Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Hampir Ketahuan...


__ADS_3

Hari-hari selanjutnya dilewati oleh Alin dan Keanu seperti biasanya. Di luar, mereka adalah atasan dan bawahan tapi kalau di rumah mereka adalah suami istri. Pernikahan mereka memang belum ada yang mengetahuinya kecuali paman dan bibi Alin, Pak Penghulu, Imam dan Pengurus Masjid serta Reza.


Saat ini seperti biasa, mereka berangkat ke kantor. Hari ini mereka bertiga dengan Reza karena kebetulan mereka ada meeting dengan klien di kota B jam 12.00 siang. Perjalanan ke kota B membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Kebetulan Alin masih harus mengambil dokumen untuk meeting tersebut di kantor. Jadinya jam 07.00 mereka sudah harus on the way.


Setelah mereka tiba di kantor, Alin bergegas turun dari mobil untuk ke atas mengambil dokumen. Reza dan Keanu menunggu di mobil di depan pintu kantor. Satpam yang bertugas hendak membukakan pintu mobil untuk Keanu tapi Alin memberitahunya bahwa atasannya itu tidak turun karena dia hanya singgah sebentar untuk mengambil dokumen.


Tak berapa lama kemudian, Alin sudah kembali ke mobil. Keanu melihat sejenak ke arah Alin, lalu memerintahkan Reza untuk berangkat ke kota B.


Ketiga orang yang ada di atas mobil itu sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Mereka tidak ada yang mengobrol. Reza konsentrasi dengan kemudinya, Alin dengan Laptopnya dan Keanu dengan Ipadnya.


Tak lama, keheningan itu dibuyarkan oleh suara nyaring dari deringan ponsel Keanu. Alin melirik sebentar ke ponsel Keanu yang diletakkan di handphone case yang ada di depan kursi mereka. Alin bisa membaca tulisan yang tertera di layar yaitu My Fiance. Melihat itu, Alin mengerutkan kening, "My Fiance..... tunanganku..... tunangan siapa???? apakah itu tunangan Keanu? Tidak mungkinkan itu tunangan orang lain karena itu ponsel milik Keanu....aku harus menanyakannya nanti...."


Tak lama Keanu menjawab ponselnya.


"Halo........"


"Halo sayang.... kamu dimana?"


"Kenapa...?"


"Salahkah aku menanyakan kamu dimana?"


"Kalau ngga ada yang penting aku tutup yah."


"Sayang...... jangan ditutup dulu. Aku mau memberitahumu sesuatu."


"Okay.... cepat katakan."


"Hari ini aku terbang ke Indo. Aku sudah meninggalkan karierku demi kamu."


"Hanya itu........ aku tutup sekarang yah." tanpa menunggu jawaban, Keanu langsung menutup teleponnya.


Keanu kemudian meletakkan kembali ponselnya di tempatnya. Dia tahu kalau Alin sedari tadi menatapnya tapi dia pura-pura tidak melihatnya. Keanu kembali sibuk dengan Ipad-nya.


Alin tidak tahan untuk tidak bertanya.


"Siapa yang menelpon tadi?" Alin bertanya dengan penasaran.


"Kenapa kamu ingin tahu".


"Adakah yang salah kalau aku ingin tahu siapa yang menelponmu".


"Kamu bertanya sebagai apa? Istriku atau asisten pribadiku?"


"Kean......!!!!! apa sih susahnya kalau kamu menjawabku. Jangan malah pertanyaan dibalas pertanyaan." Alin senewen melihat Keanu yang sedari tadi tidak menjawab pertanyaannya. Malahan berusaha mengalihkan dengan memberi pertanyaan balik.

__ADS_1


"Sudahlah, Lin..... kita dalam kondisi bekerja saat ini. Jadi jangan bawa-bawa masalah pribadi."


"Tapi Kean.... aku pastinya penasaran dengan siapa "My Fiance" yang menelpon suamiku."


