Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Bersamamu dan Tunanganku


__ADS_3

Keesokan paginya, Alin terbangun saat mendengar suara Adzan subuh berkumandang. Dia kemudian merenggangkan tangannya untuk merilekskan otot-ototnya. Begitu dia bergerak ke kiri, tangannya menyentuh tubuh seseorang. Alin baru sadar kalau ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Dia lalu berbalik dan melihat Keanu yang masih tertidur pulas dengan tangan kiri memeluk pinggangnya sedangkan tangan kanannya dijadikan bantal oleh Alin.


Melihat Keanu yang tidur di kamarnya, Alin jadi terharu. Ada rasa senang bercampur bahagia di dalam hatinya mengetahui hal tersebut.


Alin kemudian mencium dahi Keanu. Setelah melepaskan ciumannya di dahi Keanu, Alin kemudian mengelus pipi Keanu. Pipi itu begitu putih, bersih dan halus. Tidak ada noda sedikitpun. Alisnya tebal, hidung mancung dan rahang yang tegas dan kokoh menunjukkan kesempurnaan ciptaan Ilahi ini.


Melihat wajah Keanu yang seperti ini, menimbulkan getar-getar aneh di hati Alin...


"Hhhhhh....." Alin mendesah pasrah, "Aku tidak boleh terbawa perasaanku. Aku harus kuat... jangan lembek dan mau tunduk pada yang namanya cinta. Aku tidak boleh jatuh cinta pada laki-laki ini. Keep strong, Alin." Alin bergumam dalam hati sambil menyemangati dirinya sendiri.


Alin kemudian berhenti mengelus pipi Keanu dan hendak bangun. Dia ingin ke dapur menyiapkan sarapan untuk mereka. Alin hendak berbalik ketika sebuah tangan kekar menarik tubuhnya..Belum sempat menyadari apa yang terjadi, bibir Alin sudah langsung dilu....t oleh Keanu.


Setelah sadar apa yang terjadi, Alin langsung berusaha mendorong Keanu. Tapi yang di dorong tak bergerak sedikitpun. Malahan semakin memperdalam ciumannya.


Keanu melepaskan Alin saat merasa cukup. Dia melihat Alin yang berusaha mengisap udara ke paru-parunya sebanyak-banyaknya. Dia hanya tersenyum sambil menatap istrinya itu dengan tatapan tak bersalah.


"Kenapa..? Ada lagi yang salah....?"


"Iya..... salah karena kamu mengagetkanku. Aku pikir kamu masih tidur."


"Lah... salah sendiri kenapa mengelus pipiku selembut itu. Jadinya aku terbangun.... atas bawah lagi bangunnya....." Keanu berkata sambil mengerling mata nakal ke arah area sensitif Alin.


"Ngga.... ngga usah aneh-aneh. Aku mau ke dapur saja."


"Awas..... dosa loh nolak suami."


"Biarin...."


"Ehh, diingetin malah ngeyel. Kalau kamu tidak mau, aku harus melampiaskannya ke siapa... masa' aku harus solo lagi di kamar mandi padahal aku punya pasangan untuk duet..."


"Terserah......."


"Bener nih terserah aku...... gimana kalau aku cari teman duet lain karena capek tau solo sendirian di kamar mandi. Ngga seru.... hanya mendengar suara sendiri....😁,"


Alin jadi terdiam mendengar jawaban Keanu.

__ADS_1


Begitu melihat Alin terdiam, Keanu menggunakan kesempatan itu untuk memeluk Alin lalu kemudian mulai mel....at bibir sexy itu. Akhirnya mereka pun kemudian melakukan olahraga subuh.


………………………………………………………………………


Waktu telah menunjukkan pukul 07.00 pagi, saat Irene telah selesai mandi dan berdandan serta memakai pakaian indah. Dia ingin selalu terlihat cantik dan memesona di depan Keanu. Dia tidak ingin Keanu melirik wanita lain. Hanya dia yang boleh memilikinya.


Setelah Irene merasa bahwa penampilannya sudah sempurna, dia pun segera keluar kamar. Dia berniat akan ke kamar Keanu untuk mengajaknya sarapan pagi di luar. Dengan bersemangat, dia berjalan ke kamar itu.


Setibanya di sana, dia langsung mencoba membuka pintu kamar itu. Tapi sayangnya pintu itu terkunci. Dia kemudian mengetuk pintu itu. Setelah beberapa lama mengetuk, tidak jua ada yang membukakannya pintu. Akhirnya dia mencoba mengetuk sambil memanggil.


"Keanu......... Keanu....... kamu di dalam?"


Irene diam sebentar menunggu jawaban. Karena tak juga ada jawaban, dia mengetuk sambil memanggil.


"Keanu.... are you hear me?.…... Are you still sleeping now?" Tak juga ada jawaban.


Irene mendekatkan telinganya ke pintu kamar karena dia baru ingat kalau semua kamar di apartemen ini dirancang kedap suara.


"Ahh, betapa bodohnya aku tidak mengingatnya sedari tadi. Aku telpon saja."


"Apaan sih nih orang...... emangnya dia tidur atau pingsan sih.... udah jam segini juga masa belum bangun juga." Irene menggerutu dengan kesal. Dia kemudian berlalu meninggalkan kamar Keanu.


