
Keanu yang mendengar gumaman Reza langsung melotot.
"Kamu bilang apa, Rez..Coba ulangi lagi !!!" Keanu berkata sambil menatap ke Reza. Tatapan matanya tajam seakan ingin menembus Reza..
Alin yang menjadi objek pembicaraan hanya terdiam sambil memandangi mereka berdua. Sebenarnya sedari tadi Alin terpesona dengan ketampanan Keanu. Beberapa hari yang lalu saat mereka bersama, dia tidak terlalu memperhatikan sosok Keanu. Barulah tadi di depan ruangan ini dia memperhatikannya dengan jelas. Ternyata lelaki itu sangat tampan dan memiliki body atletis dengan tinggi kira-kira 180an cm. Begitu melihat Keanu tadi, Alin langsung tidak fokus. Pikirannya blank. Makanya sedari tadi dia lebih banyak diam dan menurut.
Setelah melihat kedua orang di dekatnya itu berdebat, barulah fokus Alin kembali. Seperti orang yang tersadar dari hipnotis, dia baru bisa berpikir jernih dan bisa menganalisa situasi.
Alin kemudian berdiri dari duduknya.
"Maaf, kalau saya telah mengganggu kalian. Kalau begitu saya permisi keluar sekarang."
"E..e..eh kamu mau kemana?"
"Kembali ke lantai 1, pak."
"Nggak boleh.... mulai sekarang kamu kerja di sini bareng aku."
"Tapi pak, apa yang bisa saya kerjakan di sini. Mau menyapu dan mengepel, khawatir anda akan alergi karena kena debunya........"
Belum Alin menyelesaikan kalimatnya, Keanu sudah memotong ucapannya.
"Kamu jadi Asisten Pribadiku."
"Loh, saya gimana boss....." Reza berkata sambil menatap cemas ke arah Keanu.
"Kamu Asisten Kepercayaan aku atau Tangan Kananku sedangkan dia Asisten Pribadiku atau Tangan Kiriku. Gimana.....adil khan?"
"Tapi pak, saya hanya lulusan SMA. Tidak punya pengetahuan luas. Saya tahunya hanya menyapu dan mengepel. Jadi tidak pantas menjadi asisten anda. Kalau jadi babu, iya...."
"Kalau soal itu, nanti aku akan mengajarimu. Asalkan kamu mau belajar, semua pasti bisa dilakukan."
"Mau...mau...mau sekali.....Saya mau belajar pak." Mendengar kata belajar, Alin kegirangan dan matanya tampak berbinar. Seperti anak kecil yang diberi permen coklat. Sedari dulu dia memang paling suka belajar. Buktinya di sekolah dulu dia selalu juara kelas dan mendapat beasiswa.
Keanu yang melihat senyum manis Alin yang memperlihatkan bayangan lesung pipinya, ikutan tersenyum. Dia bahagia melihat mata Alin yang berbinar. Entahlah perasaan apa ini. Padahal Keanu baru mengenal gadis ini beberapa hari. Tapi entah mengapa perasaannya sangat mendalam seperti orang yang sudah kenal lama.
"Rez, ayo kita lanjutkan pembahasan pekerjaan yang tadi. Dan Kamu Alin, duduk disini sambil memperhatikan kami yah. Kamu sudah bisa mulai belajar dari sekarang."
"Baik, pak." Dia kemudian duduk tenang di sofa dan memperhatikan perbincangan kedua orang didekatnya. Keanu yang duduk disamping Alin tampak serius mendengarkan penjelasan dari Reza mengenai tender Mega Proyek di MM. Sesudah itu, dia memberi beberapa instruksi kepada Reza untuk dikerjakan.
"Satu lagi Reza...... jangan lupa kamu belikan Alin beberapa pakaian formal tapi simple. Minta April untuk membantumu membelinya."
__ADS_1
"Baik, boss." Mata Reza kembali melirik ke Alin yang sedari tadi hanya diam memperhatikan mereka.
"Tidak perlu, pak. Saya punya pakaian di rumah. Saya tidak mau merepotkan Bapak dan Pak Reza." Alin berkata dengan mimik tak enak.
"Kenapa? atau kamu mau memilih sendiri?" Keanu bertanya sambil menatap Alin.
"Tidak......bukan begitu maksud saya pak. Saya tidak enak kalau harus merepotkan Pak Reza."
"Yah sudah.... kalau begitu, ayo kita pergi belanja. Kamu bisa memilih pakaian yang kamu suka."
"Tapi.... saya belum gajian pak. Uang saya sisa sedikit, hanya cukup untuk ongkos bus ke tempat kerja sampai gajian. Boro-boro untuk dipake belanja, untuk makan siang pun harus irit." Tanpa malu, Alin mengatakan yang sebenarnya. Membuat Keanu dan Reza gemas melihat kepolosan Alin.
Reza berkata dalam hatinya,"Polos sekali gadis ini. Kasihan dia kalau dimanfaatin ama boss buaya darat ini."
"Ayo kita pergi." Keanu meraih tangan Alin agar bangkit berdiri. Setelahnya dia berjalan mendahului mereka.
Reza mempersilahkan Alin berjalan duluan mengikuti Keanu. Tiba di pintu, Keanu membuka sendiri pintu ruangannya lalu berjalan keluar. Reza yang melihatnya hanya bergumam, "Tumben si boss buka pintu sendiri. Biasanya juga nunggu dibukakan."
