
Keesokan harinya, Alin terbangun pukul 06.30 pagi. Dia melihat ke sampingnya dan mendapati tempat Keanu tidur sudah kosong. Alin kemudian bergegas turun dari tempat tidur. Dia melihat ke sekeliling dan tidak mendapati Keanu.
"Ahhh.... dia mungkin sudah berangkat ke kantor.....Mengapa dia tidak menungguku yah... Ahh..sudahlah. Dia khan bukan anak kecil lagi yang perlu ku khawatirkan."
Alin bergegas berjalan menuju kamar mandi. Tiba di depan kamar mandi, dia tertegun melihat catatan di kertas post it berwarna pink yang tertempel pas di daun pintu kamar mandi.
'Tidak Usah Ke Kantor Hari Ini.
Tunggu Aku.
Sarapan Sudah Aku Siapkan di Meja.'
Your Forever Love. 😍😘💖💕💕💕💕💕***
Alin tersenyum-senyum sendiri membaca catatan itu. Lalu dia membuka pintu kamar mandi dan masuk untuk bersih-bersih.
Tak lama kemudian, Alin telah selesai berpakaian. Dia hanya memakai dress selutut lengan pendek berwarna jotol. Alin lalu mendekati meja makan dan mendapati semangkuk bubur ayam beserta pelengkapnya dengan segelas susu sudah terhidang di meja. Alin menyendoknya sedikit dan masih terasa hangat. Dia kemudian memakan habis sarapan yang disiapkan Keanu itu. Setelahnya dia duduk di sofa bermain ponsel.
Bosan bermain ponsel, Alin kemudian melihat ke jam di ponselnya. Sudah jam 09. 35 tapi Keanu belum juga datang. "Bukankah dia menyuruhku menunggunya di sini. Mengapa sampai sekarang dia belum ada"
Alin masih memikirkan Keanu, saat tiba-tiba dia mendengar ketukan dari pintu. Dia berpikir kalau itu Keanu makanya dia cepat-cepat melangkah ke pintu dan langsung membukanya. Tapi dia heran karena yang di depan pintu ada tiga orang perempuan yang sedang menenteng koper dan tas make up pallette.
"Maaf nona, kami diperintahkan oleh Tuan Reza ke sini untuk me-make over anda."Ucap perempuan yang menenteng tas make up.
"Make Over,.........."
"Iya nona."
"Tapi untuk apa?"
"Kami juga tidak tahu, nona. Kami hanya diperintahkan untuk mendandani anda secantik mungkin. Tapi, tanpa didandani pun anda sudah cantik."
"Ohh... baiklah. Silahkan masuk."
Setelah dipersilahkan, mereka bertiga akhirnya masuk dan mulai mengeluarkan peralatan yang mereka bawa. Lalu mulailah mereka beraksi.
Sekitar satu jam kemudian, pekerjaan mereka telah selesai. Mereka akhirnya pergi.
Tinggallah sekarang, Alin seorang diri. Dia menatap dirinya di cermin. Hari ini dia tampak berbeda dengan mengenakan kebaya berwarna putih dengan payet biru langit dan di hiasi dengan diamond yang sangat indah. Wajahnya juga tampak berbeda dengan make up flawless yang serasi. Alin melihat orang yang berbeda di dalam cermin.
Tidak lama kemudian terdengar ketukan di pintu. Begitu Alin membukanya, dia melihat Reza berdiri di sana.
__ADS_1
Reza berdiri terpaku menatap Alin yang terlihat sangat berbeda hari ini. Bossnya ternyata sangat pandai dalam hal memilih wanita.
"Reza, dimana Keanu?" Alin bertanya ke Reza mengenai keberadaan bossnya itu.
"Dia sedang menunggumu di suatu tempat. Aku ke sini untuk mengantarmu menemuinya."
"Oh... baiklah. Kalau begitu, aku ganti pakaian dulu. Kamu tunggu saja diluar."
