
Tasmapuja mencari uang pinjaman untuk membayar denda perbuatannya yang telah menodai istri orang.Hatinya menyesal, dan merasa tertekan, karena sejak itu istrinya tiba-tiba suka histeris dan kadang mau menyakiti dirinya sendiri.Kemudian dia minta tolong temannya yang bisa dikatakan dukun, agar istrinya tidak marah padanya.Kemudian temannya memberikan air minum yang harus diminumkan kepada istrinya, agar istrinya tidak histeris lagi.Air itu ternyata mujarab, istrinya tidak histeris lagi pikir Tasmapuja, padahal sesungguhnya istrinya ketika ingin menjerit, dia menahan sekuat-kuatnya sehingga sesak dadanya seperti mau meledak.Akibatnya Karmila sakitnya kambuh kembali.Setiap seminggu sekali dia diantar suaminya ke rumah sakit.Kala itu suaminya sudah benar-benar bertobat, seperti tobatnya yang pertama ketika menodai adik iparnya, dia rajin sholat malam, dan sholat tobat.Kali inipun Tasmapuja melakukan hal yang sama.Bahkan dia rela seminggu dikurung untuk khusus beribadah saja dan berpuasa, sehingga badannya tampak kurus.Pertobatan Tasmapuja tidak ada hubungannya dengan sakitnya Karmila.Justru Karmila merasa lebih sakit lagi ketika dia sakit parah,suaminya tak disisinya.Tasmapuja hanya mengobati perasaannya sendiri yang bersalah, sementara perasaan istrinya tambah hancur karena saat sakitnya kambuh, suaminya tidak menemaninya.Betapa pilu hatinya, saat dia ditinggal suaminya tanpa dibekali uang.Sementara dia ada uang untuk bayar angsuran pinjaman kredit untuk dendanya dulu,hatinya semakin sakit mengingat hal itu.Karmila hanya berdoa pada Tuhan semoga dia dikuatkan.
Ketika suaminya belum pulang, malam hari hujan turun dengan derasnya.Hingga atap rumahnya tiba-tiba bocor.Karmila dengan menahan sesak dan kantuknya terpaksa membuangi air yang sudah ditadahnya bersama anak-anaknya.Karmila kembali merasa sedih, dengan pikirannya yang jernih, andai dia berpisah dengan suaminya, akan kerepotan dia mengalami hal ini.Beberapa pertimbangan, dia akan berusaha bertahan demi keutuhan keluarganya.Apalagi cita-citanya pergi haji dengan suaminya belum tercapai.
__ADS_1
Menjelang subuh, hujan reda. Karmila tidak tidur semalaman, karena harus membuang air hujan sendirian. Anak-anaknya tidak tahan mengantuk akhirnya pergi tidur meninggalkan ibunya sendirian bekerja.
Karena anak-anaknya sudah tidur, Karmilapun mencurahkan air matanya yang sejak tadi ditahannya, dia tidak ingin anaknya ikut sedih.Sambil membuang air tangisnyapun keluar yang diiringi bunyi hujan.Tenaganya sudah mulai terkuras, saat hujan reda, dia mulai lemas, dan merebahkan diri sambil tidak hentinya menangis.Akhirnya karena kelelahan diapun tertidur pulas.
__ADS_1
Ketika pulang sekolah, Karmila berpapasan dengan anaknya Fahmi, hatinya terkesiap, terbayang lagi adegan perselingkuhan suaminya.Dia membayangkan adegan berdasarkan kata-kata dalam rekaman yang diucapkan suaminya. Hatinya sakit lagi napasnyapun terasa sesak lagi.Ingin rasanya dia berteriak, tapi ditahannya, hingga tubuhnya terasa lemas.
Tiga hari kemudian suaminya pulang dengan tubuh yang kurus, melihat itu, Karmila tidak tega.Meskipun dia marah pada suaminya, dia tidak membencinya.Hanya hatinya sakit dan merasa suaminya membuat dia kambuh sakitnya.Karena istrinya sakit dan perlu rawat jalan, Tasmapujapun menyisihkan waktunya untuk mengantar istrinya kemanapun dia pergi.Sehingga sebagian orang mengira rumah tangga Tasmapuja harmonis selalu, karena dimana ada Karmila, Tasmapuja ada di sampingnya.
__ADS_1