
Kinar baru saja selesai mandi pagi ini. Rumah itu sudah tampak sepi, Radit pasti sudah berangkat ke rumah sakit. Keduanorang tua Dokter Radit juga sedang ada keperluan di Surabaya selama seminggu. Jadilah, rumah megah itu tampak sepi, hanya ada beberapa ART yang berlalu lalang membereskan rumah.
"Mbak! Den Alan, Mbak!"
Kinar yang baru saja keluar dari kamarnya dikagetkan dengan Bi Isah yang tergopoh menghampirinya dengan wajah cemas.
"Kenapa sama Alan, Bi?" tanya Kinar ikut cemas.
"Badannya panas banget," sahut Bi Isah.
Kinar langsung saja berjalan menuju kamar Alan diikuti oleh Bi Isah di belakangnya. Begitu membuka pintu kamar, Kinar mendapati putranya yang tampak rewel di dalam box tempat tidurnya. Balita itu merengek dengan tangisan.
"Sayang, ya ampun panas banget ini, Bi! Ada termometer gak?" ucap Kinar menggendong Alan, dan menempelkan punggung tangannya di kening balita itu.
"Ada kayaknya. Saya ambilin dulu di ruang Bapak," ucap Bi Isah berlalu lagi keluar dari kamar.
"Sayang, tenang ya!" Kinar menimang-nimang Alan yang terus saja menangis rewel.
Tidak lama Bi Isah kembali masuk dengan termometet di tangannya.
__ADS_1
"Ini, Mbak!" Bi Isah menyerahkan termometer ke tangan Kinar.
Kinar menerima benda kecil itu, dan memasukkannya di mulut Alan, mengecek suhu tubuh putranya dengan benda itu.
"Astaga 37,8 derajat celcius, Bi. Kita ke rumah sakit sekarang. Aku gak mau Alan kenapa-napa, Bi!" ucap Kinar dengan air mata yang sudah berurai karen dirinya yang terlalu khawatir, juga putranya yang tak berhenti menangis. Semalam, saat dia menidurkan Alan, putranya itu baik-baik saja, dan mendapati pagi ini tubuh putranya begitu panas Kinar tentu saja merasa cemas dan takut.
"Kita ke rumah sakit, Mbak. Mbak tenang dulu ya, jangan panik, nanti Den Alannya ikutan nangis," ucap Bi Isah menenangkan Kinar.
Mereka pun menuju rumah sakit diantar Pak Dodi, satpam yang berjaga. Untungnya jalanan tidak terlalu macet hari itu, hingga mereka bisa sampai dengan cepat.
Kinar dan Bi Isah langsung masuk ke gedung rumah sakit. Kinar menggendong Alan yang sudah sedikit tenang, diikuti Bi Isah, yang membantu membawakan tas kecil berisi dot juga baju ganti Alan.
"Kinar!"
"Ada apa ke rumah sakit?" tanya Dokter Radit.
"Alan, Mas! Badannya panas banget. Dia demam kayaknya," ucap Kinar dengan netra yang memanas. Dia terlalu kalut untuk menghadapi ini sendirian.
Radit yang mengetahui hal itu, segera mengecek kening Alan yang ada di gendongan Kinar. Benar saja, suhu tubuh putranya begitu panas.
__ADS_1
"Ok, kamu tenang. Kita temui Dokter Andre sekarang, sini aku gendong Alan," ucap Radit menenangkan Kinar yang tampak begitu sekali kecemasannya.
Alan kini berpindah ke gendongan Radit, dan mereka pun berjalan menuju ruangan Dokter Andre untuk memeriksa kondisi Alan.
"Bagaimana, Dok?" tanya Kinar tak sabar setelah Dokter Andre selesai memeriksa tubuh Alan.
"Cuma demam biasa, Suster Kinar. Ini efek dia flu juga jadi badannya panas. Gak usah khawatir, semuanya baik-baik saja," sahut Dokter Andre dengan senyum menenangkan.
"Syukurlah." Radit mengucap syukur dengan lirih.
Setelah menebus obat untuk Alan, Radit mengantarkan Kinar dan Bi Isah hingga naik ke mobil, dimana Pak Dodi yang menunggu di parkiran.
"Nanti obatnya dikasih minum kalau dia sudah makan saja," ucap Radit pada Kinar yang sudah masuk ke dalam mobil. Sedang, dia masih berdiri di samping pintu mobil yang masih terbuka.
Kinar hanya mengangguk. Rasanya hari ini dia begitu lelah, cemas juga khawatir membuatnya tak banyak bicara.
"Hati-hati!"
Radit menutup pintu mobil, dan mobil sedan hitam itu pun mulai berlalu dari area parkir. Radit mengembuskan napas, menyugar rambutnya dengan frustasi. Dia akan mengakui hubungannya dengan Kinar pada orang tuanya dan meresmikan pernikahan mereka. Ya, dia sudah mantap akan keputusannya. Dia sudah tak tega melihat wajah sendu wanita itu, kadang dia bisa melihat Kinar yang melamun. Dia tahu Kinar pasti masih merasakan perasaan narah itu karena keegoisannya saat Alan lahir waktu itu, tapi dia juga tahu cepat atau lambat marah wanita itu akan berakhir.
__ADS_1
...Bersambung.... ...
Vote sama hadiahnya jangan lupa ya gaeass