
"Silahkan duduk Pak Keanu." katanya lelaki itu yang tak lain adalah Pak Susanto CEO PT. Laksana. "Anita, tolong bantu Pak Keanu untuk menarik kursinya."
Gadis yang dimaksud yaitu Anita hendak berdiri dari duduknya untuk melaksanakan perintah lelaki paruh baya itu.
"Tidak perlu. Biar saya saja yang melakukannya." Reza menjawab lalu secepatnya menarik kursi untuk ditempati oleh Keanu dan setelahnya dia ikut duduk di kursi samping atasannya itu.
Mendengar jawaban Reza, gadis itu mendudukkan kembali bokongnya di kursinya. Wajahnya tampak agak merona. Apalagi setelah dia menatap lelaki tampan yang dipanggil ayahnya sebagai Keanu. Wajahnya semakin merona deh jadinya.
"Oh iya Pak Keanu....perkenalkan, ini putri tunggal saya. Namanya Anita. Dia baru seminggu tiba di tanah air. Dia baru lulus dari Harvard University jurusan Business Management." Lelaki paruh baya itu memperkenalkan putrinya. Anita yang disebut oleh ayahnya berinisiatif berdiri dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan perkenalan dengan lelaki tampan di hadapannya.
Akan tetapi lelaki tampan itu tidak menunjukkan reaksi apapun. Dia hanya menatap dingin tangan mulus yang terulur padanya tanpa ada niat untuk memyambutnya.
Karena tidak mendapat respon. Anita langsung menarik kembali tangannya kemudian duduk kembali ke kursinya. Sedangkan lelaki paruh baya itu hanya tersenyum kecut. "betul-betul lelaki dingin dan tak berperasaan sehingga susah sekali untuk didekati."
"Pak Susanto, sebaiknya kita langsung saja ke inti pertemuan kita hari ini." Setelah sedari tadi diam dan tak bersuara, akhirnya Keanu memperdengarkan juga suara emasnya yang mahal. 😎
"Sebelum kita berbicara bisnis, ada baiknya kita pesan makanan dulu yah, Pak Keanu." Lelaki paruh baya itu berusaha untuk mencairkan suasana tegang yang terasa.
"Baiklah. Reza........."
Tanpa di perintah dua kali pun Reza langsung memanggil pelayan dan setelahnya memesan beberapa menu Keanu dan selanjutnya mempersilahkan Pak Susanto untuk memesan menu. Tidak lama Anita berdiri menuju ke meja bar yang ada di sudut ruangan untuk mengambil minuman. Dia menuangkan red wine ke 4 gelas yang tersedia. Setelahnya dia berjalan kembali ke meja tempat ayahnya berada lalu menghidangkan minuman tersebut kehadapan masing-masing orang itu.
"Terima kasih." Reza berkata sambil memperbaiki letak gelas minuman yang diberikan kepadanya.
"Okay Pak Susanto....bagaimana pendapat anda mengenai rencana tender pembangunan Perumahan Mewah di daerah MM. Bapak khan tahu bahwa anggaran yang kami siapkan untuk proyek tersebut senilai ratusan milyar. Jadi kami pastikan tidak akan sembarang memilih Developer." Keanu berhenti sejenak, dia meneguk air mineral yang ada di hadapannya. "jadi, sebelum anda ke sini untuk bertemu saya, anda pasti sudah menebak bahwa pertemuan hari ini tidak ada gunanya. Saya hadir hari ini karena menghormati permintaan daddy."
"Saya mengerti Pak Keanu. Untuk itulah maka saya tidak terlalu formal ke anda. Saya hanya ingin bincang-bincang." Lelaki paruh baya itu berkata dengan sungkan..Soalnya Keanu tanpa basa basi langsung ke inti pembicaraan.
__ADS_1
"Mari kita bersulang dulu." Anita menyela pembicaraan mereka untuk segera mengalihkan perhatian kedua orang tersebut.
