Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Mencarimu.........


__ADS_3

Keanu dan Bryan menuju ke ruangan pantau CCTV. Claudia tidak ikut karena dia masih shock mendengar wanita cantik yang tadi datang adalah istri Keanu. Claudia tak percaya Keanu akan menghianati Irene karena selama ini yang dia tahu Keanu sangat mencintai Irene dan tidak pernah mau melirik wanita lain.


Sewaktu kuliah saja, banyak wanita cantik yang menggodanya antara lain Claudia tapi tak satu pun yang digubris. Satu-satunya wanita yang bisa dekat dengan Keanu adalah Irene. Sampai sekarang pun begitu. Mereka sering diberitakan di media cetak dan elektronik sebagai pasangan serasi. Tapi mengapa hari ini Keanu malah memperkenalkan wanita lain sebagai istrinya.


Sementara itu, Keanu dan Bryan telah tiba di ruang pantau CCTV. Mereka langsung meminta petugas yang ada untuk memeriksa rekaman CCTV di area lift lantai 1 sekitar satu setengah jam yang lalu


Mereka pun dengan serius memeriksa rekaman tersebut. Tak lama Keanu melihat saat dirinya keluar dari lift diikuti oleh Reza.


"Coba pelankan rekaman di saat ini." perintah Keanu pada petugas itu.


Keanu fokus pada lift yang masih terbuka. Pada saat itu Alin memang tidak menunjukkan tanda-tanda akan keluar dari lift.


Tak lama kemudian, Lift khusus petinggi tersebut akhirnya tertutup dan bergerak kembali ke atas.


"Yang mana layar pantau untuk lift ini di lantai 2 dan seterusnya?"


"Berurut ke atas, pak."


Keanu kembali memperhatikan layar CCTV area lift lantai 2. Tak lama, dia melihat lift tersebut berhenti dan setelahnya keluarlah Alin. Tampak Alin berjalan ke tangga darurat dan menghilang di balik pintu menuju ke tangga tersebut.


"Wadduh.... istrimu ternyata menggunakan tangga darurat. Kita tak memasang CCTV di sana."


Keanu lemas mendengar hal tersebut. Tapi dia tidak kehabisan akal.


"Mana CCTV yang memperlihatkan gerbang keluar masuj." Keanu bertanya karena dia curiga Alin berniat untuk melarikan diri.


Petugas itu pun menunjuk salah satu layar monitor yang ada di hadapan mereka.


Setelahnya, mereka kembali serius memperhatikan layar yang tadi ditunjuk oleh petugas itu.


"Bukankah itu istrimu, Kean..?" Bryan menunjuk ke arah layar itu yang memperlihatkan Alin sedang berjalan ke gerbang yang bertuliskan 'out'. Begitu keluar dari gerbang, Alin tampak berbelok ke arah kanan dan setelahnya tak tampak lagi karena sudah berada diluar jangkauan kamera CCTV.


Melihat itu, Keanu kemudian menelpon Reza.


"Rez, kamu di mana?"


"Saya masih di lantai 4."


"Okay. Kamu tunggu aku di mobil sekarang"


"Tapi.... bagaimana dengan Alin?"

__ADS_1


"Dia keluar dari gedung ini."


"Ohhh... baik boss.."


Setelah Keanu menelpon Reza, dia pun berpaling ke Bryan.


"Bry... aku pamit dulu yah. Terima kasih atas bantuanmu."


"Sama-sama bro. Jangan sungkan hubungi aku kalau butuh bantuan."


"Iya, Bry..by the way, jangan pernah ngebocorin ke orang-orang kalau aku udah nikah karena kamu tahu posisi bukan?"


"Pasti, Kean... rahasiamu aman bersamaku." Kata Bryan sambil mengangkat dua jarinya.


"Thank You, Bry. Tolong juga sampaikan ke Claudia agar tidak membocorkannya karena baru kalian berdua yang aku beritahukan mengenai hal ini."


"Okay.... bro."


Keanu kemudian melangkah cepat meninggalkan Bryan. Dia berharap secepatnya tiba di parkiran.


Sesampainya di parkiran, Reza sudah stand by di depan mobil. Begitu melihat Keanu, dia langsung membukakan pintu untuknya. Begitu Keanu memasuki mobil, Reza juga segera masuk ke kursi kemudi dan mulai melajukan mobil tanpa berani bertanya karena dia melihat ekspresi Keanu yang tegang.


