Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Bab 38


__ADS_3

Konferensi Pers yang dilakukan oleh Irene akan diadakan sebentar lagi di Ballroom Hotel Triple A. Persiapan matang sudah diadakan,termasuk naskah pertanyaan yang akan ditanyakan oleh para wartawan.


Acara briefing juga sudah diadakan. Sisa menunggu Keanu untuk hadir di acara tersebut. Yah memang, jumpa pers yang akan diadakan oleh Irene hari ini, selain mengumumkan tentang kembalinya Irene si Model Internasional ke tanah air, juga rencananya akan diumumkan mengenai kelanjutan hubungan si model cantik itu dengan tunangannya, si pengusaha tampan dan kaya yang termasuk 5 besar orang terkaya di Asia.


Irene yang telah duluan tiba dan sementara di dandani, mulai gelisah karena Keanu sampai sekarang belum juga datang. Padahal konpers ini harus dihadiri olehnya.


"Ahh... bagaimana kalau Keanu tidak datang. Aku bisa malu nanti."


Untuk memastikan kegalauannya, Irene mencoba menelpon Keanu, tapi hasilnya tetap nihil. Keanu sama sekali tidak mengangkat ponselnya.


"**...*. Kemana sih dia." Irene mengumpat sambil meletakkan ponselnya kembali.


***********


Sementara itu, di gedung kantor Pradana Group, tampak Keanu sedang memeluk Alin dari belakang di ruangannya.


"Please honey...... ikut denganku yah." Keanu berkata sambil bersandar manja di bahu Alin.


"Ngga.... untuk apa juga aku hadir dan menyaksikan suamiku bersama dengan wanita lain. Kamu pikir aku ngga punya perasaan apa." Sahut Alin ketus sambil mencoba melepaskan tangan Keanu yang melingkar di perutnya.


"Emangnya kamu punya perasaan apa padaku? Apa kamu mulai mencintaiku?"


Alin hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Keanu karena terus terang, dia sudah mulai mencintai Keanu. Walaupun perasaan itu selalu berusaha untuk ditekannya agar tidak tumbuh subur di dalam hatinya.


Tapi biar bagaimana pun Alin adalah perempuan biasa yang pada saat diperlakukan dengan baik dan penuh kasih sayang oleh suami sendiri, pasti akan luluh juga. Dan Alin tidak mau itu terjadi karena dia tidak mau terlalu sakit.

__ADS_1


"Please Kean...mengertilah perasaanku. Jadi jangan paksa aku yah." Alin berbalik sambil menatap Keanu dengan tatapan memelas.


"Sayang...aku melakukan ini untukmu. Aku mengajakmu agar kamu tidak berprasangka padaku."


"Nggak kebalik Kean...bukannya dengan melakukan ini malah menyakiti perasaanku. Hati istri mana yang tidak sakit melihat suaminya bersanding dengan wanita lain."


"Jadi sekarang kamu sudah mulai mencintaiku yah.....ayo ngaku...."


"Terserah deh....." Alin melengos lalu beranjak duduk di sofa tamu yang ada di ruangan ini.


Keanu juga mengikuti istrinya itu untuk duduk di sofa.


"Sayang...Aku sangat mencintaimu. Mungkin sebagian orang tidak percaya dengan Cinta Pada Pandangan Pertama. Tapi hal itu nyata. Aku sendiri yang merasakannya. Jadi apapun yang aku lakukan sekarang....percayalah...itu adalah yang terbaik untukmu dan untuk masa depan kita." Keanu berkata sambil menggenggam tangan Alin.


"Jadi mau yah ikut denganku ke konpers itu. Please....."


"Thanks honey. I love you so much." Keanu tampak senang sekali. Dia kemudian menciumi pipi wanita kesayangannya.


"""""”""""""


Konferensi Pers yang diadakan Irene sudah akan di mulai beberapa menit lagi. Tampak Irene dan Managernya sudah duduk berjejer di depan wartawan. Masih terdapat satu buah kursi kosong di samping Irene yang sedianya akan di tempati oleh Keanu.


Irene sudah khawatir sekali karena sampai sekarang, Keanu belum muncul juga. Di telepon juga nggak diangkat-angkat. Matanya sesekali menatap ke pintu masuk ruangan ini.


Tak lama kemudian pintu ruangan tersebut terbuka. Kemudian muncullah Reza yang disusul oleh Keanu dan Alin.

__ADS_1


Irene yang melihat kemunculan Keanu langsung berdiri dan segera berjalan untuk menyambut Keanu. Begitu berdekatan dengan Keanu, Irene langsung bergelayut manja di lengan Keanu dan membawanya ke kursi kosong yang sedianya untuk Keanu.


Hal ini semua tidak luput dari bidikan kamera wartawan. Tampak Blitz dari kamera para wartawan tak henti berpendar dalam ruangan tersebut.


