
Setelah selesai makan, mereka kemudian keluar dari cafe & resto. Reza sudah duluan ke parkiran mengambil mobil.
Setelah mobil tiba di depan mereka, Keanu kemudian meminta Alin untuk naik agar mereka bisa segera kembali ke kota tempat tinggal mereka.
"Ngga.... aku ngga mau pulang. Aku mau di sini saja." Alin berkata ke Keanu.
"Apa maksudmu, Alin? Mengapa kamu tidak mau ikut pulang."
"Yah... aku pengen aja mencari suasana baru, pekerjaan baru di kota ini. Aku pengen memulai hidupku sendiri dari awal di kota ini."
"Kalau begitu, aku mau kamu kemanain? Tidak.... tidak bisa begitu Alin.... Kamu tidak boleh memulai lagi semuanya sendiri."
"Yah.... kita hidup sendiri-sendiri saja mulai sekarang." Dengan entengnya Alin menjawab Keanu.
Hal ini membuat Keanu berang.
"Kamu tidak bisa seenaknya begitu dong, Alin. Apa kamu pikir segampang itu mengakhiri hubungan yang telah kita mulai ini."
"Kenapa tidak? Bukankah kita hanya menikah siri. Belum terdaftar secara resmi. Jadi kamu cukup ucapin talak dan semua berakhir." Alin masih menjawab dengan santai.
"Aku tidak akan mungkin membiarkanmu pergi dariku, Alin. Sejak awal kita bertemu, kamu sudah jadi milikku dan akan selalu begitu. Camkan itu baik-baik."
"Sampai kapan kita akan begini Kean... sejak awal, hubungan ini sudah salah dan aku tidak ingin kesalahan ini terus terjadi."
"Setelah semua yang kita lalui selama ini, mengapa baru sekarang kamu bilang itu adalah sebuah kesalahan." Keanu berkata sambil berusaha menahan emosinya
"Karena baru hari ini aku punya alasan untuk mengakhirinya."
"Apa alasanmu?"
"Kamu sudah punya tunangan. Aku tidak berhak berada diantara kalian. Aku tidak mau menjadi perusak hubungan seseorang. Aku tidak ingin di cap sebagai pelakor. Biar bagaimana pun, aku juga seorang wanita. Jadi aku bisa merasakan sakitnya diduakan." Alin berkata dengan berapi-api.
Mendengar jawaban Alin, Keanu hanya bisa terdiam. Dia tidak bisa membantah omongan Alin. Tidak lama kemudian, Keanu meraih Alin ke dalam pelukannya.
"Aku minta maaf, sayang....... aku betul-betul minta maaf untuk semua yang telah terjadi. Tapi aku tetap tidak bisa melepaskanmu. Aku sudah terlanjur mencintaimu..... sangat mencintaimu."
Alin mendongak menatap manik mata Keanu yang hitam. Dia mencoba menyelam ke kedalaman mata itu untuk mencari tahu kebenaran dari kata-kata yang barusan terucap dari bibir manis laki-laki itu.
"Cinta bisa tumbuh dengan sendirinya seiring dengan kebersamaan dan cinta bisa pula hilang seiring dengan perpisahan. Berhubung tunanganmu akan kembali, maka pupuklah cinta kalian dengan sering bersama. Dan izinkan aku pergi menjauh darimu, biar cinta ini bisa terkikis seiring dengan waktu."
Mendengar ucapan Alin, senyum sinis langsung muncul di wajah Keanu.
"Kamu pikir aku akan terpengaruh dengan ucapanmu barusan, hah!!!" Keanu berkata dengan nada tinggi, "Tidak akan..... aku bukan anak kecil yang bisa kamu pengaruhi.. kamu naik ke mobil sekarang."
__ADS_1
"Kean....... berhenti suka memaksaku..jangan sampai malah nanti aku membencimu."
"Terserah...... aku sudah cukup sabar menghadapimu. Tapi kamu malah ngelunjak.... cepat kamu naik ke mobil sebelum aku menyeretmu."
"Kean..... jangan begitu. Beri aku waktu untuk menyendiri."
"Tidak.... sekali tidak tetap tidak..... titik, tidak pake koma."
Alin langsung diam dan akhirnya menuruti perintah Keanu untuk naik ke mobil..
Reza yang ada di dalam mobil sebenarnya dari tadi menguping. Tapi dia tidak bisa ikut campur karena ini merupakan urusan internal mereka. Dia hanya bisa bersabar menunggu di dalam mobil sampai perdebatan kedua orang itu selesai.
Tak lama, dia melihat Alin memasuki mobil, lalu disusul oleh Keanu. Dari ekspresi Alin terlihat kalau di perdebatan ini dia kalah telak dan dia tidak terima sehingga sekarang mukanya di tekuk dua belas.
Setelah kedua orang itu telah naik, Reza lalu melajukan mobilnya.
"Kita kemana nih, boss." tanya Reza memecah keheningan.
"Kembali ke......" Keanu belum menyelesaikan kalimatnya, Alin langsung memotong ucapannya.
"Ke kost-anku, Rez. Letaknya di depan mini market itu." Alin berkata sambil menunjuk sebuah mini market.
"Alin, bukannya aku sudah bilang tidak boleh." Keanu menatap tajam ke Alin.
"Oh... yah sudah. Rez, kita ke kost-an Alin."
Mendengar instruksi atasannya, Reza segera melajukan mobil ke tempat yang ditunjuk Alin. Setelah tiba, Alin segera turun dari mobil diikuti oleh Keanu.
