Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Bertemu


__ADS_3

Keanu tidak bisa mengelak saat dipeluk oleh Irene. Dia hanya bisa pasrah saja membiarkan Irene memeluknya sambil menatap Alin yang tampak berdiri diam memandangi mereka. Dalam hati Keanu berharap Alin bisa mengerti dan tidak marah.


Setelah beberapa saat dalam posisi dipeluk tanpa membalas, Keanu akhirnya meminta Irene melepaskannya.


"Hmmm...Irene.. Bisakah kamu melepaskanku sekarang. Aku mau ke kamarku dulu. Gerah rasanya, pengen mandi."


"Okay...." Irene melepaskan pelukannya pada Keanu, "Aku temani mandi yah sayang..." Irene berkata sambil tersenyum manja ke Keanu lalu bergelayut di lengannya.


Keanu merasa risih akan perkataan dan sikap manja Irene. Yang lebih membuat Keanu risih karena ada Alin yang notabene adalah istrinya. Padahal dulu saat Alin belum hadir di kehidupannya, Keanu paling suka kalau Irene bermanja-manja seperti ini.


"Irene.... jangan begini yah. Ngga enak... ada orang."


"Kenapa kalau ada orang.... aku khan kangen. Udah lama kita tidak bertemu." Irene bukannya melepas pegangannya. Dia malahan melingkarkan tangannya di pinggang Keanu sambil bersandar di dadanya.


Alin muak melihat adegan itu. Ingin rasanya dia pergi dari tempat ini.


"Maaf kalau aku mengganggu.....Tapi boleh aku diberitahu dimana kamarku?"


Keanu yang melihat ada kesempatan untuk melepaskan diri dari Irene segera menyahuti.


"Sini aku antar ke kamarmu." Keanu langsung melepas pelukan Irene dan hendak melangkah melewatinya.


"Tunggu...." Irene baru menyadari bahwa orang yang di bawa Keanu adalah seorang perempuan cantik. Perempuan itu hampir menyamai tingginya, bahkan sepertinya dia lebih tinggi beberapa centi dari dia. "Keanu.... siapa dia?" Katanya sambil menunjuk Alin dengan dagu.


"Hmm... dia asistenku."

__ADS_1


"Loh, bukannya asistenmu itu Reza. Koq sekarang perempuan." Irene bertanya dengan sarkas.


"Iya... Reza itu tangan kananku sedangkan dia tangan kiriku. Keduanya adalah asistenku. Orang kepercayaanku."


"Terus.. mengapa dia ada di sini."


"Aku menyuruhnya tinggal di sini karena kontrakannya telah habis masa sewanya. Dia belum sempat nyari kontrakan baru."


"Mengapa dia harus tinggal di sini....di rumahmu yang hanya atasannya? Mengapa dia tidak tinggal bareng Reza aja?"


"****.... enak aja, istriku mau disuruh tinggal bareng Reza." Keanu mengumpat dalam hati.


"Memangnya kenapa? Terserah aku mau mengijinkan siapa pun tinggal di sini."


"Loh... bukannya kamu juga tinggal di sini. Berarti itu juga tidak etis karena kamu perempuan."


"Aku beda, Keanu. Aku tunanganmu dan sebentar lagi kita akan menikah. Jadi wajarlah kalau aku tinggal denganmu."


"Apanya yang wajar. Sama aja. Tetap saja kamu bukan istriku. Sudahlah.... aku tidak mau berdebat lagi masalah ini. Kalau kamu tidak suka dengan keputusanku, kamu bisa cari tempat tinggal yang lain." Keanu kemudian menoleh ke arah Alin yang sedari tadi diam saja mendengar perdebatan mereka, "Ayo Alin... aku antar ke kamarmu."


"Tapi Kean...........!!!" Irene masih ingin berbicara tapi Keanu sudah berlalu. Jadinya, Irene hanya bisa mendengus kesal menatap Alin yang baru akan melangkah mengikuti Keanu.


"Ehhh...tunggu."Irene menarik tangan Alin yang hendak melangkah, "Awas yah kalau kamu berani macam-macam dengan tunanganku. Aku tidak akan mengampunimu." Irene berkata sambil menunjuk wajah Alin.


Alin sama sekali tidak menjawab perkataan Irene. Dia justru memilih melangkah pergi meninggalkan Irene yang masih dipenuhi kekesalan. Selanjutnya Irene memilih duduk di sofa lalu menyalakan TV dengan keras.

__ADS_1


Sementara itu, Alin sudah berjalan mengikuti Keanu. Ternyata Keanu membawanya ke kamar yang ada di sebelah kiri tangga. Setelah berada di depan pintu, Keanu lantas membuka pintu dan berjalan duluan memasukinya. Keanu sementara berjalan masuk, tiba-tiba dia mendengar suara keras TV yang dinyalakan. Dia sebenarnya jengkel dengan ulah Irene tapi dia sengaja tidak peduli. Nanti saja baru dia berurusan dengan Irene. Yang terpenting untuknya saat ini adalah Alin.


Keanu melihat Alin berdiri saja di depan pintu dan tidak masuk. Dia akhirnya melangkah ke arah Alin lalu menariknya memasuki kamar itu kemudian menutup pintu dengan pelan.


Begitu pintu tertutup, Keanu langsung memeluk Alin dengan erat dan mengecup dahi dan pucuk kepalanya.


"Sayang..... aku minta maaf atas kejadian yang kamu lihat tadi. Tapi percayalah, aku hanya mencintaimu."


Karena tak mendapat respon, Keanu kemudian melepas pelukannya. Dia beralih menangkup wajah Alin dan menengadahkannya agar dia bisa melihat ekspresi yang terpancar dari wajah cantik istrinya ini.


"Kamu marah.....?" tanya Keanu lagi.


Alin tetap diam dan berusaha memalingkan wajahnya agar dia tidak menatap mata laki-laki menyebalkan ini.


Melihat Alin yang tidak mau menatapnya dan malahan mau memalingkan wajahnya, Keanu tidak tinggal diam. Dia kembali mengarahkan wajah itu agar menghadapnya.


"Sayang.... jangan begini. Aku tau kamu marah. Makanya aku minta maaf. Tapi aku mohon kamu bisa mengerti dan bisa lebih bersabar. Nanti kalau waktunya sudah tepat, aku akan mengumumkan bahwa kamu adalah istriku."


"Aku tidak meminta diakui, Kean. Aku hanya meminta lepaskan aku. Jangan bawa aku ke dalam masalahmu. Biarkan aku menjalani hidupku sendiri."


"Tidak.... kamu ingin pergi dariku.... itu tidak akan pernah terwujud." Keanu kemudian melepaskankan tangannya di wajah Alin, "Sudahlah... kamu istirahat saja. Aku mau ke kamarku. Nanti kita bicarakan lagi." Keanu berkata sambil mencium pelan bibir Alin, ********** sebentar lalu kemudian melepasnya dan kemudian melangkah keluar dari kamar.


Sepeninggal Keanu, Alin kemudian berjalan ke tempat tidur lalu merebahkan badannya. Hari ini terasa sangat berat baginya. Dia merasa sangat lelah. Lelah fisik dan lelah bathin. Tanpa di sadari, Alin akhirnya tertidur dalam keadaan berganti pakaian saja belum.


………………………………%%%%…………………………………

__ADS_1


__ADS_2