Istri Pengganti CEO Buta

Istri Pengganti CEO Buta
Chapter 45 - Fakta Kehamilan


__ADS_3

Erine sangat syok mendengar bahwa dirinya hamil. Kaki dia melemah. Erine sontak jatuh terduduk ke lantai. Ia memegangi perutnya yang masih datar.


"Kata dokter kau sudah hamil tiga minggu," ungkap Nadia sembari memegangi tangan Erine.


"Tidak mungkin..." Erine terisak. Air matanya menghambur di wajah cantiknya. Di tengah keputus asaan, Erine tak menyangka akan mendapatkan nyawa yang seketika membuat dirinya harus berpikir.


Tangisan Erine menjadi-jadi. Nadia yang cemas, perlahan memindahkannya ke kasur. Membiarkan Erine beristirahat dengan nyaman.


"Aku tidak tahu masalah apa yang menimpamu, Kak. Tapi aku ingin Kak Erine kuat. Setidaknya demi janin yang ada dalam perutmu," tutur Nadia.


Erine tak bisa berkata-kata. Ia hanya bisa tenggelam dalam tangisnya. Namun kenyataan tentang kehamilannya, benar-benar merubah segalanya. Terlebih saat Erine memikirkan tentang ayah dari janin yang dikandungnya.


Di sisi lain, Sadam termenung sendirian di kamarnya. Memikirkan segala hal yang sudah menimpanya.


Saat terpikirkan tentang Aylin, Sadam merasa kepalanya sangat sakit. Saat itulah terlintas ingatan yang selama ini dirinya lupakan. Yaitu ingatan tentang pertengkaran Sadam dan Aylin sebelum kecelakaan mobil.

__ADS_1


Dari sana Sadam ingat betul bahwa Aylin mengakui tentang hubungan gelapnya dengan Saka. Itulah pula yang menjadi penyebab Sadam kehilangan kendali mobil. Hingga kecelakaan harus menimpanya dan Aylin.


"Aylin..." Mata Sadam berkaca-kaca. Perasaannya campur aduk. Ada rasa bersalah dan juga marah dalam dirinya. Namun yang jelas, Sadam setidaknya ingat dengan pengkhianatan Aylin.


"Aku harus mencari perempuan itu," gumam Sadam yang kini mengingat Erine. Dia sadar kalau perempuan tersebut memiliki perasaan tulus terhadap dirinya.


Sadam yang tadinya tenggelam dalam keterpurukan, langsung bangkit. Dia akan berusaha menjalani kehidupan normal sambil terus mencari keberadaan Erine.


...***...


Setelah sembuh dari sakit jantung dan kebutaan, Sadam mencoba mulai menjalani kehidupan dengan normal. Selama itu pula dia berusaha mencari keberadaan Erine. Sadam membayar banyak orang untuk menemukan perempuan yang sudah berkorban banyak untuknya.


Kini Sadam baru saja keluar dari ruang kerja. Seluruh karyawan langsung menyapanya secara bergantian.


Jujur saja, kabar mengenai Haris dan Erine telah diketahui banyak orang. Termasuk Saka dan keluarga Sadam. Mereka sangat kesal mengetahui fakta lebih belakangan dibanding Sadam. Seandainya tahu dari awal, Saka pasti bisa merebut kekayaan milik Sadam dengan mudah.

__ADS_1


Sadam melangkah dengan gagah. Walaupun begitu, wajahnya tak pernah sekali pun tersenyum.


Memang Sadam berupaya menjalani hidup dengan normal. Akan tetapi semuanya tentu tidak mudah. Terlebih setelah dirinya ditinggal oleh semua orang kepercayaannya. Termasuk Haris dan Erine.


Ponsel Sadam berdering. Dia segera mengangkat panggilan itu dengan cepat.


"Halo, Tuan Sadam! Aku menemukannya!" seru Rama. Salah satu detektif bayaran Sadam yang juga ditugaskan mencari Erine.


"Benarkah? Dimana dia?" tanya Sadam.


"Dia tinggal di sebuah komplek perumahan Jingga. Aku lihat dia juga sering pergi ke panti jompo. Dan ada satu hal yang lebih mengejutkan lagi, Tuan..." Rama menjelaskan panjang lebar.


"Tidak usah berbelit-belit! Cepat kirimkan saja alamatnya padaku! Aku ingin secepatnya melihat dia!" desak Sadam.


"Perempuan itu sepertinya hamil, Tuan! Aku lihat perutnya agak besar," ungkap Rama.

__ADS_1


"A-apa kau bilang?" Mata Sadam terbelalak. Dia otomatis berpikir kalau ayah dari janin yang dikandung Erine, mungkin saja dirinya. Hal itu membuat Sadam ingin semakin cepat-cepat menemui Erine.


__ADS_2