Istri Pengganti CEO Buta

Istri Pengganti CEO Buta
Chapter 27 - Hubungan Misterius Saka & Aylin


__ADS_3

"Kenapa kau tertawa? Tidak ada yang lucu sama sekali," tukas Saka dengan kening yang mengernyit.


"Lucu sekali mendengar kalian mengkhawatirkan keadaanku dan Aylin. Andai aku bisa melihat kalian sekarang, aku pasti bisa mengetahui kebohongan kalian," kata Sadam serius.


"Terserah kau mau menganggap kami seperti apa. Tapi aku hanya ingin tahu, apakah dalam keadaan seperti itu kau masih bisa mengelola perusahaan? Kau yakin Haris bisa mengatasinya?" Saka akhirnya mulai membicarakan maksud tujuan utamanya.


"Kenapa tidak sejak tadi saja kau membicarakan ini?" Sadam menarik sudut bibirnya ke atas. Dia melanjutkan, "perusahaan masih berjalan lancar sekarang. Haris tentu bisa melakukannya dengan baik atas bimbinganku."


"Kau sangat egois. Kau tidak tahu betapa sulitnya Haris mengurus semuanya. Dia tentu tak bisa terus-terusan menggantikanmu. Selain itu, tidak semua urusan mampu dilakukan Haris seorang diri. Pasti lelah menjadi wakil CEO sekaligus bertindak sebagai sekretaris," balas Saka panjang lebar.


"Aku tahu. Karena itulah aku dan Aylin sedang bersiap. Kami akan mengelola perusahaan bersama. Aylin akan membantuku." Sadam menggenggam tangan Erine. Membuat gadis itu sontak terkejut. Begitu pun Haris.


"Kau yakin bisa mempercayai wanita ini? Karena dia sangat meragukan," komentar Saka.


"Wanita ini kau bilang? Beraninya kau meragukan Aylin? Aku sarankan kalian lebih baik pergi sekarang!" Sadam berdiri dan mengusir Saka dan keluarganya.


"Kalau kami tidak mau pergi bagaimana?" tanggap Saka dengan senyuman licik.


"Lagi pula ini sudah larut malam, tega sekali kau mengusir kami di saat seperti ini," ujar Riswan. Dia dan Saka memang selalu sekongkol untuk menjatuhkan Sadam.

__ADS_1


"Ayolah, Aylin. Kau tidak akan membiarkan kami pergi sekarang kan?" tanya Tari. Berusaha mendapat persetujuan Erine.


Erine tak menjawab. Dia justru menatap ke arah Sadam. Lelaki itu tampak cemberut sekali. Pertanda bahwa Sadam sepertinya sangat ingin Saka dan yang lain pergi.


"Ya, aku akan membiarkan kalian pergi. Kalian sudah dengar apa kata suamiku bukan? Aku sarankan lebih baik pergi sekarang! Sebelum malam benar-benar belum larut," ucap Erine. Dia tentu mendukung Sadam. Apa yang dikatakan Erine membuat Sadam tersenyum.


Saka mendengus kasar. Dengan terpaksa, dia mengajak istri serta pamannya untuk pulang saja. Zoya, Riswan, dan Tari dibiarkan Saka pergi keluar lebih dulu.


Diam-diam Saka mendekati Erine. Hal itu tentu membuat Erine dan Haris kaget. Apalagi Saka dengan beraninya menyentuh tangan Erine.


"Jika kau Aylin, ini pasti hanya sandiwaramu... Hubungi aku secepatnya," bisik Saka. Kemudian beranjak keluar rumah.


"Apa mereka sudah pergi?" tanya Sadam.


"Iya," jawab Erine.


Haris segera mendekati Sadam dan mengusulkan untuk beristirahat ke kamar. Erine lantas membawa Sadam ke kamar. Gadis itu mengajaknya untuk tidur.


Waktu berlalu. Setelah mengobrol sebentar, Sadam akhirnya tertidur. Akan tetapi tidak untuk Erine. Ia tak bisa tidur karena memikirkan perkataan Saka tadi. Erine ingin secepatnya memberitahu hal tersebut pada Haris. Sebab dirinya merasa ada sesuatu yang terjadi di antara Saka dan Aylin.

__ADS_1


Perlahan Erine beringsut ke tepi ranjang dan turun. Ia melangkah pelan keluar. Erine bergegas menghubungi Haris. Lalu mengajaknya bicara ke balkon. Erine memberitahukan apa yang dibisikkan Saka kepadanya.


"Dia benar-benar berucap begitu?" tanya Haris.


"Ya, mana mungkin aku bohong! Aku rasa ada sesuatu di antara Saka dan Aylin. Kau harus mencari tahu," sahut Erine.


"Tapi... Aku berpikir ini bisa saja jebakan yang dibuat Saka. Dia sangat licik, Erine. Kita tidak boleh salah melangkah." Haris menghela nafas panjang.


"Kau enak sekali bicara begitu. Kau tidak tahu betapa bingungnya aku harus berperan seperti Aylin." Erine merasa dibuat begitu gelisah. "Kalau kita ketahuan, Sadam pasti akan syok. Bahkan mungkin saja kita akan di penjara," sambungnya.


"Aku akan berusaha mencari tahu hubungan Saka dan Aylin. Kau fokus saja menjaga Sadam," imbuh Haris.


"Bagaimana jika Saka menemuiku?"


"Berusahalah untuk menghindar sebisa mungkin." Haris memegangi pundak Erine. Keduanya bertukar pandangan cemas.


"Kita akan baik-baik saja kan?" Erine memastikan.


"Aku akan berusaha membuat semuanya baik-baik saja," tanggap Haris.

__ADS_1


__ADS_2