Keanu merasa risih diperlakukan seperti itu oleh Irene. Tapi...dia tidak bisa melakukan apapun saat ini karena sorotan kamera wartawan mengarah ke mereka. Dia hanya bisa diam dan mengikuti keinginan Irene sambil sesekali melirik ke arah Alin yang sekarang ikut berdiri di sudut ruangan bersama Reza. Ada perasaan bersalah dan tidak tega yang dia rasakan pada Alin. Tapi apalah daya, dia tetap harus memainkan sandiwara ini secara apik agar tidak mencelakai orang yang sangat dicintainya itu.


Setelah semua berada pada tempatnya masing-masing, Manager Irene segera membuka konpers itu dengan mengucapkan beberapa kata sambutan.


Setelah kata pembukaan dari Manager Irene selesai, dilanjutkan dengan sepatah kata yang dilakukan oleh Irene. Dengan wajah sumringah dan penuh senyum, Irene mulai mengucapkan beberapa kata mengenai pencapaian kariernya selama ini di luar negeri dan disertai dengan tampilan slide kegiatannya selama ini di luar negeri pada layar yang terdapat di ruangan ini. Setelah itu, Irene lalu memperkenalkan Keanu yang berada di sampingnya.


"Oh iya...kali ini, saya juga ingin mengumumkan pertunangan saya dengan lelaki di samping saya ini. Kalian pasti sudah tidak asing dengannya bukan? Yah....lelaki ini adalah Keanu Gibran Pradana, CEO dari Pradana Group. Sedari dulu kalian sudah tahu kalau saya dan dia menjalin hubungan kasih bukan? Nah sekarang...hubungan kami sudah berkembang naik satu tahap lagi yaitu bertunangan. Rencananya, tidak lama setelah ini kami akan melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu menikah. Bukankah begitu, sayang?" Sambil berkata itu, Irene kemudian menoleh ke arah Keanu dan menggenggam tangannya meminta persetujuan.


Keanu yang ditanya tampak terdiam dan belum menjawab pertanyaan Irene. Sejenak dia menatap ke arah Alin. Tapi orang yang ditatap malah menatap ke arah lain menghindar. Keanu jadi bingung harus menjawab apa. Di satu sisi, ada amanah besar yang harus dia jaga sedangkan di sisi lain, ada hati yang harus dia jaga pula.


"Sayang......!" Irene menggenggam kuat tangan Keanu tanda meminta persetujuan.


"Hmmm.... Iya" Keanu menjawab dengan nada datar saja. Walau dalam hati menolak, tapi dia tidak bisa melakukannya. "Maafkan aku, Alin. Aku terpaksa melakukannya. Ku harap kamu bisa mengerti, memahami dan bersabar menghadapi semuanya."


Irene sangat senang mendengar jawaban Keanu karena terus terang, Irene mengatakan hal tersebut tanpa konfirmasi terlebih dahulu.


"Thank You, Honey..... I love you so much. Very...very love." Irene langsung merangkul leher Keanu dan tanpa sungkan memberi Kiss di pipi sebelah kirinya.


Keanu yang diperlakukan seperti itu refleks menjauhkan wajahnya dari Alin lalu tanpa sadar mengusap bekas kissing Irene tadi. Niatnya ingin menghapus bekasnya. Tapi dipikiran orang lain yang ada di ruangan itu, Keanu mengusap pipinya karena tidak menyangka akan mendapat kissing dadakan itu.


Alin yang melihat itu dari ujung sana, segera memalingkan muka. Dia tak mau menyaksikan kemesraan yang sengaja dipertontonkan oleh kedua insan itu. Dia tidak mau hatinya tersakiti lebih dalam lagi. Biar bagaimana pun, tidak ada seorang istri yang tidak akan sakit melihat suaminya bermesraan dengan perempuan lain.

__ADS_1


Reza yang melihat reaksi Alin, kemudian berkata "Dunia ini Panggung Sandiwara. Terkadang apa yang kita lihat tidak sesuai kenyataannya. Sebagai pemain, kita harus bisa melakoni peran kita masing-masing sesuai dengan skenario dari sutradara. Begitu pun kamu dan Keanu. Kalian ditakdirkan bersama, walaupun harus melalui berbagai halangan dan rintangan, akan tetapi dengan modal kepercayaan dan cinta, aku jamin kalian akan bisa melalui ini semua. Maka dari itu saya berharap, apapun yang terjadi, anda harus tetap yakin dan percaya bahwa Tuan Keanu hanya mencintai anda. Andalah satu-satunya wanita di hatinya."


Alin hanya terdiam mendengar ucapan Reza. Dia berusaha mencernanya dengan baik agar dia tidak salah kaprah dengan maksud Reza.


__ADS_2