
Sesampainya di kantor, Keanu bergegas ke ruangannya. Sepanjang perjalanan dari apartemen tadi, Keanu sama sekali tidak berkata apapun. Dia terlihat sibuk mengerjakan sesuatu di Ipad-nya. Reza juga tidak mengajak Keanu berbicara karena melihat sejak tadi wajah bossnya itu sama sekali tidak bersahabat. Sebenarnya Reza ingin menanyakan mengenai Alin yang tidak ada bersama bossnya itu, tapi akhirnya dia tidak jadi menanyakannya.
Begitu Keanu memasuki ruangannya, yang pertama dia cari adalah Alin. Tapi dia tidak menemukan keberadaan Alin di ruangan ini. Akhirnya dia menghubungi sekretarisnya.
"April..... apakah kamu melihat Alin..?"
"Iya, pak. Tadi katanya dia ke kantin."
Tanpa berkata apapun lagi, Keanu segera mematikan interkom kemudian mengambil ponselnya.
"Rez, coba kamu ke kantin. Lihat apakah betul Alin ada di sana !!"
"Baik, pak."
Reza yang sedang berada di lift dan baru saja sampai di lantai 21, tidak jadi keluar dari lift. Dia segera menekan angka 1 untuk melaksanakan permintaan Keanu.
……………………………………………………………………
Sementara itu, di ruangan lain pada gedung yang sama, tampak seorang laki-laki yang sedang serius menelpon.
"Kamu sudah mencari tahu mengenai perempuan itu?"
"Iya, boss. Saya sudah di lift dan tidak lama lagi tiba di ruangan anda."
"Okay... kalau begitu, saya tunggu kamu."
Lelaki itu yang tak lain adalah Revano Bramantyo kemudian menutup ponselnya.
Tak lama, terdengar ketukan dari arah pintu.
"Iya..... silahkan masuk."
Begitu Revan selesai mengatakan itu, pintu ruangan pun terbuka dan tampak seorang laki-laki yang mengenakan setelan jas tanpa dasi berwarna hitam sedangberdiri di depan pintu.
"Pagi boss....." Lelaki itu menyapa sambil berjalan masuk setelah sebelumnya menutup pintu.
"Pagi juga, Adam....... mana laporan yang aku minta?" Revan tanpa basa basi langsung pada intinya.
"Ini, boss." Lelaki yang dipanggil dengan nama Adam itupun langsung duduk di depan Revan setelah terlebih dahulu menyerahkan sebuah map, "semua sudah tercatat lengkap di dalam map itu beserta dengan bukti-buktinya."
"Bagus......" Revan kemudian membuka map tersebut dan mulai melihat satu persatu isi map tersebut.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Revan terlihat tersenyum sinis setelah melihat sesuatu yang menarik minatnya.
"Bajingan juga si Keanu itu. Semua mau di embat. Tahta, harta dan wanita" setelah berkata itu, Revan terdiam sejenak sambil memandangi sebuah fhoto yang dia ambil dari dalam map itu.
"Kamu cantik sekali mengenakan kebaya itu. Tapi sayangnya kamu mengenakan kebaya itu untuk bersanding dengan lelaki lain." Revan tersenyum menyeringai sambil mengelus fhoto yang sementara di pegangnya.
"Adam, apakah kamu sudah memastikan kalau ini benar terjadi dan bukan settingan?"
"Iya, boss. Saya sudah memastikannya ke penghulu yang menikahkan mereka. Di dalam map itu juga ada salinan surat keterangan menikah dari penghulu tersebut."
"Keanu ini betul-betul licik. Semua mau dia miliki. Kekuasaan sudah dia miliki. Irene yang dulu aku sukai juga sudah dimilikinya. Sekarang, perempuan yang aku cintai, dia pun ingin memilikinya." Revan terdiam sejenak sambil menatap lurus ke depan seakan ingin menembus dinding.
"Tapi aku tidak akan membiarkannya kali ini untuk memiliki perempuan yang aku sukai."
"Apa tidak sebaiknya, kita biarkan saja boss. Daripada kita cari masalah dengan Tuan Keanu."
