
Sementara itu di negara nun jauh di sana yaitu Paris, Perancis terdapat sebuah hati yang merana merindukan sang kekasih hati yang tak kunjung menelpon ataupun memberi kabar.
Irene Calista Soedjono sangat gelisah karena sang pujaan hati yaitu Keanu sudah sekitar dua bulanan ini tak ada kabar. Terkadang dia menelpon ponsel Keanu tapi tak diangkat. Tidak lama ditelpon lagi sudah nada sibuk.
"Ada apa dengan Keanu? Mengapa sekarang dia berubah? Aku tahu sedari dulu dia tidak pernah mencintaiku. Tapi bukankah kami sudah bertunangan dan dia juga berjanji akan belajar mencintaiku."
Irene kemudian mengambil ponselnya dan mencoba menelpon Keanu lagi. Tapi lagi-lagi tidak diangkat. Setelah tiga kali mencoba memanggil, akhirnya panggilan ke - 4, teleponnya diangkat juga.
"Halo, sayang."
"......................"
"Aku sangat merindukanmu. Mengapa kamu tidak pernah menelponku."
"........................."
"Sayang...... kamu kenapa sih. Ngga bersemangat banget bicara sama aku."
"........................"
"Sayang....... jangan ditutup dulu. Aku masih pengen bicara."
".........................."
"Sayang........ say..........." terdengar bunyi tut....tut...tut... dari seberang pertanda telepon telah ditutup.
"Damn...... ada apa sih dengan dia. Aku jadi curiga nih. Hahh...Aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak boleh diam saja"
Irene berpikir keras sekarang. Keanu betul-betul sudah berubah. Dia tidak boleh membiarkan ini. Keanu tidak boleh berpaling darinya. Keanu harus menjadi miliknya. Cintanya sedari kecil tidak boleh dia lepaskan saat sudah hampir ada digenggaman.
Apalagi kalau kakeknya sampai tahu kalau Irene tidak menjaga baik-baik amanah yang kakeknya sudah bebankan di pundaknya, maka habislah dia dan kedua orang tuanya.
"Tidak...tidak.... Keanu harus menjadi milikku. Aku tidak boleh kalah dari perempuan manapun. Keanu harus jadi milikku.....harus." Irene memberi semangat untuk dirinya sendiri.
"Aku harus memilih antara karierku atau cintaku. Kalau aku memilih karierku maka aku harus kehilangan cintaku dan begitupun sebaliknya. Tapi kalau aku memilih karierku, mungkin hanya aku yang akan bahagia tapi kalau aki memilih cintaku maka bukan hanya aku yang bahagia tapi keluargaku juga akan ikut bahagia." Irene bermonolog sendiri dalam hati.
"Baiklah, aku akan berhenti dari dunia modelling. Ini semua demi Keanu dan keluargaku. Merekalah masa depanku.... aku akan mencari waktu secepatnya untuk mengundurkan diri." setelah bermonolog panjang, akhirnya Irene sudah membuat keputusan.
……………………………………………………………………………
Setelah mengantar Alin ke kost-an, Keanu kemudian menyuruh Reza untuk ke kantor. Dia membiarkan Alin libur hari ini.
"Rez, mengapa Alin begitu dingin padaku. Mengapa dia kelihatan tidak senang dengan aku menikahinya. Apa aku salah kalau aku ingin mengikatnya dengan pernikahan karena tidak ingin kehilangan dia."
"Tidak.... anda tidak perlu berkecil hati. Alin mungkin hanya butuh waktu untuk menerima semua ini."
Tidak lama, ponsel di tangan Keanu bergetar. Dia melihat bahwa yang menelpon adalah Irene dan dia membiarkannya. Reza melihat dari spion kalau atasannya itu hanya melihat ponselnya dan membiarkannya saja. Dia sudah bisa menebak itu telpon dari siapa.
"Anda tidak ingin mengangkatnya?" Reza bertanya ke Keanu.
