
Pernikahan sudah jalan sekitar dua bulan, Karmila melayani suaminya dengan baik, jika suaminya hendak makan, diambilkannya nasi serta lauknya begitu juga minumnya sekalian.Karmila punya hobi menyanyi dan suka cerita, di rumahnya ada radio butut selalu disetelnya untuk mendengarkan lagu-lagu dan jika sore hari mendengarkan dongeng, setelah pekerjaan rumahnya selesai sambil menunggu kedatangan suaminya.Suaminya bekerja di tempat tetangganya. Dia pengusaha minyak tanah, berdarah Pakistan. Sejak menikah Tasmapuja tidak lagi menjadi buruh pabrik, dia mencari kerja apa saja yang ada di tempat istrinya.Tasmapuja rajin bekerja dan jujur, sehingga tetangganya memberi pekerjaan di perusahaannya sebagai penagih utang.Kadang suaminya pulang malam, sehingga untuk menghilangkan suntuk Karmila merajut benang menjadi apa saja.
Suatu hari, Karmila menginginkan daging ayam yang dibakar.Ingin rasanya dia memakannya segera.Ayam peliharaan ayahnya ayam bangkok semua, sayang kalau dipotong, adiknya tak mengizinkannya. Untuk membeli dia belum ada uang.Suaminya belum gajian, untuk meminta pada suaminya dia merasa enggan, karena dia tidak ingin menyusahkan suaminya dengan keinginan yang berlebihan.Dia tahu bagaimana penghasilan suaminya. Suaminya tak pernah memberinya uang untuk belanja sendiri.Jika mau belanja suaminyalah yang membelikan, jadi dia tidak tahu berapa penghasilan suaminya sebulan.Makanya dia hanya bisa menangis di kamarnya ketika itu. Entah mengapa ayam bakar itu menggoda seleranya.
__ADS_1
Suatu hari dia diajak suaminya ke rumah mertuanya di desa.Dia tidak membawa apapun pergi ke rumah mertuanya karena suaminya tak pernah memberinya uang pegangan.Dia hanya melenggang saja dengan suaminya.Dalam hati Karmila mudah- mudahan ada ayam yang bisa dipotong di sana. Rupanya sampai di sana dia tidak menemukan ayam yang bisa dipotong, bahkan kerabatnya ada yang bertanya sama dia , "Bawa apa kemari?" tanyanya ingin tahu.Karmila tertegun, dia merasa bersalah tidak membawa buah tangan untuk mertuanya. Namun apa daya dia tidak punya uang untuk membeli apapun untuk mertuanya.Dia hanya bisa mengeluh pada suaminya yang membuat dia malu pada kerabatnya.
Keesokan harinya tatkala Karmila berada di rumah orangtuanya, dia tidak sengaja melihat ibu penjual daging ayam potong lewat dekat rumahnya.Karena keinginan ayam bakar belum hilang dari benaknya, dia menghampiri ibu itu."Bu, boleh ambil dulu daging ayamnya?"tanya Karmila agak malu."Boleh, mau apanya?" tanya ibu pedagang ayam potong yang biasa keliling.Kadang ibu itu memberikan utangan kepada pelanggannya.Karmila baru pertama beli ayam padanya itupun utang."Saya mau paha saja." jawab Karmila singkat.Pedagang ayam potong dengan senyum ramah membungkus paha ayam yang diminta Karmila.Meskipun baru pertama belanja, pedagang ayam itu percaya kepadanya memberikan utang, karena dia tahu Karmila orang baik.Dengan senang hati Karmila menerima daging itu dan mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
Malam hari suaminya cepat pulang, dia ingat janji pada istrinya untuk makan bakso di Mambo yang terkenal enak.Sambil menggandeng istrinya dia berjalan menuju Mambo.Namun di perjalanan, Tasmapuja bertemu sahabat lamanya yg sudah lama tidak jumpa.Dia mengabaikan istrinya yang sudah tidak sabar ingin bakso karena kangen pada sahabatnya.Istrinya kecewa, namun mau berkata apa toh suaminya lebih peduli pada sahabatnya.Setelah hampir seperempat jam barulah sahabatnya berlalu dari hadapannya, istrinya menarik lengan suaminya untuk segera menuju Mambo.Namun alangkah kecewa Karmila sesampai tiba di sana tukang baso lagi bersih bersih mau pulang, karena baksonya sudah habis.Dalam hati Karmila rasanya ingin menjerit, tidak terima kenyataan bakso yang diidamkannya habis malam itu.Sedikit menggerutu pada suaminya dia melangkah lesu pulang ke rumah.Namun sekali lagi Karmila bukan wanita manja, dia berusaha menenangkan hatinya, masih ada hari esok untuk kembali beli bakso.Dalam kepulangan dari Mambo suaminya asik bercerita mengenai sahabat yang baru dijumpainya tadi, sedangkan istrinya hanya diam sesekali mengangguk, karena yang ada dipikirannya hanya bakso Mambo.
Menjelang usia kehamilan 8 bulan, Karmila menerima uang arisan.Alangkah leganya dia.Dia belanja keperluan untuk bayi dan untuk persiapan melahirkan.
__ADS_1
Tibalah waktu yang dinantikan kelahiran anak pertamanya.Karmila merasa kesakitan.Menjelang malam Karmila menyuruh suaminya memanggil bidan bayi yang sudah dilamarnya ketika usia kehamilan 7 bulan sambil membawa minyak kelapa.Namun kata ayahnya jangan terburu buru dulu, maka Karmilapun hanya merintih kesakitan sambil memegang pinggangnya.Menjelang pagi sakit Karmila tidak tertahankan lagi.Pukul 3 pagi Karmila menyuruh suaminya menjemput bidan.Pukul 4 pagi bidan sudah tiba di rumah.Dia langsung mempersiapkan alat alat yang diperlukan dan memeriksa Karmila. Setelah ditangani bidan Karmila mulai tenang dan sakitnya berkurang.Akhirnya lahirlah jabang bayi perempuan sekitar pukul 4 lewat seperempat.Dengan cekatan bidan menangani kelahiran bayi pertama Karmila. Tasmapuja senang dan bersyukur istri dan bayinya selamat.