Istri Rahasia MAFIA

Istri Rahasia MAFIA
10. Main Gila


__ADS_3

Dalam keadaan ini, Silka menyadari bahwa mereka harus menjalani hubungan mereka dengan hati-hati dengan Jodi, pria yang kini mengisi hatinya. Meskipun Silka mencintai Jodi, dia masih terikat dalam pernikahan dengan Max dan ia yakin, suatu saat Max akan menemukannya. Ia tahu bahwa kisah ini akan sangat berat, dan entah apa yang akan dilakukan Max, jika mengetahui dirinya tengah berselingkuh setelah kabur dengan pria bernama Jodi.


Selama beberapa bulan berikutnya, Silka dan Jodi menjalin hubungan secara rahasia. Tidak ada yang tahu percintaan mereka, dan Silka memijta agar mereka bertemu di tempat-tempat tersembunyi, menjaga kerahasiaan mereka agar tidak diketahui oleh orang lain.


Awalnya Jodi tentu tidak setuju. "Kenapa harus dirahasiakan? Jika suamimu itu tahu, biar aku yang menghadapinya," ucap Jodi.


"Jangan begitu, Jodi. Bagaimana pun di mata hukum aku lah yang bersalah. Aku telah pergi duluan meninggalkannya, lalu menjalin hubungan gelap seperti ini denganmu. Sejujurnya, kamu pantas mendapat yang lebih baik, tetapi aku terlalu mencintaimu. Aku tak bisa pergi dan jauh darimu."


Sorot mata Jodi menyiratkan sesuatu yang tak bisa dibaca oleh Silka. Namun, akhirnya Jodi menyetujui apa yang diinginkan kekasihnya itu.


*


*


*


Pada suatu hari, saat Silka sedang menikmati waktu bersama Jodi, entah kenapa bayangan Max tiba-tiba muncul di dalam kepala Silka. Silka merasa sedih dan bingung, tidak tahu bagaimana harus menghadapinya.


"Honey? Kamu kenapa?" tanya Jodi yang melihat Silka tiba-tiba berubah murung dan pucat. "Apa yang sedang kamu pikirkan di saat kita sedang menikmati indahnya kebersamaan ini?"


Silka berusaha menatap Jodi dengan sendu. "Jodi, aku... merasa begitu hina sebagai seorang wanita. Kamu kenapa mau denganku yang hina ini? Harusnya kamu jijik melihatku. Aku sudah menikah, tetapi malah main gila bersamamu."


Jodi terlihat tersenyum, walau sejenak Silka bisa melihat senyum masam dari bibir kekasihnya itu. "Ya, bagaimana lagi, takdir hanya bisa mendekatkan aku dan kamu seperti ini. Aku memilih berdamai dengan keadaan meskipun kamu adalah istri orang lain. Yang penting, aku tak kehilanganmu dan kita saling memiliki."


Silka merasa semakin terjebak dalam kebohongan, dan dia tahu bahwa situasi ini tidak bisa berlanjut selamanya. Dia merasa semakin terbebani dengan rahasia ini. Namun, ia terlalu terbuai dengan kebersamaannya dengan Jodi yang terus menyapanya dengan hangat dan penuh cinta. Akhirnya, ia memilih untuk menikmati kisah cinta yang terasa sangat manis ini tanpa perlu merasa stress memikirkan Max lagi.


Di dalam hatinya, telah mantap untuk meminta Max menceraikannya. Ia telah yakin dengan keputusan untuk bersama Jodi. Ia pun merasa, Jodi adalah laki-laki yang paling tulus mencintainya.

__ADS_1


Suatu sore di taman, Silka dan Jodi duduk bersama di bawah pohon yang rindang. Matahari terbenam menghiasi langit dengan warna-warni yang indah, menciptakan suasana romantis di sekitar mereka.


Jodi memandangi Silka dengan penuh kasih sayang, lalu tiba-tiba ia meraih tangan Silka dengan lembut. "Kamu tahu, Silka, setiap kali aku bersamamu, dunia terasa lebih indah. Kamu adalah sinar terang dalam hidupku."


Silka tersenyum malu, merasa hangat di dalam hatinya. "Kamu juga memberikan warna baru dalam hidupku, Jodi. Aku merasa nyaman dan bahagia saat berada di dekatmu."


Mereka saling menatap dengan tatapan penuh cinta dan tak ada kata-kata yang perlu diucapkan. Hanya dengan kehadiran mereka di sana, satu sama lain merasa lengkap.


Saat angin lembut berhembus, Jodi menggenggam tangan Silka dengan lebih erat. "Silka, apapun yang terjadi, aku berjanji akan selalu ada untukmu. Kita akan melewati semua rintangan bersama dan menciptakan kisah cinta yang indah."


Silka merasa hatinya meleleh mendengar kata-kata itu. Dia tahu bahwa dengan Jodi di sisinya, dia memiliki seseorang yang akan selalu mendukung dan mencintainya tanpa syarat.


Mereka duduk bersama, menikmati momen yang tenang dan romantis. Mereka saling berbagi cerita, tawa, dan pelukan yang hangat. Setiap detik yang mereka habiskan bersama membantu membangun ikatan yang semakin kuat antara mereka.


