
Apartemen Dani
Erliana terbangun dilihatnya jam
disana menunjukan pukul 7 pagi. Dengan sekuat tenaga , Erliana berusaha bangun
dari tidurnya. Dibalik selimutnya, dia mendapati tubuhnya polos tanpa pakaian
sehelai pun. Apa yang dia rasakan pada tubuhnya dibeberapa titik tertentu terasa perih, sakit dan ngilu. Erliana masih
belum ingin beranjak dari tempat tidurnya, Erliana lebih memilih untuk
bersandar pada sandaran disana. Erliana terlihat muram, dia melamun dengan
tatapan kosong. Dia tidak peduli jika hari ini harus sekolah, dia tidak ingin
sekolah.
Ceklek
Dani datang membawa sarapan, dia
sudah berpakaian rapi namun belum menggunakan jas saat itu. Dani menghampiri
Erliana yang sudah memasang wajah cemberut. Rasanya Erliana ingin marah tapi
tidak ada keberanian dalam hatinya. Diletakkannya nampan itu oleh Dani dan
memeluk Erliana.
“Maaf sayang , seandainya aku
tidak meminum minuman itu, ini tidak akan terjadi. “ Dani. Erliana tidak berkata sedikitpun dia hanya menahan tangisnya. Dikecupnya
pipi dan bibir Erliana singkat, tak tahan Erliana menahan tangisnya air mata
pun jatuh lalu dani mengusapnya.
“Maaf....” berulang-ulang Dani
mengucapkan maaf. Namun tangis Erliana semakin menjadi, Dani bingung harus
berbuat apa. Dani memutuskan untuk menggendong Erliana ke kamar mandi dan membantu Erliana membersihkan diri, lalu Dani
juga membantu Erliana berpakaian dan menyuapi Erlianan sarapan. Tanpa sepatah
kata pun Erliana hanya menurut saja. Perilaku Dani sangat lembut dan perhatian
terhadap kekasihnya itu, membuat Erliana merasa Dani masih bertanggung jawab.
Tapi tetap saja hati Erliana masih belum bisa menerimanya. Tiba-tiba ibu datang
dan masuk kedalam kamar dimana mereka berada.
“Erliana, ini ibu nak?” Teriak
ibu yang sudah khawatir sejak tadi. Mendengar suara ibu Dani sontak terkejut.
“Dasar anak nakal” Sang ibu
memukul putranya itu dengan tasnya berulang-ulang, sehingga Dani terpojokkan.
“Aw...ibu....sakit....aw...ampun.”
Dani.
“Aku tahu perbuatanmu terhadap
Erliana” Sang ibu terlihat sangat kesal, dia lemparkan tasnya kepada Dani. Dan
cepat-cepat menghampiri Erliana.
“Erliana maafkan ibu, maafkan
putra ibu sayang.” Sang ibu penuh perhatian. Erliana merasa lega sang ibu tahu
tentang ini, (Ya bu, anakmu jahat.
Berani berbuat seperti ini padaku) Batin Erliana. Erliana kembali menangis
dalam pelukan sang ibu kali ini. Sedangkan Dani memungut tas ibunya dan dia
letakkan disamping dimana ibunya berada lalu dia berangkat ke kantor.
Kantor Dani
“Cerah sekali wajahmu hari
ini”.Goda Adit pada Dani yang baru saja tiba.
“Kesiangan pa?” Godanya lagi
“Iisshh...Kau”Bentak Dani,
__ADS_1
ekspresinya dingin
“Hei kau ini kenapa?” Tanya Adit
merangkul bahu sahabatnya berbisik sambil berjalan menuju ruangan Dani. “ Apa
jangan-jangan tadi malam kau hanya onani? Ha ha ha ...” Sambung Adit. Lalu dia
tertawa keras tapi cepat-cepat dia tutup mulutnya dengan tangannya sendiri dan
tertawa terkekeh.
“Isshh...Kau ini menyebalkan.”
Dani yang melepaskan rangkulan sahabatnya itu.
“Jangan katakan jika malam itu kau
gagal.” Adit menggerakan alisnya ke atas berulang-ulang.
“Kalau aku gagal kenapa?” Dani
menatapnya sinis.
“Jadi semalaman itu kau....” Adit
“Tapi bohong...Ha ha ha...” Dani menjorokkan
sahabatnya itu sampai perutnya nyangkut dipunggung sofa lalu kabur.
“Ah sial ...hei tunggu...” Adit mengejar Dani seperti anak TK yang sedang bermain
kejar-kejaran.
Apartemen Dani
Sang ibu terus berusaha
menenangkan Erliana, kalau di ingat-ingat nasib Erliana tidak jauh berbeda
dengannya dulu. Sang ibu jadi teringat peristiwa malam itu.
FLASHBACK ON
Malam itu dimana suaminya Indra
Prayoga atau ayahnya Dani meminta dirinya untuk membawakan obat sakit kepala.
