Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga

Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga
Ketetapan hati Karmila


__ADS_3

Sejak kepulangan Karmila ke kampung halamannya dan bertemu teman dan sahabatnya membuat diri Karmila semakin dewasa dalam pemikirannya.Dia tak lagi memikirkan emosinya lagi, demi keluarga dia harus pertahankan rumah tangganya sampai maut memisahkannya."Alangkah bodohnya aku jika aku harus mengakhiri pernikahan hanya karena ada pihak ketiga, sementara suamiku masih mencintaiku," batin Karmila."Bukankah temannya dapat bertahan demi keluarganya meskipun dikhianati berkali-kali bahkan dimadu," batin Karmila sambil membayangkan wajah Rina yang ikhlas dimadu oleh suaminya.Terbayang pula wajah Nining, yang bertahan juga dengan suaminya yang mandul yang tidak mungkin memberinya keturunan."Aku..., aku hanya dikhianati tiga kali oleh suamiku, dan suamiku masih mencintaiku, mengapa aku tidak bisa bertahan?"pikir Karmila dalam hati.Sejak itu Karmila tidak ingin mempunyai niat untuk berpisah dengan suaminya.Karmila bahkan berusaha untuk menyenangkan suaminya di ranjang, meskipun kadang hatinya hampa karena luka dan usianya yang kian lanjut.Rumah tangganya berangsur harmonis lagi.Tiap Karmila ingin sesuatu, Tasmapuja berusaha mengabulkannya selagi itu kemauan yang tidak berlebihan.Karmila yang usianya kini sudah berkepala 5 tidak lagi memikirkan harta yang selalu ingin dia dapatkan. Dia sudah merasa bahagia asal suaminya selalu berada disampingnya.Menurutnya harta yang paling berharga adalah keluarga.Maka kini Karmila akan selalu terus bertahan dan juga mempertahankan keluarganya separah apapun ujian yang akan menimpanya, dia akan menjadi istri yang bertahan untuk keluarga.Sayang, putri pertamanya, tidak bisa mempertahankan keluarganya, itu karena putrinya tidak mendapat didikan penuh dari Karmila yang sibuk sebagai wanita karier, begitipun dengan Tasmapuja, diapun kurang tegas kepada putrinya, sehingga putri pertamanya berperangai tidak sabar terhadap ujian yang datang dari perangai suaminya.Putri pertamanya kini menjadi janda beranak empat.Untung mantan suami keduanya masih mau memberinya uang jajan anaknya tiap hari.Karmila membayangkan, andai dia tidak mempertahankan keluarganya akan bagaimana nasib anak dan cucunya nanti.Sekarang, meski cucunya jauh dari ayah mereka, masih ada kakeknya yang melindunginya."Ya Allah...berilah kami kebahagiaan dalam rumah tangga kami," do'a Karmila dalam hatinya seraya menitikkan air mata.Diapun berharap agar putrinya bisa mendapatkan jodohnya lagi yang baik dan dapat menjadi panutan keluarganya.Sementara, Tasmapujapun merasakan hal yang sama, dia tidak ingin lagi menyakiti istrinya, dia ingin mempertahankan keluarganya, apapun yang dilakukan istrinya, dia tak lagi banyak protes, asal istrinya bilang, dia cukup merasa senang.Tasmapujapun sudah mengurangi gurau dan canda pada perempuan, dia sering diprotes Karmila kalau mulutnya kelepasan bercanda, dia tahu istrinya suka cemburu, jika sudah cemburu, dia susah mendapat jatah.Tasmapuja merasa bergairah terus pada istrinya yang makin cantik meskipun usianya mulai lanjut.Rasanya Tasmapuja tidak sanggup lagi jika harus melepaskan istrinya yang sering ia lukai perasaannya.Seandainya waktu bisa berputar kembali ke belakang, Tasmapuja ingin memperbaiki sikapnya yang salah dan egois itu, agar istrinya tidak tersakiti.Kini dia biarkan istrinya menikmati santai- santai bila sepulang sekolah. Meskipun rumah masih berantakan, Tasmapuja tidak menyuruh istrinya untuk segera membereskannya.Dia tahu, istrinya kelelahan dan sesekali kambuh sakitnya.Dia tidak memaksa istrinya untuk melayaninya jika istrinya tidak mau, cuma dia berusaha untuk merangsang agar istrinya tidak berdosa dan mau melayani hasratnya di tempat tidur


__ADS_2