Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga

Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga
Kabar Ibu Karmila


__ADS_3

Setelah tujuh tahun, adik Karmila, tidak ada berita masalah yang berat bagi Karmila.Masalah yang berat dia hadapi menurutnya hanyalah dari suaminya. Suaminya membuat dia bahagia, tetapi selalu juga membuat kecewa dan sakit hati.Kadang dia iri terhadap istri teman-temannya, saat hamil perhatian tanpa diminta dia sediakan kebiasaan makanan orang hamil muda.Hamil kedua tidak ada masalah, hamil ketiga malah suaminya yang ngidam, anak ke empat dan kelimapun tidak ada keganjilan.Tetapi ada lagi kesedihan Karmila, ketika adiknya hamil, dia lebih parah lagi.Suaminya malah diusir kakaknya, karena tak pernah memberinya nafkah.Suaminya hanya tidur dan makan di rumah, upah kerja tidak diberikan pada istrinya, padahal mertuanya seorang janda, bukannya dibantu malah membebaninya.Itu membu at adik Karmila yang dekat rumah ibunya mengusirnya.Kini adiknya menjadi janda beranak satu, kehidupan sehari-hari dia dibantu Karmila dan kakak keempatnya.Karmila dapat kabar, ibunya sakit parah, Dia dan suaminya menjenguk ibunya,alangkah sedih hati Karmila melihat ibunya terbaring lemah.Karmila membawa obat-obat yang dia minum untuk diminumkan kepada ibunya.Ibunya kelihatan mau membaik. Karena Karmila harus ⁿ-mengajar dia tidak lama-lama mengurus ibunya.Obat dia tinggalkan, namun obat gula tidak dia tinggalkan. Karena Karmila menyangka ibunya hanya sakit darah tinggi dan jantung.Setelah sebulan kunjungannya pada ibunya, Karmila mendapat kabar dari adik ke tiganya yang selalu merawat ibunya, ibunya gulanya parah.Lukanya sampai berulat, karena adik keempatnya tidak rajin membersihkan dan melihat luka ibunya.Begitu adik ketiganya mau membersihkan selimut ibunya, barulah kelihatan luka di punggung ibunya sangat parah.Ibunya sering mengaduh kesakitan rupanya karena punggungnya yang luka dan tangannyapun sudah mati sebelah.Sewaktu Karmila mengurus ibunya dibantu suaminya untuk mengangkat memindahkan ibunya dari ruang tengah ke kamarnya, agar tidak terlihat bebas karena ibunya tidak lagi berpakaian, hanya selimut dan alas yang sering kena pipisnya sehingga bau pesing.Waktu itu, ibunya tidak ada luka, hanya tangan yang mati sebelahnya bila dipindahkan merasa kesakitan.Namun alangkah kagetnya Karmila ketika adiknya menchatnya yang mengabarkan sakit ibunya yang kian parah, dan semakin kurus.Bahkan adik ketiganya itu mengirimkan foto ibunya yang sedang sakit parah karena gula.Tidak menunggu lama Karmila mencari uang pinjaman untuk memboking pesawat.Untuk berangkat langsung, dia tidak bisa karena muridnya masih ujian. Setelah pembagian raport dia baru ke Jawa.Namun sayang, seminggu hendak dibagi raport, ibunya sudah tiada.Sedangkan pesawat yang dibokingnya seminggu lagi.Akhirnya dia hanya mengirim bantuan keuangan untuk biaya pemakaman ibunya pada adik ketiganya, karena adik pertama perempuan dan kedua yang laki- laki itupun sudah mendahuluinya menghadap Yang Kuasa."Pak, untung kita dua bulan lalu sudah bertemu ibu, dan meminta maaf, lihatlah sekarang kita ke Jawa nanti tidak bertemu ibu lagi." kata Karmila dengan nada sedih." Ya, Bu, kalau tahu akan begini kita tidak usah pergi saja, tapi kita sudah terlanjur boking pesawat," suaminya menjawabnya dengan nada penyesalan.Tapi kemudian Karmila teringat adik pertamanya yang sudah tiada, lalu berkata,"Bagaimana kalau kita jiarah juga ke makam adikku, sekalian membawa cucu kita liburan di pantai?"sambil menatap suaminya berharap."Baiklah, tapi kita mengunjungi makam ibu dulu," jawabnya setuju.Adik Karmila meninggal dua bulan setelah Karmila mengunjunginya, Karmila sebelum pamit pada adiknya, meminta maaf, karena adik maupun dia berjauhan dan entah kapan jumpa lagi ditambah keduanya sakit-sakitan.Setelah berpelukan dan saling memaafkan barulah Karmila dan suaminya pulang.Kini Karmila mengalaminya kembali dua bulan sebelum ibunya meninggal, Karmila telah mengunjunginya dan meminta maaf pada ibunya, dia tidak bisa lama-lama, meninggalkan tugasnya sebagai pendidik di desanya.Hati Karmila sedih sekali, tiga orang yang dicintainya telah pergi meninggalkannya.Saat berduka seperti ini, Karmila sedikit lupa sakit hati pada suaminya, karena suaminya berada disampingnya terus saat dia berduka.Meskipun sakit hati itu kadang datang, dia berusaha kuat untuk bertahan demi keluarganya.


__ADS_2