Istri Pengganti CEO Buta

Istri Pengganti CEO Buta
Chapter 21 - Pertama Kalinya Bagi Erine


__ADS_3

Sadam hanya memberikan ciuman lembut. Sebuah ciuman ketulusan yang dirinya berikan berdasarkan cinta di hati. Perlahan lelaki itu melepas tautan bibirnya dari mulut Erine.


Senyuman mengembang di wajah Sadam. "Aku ingin lebih lama melakukannya. Tapi aku langsung berhenti saat teringat kita ada di tempat umum," ucapnya.


Wajah Erine memerah. Dia lalu menenggak salivanya sendiri. Jujur saja, ciuman Sadam tadi membuat dirinya merasakan gelitik tajam di perut. Jelas itu pertama kalinya Erine berciuman bibir dengan seorang lelaki.


Perlakuan Sadam yang begitu manis juga benar-benar berhasil meruntuhkan pertahanan diri Erine.


"Sayang? Kenapa kau diam saja?" tanya Sadam karena tak kunjung mendengar Erine menjawab.


"Iya. Aku masih di sini," ujar Erine. Segera angkat suara.


"Apa kau kaget karena aku tiba-tiba menciummu?" tanya Sadam.


"Ti-tidak. Tentu saja tidak," bantah Erine tergagap.

__ADS_1


Sadam terkekeh. "Benarkah? Lalu kenapa kau bicara sampai tergagap begitu?" tukasnya.


"Sadam... Sudahlah. Sebaiknya kita pulang saja." Erine segera merubah topik pembicaraan. Dia meraih tangan Sadam. Mengajak lelaki itu untuk berdiri.


"Ah, aku mengerti. Aku yakin kau ingin melanjutkan sesi ciuman di rumah saja," cetus Sadam.


"Sadam!" ujar Erine. Wajahnya sejak tadi masih memerah. Ia semakin malu saat Haris berjalan mengiringi di belakang. Lelaki tersebut mendengarkan pembicaraan Erine dan Sadam.


Saat dalam perjalanan pulang, Sadam tak berhenti tersenyum sambil menggenggam tangan Erine. Dia sangat bahagia bisa bermesraan dengan sang istri.


Sementara itu Erine, dia dihantui perasaan gelisah sekaligus malu. Dirinya gelisah karena khawatir Sadam akan menciumnya lagi nanti. Terlebih mereka tidur di ranjang yang sama. Di sisi lain Erine juga merasa malu dengan ciuman yang terjadi tadi.


Di kursi kemudi, Haris mengamati Sadam dan Erine yang duduk di kursi belakang. Dia tersenyum miring ketika melihat ekspresi Erine yang terlihat salah tingkah.


Ponsel Haris mendadak berdering. Dia segera menerima telepon dari pembantu di rumah Sadam.

__ADS_1


Haris mendapat kabar mengejutkan. Katanya Saka dan keluarga Sadam yang lain sedang berkunjung ke rumah. Mereka bersikeras ingin menemui Sadam.


Oleh sebab itu, Haris segera menepikan mobil. Lalu memberitahukan kedatangan Saka kepada Sadam.


"Bagaimana, Tuan? Apa kau akan menemui mereka?" tanya Haris.


Sadam terdiam seribu bahasa. Perasaan bahagianya seketika berubah menjadi gundah. Dia benar-benar malas saat harus berurusan dengan Saka dan keluarganya yang lain.


"Sebaiknya kau saja yang pulang. Biarkan aku dan Aylin menginap di hotel malam ini. Aku butuh waktu agar bisa menghadapi orang seperti mereka," ujar Sadam.


"Baik, Tuan!" jawab Haris sembari menatap Erine melalui kaca spion. Gadis itu tampak melakukan protes dengan ekspresinya. Erine semakin panik kala mendengar Sadam akan membawanya bermalam ke hotel.


Haris tak bisa bicara dengan Erine sekarang. Jadi dia mengirim pesan melalui ponsel.


'Kau tenang saja. Sadam tidak akan mengajakmu berhubungan intim. Kau kan baru saja keguguran. Butuh waktu yang lama menunggu pendarahan terhenti.' Begitulah isi pesan dari Haris.

__ADS_1


Erine mendengus lega. Dia hampir lupa dengan rencana keguguran yang sudah dinyatakannya.


Haris kembali menjalankan mobil. Dia mengantarkan Sadam dan Erine ke hotel terlebih dahulu. Kemudian langsung pergi.


__ADS_2