Istri Pengganti CEO Buta

Istri Pengganti CEO Buta
Chapter 38 - Tak Bisa Menolak


__ADS_3

Pagi telah tiba. Erine terbangun dan penglihatannya langsung disambut oleh Sadam. Lelaki itu telentang miring menghadapnya. Dalam keadaan mata yang tertutup.


Erine terpaku pada wajah tampan Sadam. Jantungnya kembali berdegup kencang. Ia perlahan memegangi wajah itu.


"Apakah aku serakah jika berharap memilikimu sepenuhnya?" ucap Erine dengan nada pelan. Memandangi lamat-lamat Sadam. Tanpa diduga, mata Sadam terbuka. Erine tentu kaget dibuatnya.


"Sa-sayang?" Erine takut Sadam mendengar gumamannya tadi.


"Kenapa, Sayang? Kenapa kau berpikir begitu? Kau istriku. Tentu saja kau bisa memilikiku sepenuhnya," kata Sadam. Ia dibuat terenyuh akan ucapan Erine itu.


"Kau pasti sudah pulih dari sakitmu," ucap Sadam seraya memegangi wajah Erine dan mendekat.


"A-aku rasa begitu," jawab Erine terbata.


'Aku akan yakin dia adalah Aylin kalau kali ini dia tidak menolak untuk bercinta,' batin Sadam.

__ADS_1


"Aku yakin pendarahanmu juga sembuh bukan? Ini sudah satu minggu lebih," tukas Sadam yang kian mendekat. Ia mengikis jarak di antara dirinya dan Erine.


Mata Erine terbelalak saat Sadam mendaratkan ciuman ke bibirnya. Lelaki itu memagut bibirnya dengan lembut.


Erine tak kuasa menolak. Darah disekujur badannya langsung berdesir hebat. Lama-kelamaan ciumannya dan Sadam semakin bergairah.


"Eumph..." Erine mulai berpegang erat ke punggung Sadam yang kokoh. Lelaki itu sepenuhnya memposisikan diri berada di atas badan Erine.


Suara kecup-mengecup memecah kesunyian. Tangan Sadam mulai nakal dan melepas kancing baju Erine. Dia melakukannya tanpa melepaskan ciuman.


Kini Sadam yang melepas bajunya. Badan atletis itu terlihat jelas oleh Erine. Terasa hangat ketika bersentuhan dengan permukaan kulitnya.


"Sadam... Aku..." Erine berucap saat sesi ciuman berhenti.


"Akhir-akhir ini aku meragukanmu, Sayang... Aku semakin meragukanmu kalau kau menolak lagi kali ini. Lagi pula, kita suami istri. Aku mencintaimu," ujar Sadam. Membuat Erine kehabisan kata-kata.

__ADS_1


Satu per satu pakaian Erine dilepas oleh Sadam. Sampai tubuh gadis itu akhirnya benar-benar polos dan tak tertutupi satu helai benang pun.


Gairah Erine bangkit lagi saat Sadam menciumi ceruk lehernya. Lalu berlanjut ke dada.


Setelah melakukan pemanasan yang membara serta membuat terangsang satu sama lain, maka terjadilah penyatuan.


Erine tak tahu kenapa dirinya memilih pasrah. Dia benar-benar tak bisa menahan diri lagi untuk tidak menolak. Untuk pertama kalinya, Erine melakukan hubungan intim.


Karena masih perawan, Erine tentu merasakan sakit luar biasa. Akan tetapi rasa sakit itu dirasakannya bersama kenikmatan yang sulit untuk dijelaskan. Hingga buah bibirnya terus melenguh berulang kali.


Sementara Sadam, dia bergerak dengan perkasa di atas badan Erine. Sesekali dia mencumbu Erine dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


Sadam tak tahu kenapa dirinya bisa berbuat sejauh itu. Padahal dia menaruh kecurigaan terhadap Erine. Sadam tambah curiga karena dirinya merasa sang istri tidak besikap seperti biasa. Terutama saat bercinta.


'Apa kau bukan Aylin?' batin Sadam. Meskipun begitu, dia tak menghentikan kegiatan intim yang terjadi. Lelaki tersebut terus memaju mundurkan pinggulnya berulang kali. Membuat Erine tak berhenti mengerang.

__ADS_1


Akibat kenikmatan yang dirasa, Sadam membuang segala kecurigaannya sejenak. Sama seperti Erine, dia juga terbuai dengan aktifitas intim yang terjadi. Apalagi ketika Erine memegangi wajahnya. Lalu memberikan ciuman bibir yang membara.


__ADS_2