
Sementara itu di benua lain yaitu Benua Eropa, tepatnya Paris, Perancis terlihat seorang gadis yang lagi galau hatinya. Sudah setengah hari, dia uring-uringan. Semua yang ada di dekatnya jadi sasaran kegalauannya. Terutama asistennya yang selalu jadi objek kekesalannya. Karena tak tahan dengan kelakuan atasannya, akhirnya asisten itu mengundurkan diri. Padahal dia baru dua minggu bekerja.
Gadis yang lagi galau itu adalah Irene Calista Soedjono, tunangan Keanu Gibran Pradana. Dia galau dikarenakan tadi pagi dia menelpon kekasihnya itu untuk mengabarkan berita gembira tentang kesuksesannya, akan tetapi kekasihnya itu menanggapinya dingin. Dia berjanji akan menelpon lagi nanti tapi sampai siang ini dia belum menelpon juga.
Membuat hati Irene tidak tenang. Dia takut kalau kekasih hatinya itu akan berpaling darinya. Irene tidak sanggup kalau harus melihat kekasihnya itu bersama wanita lain. Keanu adalah cinta dari masa kecilnya dan cinta itu semakin tumbuh subur seiring mereka sama-sama dewasa.
Untuk itulah, saat orang tuanya ingin menjodohkannya dengan Keanu, dia sangat senang dan antusias. Bagaimana tidak, mimpinya selama ini akan terwujud. Apa yang diidam-idamkannya akan terlaksana. Bersama dengan cinta dari kecilnya.
Walaupun mereka baru bertunangan, tapi Irene yakin kalau cepat atau lambat dia pasti akan menikah dengan Keanu dan akan menjadi Nyonya Lorraine de Habsburg di Jerman.
"Keanu lagi ngapain yah..Apakah betul dia lagi sibuk? Ataukah dia pura-pura sibuk untuk menghindariku karena dia telah memiliki yang lain." Gumam Irene dalam hati.
"Ataukah aku telepon lagi saja dia.. tapi, siapa tau dia memang lagi sibuk....kalau aku telepon, nanti dia akan marah karena Keanu paling tidak suka diganggu kalau lagi kerja."
Kelihatan sekali kalau Irene lagi uring-uringan. Terkadang dia mengambil ponsel, tapi tidak lama dia meletakkannya lagi. Lalu kemudian dia berjalan hilir mudik di dalam ruangan itu.
Setelah capek bolak balik tapi tak ada hasil, akhirnya Irene mengambil tas tangannya yang bermerk lalu berjalan keluar dari ruangan itu. Dia hendak ke diskotik untuk menghilangkan kegalauannya. Dia ingin minum hingga mabuk agar tak memikirkan lelaki itu.
Seteah Irene tiba di tempat yang dituju, dia menuju meja bar dan meminta 1 botol Vodka kepada Bartendernya. Tidak lama, minuman yang dipesannya pun ada dihadapannya. Dia kemudian mulai menenggak minumannya tanpa henti.
Setelah beberapa gelas, pandangannya mulai berbayang. Dia sudah mulai mabuk. Tapi dia belum ingin berhenti. Dia masih terus menenggak minuman di hadapannya.
Tidak lama, tampak seorang laki-laki bule duduk di sebelah kanannya. Lelaki itu mengamati sejenak wajah dan penampilan Irene.
"Hi woman, good night." sapanya ke Irene. (Hai wanita, selamat malam)
"Hmmmmm....." Hanya itu jawaban yang Irene berikan.
"May I Know You, Beautiful woman." (Boleh aku mengenalmu, wanita cantik).
"Hmmm, why you wanna to know me."(Hmmm, mengapa kamu ingin mengenalku)
"What's wrong with it ?" (Apa yang salah dengan itu)
"No....no....it's not wrong but usually when someone need to know you, it's mean that he has a certain purpose."(Tidak....tidak...Itu tidak salah tapi biasanya ketika seseorang ingin mengenalmu, itu berarti bahwa dia memiliki maksud tertentu)
__ADS_1
"Hahahaha..... you're a smart woman. I like it." (Hahahah...kamu wanita yang pintar. Aku suka itu).
Setelah perkenalan dan basa basi singkat, mereka akhirnya menjadi akrab dan minum bersama. Entah bagaimana bisa ataukah siapa yang memulai, akhirnya mereka berdua menyewa dan memasuki kamar cinta yang ada di gedung itu juga danmemang khusus disewakan bagi pasangan yang ingin memadu kasih.
…………………………………………………………………………………
Keanu beserta Reza dan Alin memasuki ruangan VVIP di restoran Italia itu yang telah ditunjukkan oleh pelayan yang mengantarkan mereka ke ruangan tempat pertemuan akan diadakan.
Setelah memasukinya, mereka dipersilahkan duduk menunggu karena sebentar lagi pimpinannya akan datang.
Keanu menyuruh Alin agar duduk di sebelah kirinya dan Reza di sebelah kanannya. Keanu baru akan memulai obrolan dengan Alin, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan muncul seorang lelaki tampan yang berusia kira-kira awal 30an dengan diikuti oleh seorang wanita cantik nan seksi di belakangnya. Setelah kedua orang itu memasuki ruangan, dari arah pintu, muncul lagi seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menyusul dua orang yang sudah duluan memasuki ruangan itu.
