Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Atasan Aneh...


__ADS_3

Alin yang berjalan keluar menggunakan dress selutut lengan pendek warna biru wardah tampak cantik dan elegan. Kulit putih mulusnya tampak terekspose dengan baik. Kaki jenjangnya tampak serasi dengan heels hitam yang dipakainya.


Keanu terpesona menatap penampilan Alin. Kelihatan cantik, elegan dan berkelas. "ternyata kalau didandani, dia kelihatan lebih berkelas, ngga katro lagi." Walaupun kagum, Keanu berusaha untuk tidak menampakkannya.


"Tuan, gimana fashion pilihan saya." Afani bertanya sambil berharap pujian dari pelanggan setianya ini.


"Lumayan...... tapi kalau bisa, pakaiannya jangan yang terlalu terbuka. Aku ngga suka kalau terlalu sexy." Keanu berkata sarkastis sambil menatap Alin yang tampak tertunduk.


Reza menatap tak percaya akan perkataan bossnya. Betulkah ini atasannya yang katanya tidak suka wanita sexy? Padahal setahu dia, tunangan bossnya itu seorang wanita yang sexy bahkan sering jadi model bikini dan pakaian dalam. Anehh.....


"Yah sudah, bungkus saja semua pakaian yang tadi sudah kamu pilihkan, lalu antar ke apartemenku. Soalnya sesudah ini aku masih ada pertemuan dengan klien. Jadi tidak bisa berlama-lama di sini."


"Kenapa ke Apartemen anda, pak? Bukankah itu untuk saya.?" Alin bertanya keheranan.


Keanu tidak menjawab. Malahan berbalik dan melangkah pergi. Melihat itu, Alin bingung harus bagaimana. Apakah mengganti pakaian dulu baru ke mengikuti mereka ataukah.....Tapi akhirnya dia berlari juga mengikuti Keanu dan Reza yang sudah duluan masuk ke dalam mobil. Alin masih memakai dress dan heels yang tadi dikenakannya. Dia juga tidak memakai maskernya karena masih ada di kantong celananya di ruang ganti. Ahhh.... bodoh amat........


Alin duduk tenang di mobil sambil menatap keluar jendela. Dia berpikir mengapa atasannya ini aneh. "Tadi katanya ngajak aku beli pakaian. Tapi koq pakaiannya mau diambil sama dia. Maksudnya apa? ataukah pakaian itu mau dikasih ke kekasihnya yang tinggal di apartemennya. Aku tadi hanya dijadikan model. Ahhh.....bingung. Yaaa....sudah. Daripada aku bingung mikirin yang tidak jelas, mending aku cuek aja deh. Besok, aku pake baju lamaku aja." Alin bergumam dalam hati. Pada akhirnya dia tersenyum lega.


Keanu yang baru saja selesai memeriksa email di Ipadnya, menoleh ke arah Alin. Tapi dia keheranan melihat Alin yang tersenyum-senyum sendiri. Tanpa aba-aba, dia langsung memegang kening Alin.


Mendapat perlakuan tak disangka-sangka, Alin langsung memukul keras tangan Keanu.


"Auwwhhh...sakit tau." Keanu berteriak karena Alin memukul tangannya lumayan keras hingga sekarang terlihat agak memerah.


"Bapak yang apa-apaan. Bikin kaget orang."


"Ihhh....aku cuman mau tau, kamu demam atau tidak."


"Loh......memang ada apa. Perasaan sedari tadi, saya baik-baik saja."


"Ngga....aku pikir kamu demam atau kesambet. Soalnya dari tadi senyum-senyum sendiri."


"Saya ngga kenapa-kenapa koq, pak.'


Keanu kemudian menggenggam tangan Alin.


"Beneran kamu ngga apa-apa."


"Bener, pak. Justru bapak yang aneh."


"Aku........aneh??" Kata Keanu sambil menunjuk ke arah dirinya.


Reza di depan yang sedari tadi hanya mendengar percakapan mereka ikutan nimbrung...


"Iya betul tuh. Anda yang aneh pak boss."

__ADS_1


"Siapa yang tanya kamu, Rez. Kamu diam aja. Ngobrol sana sama Anwar." Keanu meng-skak mat Reza.


Reza hanya bisa diam sambil garuk-garuk kepala. Sedangkan Anwar yang sedang serius mengemudi hanya bisa senyum-senyum karena namanya ikutan disebut.


Keanu kemudian menatap Alin. Kedua tangannya kini menggenggam tangan Alin.


"Aku aneh kenapa? Perasaan aku normal-normal aja."


"Aneh lah, pak. Perasaan tadi saya diajak kesini karena akan membeli pakaian kerja. Koq malah ujung-ujungnya pakaian itu akan diberikan ke kekasih anda di Apartemen." Alin berkata dengan polosnya, membuat Keanu tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha😄😄😃😀, kamu lucu banget sihhh." Keanu mencubit pipi tirus Alin. "Darimana kamu tahu kalau pakaian itu akan aku berikan ke kekasihku?"


