Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga

Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga
Kembali Menjadi Janda


__ADS_3

Hubungan Diana akhirnya diresmikan meskipun secara sederhana.Satu bulan, Mustofa membantu Diana mempersiapkan kedai baksonya.Diana sudah pandai membuat bakso dan mie ayam.Pengalamannya mengikuti suaminya yang kedua membuat bakso dan mie ayam, membuat Diana bisa membuat sendiri bahkan buatannya lebih enak.


Mustofa pekerja keras, dia mengerjakan kebun milik kerabatnya, namun setelah menikah dan sibuk mambantu jualan istrinya, dia menyerahkan kebunnya kembali pada kerabatnya.Mustofa sangat pengertian kepada istrinya, apa yang dimasak istrinya, dia tidak pernah komplen, bahkan jika istrinya sibuk dia membantunya.

__ADS_1


Sudah sebulan Mustofa menjalani rumah tangga, Karmila mertuanya sangat senang melihat kebahagiaan mereka, bahkan cucu-cucunya seperti memiliki sosok ayah yang baik.Namun tiba-tiba Mustofa sakit parah, kakinya yang semula dianggap sakit asam urat bengkak dan nyeri.Sebenarnya dia sudah berusaha mengobati sakitnya ke pengobatan tradisional, namun tidak kunjung sembuh.Melihat itu, Karmila khawatir, dia mendaftarkan menantunya untuk menjadi anggota BPJS, agar kelak jika terjadi pengobatan rumah sakit yang perlu perawatan lama, terbantu biayanya.


Malam itu, Mustofa tidak sadarkan diri, Diana menangis dan menelpon kerabat Mustofa yang memiliki kendaraan roda empat, untuk membawa suaminya ke rumah sakit, atas anjuran orang yang mengobati secara tradisional, beliau tidak sanggup karena perut Mustofa mengeras, dan kesadarannya mulai hilang.Diana menemaninya, karena orang tuanya harus menjaga rumah dan anak-anaknya, namun siangnya, Tasmapuja menyusul, setelah dia berusaha mencari pinjaman uang untuk biaya rumah sakit.

__ADS_1


Mustofa di rumah sakit, terbaring lemah, Diana menelpon mertuanya, memberi tahu keluarga Mustofa, namun saat itu, keluarganya tidak bisa satupun untuk datang, karena ada larangan pemerintah untuk bepergian ke luar kota.Orang tua Mustofa hanya melihat anaknya lewat vidio call, ibunya merasa kasihan melihat anaknya tidak berdaya, namun kerinduannya rasa terobati meskipun anaknya dalam keadaan sakit.Sementara anak kandung Mustofa menangis, dia sedih melihat penderitaan ayahnya, padahal dia sudah mendapat sosok pengganti ibunya yang menurutnya sayang dan perhatian pada ayah dan dirinya, dia ingin dijemput ayahnya untuk tinggal dengan ayah dan ibunya sekarang.


Diana menangis menahan kesedihannya, rasanya dia tidak percaya, dia buka kembali kain penutup wajah suaminya dan menciumnya, rasanya dia berharap suaminya bangun dan membuka matanya, dia masih belum percaya suaminya telah tiada.Tasmapuja menelpon istrinya dengan nada sedih," Bu, menantu kita sudah tiada,"katanya seraya menangis.

__ADS_1


"Apa?"jawab Karmila tidak percaya dan air matanyapun mengalir.Teman sejawatnya yang kala itu heran melihat Karmila menangis."Ada apa?" katanya heran."Menantuku meninggal di rumah sakit", jawabnya sambil berurai air mata."Pak, saya permisi izin, di rumah saya mau mempersiapkan kedatangan almarhum," kata Karmila sambil bergegas hendak pulang.Kepala Sekolah mempersilahkan, hari itu belum belajar optimal masih suasana lebaran 'Idul Fitri.


Karmila menaiki sepeda motornya pulang menuju rumahnya dengan lesu dan sedih.Sepanjang jalan dia memikirkan putri pertamanya, yang baru saja mendapat suami yang diidamkannya, kini sudah menjadi janda kembali.Karmila terbayang, ketika dia ingin bercerai dengan suaminya, rasanya merinding, dia tidak bakalan lagi mengucapkan minta cerai lagi meskipun hatinya memanas atau emosi, dia tidak mau jadi janda kembali.Dia tidak ingin seperti anaknya yang kembali menjadi janda, meskipun tidak dia inginkan.

__ADS_1


__ADS_2