Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Ngga Jadi Nge-Kost.


__ADS_3

Keanu yang tidak mengenal Ibu-ibu tambun itu kemudian bertanya dengan ketus.


"Cari siapa?"


"Saya yang seharusnya bertanya anda siapa? setahu saya, kamar ini dikontrakkan ke perempuan yang bernama Alin."


"Oh.... kamu mencari istriku.....,Sayang, ada yang mencarimu." Keanu berteriak memanggil Alin yang ternyata baru keluar dari kamar mandi.


"Siapa yang mencariku?" Alin kemudian berjalan ke pintu, "Oh, Bu Ratih.... silahkan masuk bu." Alin mempersilahkan ibu-ibu itu masuk.


Mereka pun masuk dan duduk melantai di tempat yang kosong di kamar itu. Keanu memilih duduk di tepi tempat tidur.


"Ada apa bu? tumben berkunjung ke kamar saya." Alin memulai pembicaraan.


"Iya... ini saya dapat laporan dari penghuni kost lain kalau kamu membawa laki-laki ke kamar ini. Makanya saya mau cek kebenarannya."


"Anda sudah lihat sendiri bukan?"


"Iya dan ternyata itu benar. Kamu belum sehari disini dan sudah membuat penghuni lain resah."


"Mengapa mereka harus resah. Apa salahnya kalau suami istri dalam satu kamar yang sama." Keanu yang menjawab dari tempatnya duduk.


"Masalahnya, Alin sebelumnya bilang kalau dia hanya sendirian. Tapi baru beberapa jam di sini, dia malah sudah membawa anda. Jadi wajar dong kalau saya bertanya."


"Baiklah.... anda bertanya dan saya akan menjawabnya. Saya adalah suaminya. Apa jawaban saya itu sudah cukup?"


"Mana buktinya kalau anda adalah suaminya. Ngomong sih gampang, tapi yang dibutuhkan adalah bukti." Ibu itu berkata dengan nada tak percaya.


Keanu sebenarnya mau marah mendengar omongan ibu itu, tapi Alin menatapnya tajam dan memberinya kode agar tenang. "Be Calm Down"


"Baiklah saya akan memperlihatkan buktinya." Keanu kemudian mengambil ponselnya di kantong celana yang merupakan keluaran terbaru dari merk apel yang sudah digigit, "Reza, tolong ambilkan surat di dalam kantong depan tasku. Soalnya induk semang kost-an Alin mempertanyakan statusku dengan Alin. Antarkan ke dalam kamar no. 5 sebelah kanan." Selesai berkata itu, Keanu langsung mematikan panggilannya.


Reza yang sedang menunggu di mobil segera melakukan instruksi dari Keanu dan setelahnya mengantarkannya ke dalam.


Tak sampai lima menit, Reza sudah tiba di kamar yang dimaksud Keanu.


"Assalamu Alaikum........." Reza memberi salam untuk memecah keheningan di kamar itu karena orang-orang yang di kamar itu tidak ada satu pun yang berbincang.

__ADS_1


"Rez.... kamu sudah datang. Mana yang aku minta tadi?"


Reza lalu memperlihatkan kertas yang dibawanya.


"Perlihatkan ke Ibu yang memakai daster berwarna kuning itu." Keanu berhenti berbicara sejenak, "Sayang..... kamu lanjutkan saja mengemasi barang-barangmu." Katanya ke Alin.


Reza berjalan ke arah ibu yang ditunjuk oleh Keanu lalu memperlihatkan kertas tersebut.


Setelah melihat kertas yang diperlihatkan Reza, Bu Ratih langsung manggut-manggut. Dia lalu mengembalikan kertas itu ke Reza. Setelahnya dia pun akhirnya mengajak Ibu-ibu yang lain untuk keluar dari kamar itu.


"Bu Ratih, saya juga mau minta pamit."


Sebelum Bu Ratih keluar, terlebih dahulu Alin berpamitan.


"Loh, mau kemana? Bukannya baru tadi nyewa kost-an ini. Koq sekarang mau pergi."


"Saya yang tidak mengijinkan istri saya nge-kost. Makanya saya ke sini jemput untuk kembali ke kota J." Keanu yang menjawab.


"Oh gitu.... jadi, bagaimana dengan uang sewanya?"


"Baik, pak. Terima kasih. Kamarnya nanti ngga usah dikunci yah. Permisi pak. Maaf kalau kami mengganggu."


Mereka pun akhirnya keluar dari kamar itu.


"Saya juga menunggu di mobil....." Reza berkata lalu kemudian langsung melangkah keluar.


Begitu semuanya telah keluar, Alin melanjutkan berbenah sedangkan Keanu membaringkan badannya di tempat tidur. Seharian ini tenaganya banyak terkuras untuk masalah pekerjaan dan juga mencari Alin. Makanya dia merasa sangat lelah dan ingin meluruskan badannya.


