Istri Simpanan Sang Pewaris

Istri Simpanan Sang Pewaris
Alin Hilang


__ADS_3

Setelah pintu lift terbuka, Keanu segera melangkah keluar diikuti oleh Reza. Alin sama sekali tidak beranjak dari tempatnya. Keanu dan Reza tidak menyadari bahwa Alin tidak ikut dengan mereka keluar lift.


Setelah tiba di tengah ruangan itu , tepatnya di dekat meja Resepsionis. Keanu baru merasakan ada yang aneh yaitu dia tidak mendengar suara hak sepatu perempuan yang ikut di belakangnya.


Akhirnya dia berbalik dan melihat hanya Reza yang ada di belakangnya. Keanu langsung panik dan menengok sana sini mencari Alin. Tapi yang dicari sama sekali tidak terlihat.


"Rez, mana Alin?"


Setelah ditanya, barulah Reza sadar kalau Alin tidak ikut keluar dari lift. Reza langsung berlari kembali ke arah lift tapi dia melihat kalau lift itu sudah tidak ada. Itu berarti lift itu menuju ke atas.


Keanu datang menyusul. Dia melihat Reza beberapa kali menindis tombol lift.


"Kenapa Rez? Liftnya ke atas yah?"


"Iya boss. Saya juga baru ingat kalau sedari tadi, Alin tidak mengikuti kita keluar lift."


"Iya Rez. Aku juga baru menyadarinya. Hahhh.... perempuan kalau ngambek yah gitu deh. Nyusahin."


"Jadi, apa yang harus kita lakukan tuan.?"


"Sudahlah Rez. Kita tunggu saja di parkiran. Entar kalau ngambeknya sudah reda, pasti akan ke parkiran juga mencari kita." Keanu berkata dengan percaya dirinya. Dia berpikir kalau Alin tidak akan berani kemana-mana karena dia tidak tau daerah sini.


"Betulan nih boss, kita ngga usah nyariin Alin?"


"Iya. Khawatirnya kalau dicari, nanti dia tambah ngelunjak dan jadi susah diatur." Setelah mengucapkan itu, Keanu berjalan ke arah pintu keluar.


Sebenarnya Keanu masih marah ke Alin. Dia cemburu melihat kedekatan Alin dan Bryan. Tadi itu dia maunya Alin meminta maaf. Tapi sayangnya Alin malah diam saja dan malah membuang muka. Menjadikan dia tambah murka.


…………………………………………………………………………


Sementara itu, di tempat lain yaitu di jalan NN yang lokasinya tidak jauh dari gedung kantor PT. Hasta Jaya, tampak Alin sedang berjalan menuju ke sebuah gerai ATM. Setelah tiba di sana, dia menarik dana 25 juta sesuai limit penarikan ATM-nya.


Tadi sewaktu di kantor PT. Hasta Jaya, Alin tidak ikut keluar menyusul Keanu karena dia masih kesal. Setelah lift berjalan ke atas, dia keluar di lantai 2 lalu turun ke basement melalui tangga darurat dan akhirnya berjalan keluar


seorang diri dari gedung kantor itu.


Alin kebingungan hendak kemana. Masalahnya dia tidak tau daerah ini. Akhirnya dia memutuskan untuk menarik uang tunai terlebih dahulu karena sekarang uang tunai yang dipegangnya hanya sekitar 6 jutaan.


Alin sengaja menonaktifkan ponselnya. Dia tidak ingin diketahui keberadaannya. Dia hanya ingin pergi menjauh dari Keanu. Dia tidak mau menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain.


Sebelum Keanu ataupun tunangannya yang mengusir Alin pergi, mending dia pergi duluan. Itu juga dia lakukan untuk menjaga hatinya agar tidak terlalu tersakiti.


Setelah dari ATM, Alin kemudian menaiki taksi yang berhenti tepat di depannya dan sedang menurunkan penumpang. Dia berencana mencari kost-an dulu yang bisa di sewa bulanan. Sebenarnya Alin bisa saja menginap di hotel, tapi dia takut uangnya tidak akan cukup untuk kebutuhan ke depannya sampai dia mendapat pekerjaan. Soalnya setelah ini, dia tidak akan berani menarik dana lagi dari rekeningnya. Khawatir Keanu bisa mengetahui keberadaannya.


"Pak, ada ngga kost-an murah daerah sini?"Alin bertanya pada sopir taksi yang ditumpanginya.

__ADS_1


"Susah neng cari kost-an murah daerah sini. Soalnya ini tengah kota."


"Oh... emang kost-an daerah sini kisaran berapa sewanya, pak?"


"Kisaran 3,5 juta sampai 6 juta per bulan, neng."


"Wah... mahal juga, pak."


"Iya neng. Yang kost di daerah ini rata-rata karyawan kantor yang juga bekerja di sekitaran sini. Jadi mereka tinggal jalan kaki kalau mau kerja. Hemat di biaya transport."


" Okay deh pak. Terus kost-an yang agak murah dimana?"


"Di daerah A neng. Aku punya teman yang ngekost daerah sana. Katanya sih dia bayar 750 Ribu per bulannya. Udah termasuk listrik dan air. Tapi yah gitu deh neng. Letaknya agak jauh."


"Ngga apa-apa, pak. Anterin aku ke sana yah."


