Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga

Istri Yang Bertahan Untuk Keluarga
Kebun Karmila


__ADS_3

Karmila memiliki kebun kelapa sawit 2 hektar di pinggir jalan aspal dekat desanya.Dulu ia membeli dari suami Wulan dengan istri pertamanya.Entah alasan apa suami Wulan ingin menjual kebunnya, bahkan rumahnyapun dijualnya pula sama orang lain.Kebun itu tidak menghasilkan buah yang banyak, sehingga ekonomi Karmila tidak dapat menyekolahkan anaknya di sekolah yang bagus.Karmila membeli kebun itu dari menggadaikan SK nya sehingga gaji Karmila tidak cukup untuk kebutuhannya.Karmila sabar menerima nasibnya yang setiap gajian tidak pernah dapat menabung, jangankan menabung untuk belanja hari-hari pun ia berusaha tidak boros.Jarang Karmila makan daging, cukup tahu tempe dan sayur.Namun, anaknya cerdas- cerdas sekolahnya.Bahkan anak keduanya dapat dibanggakan.Karmila ingin peralatan rumahnya lengkap, tapi dia tidak dibolehkan mencicil atau kredit.Hasil kebun yang diharapkan hasilnya pengganti gajinya, tidak sebanding dengan kebutuhannya.Karmila berusaha sabar, yang penting dia bisa menyekolahkan anak- anaknya.Kalaupun anaknya tidak kuliah, bukan salahnya, anaknya sendiri memilih bekerja saja.Setelah bertahun- tahun Karmila dan suaminya sepakat untuk menjual kebun itu untuk diperluas.Ataupun menebus SK yang digadaikan.Karmila ingin rasanya mencicipi gajinya utuh.Andai gajinya utuh, rasanya sebulan sekali dia ingin pergi shoping dan bisa menabung membeli pekakas rumahnya yang dia ingini.Tapi suaminya kadang berubah pikiran, biar hasil sawit lagi yang pengganti gaji istrinya, agar mereka punya kebun lebih luas lagi.Dulu mereka punya 2 kebun, karena kurang perawatan, kebun satunya dijual dan uangnya habis hanya menyisakan tanah kebun yang tidak ada hasilnya sama sekali.Itupun lokasinya jauh dari desanya hingga tak pernah digarap suaminya.Kini kebun Karmila ada juga yang kongsi dengan adik kandungnya.Namun karena jauh juga tidak pernah terkontrol sehingga tidak juga menghasilkan uang, Terpaksa gaji Karmila yang harus dikorbankan untuk dikirim pada adiknya.Karmila hanya dapat menangis sedih dia tidak dapat mencicipi gajinya sampai di masa tuanya sekarang ini.Suaminya hanya memikirkan kebahagiaan anak-anaknya kelak jika mereka tidak ada lagi di dunia ini.Karmila pernah bermimpi dia ingin mandi di kolam yang banyak ikannya.Namun, karena terlalu banyak ikannya, dia tidak leluasa bergerak, jangankan untuk berenang, mandipun harus hati-hati takut ikannya terimpit dia saking banyaknya.Dalam pikiran Karmila untuk apa banyak kekayaan kebun tetapi dia tidak bisa menikmatinya.Sama halnya untuk apa dia punya kolam tapi dia tidak bisa mandi leluasa di kolam itu.Memikirkan hal itu, Karmila menangis sedih, dia harus mempersiapkan mentalnya untuk itu.Tadinya dia berharap di masa tuanya dia bisa menikmati kekayaan kebunnya untuk kebahagiaannya, tapi Karmilapun berharap mudah- mudahan kebun yang dijualnya nanti mendapat ganti dengan hasil yang memuaskan.Sementara ini Karmila selalu diberi nafkah suaminya tidak kurang, setiap mendapat rezeki, Tasmapuja langsung memberikan upah kerjanya pada Karmila.Hanya Karmila belum bisa seperti teman- teman sejawatnya pergi liburan ke luar kota dengan keluarganya.Kebun sawit Karmila sudah ditawar orang cukup lumayan harganya, namun Tasmapuja belum dapat penggantinya, untuk itu Tasmapuja dengan dibantu temannya akan meninjau lokasi tempat yang akan dibelinya kelak jika kebun sawitnya sudah dibayari.Karmila berharap kebun sawitnya akan dapat terkontrol dan hasilnya memuaskan.Bahkan Karmila berencana menjual kebun yang kongsi dengan adiknya untuk dipindahkan jadi satu lokasi,agar sekalian dapat mengontrolnya.


__ADS_2