Polosnya Tiara (Ibunya Dani) membawakan obat itu kepada Indra yang sedang
paksa oleh Indra yang pada saat itu Indra sudah hilang kendali karena terpengaruh
obat perangsang. Lalu Indra pun mengambil malam pertamanya. Dan tidak lama
kemudian dari kejadian malam itu, Indra dan Tiara memutuskan untuk menikah
padahal waktu itu Tiara masih berkuliah.
FLASHBACK OFF
Teringat akan hal itu, sang ibu memutuskan
untuk menikahkan Erliana dengan putranya malam itu juga. Semua ini ibu lakukan sebelum
Erliana hamil. Dan Erliana pun menerima keputusan sang ibu. Erliana
berpikir jika dia hamil nanti, dia sudah
memiliki status yang jelas. Sang ibu membawa Erliana ke kediaman nya, sang ibu
membuat semua penghuni rumah disana sangat sibuk. Bi Nia dan bi Sari ditugaskan
untuk menyiapkan beberapa hidangan untuk acara malam nanti. Rian ditugaskan
untuk menghubungi pak penghulu dan tak lupa untuk menjemput nenek nya Dani.
Sang ibu menghubungi Elisa untuk merias Erliana sebagai pengantin wanita.
Kantor Dani
“Dani, tadi malam aku melamar
Friska dan dia menerimaku.” Adit memberitahukan kabar gembira itu pada
sahabatnya.
“Wow...rupanya kau akan
mengdahuluiku.” Dani ikut senang. Adit menggelengkan kepala.
“Tidak, aku akan menikah jika kau
sudah menikah.” Adit
__ADS_1
“Kenapa seperti itu?” Dani. Adit tidak
menjawabnya Adit mencoba menggodanya lagi.
“Hei kau tidak lupa dengan pengaman
kan?” Tanya Adit
“Pengaman apa maksudmu?” Dani
“Pengaman, kau tidak ada niat untuk
cepat-cepat membuat Erliana hamil kan?” Adit. Sepertinya Dani lupa akan hal itu. Pandangannya kosong, Adit
mengibaskan telapak tangannya didepan wajah Dani hingga Dani tersadar dari
lamunannya.
“Dit, aku lupa. Aku tidak pakai
pengaman semalaman.” Dani. Adit menepak jidatnya.
“Berapa kali kau mengeluarkan
cairan mu?” Adit. Dilihatnya ekspresi Dani yang ingin menangis membuat Adit
terpingkal karena ekspresi Dani yang sangat lucu.
“Jangan tertawa.” Teriak Dani
pada Adit, tapi saat itu Adit tidak memperdulikan sahabatnya. Dia terus
menertawakan Dani.
Drrtt...drrtt...ponsel Dani dan
Adit berdering tanda pesan masuk.
“Malam ini pernikahan Dani dan
Erliana. Jadi kalian jangan telat pulang.” Kurang lebih saperti itu sang ibu
memberi pesan kepada mereka dan pesan berikutnya ibu mengirimkan gambar Erliana
dengan pakaian pengantinnya namun belum bermake-up. Erliana terlihat sangat
cantik dengan gaun pengantinnya.
Dani dan Adit saling pandang, Adit
sontak langsung bersorak sedangkan Dani tersenyum tak menyangka akan secepat
ini dia menikahi Erliana. Ha ha ha ha ha ....tawa mereka mengisi seluruh
ruangan. Friska yang mendengar menjadi penasaran ada apa sebenarnya. Pintu
terbuka terlihat Adit senang.
“Sayang aku mendapatkan kabar
baik hari ini.” Adit
“Apa?” Friska
“Malam ini Dani dan Erliana akan
menikah.” Adit dan menunjukkan gambar Erliana yang sudah mengenakan pakaian
pengantin.
”Oh ya, bagus sekali. Aku ikut
senang, akhirnya Pak Dani melepas masa lajangnya. Wah...sepertinya akan ada
banyak karyawan wanita yang patah hati.” Friska.
Singkat cerita Dani pulang ke
rumah, disana dia melihat Erliana sangat cantik. Erliana mengenakan pakaian
pengantin namun kali ini wajah Erliana terasa asing, dia semakin cantik dengan polesan make-up nya. Erliana
mengenakan gaun mermaid putih elegan off shoulder slim fit dari E-salon.
Sedangkan Dani mengenakan jas putih single breasted suit dengan aksen dasi dan
dekorasi sapu tangan bermotif garis-garis sangat manis. Tampilan mereka sangat
serasi. Disana sudah hadir pak penghului, ibu dan nenek, Adit, Friska, Elisa
dan semua orang penghuni rumah. Mereka semua ikut menyaksikan. Dimana kata
Sah...terucap. Malam itu juga Dani dan Erliana resmi menjadi sepasang suami
__ADS_1
istri yang halal.