
Maximo, bersama dengan timnya, mulai merencanakan strategi untuk menghadapi Klan Blackorchid. Mereka tahu bahwa pertempuran ini akan menjadi lebih berat dan penuh tantangan, tetapi mereka berkomitmen untuk memulihkan kehormatan Klan Maximo.
Sementara itu, Silka mendukung suaminya dengan penuh keyakinan. Dia tahu bahwa keluarga mereka adalah sumber kekuatan yang tak tergoyahkan baginya dan bagi Max.
"Kita adalah keluarga yang kuat," ucap Silka. "Kita akan melalui ini bersama-sama. Aku akan selalu berada di sisimu."
Jena dan Juno, meskipun masih kecil, merasakan tekad dan semangat dalam keluarganya. Mereka mengambil contoh dari orang tua mereka dan bersedia berjuang bersama untuk memulihkan kekuasaan Klan Maximo.
Dengan tekad yang membara, keluarga Maximo bersiap untuk melawan Klan Blackorchid. Mereka tahu bahwa pertarungan ini bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi juga tentang melindungi nilai-nilai dan kehormatan keluarga mereka.
Mereka berjanji satu sama lain bahwa mereka akan saling mendukung dan melindungi, serta tidak akan membiarkan intimidasi musuh menghancurkan kebersamaan mereka.
Dalam langkah-langkah berikutnya, Maximo dan timnya merencanakan serangan balasan yang cerdik dan efektif. Mereka menggunakan kecerdasan dan keahlian mereka untuk memanfaatkan kelemahan Klan Blackorchid dan merebut kembali wilayah kekuasaan mereka.
Pertempuran yang sulit dan memakan waktu akhirnya dimenangkan oleh Klan Maximo. Mereka berhasil merebut kembali wilayah yang direbut oleh Klan Blackorchid dan mengembalikan kehormatan dan kekuasaan mereka.
__ADS_1
Maximo dan keluarganya merayakan kemenangan mereka, tetapi mereka tetap waspada. Mereka tahu bahwa perjuangan mereka belum berakhir dan bahwa Klan Blackorchid tidak akan berhenti sampai mereka dihancurkan.
Max mengamati dengan penuh kebanggaan saat Jena dan Juno mulai diperkenalkan pada hal-hal yang berbau ekstrim. Dia melihat potensi yang besar pada anak-anaknya dan bertekad untuk melindungi dan melatih mereka dengan baik.
Max mengulas bibirnya dengan senyuman. "Nak, kalian berdua sudah mulai tumbuh menjadi orang yang tangguh. Aku ingin melatih kalian untuk menjadi kuat dan dapat melindungi diri sendiri."
"Benarkah, Daddy? Aku ingin menjadi kuat seperti kamu!" ucap Jena bersemangat.
"Aku juga! Aku ingin bisa beladiri seperti Mommy!" Juno mengangkat tinjunya.
"Siap, Daddy!" ucap Jena dan Juno serampak.
Max memimpin mereka ke tempat latihan yang telah disiapkan sebelumnya. Mereka berdiri di depan sebuah meja yang berisi beberapa senjata latihan dan peralatan pelindung.
"Ini adalah senjata-senjata yang akan kita pelajari, seperti pedang dan tongkat. Tapi ingat, senjata adalah alat yang berbahaya, dan kita hanya akan menggunakannya untuk pertahanan diri. Kalian harus bertanggung jawab dengan pengetahuan dan keahlian kalian." Max menunjukan senjata di hadapan anak-anaknya.
__ADS_1
"Kami mengerti, Daddy." ucap Jena dan Juno seolah memahami apa yang diucapkan sang ayah.
Max memulai pelatihan dengan memberikan instruksi dan menunjukkan gerakan-gerakan dasar kepada Jena dan Juno. Dia mengajari mereka teknik-teknik beladiri yang melibatkan kelincahan, keseimbangan, dan kekuatan.
"Bagus, Jena! Lanjutkan gerakan seranganmu dengan kecepatan yang lebih tinggi. Dan Juno, perhatikan posisi tubuhmu saat menyerang. Pertahankan keseimbanganmu." ucap Max memperhatikan gerakan si kembar.
Jena dan Juno dengan semangat melanjutkan latihan mereka, mengulangi gerakan-gerakan yang diajarkan oleh Max. Mereka fokus dan berusaha melakukan yang terbaik.
"Kalian berdua sedang berkembang dengan baik. Tetaplah latihan dengan tekun, dan kalian akan menjadi lebih kuat dan percaya diri." ucap Max menyemangati anak-anaknya.
"Ini melelahkan, Daddy, tapi aku senang melakukannya." ucap Jena menghela napasnya dengan berat.
"Aku tahu bahwa ini penting untuk melindungi diri kita sendiri." ucap Juno menyetujuinya.
"Itulah sikap yang tepat, anak-anakku. Teruslah berlatih dengan semangat dan tekun. Kalian akan menjadi pejuang yang tangguh, siap menghadapi apa pun yang datang." Max mengusap kepala kedua bocah kembar itu dengan semangat.
__ADS_1