Istri Pengganti CEO Buta

Istri Pengganti CEO Buta
Chapter 30 - Lupa Diri


__ADS_3

Saka memegangi pipi bekas tamparan Erine. Dia memasang tatapan tak percaya.


"Jangan menyentuhku! Pergilah sekarang!" usir Erine tegas.


"Kenapa kau jadi begini?" Saka mengerutkan dahi. Dia terdiam cukup lama. Sampai akhirnya memutuskan pergi.


Erine mendengus lega saat Saka sudah pergi. Dia juga dibuat bingung dengan sikap dari lelaki tersebut.


"Kenapa dia mencoba memelukku? Apa Saka dan Aylin..." Erine terpikir kalau Saka dan Aylin memiliki hubungan spesial. Namun dia lekas menggeleng. Sungguh, Erine tak mau mempercayai dugaannya. Tidak mungkin sosok Aylin yang sangat dipercaya Sadam tega berkhianat.


Erine segera mendatangi kamar Sadam. Ia masuk ke kamar mandi dan menyaksikan Sadam sudah keluar dari bathub.


"Kenapa sudah selesai? Harusnya kau menungguku. Bagaimana kalau kau terpeleset?" ujar Erine yang buru-buru menghampiri Sadam. Menuntun lelaki itu untuk berjalan.


"Aku tidak bisa terus mengandalkan bantuan orang. Apalagi saat berada di kamar mandiku sendiri," ucap Sadam. Dia mengenakan handuk kimononya.

__ADS_1


"Tapi tetap saja. Setidaknya biarkan aku di sisimu meski hanya untuk memperhatikan," kata Erine.


"Oh, manisnya. Istriku sangat perhatian," komentar Sadam sambil tersenyum nakal. Dia melingkarkan satu tangan ke pinggang Erine. Mendorong gadis itu lebih dekat.


Erine terkesiap. Dia membiarkan Sadam mencium bibirnya. Lelaki itu memberikan ciuman lebih intens dari biasanya.


Erine jadi lupa diri. Dia membalas ciuman Sadam dengan menggebu-gebu.


Lama-kelamaan, ciuman Sadam dan Erine kian memanas. Suara decapan lidah mereka memecah keheningan di ruangan.


Erine rasanya sudah kehabisan nafas. Ciuman Sadam terasa candu. Dia tak tahu kenapa dirinya merasa begitu.


Erine mengedipkan mata beberapa kali. Dia tentu mengerti apa yang dimaksud Sadam. Anehnya Erine juga menginginkan hal sama. Dirinya merasa ingin terus mendapatkan sentuhan candu dan manis lelaki tersebut.


"A-aku harap begitu..." kata Erine tergagap. Jawaban yang ambigu bagi Sadam.

__ADS_1


"Aku tak masalah jika hanya menyentuh setengah dari badanmu," ucap Sadam. "Jika kau bersedia, ayo kita lakukan di ranjang," ajaknya.


Erine terdiam. Dia berpikir dalam beberapa detik. Keinginan untuk mengiyakan terasa lebih dominan.


Perlahan Erine menuntun Sadam ke ranjang. Keduanya segera menjatuhkan diri ke sana. Sadam segera mengambil posisi di atas badan Erine. Ia meraba kancing baju gadis itu dan melepasnya satu per satu.


Erine menenggak salivanya sendiri. Dia gugup tetapi juga mengharapkan sentuhan Sadam.


Kini seluruh kancing baju Erine terlepas semua. Bra yang dikenakan gadis itu terpampang nyata. Namun Sadam tak bisa melihat. Lelaki tersebut hanya bisa meraba dengan tangan.


Usai melepas seluruh kancing baju Erine, Sadam membuka ikatan handuk kimononya. Sekarang tubuh atletis itu terlihat. Membuat Erine terkesiap. Wajah gadis tersebut merah sekali karena menyaksikan tubuh Sadam yang tak mengenakan sehelai benang pun.


Handuk kimono masih dipakai Sadam. Handuk itu hanya terbuka di bagian depan. Sengaja diperlihatkan Sadam untuk Erine.


Tanpa ba bi bu, Sadam melanjutkan ciumannya dengan Erine. Sambil terus berciuman, dia melepas pengait bra milik gadis tersebut.

__ADS_1


Erine merasa jantungnya berdegup sangat kencang. Tubuhnya terasa di aliri oleh listrik ribuan volt. Sesuatu hal yang membuatnya ingin terus merasakan.


Bersamaan dengan itu, pintu kamar terbuka. Haris datang secara diam-diam seperti biasa. Dia dibuat kaget saat melihat apa yang dilakukan Sadam dan Erine di ranjang.


__ADS_2