Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga

Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga
Sahabat Karmila bag 3


__ADS_3

Ketika liburan bulan Juli, setelah peristiwa perselingkuhan suaminya, Karmila minta izin pada suaminya untuk menenangkan diri dan berobat di kampung kelahirannya.Dia hanya menemui sahabatnya Cici, karena Tina sudah meninggal kala melahirkan anak kedua.Anak Tina diasuh oleh ayah dan ibu tirinya, Kabar dari Rinapun dia dapatkan setelah Rina menemuinya."Rina, aku kemari berlibur sendirian, karena ongkos tidak cukup kalau membawa kekuarga," kata Karmila memulai pembicaraan."Aku lagi kecewa pada suamiku yang berselingkuh,"kata Karmila menambahkan.Demi mendengar itu, Rinapun bercerita tentang kehidupan rumah tangganya.Karmila terkejut, ternyata Rinapun mengalami kepahitan dalam rumah tangganya bahkan sampai di madu.Karmila salut pada sahabatnya, Rina lebih tangguh daripadanya, karena dia mengikhlaskan suaminya menikah lagi dengan perempuan lain, daripada suaminya berzinah lagi.Pikiran Karmila mulai terbuka, mengapa sahabatnya kuat sedangkan dia tidak? Karmila masih punya dendam saat itu dan juga sakit hati pada suaminya.Dia pun berjanji dalam hatinya akan berusaha untuk ikhlas.Karmila menemui sahabatnya yang lain, yang perantaraannya adalah Cici sahabatnya.Cici mempertemukan sahabatnya yang bernama Nining. Setelah Karmila cerita tentang kekecewaannya pada suaminya, Nining memberikan pencerahan pada hatinya yang gundah."Kamu masih beruntung Mil, Allah uji dengan itu, sedang aku Allah uji aku dengan tidak memiliki keturunan." kata Nining sambil menarik napas panjang."Bersabarlah Mil, itu ujian dari Tuhan, lihat aku, aku diuji Tuhan diberi kekayaan, tapi untuk apa kekayaanku yang tak punya ahli waris?" kata Nining menambahkan."Kini aku selalu berfikir positif saja, mungkin ini yang terbaik buatku," kata Nining menjelaskan belum tentu dia bahagia jika Allah memberinya keturunan, karena letak kebahagiaan bukan di tempat orang yang banyak anak, tetapi Allah letakkan di hati.Jika aku tidak punya anak, tapi aku merasakan kebahagiaan, itu tidak masalah buatku," katanya lagi menceramahi Karmila.Karmila tertegun mendengar ucapan sahabatnya itu.Tidak menyangka sahabatnya sungguh luas wawasannya tentang kebahagiaan.Memang benar, jika Allah letakkan bahagia itu pada sebuah keluarga saja, maka yang bahagia hanya yang berkeluarga saja, yang belum atau tidak berkeluarga tidak akan merasakan kebahagiaan, karena itu Allah memberikan kepahitan dalam berkeluarga.Itu Allah tunjukkan kepada kita bahwa berkeluarga bukan jaminan orang bahagia selamanya.Kebahagiaan itu akan dirasakan oleh orang-orang yang ikhlas dan bersyukur, batin Karmila sedikit lega setelah sahabatnya menceramahinya.Nining semakin dewasa apalagi dia telah melaksanakan haji.Karmila berharap dirinya akan sedewasa sahabatnya meskipun tidak diberi keturunan, dia bisa mempertahankan pernikahannya, apalagi dia yang sudah diberi anak lima dan cucu enam, alangkah bodohnya jika dia tidak bisa bertahan untuk keluarga besarnya.Namun, kadang depresi selalu menimpanya, itu berarti dia belum bisa untuk ikhlas dan bersyukur.Keesokan harinya Karmila meminta Nining memberi kenang-kenangan, agar dia selalu ingat nasihat sahabatnya itu.Nining memberinya mukena,karena mukena pasti muat di banyak orang, kalau pakaian takut tidak muat karena tidak tahu ukurannya.Karmila berterina kasih pada kedua sahabatnya Cici dan Nining yang selalu menghiburnya saat liburan di kampung bersama sahabatnya.Keesokan harinya Karmilapun diantar Cici menemui temannya yang pandai akupuntur dan bekam.Disana mereka mencoba berobat pada temannya.Sebelum pengobatan, mereka cerita-cerita karena lama tidak jumpa.Agustina pandai melakukan akupuntur dan bekam sehingga Karmilapun ingin belajar, namun sayang, Karmila tidak banyak waktu karena liburan di kampungnya tidak lama, sehingga ilmu yang di dapatnya masih sedikit.


__ADS_2