Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Aku Tak Marah


__ADS_3

Setelah meeting dengan pimpinan Abata Group selesai, mereka bertiga yaitu Keanu, Reza dan Alin kembali ke kantor Pradana Group.


Begitu mereka memasuki lobby kantor, satpam maupun karyawan yang berpapasan dengan mereka semua membungkuk hormat sambil memberi salam kepada pimpinannya itu. Mendengar dan melihat itu, Keanu tak sedikitpun membalas salam mereka. Dia terus saja berjalan ke arah lift khusus.


Satpam dan karyawan yang ada di lobby kantor hari ini agak keheranan karena tidak biasanya pimpinannya itu berjalan beriringan dengan seorang wanita selain tunangannya. Sehari-hari CEO nya itu selalu bersama Reza saja. Bahkan April sang Sekretaris pun belum pernah mereka lihat jalan bareng bossnya.


Tapi kali ini, terlihat seorang wanita cantik dengan body aduhai bak model itu mendampingi CEO mereka. Awalnya mereka berpikir kalau wanita itu adalah Irene sang tunangan bossnya. Tapi setelah diperhatikan baik-baik, ternyata bukan. Wanita ini terlihat jauh lebih cantik dan memiliki rambut panjang. Semua pada bertanya-tanya, siapa wanita beruntung yang bisa mendampingi CEO mereka.


…………………………………………………………………………………


Sesampainya di lantai 21, mereka bertiga berjalan keluar lift. April yang melihat bossnya datang segera berdiri dan memberi salam. Seperti biasa, dia tidak pernah mengharapkan balasan salam dari atasan kulkasnya itu.


Hanya kali ini, April heran melihat bossnya itu datang bersama seorang wanita cantik yang belum pernah dia lihat. Dia memang tahu bahwa selama ini bossnya itu menjadi incaran banyak wanita. Tapi tidak satu pun yang ditanggapi. Semua diusir pergi. Hanya Irene yang bisa bertahan lama di ruangan bossnya itu. Tapi ini, justru atasannya yang membawa wanita itu ke ruangannya.


"Bukankah tadi Pak Keanu pergi bersama Reza dan Alin..... terus.....kemana Alin yah? Koq tidak kembali bareng boss..Malahan pulang-pulang, boss bawa wanita cantik........ahhhh pusing aku... Bodoh amat ah, aku kerja aja." April bergumam dalam hati kemudian tersenyum.


Keanu dan Alin memasuki ruangan yang bertuliskan 'Ruangan CEO' itu sedangkan Reza berjalan menghampiri meja April untuk menanyakan beberapa hal mengenai pekerjaan.


Sementara itu, begitu Alin memasuki ruangan Keanu, dia langsung berjalan menuju ke sofa yang ada di sebelah kiri ruangan itu. Saat dia telah duduk, matanya tertuju ke meja dan kursi kerja yang ada di sudut kiri dekat sofa yang sekarang didudukinya. Alin mengerutkan kening, perasaan baru kali ini dia melihatnya.


Keanu yang sedang duduk di kursi kebesarannya dan hendak memulai pekerjaan menjadi tidak fokus karena melihat Alin yang mengerutkan kening sambil menatap meja kerja yang disudut ruangan itu.


"Itu meja kerja kamu. Aku tadi sudah menyuruh orang untuk menyiapkannya. Kamu bisa komputer bukan?" serunya sambil berdiri dan berjalan mendekat ke Alin.


"Bisa sih, pak.. cuman.........."


"Cuman apa? Kurang bagus tempatnya?"

__ADS_1


"Ngga pak, bukan itu. Hanya saja kenapa posisi mejanya di sudut sekali, itupun ngga kelihatan karena terhalang sofa. Apa ngga sekalian diletakkan di kamar saja pak, biar nggak kelihatan sama sekali." sewot Alin


"Hhmmm.....ide kamu bagus juga." Keanu mendekatkan wajahnya ke Alin. "mejamu aku letakkan di kamar aja yah, biar kalau mau ngapa-ngapain gampang.... dan juga ngga khawatir dilihat orang." Keanu berkata dengan nada sensual sambil menaik turunkan alisnya.


Alin merinding melihat ekspresi Keanu dan juga mendengar kata-katanya. Begitu dia membayangkan apa yang akan terjadi. " Hhhiiiiii............" Alin bergidik sambil berusaha menjauhkan diri dari Keanu.


Tapi Keanu tak membiarkan hal itu terjadi. Dia langsung memegang tengkuk Alin lalu menariknya ke dalam dekapan dan mulai menciumi bibirnya.


"Kamu tau...sedari tadi, aku menahan diri untuk tidak melakukan ini...." bisik Keanu di telinga Alin setelah dia menghentikan sejenak ciumannya untuk menghela napas. "Bibirmu ini sangat menggoda..... aku tidak mau orang lain menikmatinya..... hanya aku yang boleh...." Keanu kembali melu....t bibir Alin dengan ganas. Alin hanya bisa pasrah dan mencoba mengikuti permainan Keanu.


