Istri Rahasia MAFIA

Istri Rahasia MAFIA
13. Hak Asuh Si Kembar


__ADS_3

Max memberikan perintah kepada Tom untuk mencari tahu tentang Jena dan Juno, anak kembar yang baru saja dia temui. Setelah beberapa saat, Tom memberikan informasi yang berhasil mereka temukan.


"Boss, nama lengkap Jena dan Juno adalah Jena Evans Aquela dan Juno Evans Aquela. Mereka adalah anak kembar yang baru saja pindah ke kota ini bersama ibu mereka, Silkana Aquela. Mereka baru saja kembali ke negara ini dan tinggal di sebuah apartemen di pinggiran kota."


Max merasakan detak jantungnya berdegup kencang saat menyebut nama ibu dari Jena dan Juno. Silkana Aquela. Rasa terkejut dan kebingungan memenuhi pikirannya. Nama Evans adalah nama yang dikarangnya sebagai Jodi Evans. Ia merenung sejenak, memutar kembali ingatan dan mencoba menghubungkan petunjuk-petunjuk yang telah ia peroleh.


Wajah Jena dan Juno yang mirip dengannya, kemiripan matanya, dan sekarang nama ibu mereka yang begitu akrab. Semuanya mengarah pada satu malam-malam yang mereka habiskan dalam waktu berbulan lamanya hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi. Tak salah lagi, Jena dan Juno adalah anak-anaknya sendiri.


Dalam sekejap, sejuta perasaan melanda Max. Kejutan, kebahagiaan, kekhawatiran, dan kerinduan tergabung menjadi satu. Ia merasa seperti dunia di sekitarnya berputar, tak percaya dengan kebenaran yang baru saja terungkap.


Dengan hati yang berdebar, Max segera memberikan perintah kepada orang kepercayaannya. "Tom, aku butuh bantuanmu. Mereka adalah Jena dan Juno, buah cintaku dengan ibu mereka, Silka."


Tom yang telah lebih dahulu mengetahui berita tersebut terdiam sejenak. Ia tahu betapa besar arti penemuan ini bagi Max. "Boss, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Ini adalah kabar yang luar biasa. Bersabarlah, Boss. Jika Anda terburu-buru seperti ini, semua bisa menjadi kacau. Bukan kah Anda sendiri yang telah membuang mereka?"


Max kembali terguncang dirundung kebingungan dan keraguan. Bagaimana mungkin ia mengejar anak-anaknya yang selama ini sengaja dibuang? Bahkan, ia merasa tak sudi lagi mencari tahu berita tentang Silka setelah memutuskan untuk bercerai.


Penuh dengan emosi yang meluap, Max berjalan keluar dari kamarnya dan menuju ruang tengah. Di sana, ia menemukan sebuah album foto keluarga yang tersembunyi di dalam laci. Dengan gemetar, ia membuka album tersebut.


Halaman-halaman album itu mengungkapkan kehidupan masa lalu yang tak pernah diketahuinya. Foto-foto bahagia Max sebagai Jodi, dan Silka. Ternyata, anak-anak kecil yang sekarang ia ketahui sebagai Jena dan Juno sudah cukup besar dan sangat pintar.


"Dapatkah aku mempercayai Silka lagi setelah pengkhianatan yang ia lakukan padaku, meskipun ia berkhianat pada seorang Jodi, bayanganku sendiri. Rasanya sungguh sangat memilukan, ketika b3rc1nta dengannya ia selalu saja menyebut nama Jodi. Padahal, aku adalah Max, suaminya. Pria yang berhak utuh terhadap dirinya."

__ADS_1


Max kembali merasakan kebencian luar biasa pada Silka. Ia kembali berkutat pada ponselnya menghubungi Tom, lagi.


"Tidak usah mencari informasi tentang mereka! Kali ini tugasmu adalah membawa Jena dan Juno padaku. Aku akan mengambil hak asuh terhadap mereka berdua," ucap Max.