"Baik neng." Driver taksi itupun segera melajukan mobilnya ke tempat yang dimaksud.


Sekitar 25 menit kemudian, Alin tiba ditujuan. Setelah berhasil menemui pemilik kost-an, Alin pun bisa menyewa 1 kamar ukuran 4x4 m dengan satu-satunya kelebihan yang dimiliki adalah kamar mandi dalam.


……………………………………………………………………………


Di parkiran Gedung PT. Hasta Jaya, Keanu sudah mulai gelisah menunggu Alin di mobil. Sudah sekitar sejam mereka menunggu di mobil tapi Alin belum datang-datang juga.


"Rez, coba kamu telepon Alin. Tanyakan dimana dia sekarang."


"Kamu aja deh, Rez. Aku ngga mau kalau aku yang menelponnya, nanti dia berpikir kalau aku sudah mengalah dan ngga marah sama dia lagi. Aku maunya dia minta maaf."


Tanpa berkata lagi, Reza langsung mengambil ponselnya dan mencoba menelpon Alin. Tapi nomor Alin tidak aktif.


"Kenapa, Rez. Ngga diangkat yah?"


"Ngga aktif, boss."


"APA !!!!!" Tanpa sadar Keanu bertanya dengan suara yang agak keras. Dia kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Alin. Tapi yang dia dengar bukan suara merdu Alin melainkan pemberitahuan dari Mbak Vero yang memberitahukan kalau nomor yang dituju sedang tidak aktif.


Keanu mulai panik. Rasa takut sudah mulai timbul di hatinya. Dia takut Alin betul-betul marah dan meninggalkannya. Keanu terus mencoba menelpon ponsel Alin dan mengiriminya pesan. Tapi tak satu pun yang berhasil.


Akhirnya Keanu memutuskan untuk masuk kembali ke kantor PT. Hasta Jaya mencari Alin. Keanu menginstruksikan Reza untuk mencarinya di lantai 1 dan 2 sedangkan dia akan mencarinya di ruangan Bryan.


Tak berselang lama, Keanu tiba di depan ruangan Bryan. Tanpa mengetuk, dia langsung membuka pintu ruangan itu karena meja sekretaris kosong.


Begitu masuk, Keanu melihat Claudia sedang duduk di pangkuan Bryan dan mereka sedang berciuman. Mereka berdua terkejut mengetahui ada orang yang masuk ke ruangan itu tanpa mengetuk. Mereka ingin marah dan memaki orang yang tak tau sopan santun itu. Tapi begitu mereka melihat siapa yang datang, mereka langsung berdiri dengan gugup seperti maling yang kedapatan mencuri.


"Maaf Keanu. Kami tidak menyangka kamu akan kembali.' Bryan berkata sambil berusaha bersikap biasa.

__ADS_1


"Aku juga tadinya tidak ingin kembali. Tapi aku harus mencari seseorang."


"Siapa yang kamu cari?"


"Alin... aku mencari Alin. Apakah dia tadi kembali ke sini."


"Tidak.... dia tidak pernah kembali sejak kalian pergi bersama tadi."


Mendengar jawaban Bryan, terlihat kepanikan dan keputusasaan dari mata Keanu. Keanu tampak lemas. Tadinya dia berharap Alin ada di sini.


"Ada apa sih, Kean....? Kelihatannya Alin bukan hanya seorang asisten untukmu."


Keanu mengangguk sambil berkata,


"Alin istriku, Bry....."


Bryan dan Claudia yang mendengar jawaban Keanu langsung kaget dan tidak percaya.


"Benarkah itu Kean..... Alin istrimu?"


Keanu hanya mengangguk dan tak berniat untuk menjawab.


"Jadi.... bagaimana dengan Irene?"


"Aku tidak pernah mencintai Irene. Hubungan kami hanya perjodohan berdasarkan politik."


"Astaga.... aku memang sudah memprediksi ini. Tapi aku tidak menyangka bahwa kalian malahan sudah menikah."


"Kami menikah secara siri beberapa hari yang lalu."


"Wahhh berarti pengantin baru dong." Claudia menimpali ucapan Keanu.


"Maafkan kami Kean.... mungkin gara-gara kami sehingga kalian bertengkar." Bryan berucap dengan menyesal.


"Sudahlah Bry. Bagaimanapun suatu saat dia akan tahu. Cepat atau lambat. Aku hanya tidak menyangka saja bahwa dia akan secepat ini meninggalkanku tanpa meminta penjelasanku."


"Hmmm... sayang sekali kalau kamu melepaskan perempuan secantik itu Kean. Perempuan jelmaan bidadari begitu susah dicari loh. Dia jauh lebih cantik dari Irene. Jadi sayang sekali kalau kamu melepasnya hanya untuk seorang Irene."


"Yang bilang mau melepasnya siapa..Kamu jangan ngaco deh, Bry. Aku sudah pusing begini, kamu malah nambah-nambahin."


"Ngga usah sewot begitu. Ayo aku antar kamu ke ruangan CCTV. Siapa tahu nanti kamu dapat petunjuk di sana."


Mata Keanu berbinar mendengar usulan Bryan. Dia langsung bersemangat kembali dan kemudian dengan tidak sabar, mengajak Bryan segera ke ruangan CCTV.


…………………………%%%%…………………………………

__ADS_1


Jangan Lupa like dan komennya yah. 🤗🤗🤗


__ADS_2