Mereka mendekat ke arah Keanu dan langsung menyapanya.
"Selamat siang Mr. Keanu......perkenalkan saya Aditya dari Abata Group. Ini Sekretaris saya Manda dan yang ini asisten saya Pramudya " Lelaki yang duluan masuk bersama wanita cantik itu memperkenalkan dirinya lalu mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan.
Keanu yang mendengar itu, langsung berdiri diikuti oleh Reza dan Alin. Dia kemudian menyambut uluran tangan Aditya.
"Siang juga Pak Aditya. Senang berkenalan dengan anda." Setelahnya Keanu melepaskan tangannya dan tidak berniat untuk berjabat tangan dengan sekretaris ataupun asisten dari Aditya. Dia malahan mulai memperkenalkan orang-orang disampingnya, "Kenalkan juga orang-orang saya ini Pak Aditya. Ke depannya anda akan lebih banyak berkomunikasi dengan mereka. Yang ini adalah asisten kepercayaan saya yaitu Reza Adrian." sambil menoleh ke arah Reza
"Terima kasih atas pujiannya, Pak Aditya. Tapi, saya tidak sehandal yang orang-orang bicarakan. Mereka terlalu melebih-lebihkan."
Keanu kembali memperkenalkan Alin.
"Sedangkan yang ini adalah Asisten Pribadi saya yaitu Alin." Keanu berkata sambil menoleh ke arah Alin.
Aditya kemudian berbalik menatap dan mengulurkan tangan ke Alin. Melihat itu, Alin tersenyum dan berniat menyambut uluran tangan itu tapi ternyata tak sampai karena tangan itu tidak terulur dengan baik. Tangan itu baru sedikit yang terangkat dan tiba-tiba terhenti di udara. Jadinya Alin agak kesulitan untuk menjangkaunya karena dibatasi oleh meja.
Menyadari bahwa Alin akan menarik kembali tangannya, barulah Aditya cepat-cepat mengulurkan tangannya dengan baik.
"Maaf........" kemudian Aditya menjabat tangan Alin. Laaaamaaaaa....dia menjabat tangan itu dan tak mau melepasnya. Alin berusaha menarik tangannya tapi agak susah karena digenggam erat oleh Aditya.
Keanu kesal menyaksikan hal itu.
"Pak Aditya, mungkin anda bisa melepaskan tangan asisten saya sekarang." Suara Keanu terdengar agak berat menandakan kalau dia sedang kesal.
__ADS_1
"Ohh maaf Mr. Keanu...." Dengan berat hati, Aditya melepas tangan halus Alin.
Mereka ber-enam kemudian duduk di kursi masing-masing.
Tidak lama berselang, pelayan datang menyajikan hidangan pembuka atau appetizer berupa Fruit Cocktail.
Sebagai tuan rumah, Aditya mempersilahkan tamunya untuk mencicipi appetizer tersebut sambil mereka berbincang berbagai hal.
Saat perbincangan itu, Manda lebih banyak mengambil alih pembicaraan mengenai detail rancangan kerja yang mereka persiapkan untuk kerjasama itu. Dia berusaha menjelaskannya dengan sedetail dan sebagus mungkin untuk menarik perhatian Keanu. Setelah selesai, Manda kemudian berjalan ke dekat Keanu untuk memberikan berkas dan file rancangan kerja tersebut.
Melihat itu, Keanu sudah mengetahui maksud tersembunyi dari Manda.
"Serahkan saja berkas dan file yang berkaitan dengan ini ke Alin."
"Tapi, Pak........!"
Keanu tidak menggubris ucapan Manda, dia mengangguk ke arah Alin agar berdiri mengambil dokumen itu.
Tidak lama kemudian hidangan utama atau main course pun disajikan. Mereka menghentikan pembicaraannya untuk sementara lalu mulai menikmati hidangan tersebut.
Alin agak kesulitan untuk memotong steak daging yang ada dihadapannya karena dia baru kali ini menikmati hidangan seperti ini. Keanu yang menyadari hal tersebut segera mengambil piring Alin lalu membantunya memotong- motong kecil steak tersebut dan menyerahkannya kembali setelah selesai.
Setelah berterima kasih, Alin kemudian menyantap hidangan itu dengan perasaan senang karena baru kali ini dia merasakan hidangan selezat ini. "Emmm, lezat sekali daging ini...rasanya.....yummy.....it's so deliciouso."
Alin yang paling duluan menghabiskan makanannya. Yang lain baru habis separuh, tapi punyaannya sudah ludes tak bersisa.
"Kamu masih mau? Aku pesankan lagi yah?." Keanu bertanya dengan lembut karena melihat piring Alin yang sudah kosong.
"Ngga...ngga usah, pak. Saya sudah kenyang."
"Beneran sudah kenyang? Ngga usah pake malu-malu deh."
"Beneran koq, pak." jawab Alin. 'Biarlah masih lapar dikit d**aripada malu-maluin kalau nambah' Alin bergumam pelan dalam hati.
…………………………%%%%………………………………………
__ADS_1
Jangan lupa Vote and Likenya yah. Thank You.