
Setibanya di tempat kerja, Alin secepatnya ke ruang ganti untuk memakai seragam kerjanya. Lalu dia menuju ke pantry untuk membuat teh yang akan diantarkan ke meja setiap karyawan di divisi keuangan. Itulah salah satu tugas OG di pagi hari. Begitu masuk ke pantry, dia melihat Ardi dan Rani sedang membuat minuman sambil ngobrol.
"Pagi Ardi, Rani." Sapaku dengan ceria.
"Alinnn..... kamu sudah sehat yah." Rani berseru kegirangan sambil mendekat ke arahku untuk memeluk.
"Iya. Aku sehat koq, tak kurang suatu apapun."
"Syukurlah kalau begitu. Kemarin, kami mau ke tempatmu. Tapi batal karena Bu Vera tiba-tiba mengadakan meeting dadakan jam 18.00."
"Ohhh, koq tumben meetingnya jam segitu. Emang bahas apaan?"
"Bahas kamu."
Alin langsung mengernyitkan keningnya heran.
"Bahas aku....... emangnya aku kenapa?"
"Alin, kamu beruntung banget yah.... mulai hari ini kamu bertugas membersihkan ruangan CEO menggantikan Bu Ratna."
"A...PA!!!! Bagaimana mungkin?" mendengar itu aku langsung kaget. Wajahku berubah pucat.
"Kamu kenapa, Lin. Wajahmu pucat sekali. Masih sakitkah?"
Rani meraba keningku.
"Normal koq."
"Aku ngga mau bertugas di sana..Masih boleh ngga ditolak?"
"Kamu aneh, Lin..Orang-orang pada pengen kerja di ruangan CEO karena kerjanya ringan. Tapi ini, kamu malah menolak."
"Aku ngga mau, Ran. Aku maunya di keuangan aja."
"Kalau begitu maumu, bicara noh sama Bu Vera."
"Okay. Bu Vera udah datang belum?"
"Udah..kamu khan tahu sendiri kalau setiap hari, Bu Vera yang selalu datang duluan."
Alin segera melangkahkan kakinya ke ruangan Bu Vera. Begitu tiba, dia langsung mengetuk pintu.
Tokk...tok...tok....
Terdengar sahutan dari dalam.
"Masuk."
Mendengar itu, Alin langsung membuka pintu.
"Pagi bu." Sapanya sambil melangkah ke dalam dan duduk di kursi depan Bu Vera.
"Pagi juga, Alin. Kamu sudah baikan?".
"Iya, bu."
"Syukurlah kalau begitu. Kamu pasti sudah mendengar berita itu khan makanya kamu ke sini."
"Betul, bu. Bolehkah kalau keputusan itu dibatalkan?"
__ADS_1
"Kenapa? Bukankah itu bagus untuk kariermu ke depannya?"
"Maaf bu, saya merasa tidak bisa menjalankan tugas di sana..Saya takut membuat kesalahan dan mempengaruhi pekerjaan Bu Vera."
"Betul sih. Tapi keputusan ini tidak bisa dibatalkan karena ini permintaan Pak Keanu sendiri....."
Bu Vera belum menyelesaikan kalimatnya, Alin langsung menyelanya.
"Pak Keanu......siapa itu bu?"
"Pak Keanu itu nama CEO kita. Beliau yang meminta langsung ke HRD agar kamu dipindahkan ke ruangannya."
Aku mengangguk-ngangguk mengerti.
"Kalau keputusan ini dibatalkan.... malah akan mempengaruhi pekerjaanku."
"Jadi tak bisa dibatalkan bu yah?" tanyaku lesu.
"Iya..kalau kamu menolak, bukan hanya kamu yang terancam..aku dan pamanmu juga bisa kehilangan pekerjaan."
"Iya, bu. Aku mengerti."
"Okay....jadi deal yah."
"Iya, bu. Deal..."
"Mulai detik ini kamu sudah tidak di bawah perintahku. Tapi kamu langsung di bawah perintah Pak Keanu....itu juga permintaan Pak Keanu loh."
Alin hanya mengangguk.
"Alin, sebenarnya apa yang terjadi sewaktu kamu lembur? Kenapa keesokan harinya semua berubah untukmu."
"Boleh saya permisi sekarang bu?"
"Silahkan....ingat Alin, bekerja yang baik nantinya yah agar kariermu cepat berkembang dan kamu bisa membantu kami juga."
"Baik bu. Terima kasih atas bimbingannya selama ini."
Setelah mengucapkan itu, alin langsung berbalik dan melangkah keluar untuk kembali ke pantry.
Pantry ini sudah kosong. Teman-teman sudah ke tempat tugasnya masing-masing. Alin kemudian membuat kopi lalu duduk di kursi dekat meja makan sambil menikmati kopi tersebut..
"Aku harus bagaimana? Apakah aku harus ke atas sekarang? ataukah aku pulang saja? Tapi kalau aku tidak ke atas sekarang untuk melapor, nanti dia mengira aku tidak bekerja."
Alin terlihat menarik napas panjang. Bimbang dan ragu dalam mengambil keputusan.
Tidak lama kemudian Alin bangkit dari duduk lalu memakai kembali maskernya. Dia melangkah keluar pantry menuju ke lift. Begitu masuk ke lift, dia menekan angka 21. Ternyata dia menyetujui keputusan untuk memindah tugaskannya.
Setibanya di lantai 21, dia melihat ada seorang gadis cantik dan sexy duduk di meja depan ruangan bertuliskan CEO. Gadis itu adalah April sang sekretaris CEO.
"Pagi bu.... boleh saya bertemu dengan Pak Keanu." sapaku ramah.
