
Pagi hari seperti biasa, Karmila selalu masak sebelum berangkat sekolah. Kadang jika pagi ada pedagang keliling datang ke rumahnya.
__ADS_1
Suatu hari istri temannya yang bernama Wulan, datang menawarkan ikan lele ke rumahnya. Karmila kadang membeli kontan jika ada uang, tapi bila gak ada, mengambil dulu, dua atau tiga hari baru bayar.Terkadang Wulan membawa jamur, yang dicari suaminya setiap pagi.Suaminya mencari apa saja di pagi hari untuk dijual, dan Wulan bantu menjualnya keliling dengan sepeda motornya.Wulan wanita yang rajin membantu suaminya, karena suaminya berpenghasilan sedikit, jadi dia membantunya.
__ADS_1
Pada kehidupan sebelumnya, Wulan seorang janda yang tidak muda lagi, perawakannya montok dan berambut keriting.Orangnya ramah, dan tak pernah menyinggung perasaan orang lain.Karmilapun menyukainya, hingga kalau dia datang ke rumah menawarkan dagangannya Karmila selalu membelinya meskipun terkadang berhutang dulu.Suatu hari, di pagi Minggu, ketika Karmila di dapur, suami Wulan yang bernama Fahmi datang ke rumah menanyakan suaminya.Kebetulan suaminya sedang ke kebun."Bu, Bapak ada?"tanyanya menyelidik.O, lagi ke kebun." jawab Karmila singkat."Tadi istri saya kemari?"tanyanya serius."Iya, ada apa?" "Gak apa -apa, cuma ingin tahu saja, takutnya dia bohong." katanya.Fahmi kemudian menceritakan keburukan istrinya yang suka bermain laki-laki.Karmila bengong, ternyata Wulan yang disangka baik, sifatnya tidak terpuji dalam hatinya percaya atas ucapan suaminya.
__ADS_1
Dari rekaman itu Karmila sudah menduga suaminya ada apa-apanya dengan Wulan, cuma belum yakin benar. Fahmi berkata kepada Karmila, "Kita tengok dan tanya pada keduanya, apa saling suka." kata Fahmi. "Saya mau melepas istri saya, jika suamimu mau juga bercerai dengan ibu." katanya setengah berharap. " Tapi.. dua tahun lagi saya mau berangkat haji, tidak mungkin saya mau bercerai. Sudah hampir tujuh tahun kami sabar menanti," kata Karmila sedih."Kalau begitu, suamimu mau kudenda," katanya tegas." Terserahlah, tapi tolong jangan besar- besar." pinta Karmila berharap bercampur jengkel.
__ADS_1
Keesokan harinya, Fahmi datang lagi ke rumah Karmila, saat itu Fahmi langsung memarahi Tasmapuja dengan bicara yang wajar, tidak seperti marah namun tegas.Dia tidak terima istrinya diganggu.Saat itu Karmila tidak dapat menahan emosinya, dia serang suaminya dengan kalap, dia cakar suaminya dan memukulnya sambil menangis dan berteriak histeris.Ingin rasanya dia menendang suaminya saat itu, tapi Fahmi menenangkannya.Suaminya kala itu berlutut mohon ampun dan minta maaf pada Fahmi. Saat itulah Karmila tambah yakin suaminya telah selingkuh, makanya dia kalap.Harga dirinya sudah tidak ada di mata suaminya, akhirnya hanya air mata dan kekecewaan yang teramat dalam yang dia rasakan. Ingin rasanya dia menjauh dari suaminya, namun suaminya dapat merayunya dengan mengatakan tidak ada kejadian yang seperti kamu bayangkan, katanya meyakinkan.Akhirnya Karmilapun mereda amarahnya, namun hatinya sakit, karena dia yakin suaminya telah ingkar janji.
__ADS_1