Tidak lama, mereka berempat bersulang.
Cheers........terdengar dentingan gelas berbenturan.
Lalu mereka meneguk minuman mereka masing-masing.
Setelahnya mereka berbincang ringan seputar masalah keluarga. Beberapa lama kemudian, terlihat kalau Keanu mulai tidak nyaman..Dia mulai gelisah dan ada perasaan panas yang berasal dari dalam tubuhnya. Wajahnya mulai.agak memerah.
Melihat itu, Reza kemudian bertanya.
"Ada apa? Apakah anda sakit?" Tanyanya dengan khawatir.
"Ngga koq Rez, aku cuman merasa gerah aja. Aku balik ke kantor dulu. Ada yang kelupaan tadi di kantor.." Keanu berusaha menjawab dengan nada yang biasa dan santai.
"Aku antar yah pak?. Baiknya kita akhiri saja pertemuan hari ini Pak Susanto. Atasan saya kelihatannya kurang sehat." Reza berkata sambil menatap ke arah Pak Susanto.
"Ngga apa-apa, Rez. Kamu disini aja temani mereka. Aku bisa balik sendiri ke kantor. Khan dekat."
"Biar Anita saja yang mengantar anda Pak Keanu." pinta Pak Susanto.
"Tidak perlu pak. Biar saya pergi sendiri."
Tanpa menunggu jawaban, Keanu segera melangkah ke pintu. Anita berusaha mendekat ke arah Keanu tapi langsung dicegah oleh Keanu sendiri. Akhirnya dia menyerah dan melangkah kembali ke kursinya.
Begitu Keanu berada diluar pintu ruangan VVIP itu, Dia mempercepat langkahnya bahkan sampai berlari-lari kecil. Karyawan dan pengunjung restaurant itu melihatnya dengan heran. Dia tidak perlu dengan tatapan orang-orang itu. Yang dia inginkan sekarang adalah berendam di air dingin. Itu bisa dia dapatkan di ruangannya di kantor.
__ADS_1
Setibanya di lantai 1, tiba-tiba ada seseorang yang memegang lengannya.
"Apa sebaiknya saya membantu kamu? Saya punya kamar di lantai 17, kamu bisa istirahat di sana..Mari saya bantu kamu ke sana.." Ternyata orang yang memegang lengannya adalah Anita.
"Tidak perlu....saya ke kantor saja." Keanu berkata sambil menepis tangan Anita yang memegang lengannya.
"Tapi kamu kelihatan kurang sehat. Bagaimana kamu bisa berjalan ke seberang."
"Itu urusan saya. Kamu tidak usah ikut campur."
"Ayolah.....aku juga bisa membantumu mendinginkan tubuhmu".
Mendengar kalimat terakhir Anita, Keanu seketika marah dan menuding Anita.
"Brengsek....ini perbuatan kamu khan?
"Ehh...kamu jangan asal menuduh yah." Anita nampak agak panik. Tapi dia masih berusaha untuk tenang.
"J..l..gggg, obat apa yang kamu berikan padaku hah. Aku akan melaporkanmu ke polisi." Maki Keanu marah.
Mendengar makian Keanu, Anita tampak panik san bergegas meninggalkan Keanu sendirian di sana.
Setelah Anita menghilang dari penglihatannya, Keanu melanjutkan langkahnya kembali ke kantornya.
Setibanya di kantor, hanya terlihat satpam yang memang bertugas jaga malam hari yang terlihat di pos. Melihat CEOnya, mereka menyapanya. Akan tetapi Keanu tidak membalas sapaan mereka. Dia segera berlari ke lift yang akan membawanya ke lantai 21...
...……………@………………%…………………@…………%…………...
__ADS_1
Bab ini cukup panjang juga yah. Maafkan diriku apabila ceritaku kurang memuaskan.
Pease Like and commentnya yah.......