"Kamu sudah buat janji? bukankah di lantai ini tidak diperkenankan sembarang orang yang ke sini." Tampak April agak sewot menatapku. Dia melihatku memakai seragam OG sehingga memandang rendah padaku. Memang selama ini Bu April dikenal sombong dan angkuh. Mungkin karena dia merasa punya jabatan tinggi.
"Iya, saya sudah buat janji langsung dengan beliau." aku menjawab asal saja karena kesal melihat tatapan April yang meremehkanku.
"Maaf pak, Ada yang mau ketemu anda." April terlihat menindis interkom.
"Siapa?" Terdengar suara dari interkom yang membuat bulu kuduk Alin merinding.
__ADS_1
"Nama kamu siapa?" April balik bertanya ke Alin.
"Alin." jawabku singkat. Sebenarnya aku khawatir Pak Keanu tidak mau bertemu denganku. Kalau begitu, aku bisa malu di depan si April ini.
"Namanya Alin, pak."
"Alin yang OG disini" mendengar nama Alin, jantung Keanu langsung berdetak cepat dan tak karuan.
"Iya, pak" Tidak terdengar jawaban dari sebelah.
"Halo pak......pak...." tetap tak ada jawaban.
Akhirnya dia berbalik ke arah Alin.
"Kamu dengar sendiri khan....boss tidak mau bertemu denganmu. Buktinya beliau tidak menjawab." April berkata sinis ke Alin. "Lain kali jangan ngaku-ngaku lagi. Malu-maluin aja." tanpa menunggu April menyelesaikan kalimatnya, Alin sudah berbalik dan hendak pergi.
Baru satu langkah dia berjalan, tiba-tiba tangannya ditarik seseorang.
"Hei, kamu mau kemana? Katanya pengen ketemu. Koq malah pergi." Itu suara lelaki itu.....yah, itu suara Pak Keanu. Alin langsung berbalik dan menatap lelaki di depannya sekarang. Iya betul. Dia lelaki yang telah menodaiku. Aku ingin marah setelah meihatnya tapi tak bisa. Ingin memaki juga tak bisa. Akhirnya hanya bisa pasrah saja mengikuti alur yang sudah Tuhan gariskan.
"Maaf pak, saya pikir anda tidak mau menemui saya." jawabku dengan volume suara yang agak dikeraskan biar April mendengarnya.
"Mana mungkin aku tidak mau menemuimu. Aku tadi tidak menjawab karena cepat-cepat ke pintu untuk menyambutmu."
April yang melihat dan mendengar adegan di depannya jadi keheranan. Tadi sewaktu atasannya itu membuka pintu dan langsung berlari untuk meraih tangan OG itu, dia sudah kaget. Apalagi sekarang ditambah dengan ucapan manis atasannya yang dingin itu, membuatnya bertambah heran. Siapakah OG ini? kenapa boss kulkas ini bisa semanis itu di depannya.
"Ayo masuk." terdengar lagi suara manis Pak Keanu. Dia tetap menggenggam tangan Alin itu lalu menariknya agar mengikutinya masuk ke ruangan.
April semakin keheranan oleh tingkah atasannya itu. Hanya seorang OG yang kucel begitu bisa menarik perhatian Pak Keanu....itu berarti dia yang cantik dan bohay ini lebih bisa menggoda dong.
Sementara itu di dalam ruangan kantor Keanu, begitu mereka masuk, dia membawa Alin duduk di sofa.
"Hei.....sisa kita berdua bukan. Ayo buka maskermu!" setelahnya Keanu ingin membantu Alin membuka maskernya. Tapi Alin mencegahnya.
"Tidak usah pak. Saya bisa sendiri." Alin langsung membuka maskernya..Begitu terbuka, Keanu tertegun menatap wajah yang dirindukannya sedari kemarin. Wajah itu tetap cantik natural tanpa polesan make up. Tidak seperti gadis-gadis kebanyakan yang mengandalkan make up untuk mempercantik diri.
Tidak lama, tangan Keanu terulur untuk membuka ikat rambut Alin. Tampaklah sekarang rambut hitam panjangnya yang ujungnya agak curly membingkai wajah Alin yang putih bersih. Paduan yang kontras tapi indah dipandang mata. Keanu betul-betul terpesona menatapnya.
Seperti terhipnotis, Keanu pun mulai mendekatkan wajahnya ke Alin, semakin dekat...semakin dekat......dan pada akhirnya, Keanu mencium bibir ranum Alin. Baru juga sebentaran melu....t bibir ranum nan sexy itu, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka, membuat kedua orang yang lagi asyik itu terganggu lalu saling melepaskan diri.
Keanu menatap kesal ke arah pintu. Siapa sih yang berani mengganggu kesenanganku.
Terlihat di pintu berdiri kikuk Reza sang asisten. Dia bingung, mau masuk atau pergi.
"Ada apa?.Kenapa.kamu berdiri saja disitu..Masuk...!! Kata Keanu dengan nada tidak senang.
"Maaf boss kalau saya mengganggu."
"Sudah....ngga usah basa-basi. Tanpa kamu bilang pun memang sudah mengganggu."
"Maaf boss......jadi begini........" sambil berbicara, Reza menatap ke arah Alin dan setelah melihatnya, tanpa sadar dia terpaku menatap Alin yang duduk di samping bossnya itu.
Komentar yang keluar dari mulut Reza, sukses membuat Keanu meradang
"Cantik......cantik sekali. Seperti bidadari. Andai aku bisa memiliki bidadari secantik ini."
……………………0…0……………………………@……………
Please.Like dan komennya.
__ADS_1