ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Pernikahan


__ADS_3

Apartemen Dani


Erliana terbangun dilihatnya jam


disana menunjukan pukul 7 pagi. Dengan sekuat tenaga , Erliana berusaha bangun


dari tidurnya. Dibalik selimutnya, dia mendapati tubuhnya polos tanpa pakaian


sehelai pun. Apa yang dia rasakan pada tubuhnya  dibeberapa titik tertentu terasa perih, sakit dan ngilu. Erliana masih


belum ingin beranjak dari tempat tidurnya, Erliana lebih memilih untuk


bersandar pada sandaran disana. Erliana terlihat muram, dia melamun dengan


tatapan kosong. Dia tidak peduli jika hari ini harus sekolah, dia tidak ingin


sekolah.


Ceklek


Dani datang membawa sarapan, dia


sudah berpakaian rapi namun belum menggunakan jas saat itu. Dani menghampiri


Erliana yang sudah memasang wajah cemberut. Rasanya Erliana ingin marah tapi


tidak ada keberanian dalam hatinya. Diletakkannya nampan itu oleh Dani dan


memeluk Erliana.


“Maaf sayang , seandainya aku


tidak meminum minuman itu, ini tidak akan terjadi. “  Dani.  Erliana tidak berkata sedikitpun dia hanya menahan tangisnya. Dikecupnya


pipi dan bibir Erliana singkat, tak tahan Erliana menahan tangisnya air mata


pun jatuh lalu dani mengusapnya.


“Maaf....” berulang-ulang Dani


mengucapkan maaf. Namun tangis Erliana semakin menjadi, Dani bingung harus


berbuat apa. Dani memutuskan untuk menggendong  Erliana ke kamar mandi dan membantu Erliana membersihkan diri, lalu Dani


juga membantu Erliana berpakaian dan menyuapi Erlianan sarapan. Tanpa sepatah


kata pun Erliana hanya menurut saja. Perilaku Dani sangat lembut dan perhatian


terhadap kekasihnya itu, membuat Erliana merasa Dani masih bertanggung jawab.


Tapi tetap saja hati Erliana masih belum bisa menerimanya. Tiba-tiba ibu datang


dan masuk kedalam kamar dimana mereka berada.


“Erliana, ini ibu nak?” Teriak


ibu yang sudah khawatir sejak tadi. Mendengar suara ibu Dani sontak terkejut.


“Dasar anak nakal” Sang ibu


memukul putranya itu dengan tasnya berulang-ulang, sehingga Dani terpojokkan.


“Aw...ibu....sakit....aw...ampun.”


Dani.


“Aku tahu perbuatanmu terhadap


Erliana” Sang ibu terlihat sangat kesal, dia lemparkan tasnya kepada Dani. Dan


cepat-cepat menghampiri Erliana.


“Erliana maafkan ibu, maafkan


putra ibu sayang.” Sang ibu penuh perhatian. Erliana merasa lega sang ibu tahu


tentang ini, (Ya bu,  anakmu jahat.


Berani berbuat seperti ini padaku) Batin Erliana. Erliana kembali menangis


dalam pelukan sang ibu kali ini. Sedangkan Dani memungut tas ibunya dan dia


letakkan disamping dimana ibunya berada lalu dia berangkat ke kantor.


Kantor Dani


“Cerah sekali wajahmu hari


ini”.Goda Adit pada Dani yang baru saja tiba.


“Kesiangan pa?” Godanya lagi


“Iisshh...Kau”Bentak Dani,

__ADS_1


ekspresinya dingin


“Hei kau ini kenapa?” Tanya Adit


merangkul bahu sahabatnya berbisik sambil berjalan menuju ruangan Dani. “ Apa


jangan-jangan tadi malam kau hanya onani? Ha ha ha ...” Sambung Adit. Lalu dia


tertawa keras tapi cepat-cepat dia tutup mulutnya dengan tangannya sendiri dan


tertawa terkekeh.


“Isshh...Kau ini menyebalkan.”


Dani yang melepaskan rangkulan sahabatnya itu.


“Jangan katakan jika malam itu kau


gagal.” Adit menggerakan alisnya ke atas berulang-ulang.


“Kalau aku gagal kenapa?” Dani


menatapnya sinis.


“Jadi semalaman itu kau....” Adit


“Tapi bohong...Ha ha ha...” Dani menjorokkan


sahabatnya itu sampai perutnya nyangkut dipunggung sofa lalu kabur.


“Ah sial ...hei tunggu...” Adit mengejar  Dani seperti anak TK yang sedang bermain


kejar-kejaran.


Apartemen Dani


Sang ibu terus berusaha


menenangkan Erliana, kalau di ingat-ingat nasib Erliana tidak jauh berbeda


dengannya dulu. Sang ibu jadi teringat peristiwa malam itu.


FLASHBACK ON


Malam itu dimana suaminya Indra


Prayoga atau ayahnya Dani meminta dirinya untuk membawakan obat sakit kepala.