Setelah beberapa bulan menjalani hubungan yang semakin erat, Silka dan Jodi merasakan ikatan mereka semakin kuat. Mereka saling mengenal dengan baik, dan setiap hari mereka belajar lebih banyak tentang satu sama lain.


Mereka sering menghabiskan waktu bersama, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun momen romantis. Mereka sering pergi berjalan-jalan di taman, berbagi makan siang yang penuh tawa, dan menonton matahari terbenam yang indah.


Ketika mereka berdua berlatih di dojo, mereka tidak hanya saling mendukung dalam latihan, tetapi juga sering saling memberikan pelukan erat setelah kegiatan selesai.


Saat malam tiba, Silka dan Jodi sering berbaring bersama di bawah bintang-bintang. Mereka saling memandangi dengan penuh rasa cinta, berbicara tentang impian dan harapan mereka, dan bertukar ciuman mesra di bawah cahaya bulan.


Perlahan, mereka mulai mengeksplorasi keintiman fisik dalam hubungan mereka. Mereka saling menyentuh dengan lembut, menggenggam erat, dan mencium bibir satu sama lain dengan semakin bergairah. Mereka mengungkapkan cinta dan hasrat mereka dengan kelembutan dan penuh pengertian.


Malam itu, suasana penuh kehangatan dan kelembutan tercipta di antara Silka dan Jodi. Mereka saling memandang dengan cinta yang tak terungkapkan, dan sentuhan-sentuhan mereka dipenuhi dengan kasih sayang yang dalam.


Jodi dengan lembut mencium kening Silka, menggambarkan rasa hormat dan kelembutan yang dia miliki. "Silka, aku mencintaimu dengan sepenuh hati," bisiknya dengan penuh kasih.

__ADS_1


Silka tersenyum, menyerahkan dirinya pada perasaan yang begitu kuat. Dia merasakan kehangatan tubuh Jodi menyelimuti dirinya, membawa kedamaian dan ketenangan yang ia rindukan. Mereka melewati malam indah dengan rasa saling memberi, saling mendukung, dan saling memahami.


Tidak ada kata-kata yang perlu diucapkan saat itu. Ekspresi mata mereka mengungkapkan segalanya. Di dalam pelukan yang erat, mereka menemukan kelegaan dan kebahagiaan yang saling melengkapi.


Keesokan paginya, mereka terbangun dengan senyuman di bibir mereka. Mereka saling menggenggam tangan, merasa terhubung secara mendalam.


"Jodi, aku tak bisa menggambarkan betapa berartinya kamu bagiku," kata Silka dengan suara lembut. "Walaupun ada banyak rintangan di depan kita, aku ingin terus menjalani perjalanan ini bersamamu."


Jodi menjawab dengan tatapan penuh kasih. "Silka, aku bersedia berjuang untuk cinta kita. Bersama, kita bisa menghadapi segala hal yang datang. Aku akan selalu mendukungmu dan menjagamu."


Dalam pelukan hangat, mereka merasakan kekuatan cinta yang mereka bagi. Meskipun tak ada yang tahu bahwa Jodi sebenarnya adalah Max, suami Silka, namun saat itu yang mereka miliki adalah momen indah yang tak bisa tergantikan.


Kisah cinta mereka terus berkembang dengan penuh keindahan dan kehangatan. Mereka menghadapi tantangan dan mengatasi hambatan bersama-sama. Setiap langkah mereka diisi dengan saling pengertian, dukungan, dan cinta yang tumbuh semakin dalam.


Malam-malam indah seperti itu menjadi saksi kesatuan hati mereka. Meski tak terungkapkan, rasa cinta mereka bertahan, memberikan kekuatan dan kebahagiaan di setiap detik yang mereka jalani bersama.


Suatu hari, Silka merasa tubuhnya sangat tidak nyaman. Ia baru menyadari semakin hari keinginannya untuk makan sesuatu semakin hilang.


"Ah, apa yang terjadi?"


Tiba-tiba, Silka baru menyadari, dalam beberapa bulan terakhir, siklusnya tak pernah lagi hadir. Refleks ia membelai perut dengan wajah pucatnya.


Silka segera mencoba menghubungi Jodi. Akan tetapi, panggilannya tak kunjung masuk juga. Silka segera mengirim pesan kepada pria yang hampir setiap malam menidurinya itu.


[ Sayang, kamu di mana? Sepertinya aku hamil. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak tahu jika Max mengetahuinya. Aku takut, ia akan datang dan memb*nuh kita berdua. ]


Akan tetapi, setelah sekian hari, berganti minggu, pesan itu tak kunjung ada tanda terkirim. Mereka sudah tidak pernah bertemu lagi. Silka pun menghentikan latihannya.

__ADS_1


Di negara lain, seorang pria terlihat memegang ponsel, membaca pesan yang dikirimkan oleh Silka. Ia adalah Max alias Jodi. Tersenyum licik dengan wajah datarnya.


"Rasakan lah wahai istri durjana! Kau telah berani mencintai dan bersedia begitu saja tidur dengan laki-laki selain Maximo Gonzalez!"


__ADS_2