Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Rencana Brilian


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu sejak kejadian hari itu di kost-an. Hari-hari mereka lewati seperti biasanya. Yang berbeda hanya Keanu yang lebih sering menginap di kost-an Alin. Hampir tiap hari sepulang kerja, dia ikutan pulang ke kost-an Alin. Hal itu sebenarnya membuat Alin risih dan tidak enak ke Ibu kostnya.


Sama seperti hari ini. Saat Alin ingin pulang, Keanu melarangnya. Katanya nanti pulang bareng aja. Tapi Alin menolak dan tetap ingin pulang duluan. Akhirnya Keanu mengalah dan membiarkannya.


Selesai merapikan mejanya, Alin bergegas mengambil tas lalu berjalan keluar ruangan itu. Saat itu Keanu hanya diam saja melihatnya dari mejanya. Tapi ada perasaan tidak nyaman di hatinya. Akhirnya dia berusaha menyelesaikan pekerjaannya secepatnya dengan di bantu oleh Reza.


Sementara Alin telah tiba di lobby lantai 1. Saat akan keluar di pintu utama kantor, dia beriringan jalan dengan Revan. Bagi Alin, itu adalah suatu kebetulan. Tapi bagi Revan, ini sudah direncanakan karena sudah beberapa hari ini, dia sengaja menunggu Alin di lobby kantor.


"Alin......." Sapa Revan ramah.


"Ehh....Pak Revan.... Baru pulang juga, pak."


"Iya... Tumben hari ini kamu pulang cepat."


Mereka berdua berbincang sambil tetap berjalan keluar dari kantor.


"Hehehe...... sebenarnya Pak Keanu belum mengijinkan saya pulang tapi saya ada urusan. Jadi akhirnya diijinkan."


"Oh gitu yah..... mau aku anterin?"


"Terima kasih atas tawarannya, pak. Tapi saya jalan kaki aja. Tempat saya dekat koq."


"Kalau begitu, aku temani kamu jalan kaki yah."


"Ngga usah, pak. Nanti bapak kecapean."


"Hahahaha.... kamu aja yang perempuan bisa melakukannya, apalagi aku.....pasti bisa juga."


"Baiklah pak. Yang penting nantinya jangan complain sama saya yah pak."


"Ngga akan.... malu aku kalau complain persoalan begitu."


Mereka berdua terus berjalan menyusuri trotoar sambil berbincang santai dan sesekali mereka tertawa bersama sehingga terkadang mereka menarik perhatian pejalan kaki lainnya.


Beberapa pejalan kaki yang kebetulan melihat mereka berdua rata-rata berkomentar kagum dengan ketampanan dan kecantikan pasangan yang mereka temui. Kata mereka, pasangan yang sangat serasi.


Tak terasa mereka telah tiba di depan kost-an Alin.


"Terima kasih sudah dianterin pak."


"Loh, kita sudah sampai yah?"


"Iya pak. Itu kost-an saya." Kata Alin sambil menunjuk arah.

__ADS_1


"Ohhh... betulan dekat dari kantor yah."


"Iy......" Alin baru akan menyahut tapi terdengar suara seseorang yang tanpa melihat pun, Alin sudah tahu siapa.


"Ohhh, jadi ini yang membuat kamu pulang cepat. Kamu sudah janjian dengannya bukan.?" katanya dengan nada tinggi pada Alin.


Tampak Keanu berdiri di dekat mobilnya sambil bersedekap tangan di dada. Tak lama Reza pun keluar dari kursi pengemudi.


"Keanu, maksud kamu apa? Bisa lebih sopan ngga? Ngga usah membentak perempuan seperti itu." Vano berusaha melindungi dan membela Alin.


"Kamu ngga usah ikut campur, Vano. Ini urusanku dengan Alin."


"Tidak.... aku juga berhak ikut campur."


Mendengar kata-kata Revan, Keanu terbakar emosi. Dia mulai menyerang Revan dengan kata-kata.


"Atas dasar apa kamu berhak, hah...!"


"Karena aku mencintainya dan aku ingin melindunginya."


Keanu tidak bisa berkata-kata lagi. Dia shock mendengar ucapan Revano. Apa yang dia pikirkan selama ini terbukti sudah. Revano mencintai Alin. Mungkin dia lebih duluan mengenal dan mencintai Alin daripada dirinya.


Alin juga ikut kaget mendengar pengakuan blak-blakan Revan. Alin tidak menyangka Revan mencintainya. Dia selama ini berpikir kalau Revan menganggapnya sebagai teman.


Tanpa.mengucapkan apapun lagi, Keanu berbalik dan berjalan memasuki mobilnya. Reza langsung mengerti apa yang diinginkan bossnya itu. Jadi dia pun cepat-cepat masuk ke kursi pengemudi dan melajukan mobil. Sambil mengemudikan mobil, Reza melihat ke kursi belakang dari spion. Dia melihat bossnya itu menyandarkan kepalanya ke belakang sambil memejamkan matanya. Dia tampak frustasi. Tidak lama, Reza kaget karena mobil bergetar seperti dihantam sesuatu. Dia pun menghentikan mobil di tepi jalan. Reza lalu menoleh ke belakang. Dia melihat pintu bagian samping mobil sudah penyok. Pas di sebelah Keanu. Tampak darah mengalir dari sela-sela jari Keanu.


"Sebentar.....saya ambilkan kotak obat dulu." Reza hendak membuka pintu mobil agar dia bisa mengambil kotak obat di kursi belakang. Tapi dia langsung ditahan oleh Keanu.