Reza dan Anwar yang mendengar tawa bossnya, betul-betul keheranan. Mereka berdua sudah lama ikut Keanu tapi baru kali ini mereka mendengar dia tertawa selepas itu. Sehari-hari mereka hanya disuguhi muka kaku tanpa senyum bossnya itu.


"Lah itu, khan bajunya disuruh antar ke Apartemen anda. Kalau bukan untuk kekasih bapak, emangnya mau dipake sendiri."


"Kalau aku bilang itu untuk orang yang ada di hatiku tapi bukan kekasihku, apa kamu percaya?"


"Percaya atau tidak percaya, tetap harus percaya."


Keanu mengerutkan kening mendengar jawaban Alin.


"Maksud kamu?"


"Saya harus jawab percaya. Padahal dalam hati tidak percaya."


Alin hanya mengangguk.


Keanu tersenyum dan dengan nada menggoda, mendekati Alin sambil berbisik di telinganya.


"Tapi, aku hanya maksa ke kamu. Aku maunya kamu nurut sama aku."


Mendengar itu, Alin hanya mencebik tak percaya. Membuat Keanu gemas dan mencuri ciuman di bibir Alin. Dia melu.....t lembut bibir cherry itu. Cuman sebentar, lalu dia melepaskannya.


"Sering-sering saja begitu...biar aku juga makin sering dapat hadiah." Kata Keanu sambil tersenyum smirk.


Alin hanya manyun mendengar itu tapi dia tidak berani memperlihatkannya ke Keanu. Makanya dia menoleh ke arah jendela.. Alin berpikir, mengapa setiap berada di dekat lelaki ini, dia menjadi tak berdaya. Terkadang dia tidak terima akan perlakuan lelaki itu, tapi dia diam saja dan tidak melawan.


Sama seperti tadi, otaknya berkata untuk menamparnya karena telah lancang menciumnya tanpa izin, tapi sayangnya hatinya berkata tidak dan tangannya ikut kata hatinya. Akhirnya dia tidak melakukan apa-apa. Hanya diam dan pasrah saja diperlakukan seperti itu.


Ada apa ini sebenarnya? Apakah dia mencintai lelaki ini? Ahhh..itu tidak mungkin, merekakan baru beberapa hari kenal. Tidak mungkin secepat itu. Tapi khan ada namanya Cinta Pada Pandangan Pertama. Apakah itu yang terjadi padanya. Ahhh........Alin menarik napas panjang memikirkan itu.


Tidak lama berselang, mereka telah tiba ditujuan. Anwar telah membukakan pintu mobil untuk bossnya itu. Ketika Keanu hendak turun, dia melihat Alin masih asyik menatap keluar jendela seakan tidak menyadari bahwa mereka telah tiba ditujuan dan mobil telah berhenti. Akhirnya Keanu mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil. Dia berbalik ke arah Alin dan menepuk pahanya.


"Hei....... kita sudah sampai. Ayo turun....."

__ADS_1


Alin baru tersadar saat dia merasa ada seseorang yang menepuk pahanya. Dia lalu berbalik dan bertanya.


"Ada apa, pak?" Alim bertanya dengan wajah oonnya menandakan bahwa sedari tadi pikirannya tidak berada disini.


"Bertanya lagi....ada apa, ada apa. Kita sudah sampai tau.... ayo turun....."


"Ohhhhh....... baiklah, pak." Alin kemudian membuka pintu dan turun dari mobil. Begitupun dengan Keanu.


Alin melihat bahwa mereka berada di depan sebuah restoran mewah yang bertuliskan 'Ristorante Italiano'


Mereka bertiga memasuki restoran itu dengan Keanu yang berjalan duluan kemudian diikuti oleh kami berdua dibelakangnya yang berjalan bersebelahan.


Mereka disambut oleh seorang pelayan wanita.


"Siang tuan, ada yang bisa kami bantu?" tanyanya dengan sopan sambil menatap wajah Keanu. Tapi yang ditanya tidak menjawab, tetap serius dengan hpnya.


Reza yang langsung berkata.


"Kami ada janji dengan pemilik tempat ini untuk membicarakan masalah kerjasama."


"Apa anda adalah Tuan Keanu dari Pradana Group?"


"Iya....."


"Ohh, baik. Silahkan ikut saya." Pelayan itu kemudian berjalan duluan dan diikuti oleh Reza lalu Keanu yang kemudian menarik Alin agar berjalan di sampingnya.


Setelah mereka berjalan berdampingan, Keanu lalu memberikan salah satu ponselnya ke Alin.


"Untuk apa ini, pak?"


"Siapa tahu kamu nanti boring di dalam, kamu bisa mengatasinya dengan bermain ponsel."


"Ohhh..gitu. Terima kasih, pak."


"Ingat.... di dalam nanti, kamu ngga usah bikin yang aneh-aneh. Kamu cukup diam dan mengikuti apa yang kami lakukan dan katakan. Okay.."


"Baik pak."


Mendengar jawabannya, Keanu langsung mengacak pelan rambut Alin.


"Anak baik..anak penurut.😁"


Alin hanya terdiam sambil mengambil ponsel dari tangan Keanu.


………………………………%%%……………………………………

__ADS_1


Please Like and commentnya yah. Biar author semangat upnya...thank you.


__ADS_2