Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Terjadi.........


__ADS_3

Lift telah tiba di lantai 21. Keanu kemudian keluar secepatnya dari lift dan berjalan terburu-buru ke ruangannya. Begitu tiba di depan ruangannya, dia mendengar ada suara berisik dari dalam. Seperti suara vacuum cleaner yang dinyalakan. Dia membuka pintu ruangan kantornya dengan keras.


Alin yang sedang serius membersihkan karpet lantai ruangan itu pun terkaget dan menoleh ke arah pintu. Wajah kaget Alin terlihat jelas karena tadi saat mulai bekerja, dia melepaskan maskernya dan menaruhnya di wastafel cuci tangan. Dia melihat seorang laki-laki tampan yang sedang berdiri bersandar di pintu sambil menyedekapkan kedua tangannya di depan dada dengan rambut coklat gelap yang tampak berantakan. Setelan jas yang dikenakannya sudah tidak rapi dan tak terkancing. Begitu pun kemeja yang dikenakan di dalam jasnya, tampak 3 kancingnya sudah terbuka.


Laki-laki itu menatap Alin dengan tatapan yang susah dijelaskan dengan kata-kata. Ada tatapan kaget, kagum, marah dan ada tatapan lain yang tidak bisa dilukiskan. Membuat Alin bergidik ngeri menatapnya.


"Siapakah laki-laki ini? apakah dia pemilik ruangan ini? Apakah dia CEO perusahaan ini? Tapi untuk apa ke sini malam-malan begini.... waddduhh.....kalau betulan dia, matilah aku..Bisa-bisa aku kena marah karena belum selesai membersihkan ruangan ini." Alin bermonolog sendiri dalam hati.


Ditengah kebingungan Alin, tiba-tiba lelaki itu bertanya dengan suara yang dalam tapi agak serak.


"Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan di ruanganku?"


Tuh khan betul.....dia CEO perusahaan ini. Matilah aku, bisa-bisa aku dipecat." kata Alin dalam hati.


"Maaf tuan, saya OG yang ditugaskan membersihkan ruangan anda hari ini."Jawab Alin takut-takut.


"OG......dia bilang dirinya adalah OG. Gadis secantik itu hanya seorang OG di perusahaan ini. Apa semua mata laki-laki teman kerjanya di perusahaan ini picek."


Keanu kembali menatap tajam gadis yang ada hadapannya. Cantik......sangat cantik. Walaupun dia memakai seragam OG yang tertutup, tapi aura cantiknya tetap terpancar. Apalagi saat Keanu menatap bibir pink cherry gadis itu membuat jakunnya naik turun. Ingin rasanya dia melahap habis bibir itu. Membayangkan hal tersebut, membuat badan Keanu bertambah panas. Apalagi sesuatu dibalik celananya sekarang mulai menegang minta dibebaskan. Membuat celananya serasa sempit saja..☺

__ADS_1


Alin yang di tatap seperti itu mulai merasa risih. Tatapan mata lelaki ini memancarkan sesuatu yang aneh. Alarm bahaya di kepala Alin mulai bereaksi. Dia lalu berjalan ke arah tempat perlengkapannya untuk membereskannya agar dia bisa pergi secepatnya dari tempat ini. Saat dia mulai merapikan vacuum cleaner, dia mendengar pintu ruangan ini seperti di tutup. Tapi dia tidak mau berprasangka buruk. Dia pun berbalik ke arah sumber suara itu dan alangkah kagetnya dia karena lelaki itu sudah berdiri di belakangnya sekarang.


Jarak mereka sangat dekat. Hal itu membuat Alin secara refleks memundurkan kakinya ke belakang. Tapi tak disangka lelaki itu mengikutinya. Dia ikut bergerak maju. Setiap Alin mundur satu langkah, lelaki itu juga maju satu langkah. Hal itu semakin menghapus jarak diantara mereka. Membuat Alin semakin ketakutan.


"Aaa...a.p..pa...yang tu...an lakukan."


"Kalau kondisi begini, kira-kira apa yang akan aku lakukan? Kamu bisa menebaknya bukan?"


"Tu..an...tolong lepaskan saya."


"Melepaskanmu......😃😄......itu tidak mungkin. Aku sekarang perlu bantuanmu."


Tanpa menjawab, Keanu langsung mencium bibir Alin yang sekarang sudah tidak bisa mundur lagi karena sudah mentok di dinding. Alin berontak, berusaha melepaskan ciuman itu. Tapi Keanu tidak membiarkannya. Dia malahan memegang tengkuk Alin agar bisa semakin memperdalam ciumannya. Dia terus me...at bibir Alin tanpa henti. Dia berusaha membuka mulut Alin tapi sang empunya tidak mau. Dia menutup rapat mulutnya tanpa memberikan celah sedikitpun.


Alin mulai merasa kehabisan napas. Dia berusaha mendorongnya tapi tak bisa..Setelahnya dia membuka mulut dan menggigit bibir lelaki itu.


Keanu merasakan nyeri di bibirnya akibat digigit. Darah sedikit menetes, membuatnya merasakan bau amis. Walaupun tidak rela, dia tetap melepaskan bibir gadis itu. Dia sekarang mengungkung tubuh gadis itu di dinding.


Setelah bibirnya dilepaskan, Alin lalu berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya. Dia hampir mati kehabisan napas karena perbuatan lelaki ini. Lelaki brengsek yang telah merampas ciuman pertamanya.

__ADS_1


"Kenapa......? Bukankah tadi kamu bilang akan melakukan apapun untuk membantuku."


"Iya, saya berjanji akan membantu anda. Tapi bukan seperti ini."


"Tapi saya butuh ini dari kamu."


"Maksud tuan apa? Jangan aneh-aneh deh."


"Bantu aku untuk menyalurkan hasratku. Aku akan memberimu berapapun uang yang kau minta."


"Tuan pikir saya gadis murahan yang bisa dibeli dengan uang anda..Maaf, saya tidak berminat."


"Bukankah gadis miskin seperti kalian sama saja. Rela menjual tubuhnya demi naik derajat. Jadi jangan pura-pura jual mahal di depanku mentang-mentang kamu tahu aku lagi butuh-butuhnya. Please.......layani aku......aku sudah tidak tahan......" Keanu berusaha untuk mencium gadis itu lagi. Tapi belum sampai, tiba-tiba sebuah telapak tangan melayang ke pipi Keanu. Tamparan keras yang Alin layangkan ke pipi lelaki itu menimbulkan bekas kemerahan di pipi putihnya sehingga membuat lelaki itu marah besar. Tanpa aba-aba, dia segera membopong Alin ke salah satu pintu yang ada di ruangan ini.


Alin berusaha melawan. Dia memukul dan menendang ke segala arah. Tapi lelaki itu tidak peduli. Dia sudah dikuasai ***** sehingga tidak merasakan dan memikirkan apapun.


……………………%………………@………0………………%………


Please Like and Commentnya yah para readers tersayang. ....😘

__ADS_1


__ADS_2