
"Tunggu! Tunggu dulu Mister Brown!" Silka berusaha mengikuti langkah dosennya dulu.
Silka memperhatikan perubahan ekspresi Mister Brown dan merasa ada yang tidak beres. Dia mengambil keputusan untuk menggali lebih dalam.
"Mister Brown, saya bisa merasakan ada sesuatu yang disembunyikan. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Adel? Tolong, beritahu saya," pinta Silka dengan suara tegas.
Mister Brown mengambil napas dalam-dalam, menyadari bahwa tidak bisa lagi menyembunyikan kebenaran dari Silka. Dia memutuskan untuk berbicara dengan jujur.
"Silka, Adel... dia meninggal beberapa tahun yang lalu. Itu adalah kecelakaan yang tragis. Kami berusaha untuk menjaga informasi ini tetap tersembunyi dari publik, termasuk dari kamu. Kami tidak ingin semua orang terlalu terbebani dengan berita ini," ungkap Mister Brown dengan suara terbata-bata.
Silka terkejut dan terguncang mendengar berita tersebut. Tangisnya mulai pecah dan kesedihannya tidak bisa dia tahan lagi. Memang benar, hubungannya dengan Adel tidak lah baik. Hanya saja, dia merasa terbebani karena kematian Adel yang nyatanya adalah perbuatan Max, suaminya.
"Jadi... dia benar-benar pergi?" Silka berkata sendu, tak tahu lagi harus berkata apa.
Mister Brown mengangguk dengan lembut. "Maafkan saya, Silka. Kami pikir kamu juga sudah mengetahui tentang berita ini, dan meskipun kami tak tahu kamu berada di mana."
"Mister Brown, bisakah Anda memberi tahu saya apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana kronologis hingga Adel dinyatakan meninggal?" tanyanya.
Mister Brown mengambil napas dalam-dalam dan menceritakan kronologi hilangnya Adel secara misterius. Setelah dilakukan penelusuran lebih dalam lagi, akhirnya pihak kepolisian menemukan Adel dalam keadaan trauma dan lebam di sekujur tubuhnya. Adel yang berkarakter kuat, tib-tiba diam dan hanya bisa menangis tidak mau makan apa pun. Tak lama kemudian, kondisi Adel terus turun dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Sesungguhnya, pihak kampus merasa sangat bersalah akan kejadian ini. Adel hilang dalam lingkup kampus. Namun, sangat disayangkan, dia menghilang tanpa jejak. Jika kami lebih cepat menemukannya, mungkin semua akan lebih baik." Mister Brown menatap Silka dengan tatapan aneh.
"Dulu, ada rumor yang aneh beredar, dan ini ... Hmmm, tidak mungkin ... Saya yakin, itu hanya f1tnah orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang membutuhkan kambing hitam. Namun, saya yakin, tak mungkin karena saya sangat mengenalmu." Mister Brown menatapnya menyelidik.
__ADS_1
Setelah mendengar cerita itu, Silka merasa semakin terombang-ambing oleh gelombang emosi dan kebingungan. Ia berusaha menenangkan diri menebak isi pikiran Mister Brown. "Saya merasa tidak enak dengan cara Anda menatap saya, Mister Brown. Secara tidak langsung hati saya berkata, bahwa Anda mencurigai saya."
Mister Brown sedikit gelagapan kedapatan oleh Silka. "Oh, bukan. Bukan begitu. Hanya saja, saya sangat yakin bukan kamu yang melakukannya. Karena jujur, kampus kita sangat gempar karena Adel menghilang di saat kamu juga tidak ada kabar."
"Banyak sekali rumor yang beredar bahwa di balik hilangnya Adel itu, adalah ulahmu. Karena, kawan-kawan Adel mengatakan, bahwa Adel sempat menyebut namamu. Dari orang-orang yang pernah menyander4nya," terang Mister Brown lagi.
Silka tidak terkejut sama sekali mendengar kata-kata Mister Brown. Kali ini adalah kali kedua ia mendengarnya setelah Beriel yang tak henti menyerang dan menuduhnya. Gelombang perasaan campur aduk melanda pikirannya, antara kalut mengingat semua adalah ulah Max, dengan sedikit lega, orang yang terus menyiksanya kini telah benar-benar pergi.
"Mister Brown, saya tidak tahu Anda akan percaya atau tidak. Saat itu, saya memiliki sebuah masalah keluarga yang cukup runyam. Hingga memaksa saya meninggalkan negara ini."
Mister Brown menatap Silka dengan tatapan penuh penyesalan. "Saya tahu, Silka. Saya tidak pernah benar-benar percaya bahwa kamu berada di balik hilangnya Adel. Tapi rumor-rumor itu menyebar, dan beberapa orang menyebutkan namamu. Kami tidak bisa mengabaikan informasi itu begitu saja."
Silka memasang wajah manipulatifnya, pura-puea merasa terpukul dan kesal.
Mister Brown mengangguk seraya memberikan dukungan. "Silka, jika kamu ingin mencari kebenaran, saya akan mendukungmu sepenuhnya. Kampus ini masih memiliki hubungan dengan beberapa orang yang terlibat dalam kasus Adel. Mungkin kamu bisa mulai dari sana."
"Tapi, saya tak ingin orang-orang tahu bahwa saya sudah berada di kota ini. Jujur, saya sudah menikah dan sudah memiliki anak-anak yang sedang bertumbuh kembang dengan rasa ingin tahu yang luar biasa. Saya tak ingin mereka mengusik keluarga saya jika kasus ini dibuka kembali."
Wajah Mister Brown terlihat kaku, ia tampak sedikit shock mendengar apa yang baru saja dibuka oleh Silka. "Kapan kamu menikah? Saya sungguh tak menyangka, ternyata kamu sudah menikah," ucap Mister Brown dengan raut terkejutnya.
"Saya sudah menikah, dan saya tak ingin orang-orang yang beranggapan bahwa saya pelakunya, membuat keluarga saya terusik. Saya ingin keluarga saya tentram, seperti sebelum kembali ke negara ini."
Kali ini kening Mister Brown mengerut. "Lalu, kenapa kamu ingin tahu dengan berita itu?"
__ADS_1
"Karena, beberapa waktu lalu saya bertemu dengan Beriel, salah satu teman dekat Adel. Beruntung dia tidak menuduh saya di depan anak-anak. Jika anak-anak mendengarkan itu, pasti mereka akan shock dan tidak memercayai saya lagi, sebagai ibu yang baik untuk mereka."
Mister Brown menganggukan kepala. "Oh, ternyata begitu. Seperti yang saya katakan tadi, pihak kampus sudah menutup masalah ini. Jika kamu memang bukan pelakunya, kamu tenang saja! Semua akan baik-baik saja," ucap Mister Brown kembal.
*
*
*
Di suatu tempat, sebuah kelompok mendapatkan informasi tentang wanita yang dekat dengan Max.
"Kalian sudah menemukan lokasi keberadaannya?" tanya sang pimpinan.
"Sudah, Boss," jawab anak buah serempak.
"Susul dan tangkap wanita itu!" ucap pimpinan klan jaguar.
***
Yuuuk kakak semua, mampir juga pada cerita milik temen Author yaa ...
__ADS_1