Max merasa bahwa ia harus berjuang untuk mendapatkan hak asuh atas Jena dan Juno. Dalam hatinya, ia ingin memastikan bahwa anak-anaknya tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan merasa dicintai oleh kedua orang tuanya.


Max memutuskan untuk menghubungi seorang pengacara keluarga yang berpengalaman, Mr. Johnson, untuk mendapatkan saran hukum dan bimbingan dalam perjuangannya.


Max menghubungi pengacara keluarga, Mr. Johnson


Max sambil menekan ponsel. "Halo, Mr. Johnson? Ini Max. Saya membutuhkan bantuan Anda dalam perjuangan saya mendapatkan hak asuh atas Jena dan Juno."


"Saya perlu memahami proses hukum yang terlibat dan bagaimana saya bisa memperoleh hak asuh anak dari mantan istri saya Silka. Saya ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak saya," ucap Max pada seorang di balik jaringan.


"Saya akan membantu Anda dalam hal ini. Mari kita atur pertemuan untuk membahas lebih lanjut. Saya akan membantu Anda menyusun strategi yang kuat," ucap Mr. Johnson kembali.


Setelah berkonsultasi dengan pengacara, Max menyusun rencana dengan matang. Ia memutuskan untuk mengajukan tuntutan pengadilan untuk mendapatkan hak asuh anaknya dari Silka.


Silka mendapat surat panggilan pengadilan, merasa sangat terkejut. Mengapa Max malah menuntut hak asuh atas anak-anaknya? Padahal, baginya jelas bahwa Jena dan Juno adalah anak bersama Jodi. Namun, Silka yang merasa memiliki kekuatan yang lebih, tanpa rasa takut memenuhi panggilan pengadilan atas hak asuh anak-anaknya.


Proses hukum dimulai, dan Max berkomitmen untuk menjalankannya dengan integritas dan kejujuran.

__ADS_1


Max dan Silka bertemu di beranda gedung pengadilan. Silka yang tak terima hak atas asuh anak-anak direbut oleh pria itu.


"Apa yang kau lakukan, Max? Kenapa kau melakukan itu kepadaku? Kau tak punya hak atas anak-anakku. Mereka itu bukan anak-anakmu!" Silka menarik dasi yang tadinya terpasang rapi pada kemeja yang ia kenakan tanpa rasa takut sama sekali.


Max menatap Silka dengan sorot mata tajamnya. "Oh, anakmu dengan selingkuhanmu?" ucapnya dingin.


Silka tergidik oleh tatapan dingin Max. Masih jelas ia sadari Max adalah mafia yang menakutkan dan semua hal bisa saja ia lakukan kepada dirinya. Max menarik pergelangan tangan Silka. Ia membawa mantan istrinya itu ke dalam toilet.


Silka menjadi gugup pucat pasi. "A-apa yang akan kau lakukan padaku, Max?"


"Kau bahkan tak mengenal suamimu luar dalam." Max melonggarkan dasi yang tadi sempat ditarik Silka dan melepaskan kancing hem yang melekat di kerah.


Silka merasa takut luar biasa, mencoba membuka kunci toilet yang sempit itu. Kembali Max menarik tangan Silka dan menjepit dagu Silka.


"Kau mau ke mana? Aku ingin memberikan kejutan yang akan membuatmu mati berdiri." Max mengeluarkan pisau cukur yang sengaja ia bawa hanya untuk menyiapkan kejutan ini.


"Apa kau gila? Kau mau apa dengan alat cukur itu?" Silka merasa sangat terkejut dengan tindakan Max yang di luar nalar.


Max mulai mencukur jenggot yang tebal mengisi dagu hingga ke bawah telinganya. Mata Silka terbelalak usai bulu-bulu wajahnya itu telah dibabat habis.


Matanya nanar menatap laki-laki itu menggeleng tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2