
Tiba waktunya mendekati bulan haji, Karmila sudah mempersiapkan segalanya baik itu pakaian, maupun buku kpanduan haji. Tahun kemarin Karmila sangat kecewa, karena kepergian hajinya ditunda karena covid.Padahal penantian dia untuk berhaji bareng suaminya sudah lama, bahkan dia rela mempertahankan rumah tangganya demi niatnya itu pula disamping demi keluarga.Tapi Karmila sadar mungkin Tuhan berkehendak lain, dan ada hikmahnya dibalik semua itu.Karmila yang berniat untuk memohon pertolongan Tuhan di tempat suci, agar hatinya tidak lagi merasa sakit bila teringat perselingkuhan suaminya.Namun sayang, pemberangkatan hajinya batal. Untuk menutupi kekecewaannya, sewaktu Karmila mendapat uang dari penjualan rumah ibunya yang dibeli adik ketiganya, Karmila membelanjakannya untuk perawatan wajahnya.Dia ingin tampak lebih cerah dan awet muda.Diapun berkonsultasi dengan psikiater, karena rasa kecewa pada suaminya tidak pernah hilang.Apalagi ditambah dengan cerita ibu Tety tetangga yang dulu mengantar ibunya yang membuat dia marah dan cemburu.Ibu Tety bilang, suaminya itu pantang digoda, katanya keceplosan.Karmila penasaran karena setelah bilang begitu, Karmila bertanya langsung pada suaminya, dan suaminya jujur mengatakan bahwa Ibu Tety waktu pulang dari Jawa bareng dia, mencium pipinya.Mendengar pengakuan suaminya, Karmila kini baru ingat, sewaktu baru pulang dari Jawa, Ibu Tety pernah bilang hatinya panas, ketika melihat Tasmapuja seperti akrab dengan perempuan yang tak dikenal, bahkan menawarkan buah salak,"Hati saya panas dibuatnya," katanya tidak sadar, ucapannya mengandung kecurigaan di hati Karmila.Lalu Karmilapun pernah ditanya suaminya apa ada yang memberinya jajan waktu Karmila dengan putrinya yang pertama ke Jawa.Karmila waktu itu heran, kok suaminya tahu hal itu, tapi dia tidak memperpanjang masalah itu.Namun baru-baru ini, terbukalah perselingkuhan kecil suaminya dengan Ibu Tety.Karena Karmila curhat kepada ibu Tety tentang perselingkuhan suaminya dengan istri Fahmi, ibu Tety akhirnya cerita juga mengenai Tasmapuja seolah-olah selalu mengejarnya dan mau menggodanya.Karmila kembali perasaannya bertambah kecewa rupanya suaminya tidak setia sejak dulu hingga sekarang.Kekecewaannya dia tumpahkan pada suaminya, karena Karmila selalu menyalahkannya, akhirnya Tasmapuja jengkel dan menceritakan Ibu Tetylah yang duluan menggodanya dengan tiba-tiba mencium pipinya, ketika ditanya mengapa dia lakukan itu padanya, jawabnya karena kesal suaminya tak mau mengantarnya.
__ADS_1
Sejak itu Tasmapuja dan Ibu Tety layaknya dua orang kekasih.Namun karena Ibu Tety takut dan menyesal, dia berusaha menghindar dari godaan Tasmapuja meskipun dalam hatinya senang.Siapa yang tidak tergoda dengan ketampanan Tasmapuja, istri majikannyapun suka padanya dan sering minta pijit kepala padanya.Mirna istri majikannya sangat menikmati setiap pijitan tangan Tasmamapuja yang mengitari sekitar bahu, leher,dan kepala.Rasa tangan Tasmapuja seperti setrum yang hangat menjalar dalam tubuhnya, namun bagi Karmila, melihat hal itu hati nya rasa panas seperti api menjalar di tubuhnya.Karmila jadi kembali mengenang hal itu, dan kini ditambah lagi dengan cerita suaminya yang ada skandal dengan istri tetangganya.Dalam hati Karmila, dia heran kepada suaminya mengapa suka sekali pada istri orang, kalau suka sama janda itu tidak aneh.Kepikiran janda, teringat juga dia kecewa pada suaminya yang memeluk janda di kebun sawit ketika sepi tidak ada orang, Janda itu mengatakan halnya pada Karmila, tapi yang anehnya, janda itupun meminta pijit seperti yang dilakukan istri majikannya dulu. Bertambah kecewa Karmila mengingat hal itu, itu artinya Tasmapujapun sudah berbuat tidak senonoh pada istri majikannya, sehingga berani minta pijit padanya.Karmila selalu mengkait-kaitkan kekecewaannya sehingga timbul kecemburuan yang teramat besar dan menyesakkan dadanya, timbul amarah besar dan ingin memukul suaminya bila ada di depannya.
__ADS_1
Kini Karmila sedang dalam masa pengobatan.Dirinya mudah lelah dan kadang sakit kepala. Suaminya diminta tolong untuk memijatnya, jika suaminya berhenti memijatnya,Karmila marah dan berkata,"Dulu saja kamu hampir setengah jam memijat Mirna, yang bukan istri kamu!"kata Karmila kesal karena kepalanya belum enakan.Dibilang sepetti itu, Tasmapuja kembali memijit Karmila, bahkan seluruh tubuhnya dia pijat sehingga Karmila merasa enak dan rilek.Jika hati Karmila sudah rilek, Tasmapuja mengajaknya berhubungan intim, namun sayang, ketika hubungan intim terjadipun, Karmila terbayang suaminya sedang berhubungan intim dengan istri Fahmi yang Karmila sebut *****, karena Wulan mau diajak hubungan intim asal dibayar cuma dengan seratus ribu.Mengingat itu, Karmila jadi tidak selera, lalu dia tidak mau meneruskan hubungan intimnya sebelum suaminya memberi uang."Istri orang saja, kamu kasih uang, masa istrinya sendiri tidak?"kata Karmila sambil menjauh.Akhirnya keduanya mendapatkan kekecewaan.Tasmapuja kecewa karena istrinya tidak mau melayaninya, saat dia tidak memberinya uang.Padahal Karmila kecewa, karena seleranya atau hasratnya tiba-tiba sirna.Meskipun Tasmapuja sudah memberikan rangsangan yang lama, apalagi sebelumnya memberikan pijatan.Karmila sebenarnya mau melayani suaminya jika suaminya memberi uang, meskipun tidak ada hasrat,Karmila bersedia untuk memuaskan suaminya.Namun kalau dia lagi tidak ada uang untuk membeli sambal, dia kembali jengkel,untuk napsunya sama *****, dia mau membayar, bahkan denda yang dikenakan Fahmi suami Wulan, dia berikan.
__ADS_1
Karmila kecewa Tasmapuja bukannya memadamkan kemarahannya, malah melayani kemarahannya dengan marah juga, dan akhirnya jatuhlah talak satu padanya.
__ADS_1