"Tidak Alin. Kamu ngga boleh ganti pakaian. Tuan yang menyiapkan itu untuk kamu."
"Oh benarkah..? Kalau begitu, ayo kita berangkat." Alin lalu melangkah keluar menuju ke mobil.
Tak berapa lama perjalanan, akhirnya mobil yang dikemudikan Reza memasuki area sebuah masjid yang lumayan luas dan dikelilingi oleh pesantren. Tempat ini terasa sangat menyejukkan mata siapapun yang melihatnya.
Reza lalu menurunkan Alin pas di depan pintu masuk masjid tersebut. Dengan penasaran, Alin turun dari mobil kemudian melangkah masuk ke dalam masjid.
Begitu Alin memasuki masjid, dia langsung disambut oleh bibinya. Alin kaget dan tidak menyangka, bibinya.ada disini. Tapi dia lebih kaget lagi setelah melihat bahwa di area depan, dekat mimbar terdapat sebuah meja pendek berbentuk persegi dan dikelilingi duduk oleh lima orang dewasa antara lain Keanu dan Pamannya yang duduk saling berhadapan.
"Ada apa ini. Apakah betul, hari ini aku akan menikah dengan Keanu." Alin diam di tempatnya berdiri sekarang dan tidak bergerak.
"Ayo nak, jangan hanya berdiri saja. Calon suamimu sudah menunggumu." Bibi berkata membuyarkan lamunan Alin.
"Calon suami......." Alin berkata dan ekspresinya memperlihatkan kalau dirinya kebingungan.
"Tapi bagaimana paman dan bibi bisa ada disini sekarang?"
"Semalam, asisten Tuan Keanu datang ke rumah memberitahu kami mengenai rencana kalian hari ini. Tadi pagi, Tuan Keanu yang datang sendiri untuk meminta ijin kami. Beliau sudah menjelaskan semuanya dan kami setuju saja asalkan kamu bahagia, nak."
"Apa yang......." Alin belum menyelesaikan pertanyaannya, tiba-tiba dari arah samping datang Keanu
"Sayang, kenapa malah berdiri bengong di sini. Aku sudah sedari tadi menunggumu disana." Keanu kemudian menggenggam tangan Alin lalu membimbingnya ke depan penghulu yang sudah menunggu mereka.
Alin hanya diam dan menuruti saja semua keinginan Keanu. Alin sebenarnya sangat senang dengan semua yang terjadi. Hanya dia tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi secepat ini. "Mungkin Yang Maha Kuasa ☝️sudah menakdirkan hari ini adalah awal dari kebahagiaanku. Terima kasih Tuhan."
Bibi membantuku memperbaiki kebaya yang Alin kenakan saat akan duduk. Lalu memakaikan selendang putih panjang di atas kepala Alin dan Keanu.
"Saya Arya Pranata bin Seto Pranata hari ini menggantikan saudara saya yaitu Andre Pranata bin Seto Pranata untuk menjadi Wali Nikah putri beliau yaitu Diandra Aline Dwi binti Andre Pranata" Paman Alin berkata kepada Penghulu yang ada di dekatnya. Sejenak dia berhenti berbicara. Suaranya agak serak karena ada perasaan sedih yang timbul mengingat saudara satu-satunya yang telah tiada.
Saat mendengar ucapan pamannya itu, Alin langsung tertunduk dan matanya tampak berkaca-kaca mengingat kedua orang tuanya. Tidak lama, bibinya mengelus-elus bahu Alin untuk menyabarkannya dan memberinya kekuatan. Akhirnya Alin tidak jadi meneteskan air matanya. Dia kemudian fokus kembali ke acara ijab qabul yang sedang berlangsung ini.