"Kean... kamu kelihatan lelah. Apa sebaiknya kita menginap saja di sini malam ini. Besok baru kita kembali ke kota." Alin memberi saran karena melihat Keanu yang nampak kelelahan.


"Ngga bisa... kita harus kembali malam ini." Keanu berkata dengan gusar karena sebenarnya dia khawatir Irene akan curiga dan menyuruh orangnya untuk menyelidikinya kalau dia tidak kembali malam ini.


"Ohhh... yah sudah..... Ayo pergi. Kebetulan aku juga sudah selesai." Alin kemudian berdiri untuk mengambil sebuah tote bag yang tadi sempat dibelinya saat belanja peralatan mandinya di toko kelontong yang tidak jauh dari sini.


Keanu kemudian bangun lalu merapikan pakaiannya dan kemudian menyusul Alin yang sudah terlebih dahulu keluar.


………………………………………………

__ADS_1


Perjalanan menuju ke kota J malam ini lancar-lancar saja tanpa hambatan. Bahkan mereka bisa tiba lebih cepat..Yang biasanya ditempuh sekitar 3 jam bahkan lebih, untuk hari ini ditempuh hanya 2,5 jam.


Mereka tiba di Apartemen milik Keanu sekitar jam 22.30. Setelah menurunkan Keanu dan Alin, Reza langsung menuju ke basement untuk memarkirkan mobil. Berhubung Reza juga tinggal di kompleks apartemen ini, hanya berbeda lantai dengan Keanu.


Sebenarnya tadi Alin meminta diantar ke kost-annya, tapi Keanu tidak menyetujuinya.


Keanu maunya mulai sekarang Alin harus tinggal di Apartemen dengannya. Dia tidak ingin Alin melarikan diri lagi kalau dia tidak mengawasinya. Karena mungkin mulai sekarang, dia tidak bisa tinggal di kost-an Alin. Dia tidak mau menimbulkan kecurigaan Irene.


Setelah perdebatan panjang tadi di mobil, pada akhirnya Alin yang harus mengalah. Dia pun akhirnya ikut ke apartemen Keanu.


Mereka berdua berjalan memasuki lobby apartemen. Keanu yang berjalan duluan, diikuti oleh Alin. Mereka kemudian memasuki lift yang akan membawanya ke unit teratas di apartemen ini yaitu lantai 27.


Bangunan apartemen ini yang terdiri dari 27


lantai adalah salah satu aset yang dimiliki oleh Keanu dan dikelola oleh salah satu anak perusahaannya yang bergerak dibidang properti. Makanya Keanu bisa meminta unit khusus di lantai teratas. Semua desain di apartemen itu dirancang khusus oleh Keanu.


Keanu lebih senang tinggal di apartemen ini dibandingkan dengan di mansion karena dia merasa lebih bebas. Di apartemen ini dia tinggal sendiri. Pembantu pun tidak tinggal di sana. Pembantu hanya datang di pagi hari membersihkan, menyiapkan sarapan, dan apabila pekerjaannya sudah selesai, maka dia pulang.


Tak lama mereka tiba di tempat yang dituju yaitu lantai 27. Begitu pintu lift terbuka, mereka keluar. Setelah berjalan sebentar, terdapat sebuah pintu berwarna Merah Maroon.


Keanu langsung memegang handle pintu itu lalu mulai menekan angka sandi pada keyboard yang tersedia.


"Kamu bisa lihat.... sandi pintu ini adalah 170217. Kamu harus ingat yah." Keanu berkata pada Alin.


Setelah terdengar bunyi nyaring, pintu pun terbuka dan mereka masuk ke dalamnya.


Begitu masuk, Keanu segera menyalakan lampu sehingga membuat ruangan menjadi terang dan Alin bisa melihat ke sekeliling.


Ruangan ini kelihatannya merupakan ruang tamu yang dihiasi 1 set sofa panjang dan dilengkapi dengan meja kayu unik. Tampak sebuah TV layar lebar sekitar 52" bertengger manis di dinding. Tampak juga tangga menuju lantai atas di belakang sofa tamu ini. Di lantai atas terlihat 3 buah pintu yang tertutup rapat. Kemudian di sebelah kanan tangga terlihat sebuah pintu kaca yang di dalamnya terlihat dengan jelas kitchen set menandakan bahwa itu adalah sebuah dapur. Di sebelah kiri tangga adalah sebuah pintu.


Alin belum selesai memperhatikan detail tempat ini, tiba-tiba Alin melihat ada seorang gadis cantik berjalan menuruni tangga dengan anggunnya sambil tersenyum sumringah menatap Keanu. Begitu tiba di dekat kami, perempuan itu langsung memeluk Keanu.


"Sayang....akhirnya kamu pulang juga." Katanya sambil tersenyum senang dan menatap Keanu dengan tatapan memuja.


Alin yang melihat itu bisa menebak bahwa kemungkinan perempuan itu adalah tunangan Keanu.


……………………………%%%%…………………………………

__ADS_1


__ADS_2