Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Tak Tergoda


__ADS_3

Begitu Keanu keluar dari kamar Alin, dia melihat Irene sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menyalakan TV. Dia terlihat sudah mengecilkan volumenya.


Irene yang melihat Keanu lewat, berusaha bersikap biasa kembali dan menyapanya. Tapi Keanu tidak menggubrisnya. Dia terus berjalan menaiki tangga dan menuju ke kamarnya.


Setelah memasuki kamarnya, Keanu langsung melepaskan pakaian lalu ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Tak berapa lama, dia keluar dari kamar mandi.


Keanu kaget karena saat keluar dari kamar mandi, dia melihat Irene sudah duduk manis di tepi tempat tidur dengan posisi dan pakaian yang menggoda. Irene sudah mengenakan pakaian tidur pendek di atas lutut dengan tali spageti. Sebenarnya baju itu memiliki jubah luar, tapi Irene tidak memakainya karena memang dia berniat menggoda Keanu.


"Kamu sudah selesai mandinya." Irene bertanya dengan manja.


"Hmmmm....... kenapa kamu ada di kamarku?" Keanu menjawab acuh berusaha untuk menutupi kegugupannya. Setiap laki-laki pasti akan tertarik melihat perempuan cantik dan seksi di tempat tidur. Sayangnya hal itu tidak berlaku untuk Keanu. Sekarang dia sama sekali tidak tertarik secara fisik ke Irene. Saat ini pun miliknya sama sekali tidak bereaksi. Keanu hanya gugup karena dia khawatir Alin akan memergokinya bersama Irene di kamar ini.


"Aku kangen sama kamu, Keanu. Aku pengen tidur di sini bareng kamu. Sudah lama kita tidak bertemu. Apa kamu tidak kangen juga padaku." Irene berkata sambil berjalan mendekati Keanu. Dia kemudian memeluk Keanu. Irene sama sekali tidak risih memeluk Keanu yang hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya dan menampakkan dada bidang serta perut six packnya.


Irene malahan sekarang mengelus dada bidang Keanu kemudian menjalar ke perut six packnya yang terbentuk dengan olahraga rutin.


Irene kemudian mendekatkan bibitnya ke bibir Keanu. Dia hendak mencium bibir itu tapi pemiliknya malah berpaling ke arah lain sehingga ciuman itu hanya mengenai rahang kokoh Keanu.


"Maaf Irene.... aku sedang tidak ingin melakukan apapun denganmu."


"Kenapa Kean......? Ada apa denganmu? Mengapa kamu kelihatan dingin padaku. Kamu sepertinya tidak senang dengan kehadiranku."


"Bukan begitu Irene.... biar bagaimana pun kamu itu tunanganku. Jadi, kamu tidak usah mempermasalahkan sikapku ini. Aku cuman lelah dan pengen istirahat aja."

__ADS_1


"Betulan hanya itu saja? Bukan karena hal lain?Bukan karena kamu sudah tidak menginginkanku atau ada perempuan lain."


Keanu hanya menggeleng. "Alin, aku minta maaf kalau aku mengingkari keberadaanmu untuk saat ini. Ini juga untuk kebaikanmu." Keanu berkata dalam hati.


"Ini juga sudah larut malam, Irene. Sebaiknya kamu kembali ke kamarmu karena aku juga pengen istirahat. Besok pagi harus ke kantor lagi."


"Okay.... kalau begitu kamu istirahat yah. Ingat, jangan pernah mengkhianatiku." Irene berkata senang kemudian memberikan kecupan di pipi kiri Keanu. Dia lalu melangkah keluar dari kamar itu sambil tersenyum.


Keanu mendesah lega begitu Irene keluar. Dia segera masuk ke dalam Walk in closet dan memakai pakaian santai berupa baju kaos dan celana pendek. Keanu memang tidak suka memakai piyama saat di rumah.


Setelah dia bergegas keluar kamar. Rencana awalnya dia hendak tidur di kamar Alin. Tapi rencana itu berubah karena begitu dia keluar kamar, dia berpapasan dengan Irene di ujung tangga. Tampaknya Irene barusan dari dapur mengambil air minum karena tangannya tampak membawa gelas yang masih penuh.