"Kita dalam kondisi bekerja. Tempatkan dirimu di posisi seharusnya. Sekarang kamu adalah asistenku pribadiku. Jadi tidak berhak mencampuri urusan pribadiku."


"Baik, kalau itu maumu...... Mulai sekarang, di waktu bekerja, kita tidak berhak mencampuri urusan pribadi masing-masing." Alin sangat kesal menghadapi sikap Keanu yang seperti ini.


Keanu tak menjawab. Dia diam saja dan malahan kembali serius menulis di Ipadnya.


Alin yang sedang kesal tidak bisa berkonsentrasi bekerja. Akhirnya dia menutup laptopnya dan sekarang menatap keluar jendela. Dia ingin menghilangkan kekesalannya dengan melihat pemandangan di sepanjang jalan yang mereka lalui. Matanya mulai berkaca-kaca dan sebentar lagi akan menangis kalau tidak cepat dialihkan.


Setelah beberapa saat melihat pemadangan di luar mobil, Alin merasa kalau kekesalannya mulai mereda. Tapi dia tetap menatap keluar jendela. Dia tak mau melihat Keanu. Nanti dia akan kesal lagi kalau melihat wajah menjengkelkannya.


Keanu yang pura-pura sibuk di samping Alin hanya bisa diam melihat istrinya itu mulai menatap keluar jendela. Keanu sebenarnya tau kalau dia telah membuat istrinya itu kesal. Tapi mau bagaimana lagi. Dia masih belum bisa memberitahu Alin hal yang sebenarnya mengenai Irene. Dia takut setelah Alin mengetahuinya malah akan meninggalkannya.


Tidak lama berselang, mobil yang membawa mereka akhirnya berhenti di depan sebuah gedung kantor yang lumayan besar.


"Kita sudah sampai di kantor PT. Hasta Jaya." Reza berkata sambil menoleh ke belakang. Setelahnya dia turun dan membukakan pintu mobil untuk Keanu.


Setelah melihat Reza turun dari mobil, Alin juga bergegas membuka pintu dan segera turun. Dia sudah merasa sesak sedari tadi duduk berdekatan dengan Keanu.


Setelah Keanu turun dari mobil, dia melihat kalau Alin tidak mau menatapnya dan berdiri jauh dari dirinya. "Mungkin dia masih kesal. Ahhh... biarin aja. Entar juga baikan sendiri." Gumam Keanu dalam hati sambil menarik nafas panjang.


Keanu kemudian berjalan duluan memasuki kantor itu dan diikuti oleh Alin dan Reza di belakangnya.


"Siang pak...... ada yang bisa dibantu."


"Iya... kami dari Pradana Group.. ingin bertemu dengan pimpinan kalian." Reza yang menjawab pertanyaan resepsionis itu.


"Ohhh... dengan Pak Keanu yah. Mari silahkan pak. Pimpinan kami sudah menunggu anda." Resepsionis itu berkata sambil membuka jalan untuk ketiga orang ini.


Mereka bertiga berjalan ke lift khusus petinggi dengan dipandu oleh resepsionis tadi. Sepanjang jalan yang dilalui, mereka berpapasan dengan beberapa karyawan. Terdengar mereka berbisik-bisik,


"Wuih... tampannya. Yang paling tampan itu pasti bossnya. Yang di belakang itu pasti asistennya."


"Iya. Kalau bossnya susah didapat, mending asistennya aja."


"Iya.... asistennya juga gagah... tapi masih kalah sama bossnya sih."


"Iya... yang cewek itu siapa yah. Cantik sekali... mirip model..."


"Istrinya atau asistennya juga. Tapi kalau istrinya, kenapa mereka tidak jalan berdampingan yah."


"Kasihan deh lu pade.... ngga kebagian....."

__ADS_1


"Paling juga cewek itu sekretarisnya."