"Ahh... mending aku ke dapur melihat apakah ada sesuatu yang bisa di makan. Soalnya aku lapar." Irene pun berlari-lari kecil menuruni tangga untuk menuju ke dapur.


Begitu tiba di dapur, Irene melihat Alin sedang menata sarapan berupa nasi goreng yang dilengkapi telur ceplok di meja makan. Irene pun mencium aroma harum dari nasi goreng itu. Hal itu membuat cacing di perutnya bernyanyi riang merasakan aroma wangi nasi goreng itu.


"Aku hanya membuat nasi goreng telur ceplok untuk sarapan. Maaf.... kalau kamu tidak suka." Alin mencoba mencairkan suasana yang dia rasa tegang karena Irene sedari tadi hanya berdiri diam sambil memelototi nasi goreng buatannya. Mungkin saja Irene marah karena dia tidak suka nasi goreng, "Tapi, apa peduliku dia suka atau tidak dengan makanan yang aku buat. Aku khan bukan pembantunya yang harus membuatkan makanan kesukaan dia."


Tak lama, dari arah tangga, terdengar suara langkah kaki dan muncullah Keanu. Begitu tiba dekat meja makan, Keanu langsung berjalan ke arah Alin dan hendak memeluknya. Tapi Alin secepat kilat menghindar dengan berjalan ke arah kitchen table. Keanu heran melihat sikap Alin.


"Alinnn..... kamu kenapa?" tanya Keanu dengan heran.


"Ngga kenapa-kenapa koq. Aku cuman mau bikin teh. Ada yang mau nebeng dibuatkan? Bu Irene mungkin?" Sambil berkata, Alin menatap ke Irene yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.


Mendengar nama Irene disebut Alin, barulah Keanu sadar mengapa Alin menghindar darinya. Hampirrr saja tadi dia memeluk Alin di depan Irene. Soalnya hal itu selalu dia lakukan semenjak mereka menikah. Apalagi di dalam hati dan pikiran Keanu sekarang hanya ada satu nama yang terpatri kuat yaitu Alin. Sehingga terkadang tanpa disadarinya begitu melihat Alin, dia selalu ingin memeluk dan menciumnya.

__ADS_1


"Hhhh..... hampir saja." Keanu mendesah pelan dalam hati sambil mengusap tengkuknya. Kemudian dia langsung duduk di kursi yang biasa dia duduki.


Irene yang melihat Keanu telah duduk di kursi segera menghampirinya.


"Keanu.... kita sarapan di luar saja yah." Irene berkata sambil memegang tangan Keanu. Tapi Keanu segera melepas pegangan tangan Irene.


"Ngga usah Irene. Kita sarapan di sini saja. Kasihan Alin sudah capek-capek memasak tapi kita nggak makan." Keanu berkata sambil menatap Alin yang sedang membuat teh, "Alin... aku minta teh hijau dengan dua sendok teh gula !!".


"Tapi aku ngga suka makanan berat untuk sarapan. Bukankah kamu juga demikian." Irene berkata sambil mengernyitkan keningnya.


"Seleraku sudah berubah sekarang. Aku butuh energi yang besar untuk beraktivitas seharian. Makanya aku butuh makan banyak kalori." Keanu berkata santai sambil menyendok nasi dan telur ceplok ke piringnya.


Dengan ekspresi kesal, Irene kemudian duduk di kursi samping Keanu lalu mengambil piring dan menaruh sedikit nasi goreng serta satu biji telur. Dia pun mulai memakan sarapannya itu dengan muka cemberut. Tapi tak disangka, setelah menyuap satu kali, Irene jadi ketagihan dan malah nambah lagi.


Keanu yang melihat kelakuan Irene, tersenyum dan berkata dalam hati, "Khan.... baru tahu dia... apapun yang berkaitan dengan Alin, pasti enak dan bikin orang yang mencicipinya akan ketagihan."😁


Setelah itu, Keanu melihat ke kitchen table untuk melihat Alin. Tapi orang yang pengen dilihat sudah tidak ada. Keanu mulai panik dan menghentikan makannya. Dia hendak berdiri mencari Alin saat terdengar notifikasi pesan di ponselnya. Dia pun segera melihatnya dan ternyata itu dari Alin.


"Selamat makan...... dinikmati yah.... aku duluan ke kantor.... bye......" Begitulah bunyi pesan dari Alin.


"**.....*." Keanu mengumpat kemudian, mengambil tas kemudian menelpon Reza.


"Rez, kamu dimana?"


"Aku sudah sedari tadi di parkiran menunggumu."


Mendengar itu, Keanu tidak menjawab tapi langsung mematikan ponselnya.


Irene heran melihat tingkah Keanu yang tampak kesal.


"Ada apa? Ada masalah di kantor?"


Keanu tidak menjawab. Dia hanya berlalu pergi meninggalkan Irene yang kebingungan karena pertanyaannya tidak di jawab. Sikap Keanu yang acuh dan dingin itu sudah dianggap lumrah oleh Irene. Dia sudah terbiasa diperlakukan seperti itu oleh Keanu 'It's easy going' saja.


……………………………%%%%………………………………

__ADS_1


__ADS_2