Sementara itu, di depan ruangan, Reza sudah selesai mendiskusikan pekerjaan dengan April dan berniat masuk ke dalam ruangan bossnya. Tanpa mengetuk, dia langsung membuka pintu dan melangkah masuk. Tapi alangkah terkejutnya dia karena ternyata dia datang di saat yang tidak tepat. Dia hendak berbalik diam-diam keluar. Tapi sayang sudah terlambat. Kedua orang yang di sofa itu sudah menyadarinya.


"Hhmmmm....lagi-lagi kamu, Rez. Bisa ngga, lain kali kalau mau masuk ke ruangan ini, ketuk pintu dulu." Sewot Keanu sambil mengusap bekas saliva di sudut bibir Alin. Sedangkan Alin, wajahnya bertambah memerah karena malu.


"Baik, boss..Lain kali saya akan ketuk pintu." Reza menjawab sambil nyengir kuda.


"Kamu di sini dulu yah. Aku akan memanggil orang untuk memindahkan meja kerjamu ke dekat pintu." Keanu berkata pada Alin sambil mengusak pelan rambutnya lalu melangkah menuju ke meja kerjanya.


Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan di pintu.


Tokk.....tokk.....tokk.


Reza langsung menyahutinya." Masuk".


Begitu pintu terbuka, tampaklah 2 orang OB yang sedang berdiri di pintu.


"Maaf pak..Kami disuruh ke sini oleh Ibu April."

__ADS_1


"Oh iya. Kalian berdua, tolong pindahkan meja dan kursi kerja yang disana itu, ke sini." Reza memberi instruksi ke OB tersebut.


Kedua OB itu lalu bergerak untuk melaksanakan perintah Reza. Mereka berdua berjalan ke arah meja yang ditunjukkan tadi.


Alin menatap kedua orang yang berjalan ke arahnya. Dia khawatir kedua OB itu yang tak lain adalah Ardi dan Bagas, akan mengenalinya. Kalau mereka mengenalinya dan bertanya, dia harus menjawab apa.


Tidak lama kedua OB itu melewati tempat Alin duduk dan sama sekali tidak menyapanya. Dia tadi sempat bersitatap dengan Ardi tapi dia cepat-cepat memutus pandangannya. Itu artinya Ardi tidak mengenalinya. Akhirnya Alin bisa bernapas lega.


Setelah kedua OB itu menyelesaikan pekerjaannya, mereka pun keluar.


Alin berjalan ke meja kerja yang disiapkan untuknya lalu mencoba menyalakan komputer. Dia pun duduk di kursinya dan mulai mengutak-atik isi komputer itu. Setelah bosan mengutak-atiknya dan tidak menemukan satu pun hal yang menarik, akhirnya dia bermain game. Suara hebohnya saat bermain game mengganggu konsentrasi kedua orang lain yang ada di ruangan itu.


"ALIN.... !!! BISA PELANKAN SUARAMU???" Keanu berteriak keras ke Alin, membuat yang diteriaki pun kaget dan segera mematikan game yang sedang dimainkannya.


"Maaf pak......" Alin berkata dengan suara kecil sambil menunduk.


Melihat Alin seperti itu, Keanu merasa sangat bersalah. Dia berjalan cepat ke arah Alin, lalu memeluknya.


"Maaf.....maaf....aku tidak bermaksud memarahimu atau membentakmu. Aku hanya......"


"Ngga apa-apa koq pak. Saya emang salah.. saya juga minta maaf." Alin menjawab sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Keanu. Tapi Keanu belum mau melepaskannya. Dia malah asyik menghirup aroma wangi rambut Alin yang tergerai indah.


"Pak, bisa lepasin pelukannya ngga. Sesak nih rasanya." Alin berkata dengan nada yang agak kesal.


Setelah mendengar permintaan Alin, Keanu akhirnya melepaskan pelukannya. Setelahnya dia berjalan kembali ke mejanya.


Reza yang sedari tadi hanya diam memperhatikan atasannya itu berkata dalam hati, "Modus berat nih boss biar bisa peluk cewek......😅 tapi heran juga, tumben-tumbenan si boss merasa bersalah dan minta maaf segala lagi. Biasanya juga walaupun si boss yang salah, orang lain yang menjadi lawannya yang harus minta maaf...... Wahhh....wahhh...ada yang tidak beres dengan si boss ini." kemudian Reza kembali ke tempat duduknya tadi dan melihat atasannya sudah mulai lagi mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


………………………………%%%%……………………………………


Please Vote dan likenya yah. Biar author tambah semangat menulisnya. 😘😘😘


__ADS_2