Begitu keluar, Reza memberitahu April agar menunda jadwal bossnya untuk 3 jam ke depan karena beliau ada urusan. Kemudian dia berjalan berjejeran dengan Alin di belakang Keanu. Begitu tiba di depan lift, Reza yang menekan pintu lift dan mempersilahkan atasannya dan Alin memasukinya duluan.
Yang mereka tempati adalah lift khusus pimpinan sehingga mereka bisa leluasa.
"Sejak kapan kamu mulai memakai masker seperti ini?" Keanu menatap Alin yang sekarang memakai masker warna putih sehingga yang terlihat hanya alis dan matanya.
Lift menjadi hening, mereka semua terdiam dengan pikirannya masing-masing. Tiba-tiba HP di tangan Keanu bergetar. Dia melihat tulisan 'My Fiance'. Sejenak dia menatap ke arah Alin, lalu menjawab telepon itu.
"Halo"
".................."
"Iya aku juga."
".................."
"Okay. Nanti aku telepon balik yah. Aku ada meeting."
"..................."
"Hmmmmm.......see you soon"
Setelah Keanu menutup telepon, dia menoleh kembali ke arah Alin. Dia melihat Alin tidak bereaksi apapun. Tetap diam saja.
__ADS_1
Tidak lama lift berhenti dan otomatis terbuka yang menandakan bahwa kami telah tiba di lantai 1. Segera Keanu keluar dari lift diikuti oleh Alin dan Reza yang berjalan.berdampingan di belakangnya. Begitu keluar dari lobby kantor, mereka sudah disambut oleh Anwar yang merupakan sopir pribadi Keanu. Mereka bertiga segera naik. Keanu sudah masuk dan duduk dibelakang sopir sedangkan Reza duduk di depan disamping sopir. Agak lama dia menunggu, tapi Alin belum ikutan naik. Akhirnya dia bertanya.
"Hei, kenapa.kamu belum naik?"
"Anu, pak.....saya naik ojek saja. Nanti kita ketemu di tujuan saja."
"Emangnya kamu tahu kita mau kemana?
"Nah itu pak yang saya tunggu untuk diberi tahu."
"Makanya, kamu ikutan saja disini. Supaya ngga ribet..Ayo....! buruan."
Walaupun masih ragu, tapi Alin tetap menuruti permintaan bossnya itu. Jadi diapun segera menaiki mobil itu. Dia melihat sisa 1 tempat duduk tersisa yaitu disamping Keanu. Akhirnya dia duduk dengan tenang dan akhirnya mobil pun melaju.
Keanu melihat Alin hanya menatap keluar jendela menikmati pemandangan. Dia merasa diabaikan. Akhirnya dia mendekatkan tangannya ke tangan Alin lalu menggenggam tangan itu.
Alin merasakan itu kemudian menoleh dan menatap sebentar ke arah tangannya yang digenggam. Tapi itu dilakukannya hanya sebentar karena setelahnya dia kembali menatap keluar jendela.
Kurang lebih 1 jam mereka melakukan perjalanan sampai akhirnya tiba disebuah bangunan mewah 3 lantai. Kemudian mereka bertiga turun.
Alin keheranan menatap tempat ini. Di depan bangunan itu terdapat sebuah billboard besar yang tertulis "Beautiful Boutique" nama yang indah, seindah tempatnya.
Mereka bertiga memasuki tempat itu. Alin tertegun menatap ke sekeliling tempat itu. Tampak banyak pakaian cantik nan elegan tertata rapi di ruangan ini. Alin bisa menebak kalau harga pakaian disini mahal-mahal. Mengingat tempatnya saja mewah banget.
Tampak seorang wanita cantik berjalan mendekati mereka. Dia adalah Afani, Manager sekaligus adik pemilik butik ini.
"Selamat datang Tuan Keanu. Ada yang bisa kami bantu"
"Iya.... pilihkan dia beberapa pakaian kerja yang formal tapi simple beserta aksesories pelengkapnya dan pakaian sehari-hari yang elegan tapi sederhana." Keanu menjawab sambil menunjuk dengan dagunya ke arah Alin.
"Baik tuan.... mari nona, ikuti saya."
Alin menatap Keanu dan yang ditatap pun menganggukkan kepala. Dengan ragu, Alin mengikuti perempuan itu untuk memilih baju dan setelahnya mencobanya di kamar pas.
Keanu menunggu dengan sabar di lobby butik ini sambil membuka Ipad yang selalu dia bawa kemanapun. Dia mulai dengan mengecek email satu persatu. Sedangkan Reza duduk tenang di kursi depan Keanu sambil memgawasi keadaan sekitar.
Tidak lama kemudian dari dalam ruangan tempat kamar pas berada, keluarlah Afani.
"Tuan-tuan sekalian, mohon atensinya sebentar..... bagaimana penilaian anda tentang fashion pilihan saya. Apakah sudah sesuai dengan selera anda?" Setelah Afani berkata seperti itu, dia pun lalu bertepuk tangan 3 kali. Lalu keluarlah Alin........melangkah bak model dengan tubuh langsing dan tinggi sekitar 172 cm yang selama ini juga disembunyikan dibalik baju lengan panjang big size dan celana panjang over sizenya.
.……………………………………%%…………………………………
__ADS_1
Untuk Menambah Semangat Author Dalam Meng-Up Novel ini, Please Like, Gift dan Commentnya. 🙏🙏🙏
"