Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga

Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga
Tempat Tugas Karmila


__ADS_3

Karmila setiap pagi sebelum bekerja dia menyiapkan sarapan puuntuk anak dan suaminya.Golongan Karmila masih 2 c Anak pertamanya sekolah di tempat dia mengajar, kedua anak laki-lakinya yang selisih 13 bulan selalu dibawa sekolah tiap hari.Karena untuk menitipkan anak dia tidak mampu membayarnya, sementara suaminyapun harus bekerja ke kebun. Karmila guru yang rajin, dia juga senang dengan kegiatan pramuka.Jika ada kegiatan kemah di sekolah, meskipun anaknya masih kecil, dia bawa dan suaminya menjaga anak yang satunya lagi dengan putrinya yang pertama.Suaminya selalu mendukung kegiatan yang dilakukan istrinya,karena istrinyapun tidak keberatan dia jadi pengurus kelompok.Namun ketika istrinya ditegur memakai uang tabungan sekolah, istrinya hanya diam tidak menjawab, karena kadang uang tabungan sekolah membantunya untuk keperluan rumah tangga dan keperluan dinasnya.Sekolah Karmila dekat dari rumah, dia cukup bersepeda ke sekolahnya.Putrinya kadang lebih dulu berjalan dengan kawannya, sedangkan dia membonceng kedua putranya bersepeda.Kedua puteranya sangat menggemaskan banyak yang menyukainya.Apalagi anak keduanya yang masih kecil sudah punya adik, seperti dipaksa cepat besar kepandaiannya.Ketika puteranya menginjak usia 3 dan 4 tahun, Karmila dan suaminya membujuk kedua puteranya untuk mau dikhitan. Kalau mau dikhitan, mereka akan dibawa berkunjung ke rumah nenek dan kakeknya. Tentu saja kedua puteranya ingin mengenal kakek dan neneknya, meskipun dia harus memberanikan diri untuk dikhitan. Apalagi anak yang dikhitan itu suka banyak uangnya, pikir kedua puteranya bersemangat.Tasmapuja sekeluarga berkunjung ke rumah orang tuanya, sekalian Tasmapuja meminta tolong pamannya yang sebagai dukun sunat mengkhitankan kedua puteranya sekaligus.Awalnya khitan sajaanaknya ini secara diam-diam , karena Tasmapuja tidak mempunyai uang yang cukup untuk mengadakan kenduri.Tasmapuja tak pernah mengajarkan istrinya untuk memegang uang belanja, jadi dia yang mengeluarkan uang jika istrinya minta belanja.Bahkan gaji Karmilapun tidak cukup karena sudah dipinjamkan bank untuk membayar hutang karena tertipu seseorang.Karmila sangat malu ketika familinya pada datang menjenguk kedua puteranya dikhitan.Dia tidak menyangka banyak kerabat yang datang.Sedangkan suaminya tidak juga mempersiapkan jamuan untuk para tamu yang datang, karena keuangan untuk itu tidak punya.Akhirnya yang sibuk kakak iparnya dan ibu mertuanya yang juga serba kekurangan.Dalam hal ini, Karmila sangat tidak berpengalaman, apalagi dia tidak pernah belajar mengatur ekonomi rumah tangganya sendiri.Sehingga apa-apa tergantung pada suaminya.Sehingga keinginan Karmilapun untuk memiliki perabotan rumah tangga banyak yang tidak kesampaian.

__ADS_1


Namun, Karmila masih tetap sabar, karena sifatnya yang tidak manja, dan dia masih menghormati suaminya.Padahal teman mengajarnya di samping rumahnya sudah bagus perabotanyapun sudah lengkap.Ingin rasanya Karmila memiliki perabotan meskipun secara kridit, namun suaminya tidak mengizinkannya.

__ADS_1


" Suamimu mengizinkanmu lembur, Mila?"tanya atasannya sambil memandangnya terus."Iya, Pak," jawab Mila singkat sambil bekerja di komputernya."Anakmu sekarang sudah besar, apa kamu masih ikut program KB?"tanya atasannya mengejutkan Karmila."Masih, Pak, saya takut punya bayi lagi, jawabnya meskipun merasa heran, apa urusannya dia menanyakan hal itu.Atasannya tersenyum seperti lega.Kemudian atasannya menghampirinya,sambil berkata," Mari Bapak pijit pundakmu, pasti kamu pegal dari tadi bekerja di komputer," sambil memijit pundak Mila."E..gak usah Pak, saya sudah terbiasa, tolak Mila dengan hormat.Namun atasannya tidak menggubrisnya, dia tetap memijit- mijit pundak Mila bahkan sesekali ke pelipisnya.Mila merasa enak dipijit pundaknya, apalagi kepalanya mulai sakit karena dia sudah lelah mengajar pagi hingga siang, belum sempat istirahat sudah harus lembur.Akhirnya dia diam saja.Dia merasa risih, namun tak berani untuk berontak.Akhirnya dia merasa jengkel sendiri tatkala ingatannya kembali terbayang saat suaminya memijit Mirna istri majikannya dulu.Kini terjadi pada dirinya, andai suaminya tahu, pasti suaminya akan sakit dan cemburu."Pak, maaf, sudah selesai.saya mau cepat pulang, karena harus menyiapkan makan sore untuk anak-anak," kata Mirna sambil menutup laptopnya.Kemudian Mirna berpaling sambil menengadah ke arah atasannya.Namun tak disangka, atasannya gesit mencium bibirnya dengan napas menggebu.Mirna gelagapan dibuatnya."A..pa ini?" Mirna berusaha bangun dari duduknya sambil menghapus bibirnya.Atasannya tersenyum,"Aku suka padamu, terlebih lagi kamu bisa diandalkan, ini uang lemburmu, terimalah!"kata atasannya yang napasnya mulai teratur.Karmila memandang uang itu ragu-ragu, namun atasannya langsung meletakkan uang itu disaku bajunya."Baik, permisi Pak," kata Mirna sambil cepat-cepat berlalu dari atasannya.Dari kejadian itu, atasannya selalu mengganggunya di setiap ada kesempatan.Hingga Mirna akhirnya menceritakannya pada suaminya.Hingga akhirnya suaminya menyuruh Mirna pindah tugas.

__ADS_1


__ADS_2