"Rez, nanti di depan belok kanan yah. Alin tadi keluar dari sini langsung berjalan ke arah kanan."


Terdengar Keanu mendesah panjang. "Rez, apa kamu pikir Alin akan serius meninggalkanku?"


"Entahlah.. tapi mungkin saja Alin kecewa denganmu sehingga berniat pergi darimu."


"Tapi.... mengapa dia tidak bertanya apapun padaku ataupun meminta penjelasanku sebelum dia mengambil suatu keputusan."


Reza tidak menjawab. Dia hanya diam mendengarkan sambil sesekali melihat Keanu dari kaca spion yang ada di dalam mobil.


"Apa dia tidak memikirkanku. Tidak memikirkan perasaanku." Keanu kembali mendesah panjang sambil matanya melihat ke sekeliling.


"Bagaimana bisa Alin keluar tanpa terlihat oleh kita? Bukankah sedari tadi kita mengawasi pintu utama kantor itu."


"Dia lewat tangga darurat ke basement."


Reza langsung mengerti dengan maksud Keanu. Reza terus melajukan pelan mobil menyusuri jalanan dari arah kantor PT. Hasta Jaya. Tapi mereka tidak melihat ataupun menemukan Alin.


"Boss, daripada kita mencari tak tentu arah, lebih baik kalau kita singgah dulu biar saya bisa melacak posisi Alin melalui ponselnya."

__ADS_1


"Betul juga.. kenapa hal itu tidak terpikirkan sedari tadi. Cepat lakukan.....!!"


Reza hanya tersenyum masam sambil berusaha menepikan mobil yang di kemudikannya.


Selanjutnya Reza menelpon temannya yang merupakan pimpinan di penyedia jasa telekomunikasi yang nomornya digunakan oleh Alin. Setelah beberapa saat, akhirnya dia menutup teleponnya.


"Gimana, Rez?'


"Mereka sudah melacaknya dan infonya, nomor ponsel Alin terakhir aktif sekitar sejam yang lalu di jalan NN."


"Kalau begitu tunggu apalagi.... ayo kita ke sana." Keanu berkata dengan tidak sabar.


Reza lalu melajukan mobilnya secepatnya ke daerah yang di maksud.


Setelah mereka memasuki tempat yang dimaksud, mereka kemudian menengok jalan ke kanan dan ke kiri.


"Di mana posisi pastinya, Rez."


"Info pihak operator sih, dekat ATM centre di jalan ini."


"Ohh... itu di depan ada ATM centre." Keanu berkata dengan bersemangat. Dia berharap, Alin masih ada di sana.


Setelah mobil berhenti, Keanu cepat-cepat membuka pintu dan segera menuju ke ATM diikuti oleh Reza.


Keanu menengok ke kanan dan ke kiri mencari Alin, sedangkan Reza masuk ke dalam bilik ATM Centre. Tapi mereka tak melihat batang hidung Alin di sana.


"Boss, Alin tidak ada di dalam."


"Iya, aku bisa menebaknya karena kalau dia ada, kamu pasti sudah keluar bersamanya." Keanu terdiam beberapa saat, "kita sekarang berpencar untuk mencarinya. Aku ke sana dan kamu ke sana. Lima belas menit lagi kita bertemu di dekat mobil."


Reza hanya mengangguk lalu bergegas melangkah ke arah yang ditunjuk oleh Keanu.


Setelah lima belas menit kemudian, mereka akhirnya kembali ke mobil dengan tangan hampa. Keanu tampak lesu dan tak bersemangat. Dia kemudian naik ke mobil yang mana Reza sudah terlebih dahulu kembali dan sekarang sudah duduk dibalik kemudi.


"Rez, coba kita cari daerah sekitaran sini yah. Aku khawatir dengan Alin. Tadi sewaktu masih di kost-an, dia sempat bilang kalau belum pernah ke kota A. Apalagi dia sama sekali tidak membawa apapun kecuali tas selempangnya." Keanu berkata sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan dan menghela napas panjang.


Reza kemudian melajukan mobil dengan pelan sambil terkadang menengok ke kanan dan ke kiri. Keanu pun melakukan hal yang sama.


Mereka sudah mencari Alin selama kurang lebih tiga jam. Sekarang hari sudah sore tapi Alin belum juga ketemu.


…………………………%%%%…………………………………

__ADS_1


Maaf, author agak lama upnya karena ada kendala.,...,.....,


__ADS_2