"Tidak usah Rez....aku tidak apa-apa. Kamu jalan saja. Kita ke Shine. Aku ingin refreshing dulu. Menyegarkan otakku."


Tanpa menjawab, Reza melajukan mobil menuju ke Shine Bar.


Setiba di Shine, Reza memesan ruang VVIP dan memesan minuman. Sesudah itu dia menyuruh Reza sekalian memesan gadis yang.bisa menemani mereka.


Tidak lama, datanglah manager bar itu membawa empat orang perempuan pilihan yang cantik-cantik dan sexy.


Keanu menyuruh semua gadis itu tinggal dan menemaninya. Reza hanya mengawasi kelakuan atasannya itu tanpa mengatakan apapun.


Reza melihat Keanu sudah tidak bisa mengontrol dirinya karena kebanyakan minum. Kelakuan Keanu sekarang semakin liar. Dia menciumi salah satu diantara perempuan itu dengan ganas. Sesekali dia menggumamkan "aku mencintaimu.......sangat mencintaimu..... kesayanganku..... Alin."


Perempuan yang sedang dicumbu oleh Keanu itu pun heran. " Maaf aku bukan Alin...namaku Hana."


Mendengar itu, Keanu langsung tersadar dan akhirnya mendorong gadis itu jauh-jauh. Keanu kemudian menghempaskan dirinya di kursi, terduduk sambil merebahkan kepalanya ke sandaran kursi.

__ADS_1


Reza yang melihatnya hanya menggelengkan kepala. Setelah itu dia menyuruh para gadis yang ada di ruangan itu untuk keluar.


Reza lalu duduk di kursi di hadapan Keanu.


"Apa yang harus aku lakukan Rez. Kalau aku tidak bisa memiliki Alin, mungkin aku akan gila. Setelah dua bulan lebih kebersamaan kami, aku menyadari kalau aku mencintainya. Sangat mencintainya."


Reza tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menjadi pendengar setia curhatan atasan sekaligus temannya ini. Dia juga menuangkan air putih di gelas yang diberi perasan jeruk lemon yang memang ada disediakan di ruangan itu. Reza kemudian memberikan gelas itu ke Keanu untuk meredakan reaksi alkohol di dalam tubuhnya.


Sambil meneguk air yang diberikan Reza, Keanu kemudian berkata. "Rez, aku harus bagaimana? Aku tidak bisa kehilangan Alin dan aku juga tidak ingin bersaing dengan Vano?"


"Kalau anda tidak ingin kehilangan dia berarti anda harus menikahinya dan ..........." Reza belum menyelesaikan kalimatnya tapi sudah dipotong oleh Keanu.


"Tidak mungkin Rez.... aku tidak mungkin menikahi Alin sekarang. Aku tidak mau melibatkannya. Aku tidak mau membahayakannya. Kalau terjadi sesuatu dengan dia, aku........aku......."


"Bagaimana kalau anda menikahinya secara siri dulu. Walaupun siri, tapi setidaknya sudah ada yang mengikat kalian. Dan dari apa yang saya lihat selama ini, Alin orang yang memiliki prinsip dan setia. Jadi saya rasa, selama Alin menyetujui untuk bersama dengan anda, dia akan setia dan memegang komitmen itu sampai anda sendiri yang sudah tidak menginginkannya."


"Betulkah, Rez? Bisakah aku melakukan itu? Lalu bagaimana dengan Irene?"


"Itu tergantung anda, bagaimana melakukannya. Apakah anda mencintai Nona Irene dan ingin menikahinya ataukah ......"


"Aku tidak pernah mencintai Irene. Perjodohan kami adalah perjodohan politik."


"Tidak mencintai tapi tetap diembat."


"Mana ada kucing nolak ikan yang disodorkan padanya. Sama juga dengan aku. Aku laki-laki normal loh, Rez."


"Iya sih. Terus apa mau kamu sekarang ini?"


"Aku ingin menikahi Alin dan membina rumah tangga yang bahagia dengannya. Menikmati hari-hari bersamanya serta merawat dan membesarkan anak-anak kami nantinya.'


"Impian yang bagus tapi sayangnya susah terwujud mengingat kedudukan anda."


"Arrrggghhh..... aku bisa gila kalau begini. Mengapa aku tidak bisa mengatur hidupku sendiri."


"Sabar ...... ada saatnya anda akan menikmati kebahagiaan. Tapi bukan saat ini."


"Jadi, apa yang harus ku lakukan saat ini, Rez?"


"Hal utama yang harus kamu lakukan adalah membujuk Alin agar dia mau menikah denganmu. Setelah kalian menikah, aku yakin tanpa diperintah pun, Alin sendiri yang akan menolak dan menjauhi Revano. Setelah itu, baru kita pikirkan lagi rencana selanjutnya. Intinya yang terpenting adalah kebahagiaan kamu. Dengan kamu bahagia, semua persoalan akan mudah dipikirkan solusinya."


"Iya... kamu benar Rez. Kalau begitu, antar aku ke tempat Alin." Keanu berkata sambil tersenyum ceria. Dia senang dengan solusi yang ditawarkan Reza. Akhirnya dia berdiri dan melangkah cepat-cepat keluar ruangan ini. Keanu ingin secepatnya bertemu Alin. Seandainya ada pintu teleportasi, dia akan menggunakan itu untuk segera bertemu pujaan hatinya dan mengatakan rencananya.


……………………………%%%%…………………………………

__ADS_1


Jangan lupa suka dan komennya yah pembaca setiaku. Biar author semangat up-nya.


__ADS_2