"Sayang, kamu mau kemana?"


"Ini..... a..aku mau ke ruang kerja."


"Iya nih... aku baru ingat bahwa masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan.... Aku ke sana dulu yah."


Keanu langsung melangkah menuju ke ruang kerja yang letaknya ada di ujung sebelah kanan tangga tanpa melihat ke arah Irene lagi.


Begitu tiba di ruang kerja, Keanu baru menarik nafas lega.


"Hampir saja...... hahhhhh... Tapi, kenapa juga aku harus main kucing-kucingan dengan Irene."

__ADS_1


"Hahhh.. serba salah juga aku jadinya... mau terang-terangan mengakui hubunganku dengan Alin tapi aku khawatir Irene tidak terima dan memperpanjang masalah. Yang paling aku khawatirkan kalau dia sampai menyakiti Alin."


"Hahhhh.... aku jadi serba salah. Tapi sudahlah.. baiknya dijalani saja dulu seperti ini. Aku hanya berharap Alin kuat dan sabar menghadapi ini semua." Keanu bermonolog sendiri dalam hati.


Tak berapa lama, setelah di rasa bahwa keadaan di luar sudah aman dan sepertinya Irene sudah masuk ke kamarnya, Keanu akhirnya keluar dari ruang kerjanya. Terlebih dahulu, dia menuju ke kamarnya dan mengunci pintunya.


Sesudah Keanu memastikan semuanya aman, dia melangkah pelan menuruni tangga dan melangkah ke arah kamar yang di tempati Alin.


Setelah dia masuk, Keanu bisa melihat Alin sudah tertidur dengan masih mengenakan pakaian yang dipakainya dari Kota B dan dengan posisi kepala tak mengenakan bantal.


Keanu hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Alin ini. Dia berpikir mungkin saja istrinya ini kecapaian sehabis melakukan perjalanan jauh pulang pergi. Apalagi disertai dengan beberapa adegan drama yang terjadi di kota B.


Keanu akhirnya membuka lemari pakaian satu-satunya yang ada di kamar ini. Tapi dia melihat lemari itu masih kosong dan tak berpenghuni satu pun.


Keanu kemudian mencari di mana Alin meletakkan pakaiannya..Akhirnya dia melihat sebuah koper di dekat kursi plastik. Dia pun melangkah menuju ke sana dan segera membuka kopernya. Ternyata betul, koper itu berisi pakaian Alin.


Keanu lalu mengambil sebuah celana pendek warna navy yang bermotif polka dan sebuah tank top tali kecil berwarna senada. Keaju langsung berjalan lagi ke arah tempat tidur untuk mengganti pakaian Alin.


Proses penggantian pakaian Alin saat ini memecahkan rekor 'mengganti pakaian terlama.' Hal itu terjadi karena beberapa kali Keanu salah fokus melihat tubuh putih, bersih dan mulus istrinya itu. Walaupun Alin masih mengenakan bra dan ****** *****. Tapi kedua benda itu tidak bisa menutupi sebagian besar tubuhnya. Justru kedua benda itu semakin membuat hasrat kelelakian Keanu semakin berkobar karena membayangkan sesuatu yang berada di balik kedua benda itu dan merupakan favoritnya.


Setelah melalui perjuangan yang berat, akhirnya Keanu berhasil mengganti pakaian Alin. Dia kemudian.mengangkat pelan Alin dan meletakkannya dibantal lalu menyelimutinya.


Keanu kemudian berjalan untuk mematikan lampu utama di kamar ini dan menggantinya dengan lampu tidur setelah sebelumnya dia mengunci pintu.

__ADS_1


Setelah semua di rasa aman, Keanu lalu naik ke tempat tidur dan memasuki selimut. Dia meraih Alin ke dalam pelukannya, mencium pelan bibirnya, kemudian ke dahi dan terakhir dia menciumi pucuk kepala Alin dengan sayang. Tak lama kemudian dia pun ikut terbuai ke alam mimpi bersama istri tercinta.


…………………………………%%%%………………………………


__ADS_2