Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Malam Pertama Menjadi Suami Istri


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 saat Keanu tiba di kost-an Alin. Dia segera mengetuk pintu. Lama dia berdiri di sana tapi belum ada yang membuka pintu. Dia mencoba mengetuk lagi, tapi tetap tak ada yang membuka pintu.


"Alin mana yah......koq ngga buka pintu. Apa dia keluar? Atau jangan-jangan dia tetap ke rumah pamannya walaupun aku tak mengizinkannya. Tapi Alin bukan orang seperti itu. Dia pasti tidak berani membantahku. Apalagi aku suaminya sekarang. Tentunya dia akan lebih mematuhiku"


Keanu mencoba mengetuk lagi sambil memanggil. "Alinnnn...... Alinnnn.... kamu di dalam kah?"


Tetap tak ada gerakan ataupun suara dari dalam kamar. Keanu mulai khawatir


Akhirnya dia mencoba menelpon ponsel Alin. Terdengar nada dering ponsel Alin dari dalam kamar. Tak lama panggilan Keanu di jawab.


"Halo....." Terdengar suara serak Alin. Tampaknya dia baru terbangun.


"Aku di depan pintu."


"Ohh...."


Mendengar kalau Keanu di depan pintu, Alin bergegas bangun dan berjalan cepat ke pintu.


"Maaf, tadi aku ketiduran. Jadi tidak mendengarmu." begitu pintu terbuka, Alin langsung meminta maaf ke Keanu karena merasa bersalah.


Tak tega melihat ekspresi bersalah Alin, Keanu langsung memeluknya.


"Ngga apa-apa, sayang. Jangan merasa bersalah begitu."


"Udah lama?"


"Lumayan.... mungkin sekitar 10 menit."


Keanu kemudian melepaskan pelukannya dan berjalan masuk. Alin menutup pintu kemudian menyusul Keanu ke dalam. Dia kemudian membantu suaminya itu untuk membuka jasnya kemudian menggantungnya.


"Kamu sudah makan malam?" Alin bertanya ke Keanu karena tadi sore dia sudah memasak di dapur umum kost-an ini tapi belum memakannya karena menunggu Keanu. Alin berharap hari ini Keanu akan pulang ke kost-annya ini dan ternyata harapannya terkabul.


"Belum..... kamu habis masak?"


Alin hanya mengangguk menjawab pertanyaan Keanu.

__ADS_1


"Kamu sebaiknya mandi dulu biar aku bisa memanaskan makanannya di microwave"


Tanpa banyak bertanya, Keanu menuruti semua perintah Alin. Dia langsung memasuki kamar mandi.


Setelah mengambilkan pakaian ganti untuk Keanu dan menaruhnya di tempat tidur, Alin segera ke dekat meja makan dan mulai menghangatkan makanan di microwave.


Tak lama, Keanu telah selesai bersih-bersih dan berganti pakaian. Dia kemudian menuju ke meja makan dan melihat makanan sudah terhidang di meja. Ada ayam goreng crispy, sayur sop, capcay goreng dan sambal goreng ati ampela. Aroma makanan itu sudah menguar ke hidung. Membuat perut terasa keroncongan. Padahal Alin sudah menyalakan kipas angin dan membuka jendela tapi aromanya tetap terasa sekali.


"Maaf, aku hanya bisa masak makanan asli Indo. Mudah-mudahan kamu suka."


"Apapun yang kamu masak, aku akan menyukainya." Mata Keanu tampak berbinar saat mengucapkan itu. Dia senang karena mendapat perhatian istrinya itu dan ternyata Alin tidak marah padanya.


Mereka berdua pun menyantap makanan itu dengan lahap. Keanu terlihat dua kali menambah nasi. Padahal selama ini dia paling anti makan nasi kalau malam.


Setelah selesai makan, Keanu ingin membantu Alin untuk membersihkan meja dan mencuci piring, akan tetapi tidak diijinkan oleh Alin..Akhirnya dia duduk di sofa dan menyalakan televisi dan sesekali melihat ke arah Alin.yang lagi sibuk mencuci piring di satu-satunya wastafel di kamar ini.


Kost-an Alin ini bukanlah tempat yang elite. Ini adalah kost-an sederhana berukuran 4x5 meter yang dilengkapi kamar mandi dan di dalamnya berisi 1 tempat tidur, 1 meja makan dengan 2 kursi, 1 sofa tunggal, 1 nakas, 1 lemari pakaian dua pintu, dan 1 wastafel. Alin telah menambahkan perlengkapan lainnya seperti kipas angin, kulkas, cermin, microwave dan Rice cooker. Dapur terletak diluar kamar inidan itu adalah dapur umum bagi semua penghuni kost-an.


Begitu selesai mencuci piring, Alin kemudian mendekati Keanu.