"Ummm, aku malas. Palingan dia hanya mau bilang merindukanku."
Tidak lama, ponsel Reza berdering dan terlihat di layar yang menelpon adalah Alin. Reza kemudian memperlihatkan ke Keanu layar ponselnya. Melihat itu Keanu segera mengambilnya.
Keanu belum sempat berbicara, terdengar suara Alin dari seberang sana.
"Reza, bossmu mana? Sedari tadi aku menelpon ponselnya tapi nada sibuk terus."
Keanu yang mendengar Alin menanyakannya tersenyum senang sebelum akhirnya menjawab.
"Ada apa mencariku, sayang. Udah kangen yah..Sabar, nanti malam aku pulang koq."
__ADS_1
"Ihhh kebiasaan deh..... kegeeran.....siapa juga yang kangen."
"Tidak usah malu istriku, sayang."
"Sudahlah, aku malas berdebat. Aku tutup aja yah."
"Ehhh...tunggu. Tadi, kamu mau bilang apa?"
"Aku cuman mau minta ijin malam ini pengen nginap di tempat paman."
"Tidak boleh.... masa malam ini aku ditinggal sendiri. Baru juga nikah tadi pagi, sekarang mau main tinggal aja."
"Cuman semalam aja. Please.... please... boleh yah."
"Ngga boleh..... sekali ngga, tetap ngga."
"Jahat kamu, Kean.... "Alin langsung menutup telepon.
Keanu hanya menghela napas panjang melihat bahwa Alin telah menutup teleponnya.
Dia kemudian menyerahkan ponsel Reza kembali Lalu dia melihat kalau ponselnya bergetar lagi dan masih dari Irene. Telah tiga panggilan tak terjawab dari nomor yang sama.
Keanu menghela nafas, kemudian dia menjawab ponselnya.
"Hallo...."
"........................"
"Ummm..... ada apa menelponku?
'.........................."
"Aku sibuk dan tidak punya banyak waktu luang." Keanu menjawab dengan lesu karena memikirkan Alin yang tadi mengatainya jahat.
"Sudah yah..Aku lelah.... pengen istirahat dulu sebelum kerja lagi. Aku tutup sekarang." Keanu langsung memutuskan panggilan ponselnya tanpa menunggu jawaban Irene.
Keanu kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Tak terasa malam sudah memperlihatkan dirinya. Matahari sudah bersembunyi kembali di balik peraduannya. Keanu baru menyelesaikan dokumen terakhir yang di tanda tanganinya. Reza baru saja membuat secangkir kopi untuk Keanu. Seharian ini, atasannya itu telah bekerja keras. Dia hanya istirahat sebentaran untuk makan siang.
"Boss, apa tidak sebaiknya anda berhenti dulu saja. Besok baru dilanjutkan lagi pekerjaannya."
"Dikit lagi selesai, Rez. Aku tinggal ngecek email dulu sebentaran." Kata Keanu sambil menyeruput kopinya.
Tak lama ponsel Keanu berdering. Dia melihat bahwa yang menelpon adalah mommy-nya.
"Iya, mom."
"Astaga nih anak..... ngga ada basa basinya sama sekali... langsung main ceplak aja. Beri salam dulu kek."
"Mommy juga, ngga ada angin...ngga ada hujan langsung main nyerocos saja."
"Yah udah. Berdebat sama kamu ngga akan ada habisnya. Selalu ada jawaban."
"Tuhhhh, tumben mommy pintar.... Ada apa sih mom? Tumben nelpon."
"Emang ada yang salah kalau mommy telepon kamu?"
"Ngga koq mom. Cuman aku lagi banyak kerjaan....."
"Makanya kamu nikah cepetan, biar ada yang ngurus dan mommy juga bisa nimang cucu."
__ADS_1
"Udah koq, mom."
"Udah apanya. Jangan ngaco kamu, Kean !!!" terdengar teriakan Mommy Keanu dari seberang sana.