Dan masih banyak lagi bisik-bisik yang didengar oleh mereka bertiga. Tapi mereka tak peduli. Hal seperti itu sudah biasa bagi mereka.


Tidak berapa lama, akhirnya mereka tiba di depan pintu sebuah ruangan yang bertuliskan "DIREKTUR".


Resepsionis itu mengetuk pintu tiga kali, kemudian langsung membuka pintu ruangan itu.


Setelah pintu terbuka, tampaklah sebuah ruangan yang cukup luas. Di tengah ruangan dekat jendela kaca besar terdapat sebuah meja besar yang terbuat dari kayu eboni dilapisi marmer Italia asli. Meja itu dipasangkan dengan sebuah kursi kerja sultan. Itu adalah kursi pimpinan. Di sudut sebelah kanan tampak sofa yang dilengkapi dengan meja tamu yang juga terbuat dari marmer. Ruangan kerja yang lumayan mewah.


Setelah mereka bertiga masuk, tampak seorang lelaki tampan berusia sekitar 30 tahunan berdiri menyambut Keanu. Lelaki itu diiringi oleh 2 orang laki-laki lainnya dan seorang perempuan cantik nan sexy. Kelihatannya mereka semua sudah mengenal Keanu dengan baik.


"Selamat datang di kantor kami, Keanu." Kata lelaki tampan itu sambil mengulurkan tangan ke arah Keanu.


"Terima kasih Bryan...." Keanu menyambut uluran tangan lelaki itu dengan antusias.


"Lama tidak berjumpa kawan. Bagaimana kabarmu."


"Aku baik-baik saja, sobat."


"Kabarnya Irene bagaimana? Apakah kalian sudah menikah."


Mendengar temannya ini bertanya mengenai Irene, Keanu jadi agak panik.


"Udahlah Bryan. Kita ngga usah membicarakan masalah pribadi. Bukankah kamu mengundang kami ke sini untuk urusan pekerjaan."


Keanu berusaha mengalihkan pembicaraan. Sambil berbicara itu, Keanu melihat ke arah Alin. Tapi yang dilihat pura-pura cuek dan seperti tak peduli. Tidak ada ekspresi kaget ataupun marah yang terlihat dari wajah Alin.


Bryan yang melihat Keanu yang berbicara dengannya tapi pandangannya ke arah lain menjadi heran. Dia mengikuti arah pandangan Keanu. Setelah melihat siapa yang dilihat oleh Keanu, dia langsung diam terpesona. "sungguh cantik perempuan ini. Siapa dia yah?" Akhirnya dengan tidak sabar, Bryan langsung menyapa Alin.


"Halo nona cantik..... maaf mengabaikanmu sedari tadi..Kenalkan, saya Bryan Adri Johanson.. pimpinan PT. Hasta Jaya." Ucap Bryan sambil mengulurkan tangannya pada Alin.


Kemudian Alin menyambut uluran tangan itu dengan antusias.


"Iya pak... kenalkan saya Alin, asisten pribadi Bapak Keanu."


Lama Bryan menggenggam tangan Alin dan tak mau melepaskannya. Membuat Keanu yang melihatnya menjadi panas hatinya. Tapi dia berusaha menahan kecemburuan itu. Akhirnya Keanu hanya bisa berdehem keras. Membuat Bryan tersadar dan akhirnya melepaskan genggaman tangannya.


"Kamu asistennya Keanu? Wah... amazing....."


"Apanya yang amazing !!!" Keanu bertanya sewot... itu istrinya loh.... lelaki lain melihat istrinya dengan tatapan kagum dan mendamba begitu.... siapa yang tidak cemburu. Untung saja Keanu masih berpikir jernih. Kalau tidak, dia pasti sudah meninju Bryan.


"Oh, maaf......... silahkan....... kita duduk saja di sofa sana." kata Bryan sambil berusaha menetralkan jantungnya yang berdetak kencang.


……………………………%%%%………………………………

__ADS_1


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak yah. 🤗


__ADS_2