
"Sepertinya aku pernah lihat orang ini, tapi siapa ya?" Gumam Erliana dan berpikir. Erliana merasa ngeri melihat orang yang berada dibelakang setir itu. Dia melihat darah yang mengalir di kepala pria itu.
"Hai nak apa kau mengenal orang ini?" Petugas rumah sakit
"Oh iya ini kan orang pemilik rumah mewah itu." Erliana terkejut dan menutup mulut nya dengan tangannya.
"Baiklah ikutlah bersama kami."
"Tapi"
"Cepat, tidak ada waktu untuk berpikir."
Dengan terpaksa Erliana pun mengikuti petugas itu dan masuk ke dalam ambulan. Sesampainya di rumah sakit Dani dibawa ke ruang UGD... sedangkan Erliana bingung dia harus bagaimana. Dia ambil ponsel milik Dani, dia cek no siapa yang terakhir Dani
hubungi. Ddrrttttttt.....ddrrttttttt.....
"Halo" Adit
Singkat cerita Adit segera menuju rumah sakit, dia mencari-cari orang
menelpon tadi. Dia melihat seorang pelajar yang sedang duduk di lantai depan
pintu UGD.
"Hei apa kau yang menghubungi ku tadi? Bagaimana keadaan saudaraku?" Tanya Adit
"Belum tahu kak, aku juga masih menunggu ini, jadi kakak ini saudara nya?" Erliana
Adit mengiyakan,sikap Adit begitu terlihat prustasi. Kenapa ini bisa terjadi. "Ya Allah lindungilah sahabatku ini, ku mohon." batin Adit . Saat itu Erliana pun menceritakan kejadian dimana mobil Dani tiba-tiba membentur tiang lampu jalanan.
Ceklek
Seorang dokter keluar dari ruang UGD.
__ADS_1
"Apa kalian keluarga pasien? Dia banyak mengeluarkan darah tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Bersyukur semuanya sudah bisa diatasi. Sekarang kami akan memindahkan nya ke ruang rawat inap." dokter
"Ah...syukurlah" Adit mengelus-ngelus dadanya merasa lega
Erliana pun tersenyum sambil memiringkan kepalanya, sedikit bingung dengan
situasi ini. Terus Sekarang dia harus apa? Pikirnya. Erliana memutuskan untuk
tidak pulang dulu. Dia ingin tahu keadaan orang itu.
Sampai lah di kamar pasien, saat itu juga Dani tersadar. Segera Adit mendekati sahabatnya.
"Dani syukurlah kau sudah sadar?"
Dani ingin duduk tapi badannya lemas terasa remuk semua. Tapi Adit
mencegahnya. Tapi Dani memaksa ingin tetap duduk, dan "huff"...
Erliana seketika menutup mulutnya "wah terimakasih ya Allah dia
"Kau ini Khan?" Dani merasa pernah berjumpa dengan gadis ini. Sambil meraba kepalanya yang dibalut dengan kain kasa putih. Tapi dimana ya pikirnya sambil menunjuk.
"Kalian saling kenal?" Adit
"Bapak masih ingat aku?" Erliana
"Hm....." Dani masih berpikir
"Ini aku yang waktu itu sore-sore pernah masuk ke halaman rumah bapak
untuk mengambil bola.Terus bapak menuduhku kalau aku ini seorang pencuri" Erliana sambil memonyongkan bibirnya kemudian tersenyum manis dan menunjuk hidung mancungnya.
"Ah...iya aku ingat. Dasar bocah nakal." Dani tertawa
__ADS_1
Erliana terheran kenapa bisa orang ini berubah. Seingat dia, waktu itu pria
ini sangat dingin, tidak peduli dan sombong. Tapi sekarang pria ini begitu ramah. Erliana pun tersenyum...sempat dia berpikir kalau penilaian dia terhadap pria ini berubah menjadi positif.
"Bapak bilang aku ini apa? Bocah nakal oh ya ampun, aku ini orang yang sudah menunggu bapak di depan pintu ruangan UGD tau." Erliana cemberut dia tidak terima di bilang bocah nakal.
"Hei jangan panggil aku bapak, sembarangan. Aku ini seorang perjaka dan belum menikah. Panggil aku kakak." Pinta Dani
"Sudahlah kalian kenapa jadi bertengkar, Dani kau ini kenapa? Kenapa bisa membawa mobil dengan kecepatan tinggi seperti itu? Memangnya kau punya banyak nyawa apa? Apa yang terjadi apa ada masalah? Hah...ayo katakan sesuatu." Tanya Adit secara memberondong
Dani mengerutkan dahinya, dia menyetir. Kenapa harus menyetir dia kan punya
supir. Seingat dia, sehabis mandi dia langsung tidur di kamarnya.
"Kenapa? Apa kau tidak ingat?" Adit menjadi khawatir lagi apa yang terjadi dengan sahabat nya itu.
"Kau bilang aku menyetir dan mengebut di jalalanan. Jadi sekarang aku
berada di tempat ini karena aku mengalami kecelakaan, begitu?" Dani berkata sambil
melihat-lihat ruangan tersebut.
"Bapak hm maksud ku kakak tidak ingat kalau tadi mobil kakak menabrak tiang lampu pinggir jalan." Erliana ikut bingung
"Kau ingat aku? aku siapa?" Tanya Adit
"Tentu saja aku ingat, kau ini Adit. Bodoh." sambil memukul pundak sahabatnya
"Tunggu kau ingat aku dan dia (Adit menunjuk Erliana) tapi kenapa kau
tidak ingat kecelakaan ini? Wah pasti ada yang tidak beres. Tunggu sebentar aku akan menemui dokter. Dan kau tidak keberatan kan menemani nya." Erliana hanya mengangguk saja, Adit segera keluar kamar dan
menemui dokter, tapi dia berpapasan dengan Renata. Adit menceritakan apa yang
__ADS_1
dialami oleh Dani saat ini pada Renata. Mata Renata membelalak tidak percaya dengan apa yang diceriatakan Adit. Renata menggigit bibir bawahnya dan turut mengikuti Adit kedalam ruangan dokter.