Begitu masuk ke pintu utama kost-an, tampak ada beberapa orang penghuni kost-an yang sedang bergosip tentang Alin. Mereka tidak mengetahui bahwa orang yang mereka gosipkan sudah ada di belakang.
Alin yang tadinya hendak melewati mereka, akhirnya tidak jadi. Malahan dia ikut mendengarkan gosipan itu. Keanu pun sama. Dia malahan tinggal berdiri menyender di dinding mendengarkan gosipan itu.
"Eh Sin... kamu sudah lihat penghuni yang baru masuk siang tadi ngga?"
"Iya sudah...... cantik yah orangnya... bodynya juga aduhai..... "
"Iya sih. Tapi kita khan tidak tau dia orangnya bagaimana. Menurut Bu Ratih, dia berasal dari Kota besar. Khan enak tuh yah hidup di kota besar. Tapi dia malah ke kota kecil ini. Ada apa yah?...... Hati-hati loh pada. Terutama kamu Sin, jagain baik-baik laki lu. Jangan sampai nanti kamu menyesal."
"Ngga mungkin lah lakiku bikin aneh-aneh. Istri lagi hamil gini juga."
"Ihh... kamu itu yah Sin. Di kasih tau malah ngeyel. Mana ada kucing nolak ikan. Apalagi ikan Arwana yang cantik. Secara khan penghuni baru itu cantik. Laki-laki mana yang bisa menolak pesonanya."
Begitu perempuan itu selesai berbicara, Keanu langsung menimpali.
__ADS_1
"Ngga perlu khawatir begitu deh, bu. Istriku tidak mungkin menggoda suamimu. Toh, dia juga sudah punya suami."
Perempuan-perempuan yang lagi bergosip itu, kaget mendengar ada suara laki-laki yang menyahuti mereka. Mereka pun berbalik dan langsung kaget melihat bahwa orang yang mereka bicarakan telah berdiri di belakang. Dia di temani oleh seorang lelaki tampan nan atletis yang sedang merangkul bahunya.
"Maaf ibu-ibu, boleh kami lewat?" Keanu berkata sambil tersenyum manis membuat perempuan-perempuan itu pada melongo menatap lelaki tampan yang ada di depan mereka.
"Maaf ibu-ibu..... permisi yah!" tangan Keanu sekarang berpindah ke pinggang Alin lalu melangkah melewati perempuan-perempuan itu yang masih pada terdiam menatap pasangan itu yang berlalu dari hadapan mereka.
Setelah Keanu dan Alin tidak tampak lagi karena telah masuk ke dalam kamar kost-annya, perempuan-perempuan itu baru pada sadar.
"Wih... cowok yang tadi itu cakep banget..… ihh gemes aku... pengen miliki."
"Apaan sih loh. Laki orang juga....."
"Belum tentu itu lakinya.... bisa aja cuman pacarnya atau selingkuhannya atau mungkin simpanannya."
"Ngaco kamu.. emangnya kamu ngga denger tadi dia bilang penghuni baru itu istrinya. Tapi iya, cakep juga sih. Aku pengennya anakku mirip dia."
"Ehh..jangan dong. Nanti laki luh ngga terima. Dikiranya kamu selingkuh. Terus anak luh ngga diakuin. Mau lu?"
Perempuan yang lagi hamil itu hanya tertawa mendengarnya.
"Begini.... kita beritahu Bu Ratih aja kalau penghuni baru itu bawa laki-laki ke kamarnya. Biar Bu Ratih bisa interogasi dan mencari tahu kebenarannya"
"Iya betul juga. Ayo......." Mereka pun menuju ke lantai atas untuk menemui pemilik kost-an.
Sementara itu di dalam kamar, Alin sewot dan ngedumel.
"Apaan sih... jadi laki koq sok tebar pesona.. tersenyum manis ke perempuan lain. Tapi ke istri sendiri bawaannya marah-marah."
Keanu yang mendengar itu hanya tersenyum.
"Sejak kapan aku marah-marah ke kamu. Aku khan sedari dulu sayang banget sama kamu." Keanu berkata sambil memeluk Alin dari belakang. Dia menyandarkan dagunya di bahu Alin, "Aku tadi melakukan itu untuk kamu koq. Biar mereka pada tahu bahwa kamu punya suami yang ganteng, baik hati dan penyayang. Jadi tidak mungkin berminat sama suami mereka."
"Uhhhh....narsis dan paling pintar ngeles." Alin bicara sambil memanyunkan bibirnya membuat Keanu yang melihatnya jadi gemes dan langsung melu...t bibir itu dengan penuh gai.....h.
Baru juga Keanu akan menjelajah lebih jauh tapi langsung terganggu dengan suara ketukan di pintu. Akhirnya mau tidak mau, Keanu melepaskan ciumannya.
Alin hendak berjalan ke pintu tapi langsung ditahan oleh Keanu.
"Biar aku saja yang membukakannya." Keanu berkata sambil tersenyum kemudian melangkah ke pintu dan membukanya.
Tampak di depan pintu berdiri seorang perempuan dengan perawakan tinggi tapi gemuk. Mengenakan daster berwarna kuning dengan model kelelawar yang membuat badannya kelihatan tambah lebar. Kemungkinan usianya hampir setengah abad. Tampak juga di belakangnya ada perempuan-perempuan yang tadi di depan membicarakan Alin.
__ADS_1
……………………………%%%%………………………………