, kakak mau


memperkosa ku?” Yulia


“Tergantung sikapmu terhadapku.”


Rian tersenyum puas mengerjai Yulia


Flashback Off


 Yulia hanya menggelengkan kepala terhadap


Erliana


“Coba ceritakan bagaimana malam


pertama mu?” Goda Indri


“Husss...tidak kau ini.” Erliana


wajahnya memerah karena malu


“Erliana, kata orang-orang malam


pertama itu sakit. Benarkah?” Tambah Yulia menggodanya dan juga penasaran.


Secara spontan Erliana menganggukan kepalanya.


“Iya, rasanya sakit sekali.”


Erliana polos


“Ha ha ha ha...” Indri dan Yulia


“Jadi kau sudah...???” Goda Indri


“Sssttt...kalian itu.” Erliana


celingukkan sontak Indri dan Yulia membungkam mulut mereka masing-masing.


Sedangkan Erliana menutupi wajahnya dengan tangannya. Lama mereka menunggu


disana sampai akhirnya Pak Didin datang menjemput. Mereka bertiga pun segera


pulang bersama.


“Terimakasih Erliana, pak Didin.”


Yulia sedangkan Indri lebih dulu sampai tadi.


Ujian.” Erliana mengingatkan


Yulia pun melingkarkan jarinya “Oke”


Seperti biasa Erliana pulang


disambut ibu dan nenek, karena mobil bermasalah Erliana hari ini pulang telat.


Malam hari


“Sayang kau sedang apa?” Tanya


Dani mendekap istrinya dari belakang dan sedikit mengerjai nya.


“Aku sedang belajar sayang.”


Erliana kegelian


“Belajar terus.” Dani semakin


liar tangannya


“Besok aku ujian sayang.” Erliana


menahan tangan suaminya yang sudah tak terarah


“Kamu pasti bisa tidak perlu


belajar.” Dani yang kini tangannya sudah mendapatkan tempat favoritnya. Erliana


menyimpan pulpennya dan menahan tangan suaminya kembali.


“Sayang aku mau kamu.” Pinta


Dani.  Apa boleh buat Erliana tidak dapat


menolaknya dia melepaskan tangannya agar Dani bebas mengerjainya disana. Dani


pun membalikkan Erliana dan kini mereka berhadapan lalu didudukkanlah Erliana


di atas meja belajarnya kemudian Dani mengerjai istrinya itu.


Disekolah


“Selamat mengerjakan anak-anak


tolong kalian tertib.” Guru Pengawas


“Baik bu.” Murid-murid


Ujian pun dimulai, tapi tiba-tiba


Erliana mencium sesuatu yang membuat dia lapar. Dia terus saja menelan ludahnya


membayangkan makanan itu pasti sedap sekali.


Dirumah


“Nona Erliana kata nyonya ayo


turun makan dulu.” Teriak Bi Sari


“Tidak bi, aku tidak lapar aku


ngantuk aku ingin tidur.” Erliana


Pak Didin sempat bercerita


sebelum pulang Erliana dan teman-tamannya mampir dulu diwarung seblak. Dan

__ADS_1


Erliana memesan seblak dengan porsi jumbo. Ibu dan nenek tidak mempermasalahkannya,


mungkin mereka pikir Erliana lelah belajar dan dibiarkannya istirahat. Tapi


sampai Dani pulang Erliana masih saja teridur.


“Sayang ayo bangun.” Dani


mengusap pipi istrinya


“Sayang kau sudah pulang, maaf


aku baru bangun.” Erliana segera bangun


Tidak apa-apa, ayo kita makan


kata ibu sejak tadi pulang dari sekolah kau belum makan.” Dani


Mereka pun beranjak menuju dapur,


mereka sudah ditunggu ibu dan nenek. Tapi sepertinya Erliana enggan makan nasi.


Erliana pun meminta bi Sari untuk membuatkannya mie instan rebus 2 bungkus dengan


tambahan sayuran, baso dan sosis berukuran besar. Tidak lupa dengan potongan


rawit,  daun bawang dan juga saos pedas.


Lahap sekali Erliana memakannya


“Sayang pelan-pelan nanti


tersedak.” Dani


“Hm...enak mau?” Erliana


menawarkan pada Dani


“Tidak kau saja yang makan itu.”


Dani


Disekolah


Hari kedua, ujian kali ini


Erliana merasa kepalanya sangat pusing. Mungkin efek kemarin dia tidak mau


makan nasi. Ulu hatinya merasa kurang nyaman rasanya mual ingin muntah. Tapi


setelah dia membeli rujak didepan gerbang sekolah 2 porsi dengan pedas yang


banyak, dia merasa lebih baik.


“Erliana kau kesurupan kah?”


Yulia


“Kemarin seblak sekarang rujak.”


Tambahnya lagi


Erliana hanya teersenyum


Dirumah


Tengah malam Erliana merasa sakit


diperutnya mual ingin muntah,lalu dia pergi ke kamar mandi dan memuntahkan


semua isi perutnya. Dani pun ikut terbangun karena mendengar Erliana


muntah-muntah.


“Sayang kau kenapa?” Dani


Erliana merasakan sangat sakit


dikepalanya dan diapun jatuh pingsan. Danipun membawa Erliana kembali ke tempat


tidur dia panik lalu dia panggil sang ibu. Bersama sang ibu dia mencoba


membangunkan Erliana agar sadar. Selama 2 hari ini Erliana memang tidak mau


makan nasi.


“Mungkin istrimu masuk angin, karena


ibu perhatikan dia tidak mau makan nasi.” Ibu


Ibu pun membantu Erliana untuk


membalurkan minyak angin pada tubuh menantunya. Sedangkan bi Sari berinisiatif


untuk membuatkan minuman hangat untuk Erliana.


Disekolah


Hari ini hari terakhir ujian.


Kondisi Erliana sedang kurang sehat. Saat Erliana hendak berdiri dia terjatuh


dan pingsan. Lalu semua teman-teman dikelas panik dan membawanya ke ruang


kesehatan. Saat Erliana tersadar disampingnya sudah ada sang suami.


“Sayang kau sadar?” Dani


tersenyum


“Aku dimana?” Erliana sangat


lemas wajahnya sangat pucat.


“Kita ada di klinik MK.” Dani


“Ada apa senyum-senyum?” Erliana


terheran melihat sikap suaminya, padahal waktu itu Dani sangat panik dan sangat


mengkhawatirkannya.


“Sayang aku bahagia, kata dokter


yang memeriksamu tadi. Didalam perutmu ada janin. Kau hamil.” Dani menunjukkan


foto hasil USG tadi kepada Erliana sang istri tercinta.


“Apa? Benarkah?” Erliana terkejut


entah apa yang dia rasakan saat ini. Antara bahagia dan juga haru. Akhirnya dia


dapat memberikan apa yang keluarganya mau.


“Kita akan jadi ibu dan ayah.”


Erliana meraba perutnya seakan tak percaya


“Benarkah ada calon bayi


diperutku ini.” Batin Erliana


Mereka saling berpelukan senang

__ADS_1


__ADS_2