Istri Pengganti CEO Buta

Istri Pengganti CEO Buta
Chapter 28 - Ajakan Sadam


__ADS_3

"Kau malam ini di rumah saja. Aku akan memeriksa ayahmu ke rumah sakit," kata Haris.


"Tapi--"


"Erine, Sadam membutuhkanmu sekarang. Lagi pula ini sudah sangat larut. Harus ada seseorang yang menjaganya. Aku juga mau sekalian pergi untuk mencari tahu tentang hubungan Saka dan Aylin," potong Haris. Dia berhasil meyakinkan Erine. Gadis itu lantas pergi ke kamar untuk tidur di sisi Sadam.


Keesokan harinya, Erine membuka matanya. Penglihatan gadis itu langsung disambut dengan wajah Sadam yang berada tepat di hadapan. Tangan lelaki tersebut juga sibuk membelai kepalanya.


Jantung Erine berdegup tak karuan. Pipinya memerah karena perlakuan manis Sadam sekarang.


"Sa-sadam? Kau sudah bangun?" Erine bertanya dengan tergagap.


"Ya. Aku memang tak bisa melihat wajah cantikmu. Tapi setidaknya aku bisa menyentuhmu," ungkap Sadam. Ibu jarinya mengusap pelan bibir Erine.


"Sadam..." panggil Erine lirih. Terpaku pada wajah tampan Sadam.

__ADS_1


"Aku sekarang membayangkan wajahmu," ucap Sadam. Dia semakin mendekati Erine. Didaratkannya sebuah ciuman singkat ke bibir gadis tersebut.


Erine tertegun. Dia menenggak salivanya satu kali. Sungguh, sepertinya Erine tak bisa membantah lagi bahwa dirinya sudah jatuh cinta kepada Sadam.


Erine memegang wajah Sadam. Atensinya tertuju ke bibir lelaki itu. Dengan berani Erine mendekat dan berniat memberikan ciuman. Namun sebelum bibirnya dan bibir Sadam bersentuhan, Sadam angkat bicara.


"Aku punya rencana hari ini!" imbuh Sadam.


Erine tidak jadi mencium bibir Sadam. Dia jadi salah tingkah sendiri. Wajahnya memerah bak tomat matang. Untung saja Sadam tidak melihatnya.


Mata Erine membulat. "Benarkah? Kau yakin?" tanyanya memastikan.


"Setelah mengetahui Saka ke sini, aku merasa harus bergerak secepatnya. Lagi pula, cepat atau lambat semua orang akan mengetahui keadaanku sekarang bukan? Seperti yang kau bilang," tanggap Sadam. Dia sebenarnya bisa saja membiarkan Saka dan keluarganya mengelola perusahaan serta harta warisan. Akan tetapi tidak bisa. Bukan karena Sadam egois atau gila harta, dia hanya berusaha menjaga amanah mendiang ayahnya.


Sadam sudah berjanji pada sang ayah akan mengelola perusahaan selama masih bisa. Ayahnya juga tak mau harta warisannya jatuh ke tangan orang yang salah seperti Saka. Lelaki itu selalu bertindak semaunya.

__ADS_1


Pernah satu kali Saka dibiarkan memimpin perusahaan. Saat melakukannya, dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Saka bahkan tak pernah memperdulikan karyawan yang bekerja. Dia sering melakukan korupsi. Bahkan uang yang khusus disumbangkan pada kaum dhuafa dipakainya untuk membeli rumah.


Karena itulah ayahnya Sadam kecewa pada Saka. Padahal Saka adalah anak kandungnya. Ayahnya Sadam tak punya pilihan lain selain menyerahkan harta warisan pada Sadam. Menurutnya itu yang terbaik. Sadam memang dikenal sebagai anak yang cerdas. Dia ahli mempertimbangkan dan bisa berlaku adil.


Semuanya tentu bukan hal mudah bagi Sadam. Saka dan pamannya selalu berusaha menyingkirkannya.


Erine turun dari ranjang. "Ya sudah. Aku akan memberitahu Haris untuk bersiap. Aku juga akan menyiapkan bathub untukmu," ujarnya.


"Bathub? Mau mandi bersamaku?" ajak Sadam.


Wajah merah Erine yang tadinya sudah mereda, harus kembali memerah lagi karena pertanyaan yang dilontarkan Sadam.


"Sa-sayang... Ayolah. Kau tahu aku masih pendarahan." Erine berusaha mencari alasan untuk menolak.


"Apa masalahnya? Kita hanya mandi bersama. Maksudku berendam di bathub berdua," sahut Sadam. "Aku tidak tahu kenapa... Tapi dari nada bicaramu yang tergagap, sepertinya kau salah tingkah," duganya. Membuat Erine sontak merasa tertohok.

__ADS_1


__ADS_2