"Hahahaha😄 ngga usah teriak begitu mom. Aku ngga tuli koq."
"Kamu serius dengan ucapanmu tadi, Kean? Kamu ngga menghianati Irene khan?"
"Sudahlah mom. Aku tidak ingin membicarakan masalah itu sekarang. Ngomong-ngomong ada apa mommy menelponku?"
"Yah udah. Begini nak, tiga hari lagi Irene akan ke Indo. Dia sudah berhenti mengejar kariernya demi bisa mendampingimu. Untuk itu mommy minta, kalian bisa saling mengenal dekat saat itu."
"Mom tau kalau aku tidak mencintai Irene, bukan? Bagaimana aku bisa mengenalnya lebih dekat kalau aku tak memiliki perasaan apapun padanya."
"Kean, mommy khan pernah bilang.... cinta akan datang karena terbiasa... makanya mulai sekarang biasakanlah bersamanya. Lama kelamaan cinta itu akan tumbuh sendiri. Irene adalah gadis yang sempurna untukmu, nak."
"Mom....bagaimana kalau aku mencintai wanita lain."
"Tidak.... tidak.... kamu tidak bisa melakukan itu pada kami, nak. Kamu tahu konsekuensinya, bukan?"
"Mom, aku khan sudah pernah bilang, aku akan mencari solusi lain. Tidak harus dengan pernikahan."
"Tidak nak.... tidak ada jalan lain. Kamu harus tetap menikahi Irene. Lagipula apa kekurangan Irene. Dia cantik, pintar, baik, body pun bagus. Kurang apa dia nak, sehingga kamu sulit sekali menyukainya."
"Mommy tau, sejak awal perjodohan kami, aku sudah mulai mencoba menyukainya. Tapi lama kelamaan, perasaan itu bukannya tumbuh subur tapi malah perlahan-lahan terkikis dan entah sekarang, apakah perasaan itu masih ada. Aku sudah tak merasakan apa-apa lagi."
"Tidak Kean..... kamu tetap harus menikahi Irene, suka atau tidak."
"Sudahlah mom. Masalah ini, nanti lagi baru kita bicarakan."
"Iya nak. Mommy harap kamu tidak mengecewakan kami."
"Iya, mom. Mommy ngga usah pikirin kata-kata aku yang tadi yah. Aku ngga mau kalau mommy sakit gara-gara mikir yang ngga-ngga."
"Iya nak. Mommy tahu kamu anak yang baik dan berbakti. Ngomong-ngomong masalah sakit, Mommy juga mau sampaikan kalau pamanmu di sini kondisinya semakin menurun. Dia mengharapkan kamu kembali ke sini secepatnya."
"Iya mom. Nantilah aku lihat...... Kalau begitu, aku tutup dulu yah. Aku masih ada pekerjaan."
"Iya nak. Jaga diri baik-baik. Ingat, jangan bikin aneh-aneh."
"Okay mom.... bye.."
Keanu kemudian menutup panggilan teleponnya. Dia kemudian menghela nafas panjang sambil mengusar rambutnya.
Reza yang melihat atasannya itu lagi galau, mencoba bertanya.
"Ada apa? Yang tadi menelpon itu Nyonya Catherine, bukan?"
"Iya Rez. Dia memberitahukan kalau Irene telah berhenti dari dunia modelling dan akan ke sini 3 hari lagi."
"Apaaa!!! Yang benar boss?"
"Kamu pikir aku bercanda untuk hal-hal beginian?"
"Ngga...bukan begitu maksudku boss. Aku cuman kaget aja. Baru juga tadi pagi habis nikah, tapi sekarang.........."
"Sudahlah Rez, ngga usah dibahas lagi. Nanti aku tambah mumet. Mendingan kita pulang aja."
"Baik boss."
Mereka pun akhirnya mengakhiri pekerjaan mereka hari ini.
__ADS_1
…………………………%%%%…………………………………
Jangan lupa habis baca, tinggalkan jejak buat author yah. 🤗🤗🤗