Setelah penghulu mengiyakan Paman Arya untuk menjadi wali nikah Alin, dia kemudian menjabat tangan Keanu dengan erat. "Saudara Keanu Gibran Pradana bin Arjuna Satya Pradana, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan perempuan bernama Diandra Alinea Dwi binti Andre Pranata dengan Mas Kawinnya Seperangkat Alat Sholat dan Emas batangan seberat 1 kg dibayar tunai."
__ADS_1
Keanu agak gugup. Tak lama kemudian dia menghela nafas panjang lalu mengucap Ijab Qabul dengan mantap, pasti dan dalam satu tarikan nafas saja." Saya terima nikah dan kawinnya Diandra Alinea Dwi binti Andre Pranata dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
Setelah mendengar jawaban Keanu yang tegas dan mantap tanpa ada nada keragu-raguan sedikitpun, maka semua orang yang ada di ruangan itu menjawab serempak. "SAH" sebagai pertanda bahwa status Alin sekarang telah berubah menjadi istri seorang Keanu Gibran Pradana. Walaupun secara siri tapi setidaknya tetap sah secara Agama.
Mendengar kata "sah" dari orang-orang.yang hadir, timbul rasa nyeri di hati Alin. Entah mengapa, mendengar kata itu, ada terbersit rasa sedih di hatinya. Mungkin ada perasaan tidak rela melepas status single-nya selama ini. Walaupun mungkin hal ini yang diharapkannya dari Keanu sejak beberapa bulan lalu, tapi tetap saja ada ganjalan di hatinya.
Keanu sudah berpaling ke arah Alin dan mengulurkan tangan kanannya agar dicium oleh Alin sebagai tanda penghormatan, tapi Alin tampak tidak fokus dan sama sekali tidak menyambut uluran tangan Keanu.
Bibi yang melihat itu segera menepuk pelan bahu Alin. Barulah Alin tersadar dan melihat kalau tangan Keanu sudah terulur padanya. Akhirnya dia mengerti apa yang harus dilakukannya dan segera mengambil tangan Keanu lalu menciumi tangan itu. Tangan yang ke depannya akan selalu ia genggam. Tangan yang ke depannya akan memberinya kehidupan baru. Tangan yang ke depannya akan menuntunnya melalui suka duka kehidupan ini. Tangan yang ke depannya akan selalu melindunginya. Selanjutnya Keanu mencium kening Alin lamaaa.
Selesailah sudah prosesi perubahan status kedua insan tersebut. Kemudian orang-orang yang tadi menghadiri acara singkat ini telah kembali ke kegiatannya masing-masing setelah berpamitan pada yang empunya acara. Begitu pula dengan Keanu, Alin dan Reza. Mereka bertiga telah meninggalkan masjid tempat prosesi itu berlangsung.
"Reza, kita ke Apartemenku sekarang."
"Reza, sebelum mengantar tuanmu ke Apartemennya, antar aku dahulu ke kost-anku yah." Alin menyela ucapan Keanu.
Keanu heran mendengar ucapan Alin.
"Loh.... untuk apa kamu kembali ke kost-an lagi."
"Lah... bukannya itu tempat tinggalku. Yah aku mau pulang."
"Tidak bisa...kamu sekarang istriku. Jadi, kamu harus tinggal denganku."
"Jangan salah....di mata orang-orang, status kita hanya atasan dan bawahan. Jadi tidak pantas untuk tinggal seatap."
"Alin........"
"Maaf pak, walaupun status kita sekarang secara agama sudah berbeda, tapi itu tidak merubah apapun. Hanya di atas kertas saja. Jadi untuk sehari-hari, kita tetap seperti ini."
Keanu terdiam mendengar pernyataan Alin. Tidak lama kemudian dia berkata.
"Rez, antar Alin ke kost-annya dulu."
"Baik, pak."
Reza kemudian melajukan mobilnya ke kost-an Alin sesuai instruksi bossnya itu.
…………………………%%%%……………………………
Jangan lupa suka dan komennya yah.......
__ADS_1
…………………………………%%%%………………………