"Tidak perlu. Aku sudah minum kopi tadi sebelum pulang."


"Ohh gitu...."


"Kamu duduk sini." Keanu berkata sambil menepuk kedua pahanya.


"Ngga ahh.... emangnya aku anak kecil pake dipangku segala."


Tanpa aba-aba, Keanu langsung menarik Alin dan mendudukkannya di pangkuannya. Dia kemudian memeluk erat pinggang ramping Alin.


"Kamu jangan banyak bergerak kalau tidak mau membangunkan macan tidur."


Alin langsung diam membeku dan tak bergerak sama sekali. Melihat itu, Keanu langsung tertawa terbahak-bahak. Dia kemudian meraih wajah Alin dan menggesekkan hidungnya ke hidung Alin.


"Kenapa sayang...... takut.....? kamu kayak masih perawan aja. Padahal khan sudah beberapa kali aku jebol." Keanu berkata sambil tersenyum menyeringai ke Alin.

__ADS_1


"DIAMMM...!!!" Teriak Alin. Dia sewot menatap Keanu yang masih tertawa menyeringai.


"Dilarang marah-marah terus, sayang. Nanti cepat tua loh." Keanu kemudian mencium pelan bibir Alin.


"Biarin.......!" Alin menjawab ketus karena masih sewot akan ucapan Keanu tadi.


"Udah yah, sayang.....aku cuman bercanda. Jangan dimasukkan ke hati." Setelah mengatakan itu, Keanu langsung me.....at bibir Alin. Pada awalnya, Alin tidak mau membalasnya karena masih kesal. Tapi lama kelamaan akhirnya dia terbuai juga dengan perlakuan Keanu dan akhirnya dia pun mulai membalas perlakuan Keanu.


Entah siapa yang memulai atau bagaimana caranya sehingga sekarang, mereka berdua sedang bergulat di atas tempat tidur untuk saling memberi dan menerima sesuatu yang hanya mereka berdua yang bisa merasakannya.. 🤔


……………………………………………………………………………


Keesokan harinya saat Alin terbangun, dia merasakan seluruh tubuhnya pegal-pegal dan serasa mau remuk seperti habis dipukuli. Dia mencoba meregangkan kedua tangannya ke atas untuk melemaskan otot-ototnya. Akhirnya setelah dia merasa agak enakan, dia berniat turun dari tempat tidur. Dia lupa kalau dia lagi tak mengenakan apapun di balik selimutnya. Setelah dia menyingkap selimutnya, barulah dia sadar kalau dalam kondisi bugil. Akhirnya dia menarik kembali selimut itu agar menutupi tubuhnya.


Tak lama, Alin mendengar pintu kamar mandi terbuka dan melihat Keanu keluar dari sana dengan mengenakan handuk berwarna putih yang melilit di pinggangnya. Sambil berjalan, dia menggosok rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil. Dia tampak seksi sekali dengan otot perut sixpack dan dada bidang yang terpampang nyata di depan Alin sekarang. Hal itu membuat Alin menelan salivanya.


"Kenapa menatapku seperti itu, sayang.. hmmm.. masih belum puas dengan yang semalam..... pengen ditambahin lagi pagi ini." Keanu berbisik lembut di telinga Alin sambil tersenyum mesum menatap istrinya itu.


Alin yang ditatap seperti itu langsung bergidik. Dia tidak bisa membayangkan kalau harus melayani lagi lelaki itu pagi ini. Kalau itu terjadi, kemungkinan besar dia tidak bisa berjalan. Alin baru mengetahui kalau nafsu lelaki ini sangat besar. Semalam saja, entah berapa kali dia melakukannya. Alin sudah tidak ingat lagi.


"Udah ahhh.... aku mau bangun. Aku mau siap-siap ke kantor."


"Kalau kamu masih capek, ngga usah ke kantor. Izin aja lagi.."


"Ngga ahh. Aku udah izin kemarin. Lagipula aku tak tau mau bikin apa di rumah." Alin berkata sambil bergegas bangun dan memakai selimut lalu berjalan ke kamar mandi.


Setelah selesai berpakaian, Alin menuju ke meja makan. Dia berniat membuat susu dan roti tawar untuk sarapan mereka.


"Sayang, ngga usah bikin sarapan. Kita makan di luar aja sebelum ke kantor." Kata Keanu yang tadinya lagi bermain ponsel tapi sekarang sudah melepasnya dan berjalan ke dekat nakas untuk mengambil tas kerjanya.


Alin pun mengikuti Keanu mengambil tasnya di atas nakas dan bergegas menyusulnya yang sudah terlebih dahulu berjalan keluar.


.……………………………%%%%………………………………


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa SUKA dan komentarnya yah.....🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2