Polosnya Tiara (Ibunya Dani) membawakan obat itu kepada Indra yang sedang


paksa oleh Indra yang pada saat itu Indra sudah hilang kendali karena terpengaruh


obat perangsang. Lalu Indra pun mengambil malam pertamanya. Dan tidak lama


kemudian dari kejadian malam itu, Indra dan Tiara memutuskan untuk menikah


padahal waktu itu Tiara masih berkuliah.


FLASHBACK OFF


 Teringat akan hal itu, sang ibu memutuskan


untuk menikahkan Erliana dengan putranya malam itu juga. Semua ini ibu lakukan sebelum


Erliana hamil. Dan Erliana pun menerima keputusan sang ibu. Erliana


berpikir  jika dia hamil nanti, dia sudah


memiliki status yang jelas. Sang ibu membawa Erliana ke kediaman nya, sang ibu


membuat semua penghuni rumah disana sangat sibuk. Bi Nia dan bi Sari ditugaskan


untuk menyiapkan beberapa hidangan untuk acara malam nanti. Rian ditugaskan


untuk menghubungi pak penghulu dan tak lupa untuk menjemput nenek nya Dani.


Sang ibu menghubungi Elisa untuk merias Erliana sebagai pengantin wanita.


Kantor Dani


“Dani, tadi malam aku melamar


Friska dan dia menerimaku.” Adit memberitahukan kabar gembira itu pada


sahabatnya.


“Wow...rupanya kau akan


mengdahuluiku.” Dani ikut senang. Adit menggelengkan kepala.


“Tidak, aku akan menikah jika kau


sudah menikah.” Adit

__ADS_1


“Kenapa seperti itu?” Dani. Adit tidak


menjawabnya Adit mencoba menggodanya lagi.


“Hei kau tidak lupa dengan pengaman


kan?” Tanya Adit


“Pengaman apa maksudmu?” Dani


“Pengaman, kau tidak ada niat untuk


cepat-cepat membuat Erliana hamil kan?” Adit. Sepertinya Dani  lupa akan hal itu. Pandangannya kosong, Adit


mengibaskan telapak tangannya didepan wajah Dani hingga Dani tersadar dari


lamunannya.


“Dit, aku lupa. Aku tidak pakai


pengaman semalaman.” Dani. Adit menepak jidatnya.


“Berapa kali kau mengeluarkan


cairan mu?” Adit. Dilihatnya ekspresi Dani yang ingin menangis membuat Adit


terpingkal karena ekspresi Dani yang sangat lucu.


“Jangan tertawa.” Teriak Dani


pada Adit, tapi saat itu Adit tidak memperdulikan sahabatnya. Dia terus


menertawakan Dani.


Drrtt...drrtt...ponsel Dani dan


Adit berdering tanda pesan masuk.


“Malam ini pernikahan Dani dan


Erliana. Jadi kalian jangan telat pulang.” Kurang lebih saperti itu sang ibu


memberi pesan kepada mereka dan pesan berikutnya ibu mengirimkan gambar Erliana


dengan pakaian pengantinnya namun belum bermake-up. Erliana terlihat sangat


cantik dengan gaun pengantinnya.


Dani dan Adit saling pandang, Adit


sontak langsung bersorak sedangkan Dani tersenyum tak menyangka akan secepat


ini dia menikahi Erliana. Ha ha ha ha ha ....tawa mereka mengisi seluruh


ruangan. Friska yang mendengar menjadi penasaran ada apa sebenarnya. Pintu


terbuka terlihat Adit senang.


“Sayang aku mendapatkan kabar


baik hari ini.” Adit


“Apa?” Friska


“Malam ini Dani dan Erliana akan


menikah.” Adit dan menunjukkan gambar Erliana yang sudah mengenakan pakaian


pengantin.


”Oh ya, bagus sekali. Aku ikut


senang, akhirnya Pak Dani melepas masa lajangnya. Wah...sepertinya akan ada


banyak karyawan wanita yang patah hati.” Friska.


Singkat cerita Dani pulang ke


rumah, disana dia melihat Erliana sangat cantik. Erliana mengenakan pakaian


pengantin namun kali ini wajah Erliana terasa asing, dia semakin  cantik dengan polesan make-up nya. Erliana


mengenakan gaun mermaid putih elegan off shoulder slim fit dari E-salon.


Sedangkan Dani mengenakan jas putih single breasted suit dengan aksen dasi dan


dekorasi sapu tangan bermotif garis-garis sangat manis. Tampilan mereka sangat


serasi. Disana sudah hadir pak penghului, ibu dan nenek, Adit, Friska, Elisa


dan semua orang penghuni rumah. Mereka semua ikut menyaksikan. Dimana kata


Sah...terucap. Malam itu juga Dani dan Erliana resmi menjadi sepasang suami

__ADS_1


istri yang halal.


__ADS_2