"Tidak, Adam...... kali ini aku tidak akan mengalah lagi. Aku tidak akan merelakan perempuan yang aku cintai dimiliki orang lain. Kalau dulu aku bisa mengikhlaskan Irene, tapi untuk yang ini, aku tidak bisa dan tidak mau."
"Tapi.... bagaimana kalau perempuan itu tidak menyukai anda?"
"Tidak..... aku akan berusaha membuatnya menyukaiku. Dia perempuan yang polos dan ngga neko-neko.. aku rasa, akan mudah untuk membuatnya menyukaiku." Revan mendesah sambil membayangkan wajah perempuan itu.l
…………………………………………………………………………
Diamond Apart adalah nama apartemen tempat tinggal Keanu sekarang ini. Gedung apartemen itu adalah salah satu properti yang di miliki oleh Pradana Group. Keanu telah merenovasi sedemikian rupa 2 unit apartemen atas dan bawah yang dijadikan satu sehingga nyaman untuk dia tempati tinggal.
Di apartemen itu sekarang tampak seorang gadis yang sedang menerima panggilan dari ponselnya. Gadis itu adalah Irene.
"Iya.....aku ingin mengadakan jumpa pers besok."
"Mengenai apa jumpa persnya?"
"Aku ingin mengumumkan kembalinya diriku ke tanah air."
"Oh....okay. Aku akan mengaturkannya untukmu. Nanti aku telepon kembali mengenai kepastiannya."
"Okay. Aku tunggu yah."
Irene kemudian meletakkan ponselnya di atas meja ruang tamu. Dia kemudian berlalu menuju ke dapur untuk mengambil minuman. Setelahnya dia duduk di sofa ruang tamu dan mencoba menyalakan televisi. Dia baru akan mencari channel favoritnya, ketika tiba-tiba ponselnya berdering dan menampilkan nama 'My ❤️ Grandfa' dilayarnya.
"Hello, Grand....."
__ADS_1
"Hi, My lovely Grandchild... how are you."
"I'm fine, Grandfa... what about you."
"Hahahha....don't worry about me my little bunny. I always fine."
"Oh...I'm so happy if like that. By the way grandfa, why do you call me?"
"Is there something wrong if i call you my lill bunny?"
"No...there is nothing. Tapi biasanya kalau kakek menelpon, itu karena ada sesuatu yang penting."
"Hahahaha.... kamu tambah pintar aja berdebat sekarang yah."
"Berhenti basa basi, kek."
"Okay.... kamu sudah tiba di Indonesia sekarang?"
"Iya, sejak kemarin."
"Bagaimana..... sudah ketemu dengan Tuan Keanu?"
"Iya kek, sudah. Aku sekarang tinggal di apartemennya."
"Good girl.... ingat, kamu jangan macam-macam yah. Jangan sampai Keanu mendapatkan alasan yang tepat agar bisa memutuskan pertunangan kalian. Intinya....kalian harus menikah untuk masa depan keluarga kita. Kamu mengerti?"
"Iya, kek. Tanpa kakek menyuruhku pun, aku pasti melakukannya karena aku sangat mencintai Keanu."
"Good..... kamu harus ingat Irene... masa depan keluarga kita ada di tanganmu."
"Iya, kek. Ngomong - ngomong, bagaimana keadaan mommy dan daddy. Apakah mereka baik-baik saja?"
"Iya....kamu tidak usah mengkhawatirkan kami di sini. Selama kamu bisa melakukan tugasmu dengan baik, maka kami di sini juga akan baik-baik saja."
"Okay.... sudah dulu yah, kek. Aku mau siap-siap dulu. Ada janji dengan teman."
"Baiklah kalau begitu. Ingat, kamu harus hati-hati...jangan sampai Keanu menemukan cela untuk memutuskanmu. Kalau ada apa-apa, segera hubungi kakek."
"Okay..... dadadadah kakekku sayang..😗"
Irene lalu menutup panggilannya dan segera berlari ke kamar untuk bersiap-siap karena hari ini dia ada janji bertemu Alisa, sahabatnya di sebuah mall sekaligus mereka ingin shopping dan makan-makan.
__ADS_1