
Sesampai di rumah, malam itu, Karmila mengetuk pintu rumahnya.Adik laki-lakinya membukakan pintu tanpa berkata-kata.Karmilapun terus masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuh disisi adik perempuannya.Kini dia teringat kekasih barunya yang sudah ia hianati. Namun karena curiga kekasih barunya mendua hati, maka dia tidak peduli lagi.Karmila saat itu juga berniat kembali kepada kekasih lamanya. Karena penat berjalan, akhirnya diapun tertidur pulas.Lain dengan Tasmapuja yang masih berjalan menuju desanya.Dalam pikirannya, dia sudah bulat untuk meninggalkan istrinya karena merasa yakin Karmila masih mencintainya. Dia akan mempersunting Karmila kelak jika sekolah Karmila sudah selesai.Dalam pikirannya dia membayangkan tubuh Karmila yang besar, dan buah dada yang montok, akan membuat dirinya bahagia.Ditambah Karmila tinggal di kota.Cita- citanya akan tercapai jika menikah dengan Karmila.'
__ADS_1
Setelah dua bulan, Tasmapuja menceraikan istrinya, Karmilapun baru berani mengundang Tasmapuja ke rumahnya. Ayah Karmila sebenarnya kurang senang kepada Tasmapuja yang kerjanya hanya seorang buruh, namun dia juga tidak menentang hubungan jalinan kasih anak pertamanya itu.Ayahnya ingin agar anaknya menjadi guru dulu, ataupun jika hendak menikah, dengan seorang pegawai negeri.Namun Karmila bercita-cita menjadi guru di daerah transmigrasi.Karena dia merasa yakin di daerah transmigrasi mudah untuk diangkat menjadi guru.Juga dengan menikah dengan seorang buruh, dia yakin suaminya bisa diajak transmigrasi.Karmila anak yang cerdas, begitu dapat pelajaran IPS di SD mengenai transmigrasi, dia langsung tertarik untuk bertransmigrasi mengingat lahan transmigrasi begitu luas, sedangkan rumahnya sendiri tidak memiliki halaman pekarangan.Juga untuk menjadi guru di kotanya sungguh sulit.
__ADS_1
Tak terasa jalinan kasih Tasmapuja dan Karmila sudah hampir satu tahun.Karena Karmila sudah hampir tamat dari kelas 3, Karmila segera meminta Tasmapuja untuk melamarnya, agar tidak goyah lagi kepada siapa hatinya akan berlabuh.
__ADS_1
Suatu hari di malam Minggu, Tasmapuja sedang berkunjung ke rumah Karmila.Orang tua Karmila acuh tak acuh dengan mereka.Kedua orang tuanya cepat tidur karena seharian bekerja.Sementara adik- adiknyapun cepat tidur karena tidak ada acara TV yang menarik.Ruang tamu yang tidak begitu luas dan lampu tidak begitu terang membuat Tasmapuja dan Karmila asik duduk berduaan dengan dekatnya.Tasmapujapun,sesekali mencium bibir Karmila dan tangannya mengusap rambutnya yang terurai. Keduanya ngobrol kesana kemari tiada habisnya, hingga tak terasa malam semakin larut. Tasmapuja bangkit dari duduknya dan menuntun Karmila keluar.Karmila pikir Tasmapuja mau pamit pulang.Namun Tasmapuja ternyata mengajak menyelinap di teras yang gelap dan sepi. Setelah sampai Tasmapuja mendorong Karmila bersandar di dinding teras dapur yang cukup gelap.Disitu Tasmapuja melancarkan serangannya mencumbui Karmila dengan menggebu-gebu.Karmila dibuatnya terlena dalam dekapan kekasihnya itu.Ciuman di leher, dibibir bertubi-tubi dia lakukan dengan napas terengah-engah, Karmilapun membalas ciuman kekasihnya dengan sedikit malu-malu.Tasmapuja meremas buah dada kekasihnya dengan menggebu-gebu. Napsu kelelakiannya sepertinya tidak tertahankan.Namun akhirnya Karmila mendorongnya pelan sambil menggelengkan kepala, Tasmapuja hanya bisa menarik napas panjang untuk meredakan nafsu gairahnya yang hampir memuncak.Tasmapujapun akhirnya pamit pulang dengan perasaan agak kecewa.Lain dengan Karmila, dirinya semakin kuat niatnya untuk meminta Tasmapuja segera melamarnya.
__ADS_1